NovelToon NovelToon
POLYGON LOVE

POLYGON LOVE

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Romansa / Idola sekolah / Cintapertama / Tamat
Popularitas:30.8k
Nilai: 5
Nama Author: Dame Dha

Nama saya Yuda, Saya siswa SMA tahun ke 2. Kehidupan sekolah saya tidak ada yang istimewa. Tetapi ada seseorang yang sangat saya sukai dari tahun pertama sekolah, saya mengejar cintanya selama 2 tahun, namun tidak mendapatkan respon dan berujung penolakan yang menyakitkan. Sampai suatu saat saya mulai membuka mata saya, berapa banyak waktu yang saya buang sia-sia hanya untuk wanita yang tidak mencintai saya. Namun ini hanya permulaan dari cerita tahun ke 2 saya di sekolah. Dimana saya akhirnya memilih untuk melangkah maju dan berhenti membuang waktu, saya memutuskan untuk berhenti mengejar cintanya dan menjalin hubungan pertemanan dengan teman-teman lainnya. Berusaha mengupgrade diri dan mencoba membuka hati untuk orang baru walau rasa trauma dari orang lama masih membekas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dame Dha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21 Perasaan Aneh

Sudut pandang Yuki -

Aku, Mai dan Andini memutuskan pergi ke bioskop. Mai mengajak kami menonton film karena ingin merubah suasana hati Andini yang sedang murung karena gagal mendaptkan buku yang dia inginkan.

Sesampainya di depan bioskop kami melihat Yuda dan Siva sedang duduk santai di kursi pengantrian loket.

"Loh..itu kan Yuda dan Siva" ucapku sambil menunjuk kearah mereka berdua

"Iya benar, sepertinya mereka juga habis nonton. Ayo kita kesana" ucap Mai

Mai mengajak kami mendekat ke tempat mereka duduk untuk sekedar menyapa. Ini kondisi yang tidak terlalu mengenakan bagiku karena harus melihat orang yang kusukai sedang jalan berdua dengan perempuan.

Apalagi orang itu Siva, Berurusan dengan Jessica saja sudah merepotkan apalagi dengan Siva.

Mai menyapa mereka berdua.

"Yuda, Siva, kalian hari ini nonton juga" tanya Mai pada mereka berdua

"Mai, kalian juga. Iya, kami sudah selesai. Barusan juga ada Citra, Darius dan Jessi. Mereka nonton juga" Jawab Yuda

"Yaudah kami beli tiket dulu ya" ucap Mai

"Iya...Oh iya. Andini, selamat bersenang-senang ya" ucap Yuda sambil tersenyum pada Andini

"Eh, iya kak Yuda terima kasih...." jawab Andini dengan tersenyum juga

Obrolan Mai dan Yuda kami tidak panjang. Aku hanya menyimak karena di situ ada Siva. Tapi yang jarang sekali terjadi adalah Yuda sama sekali tidak menyapa ku, bahkan tidak melirik ke arahku. Tapi dia menyapa Andini.

Sebelum ini aku tidak pernah melihat Yuda dan Andini saling bertegur sapa.

- Sudut pandang Yuda -

Saat aku dan Siva sedang bersantai, Mai datang menyapaku. Bersama dia juga ada Yuki dan Andini.

Mereka juga berniat menonton ke bioskop.

Semoga tidak ada yang menyinggung soal tas yang aku bawa. Itu berisi buku yang aku beli untuk hadiah Andini.

Tapi syukurlah obrolan kami tidak terlalu panjang. Mai pamit pergi dan aku juga tidak lupa menyapa Andini.

Andini tersenyum sambil malu-malu. Senyumannya sangat manis, aku ingin melindungi senyuman itu.

Setelah mereka pergi Siva bertanya.

"Itu tadi ada Andini, kenapa ga kasih aja bukunya" tanya Siva

"Mana bisa. Lihat-lihat keadaan dulu lah" jawabku

"Iya juga sih" ucap Siva

"Jadi apa kita pulang aja sekarang" tanyaku

"Haahh iya. Aku juga udah capek, makasih ya udah keluar duit banyak buat aku" jawab Siva

"Pokoknya kalau ada job lagi pasti aku kabari" ucapku

"Oke.." jawab Siva

Kami berdua pun berangkat pulang.

- Sudut pandang Jessi -

Kami telah selesai menonton film. Kami keluar dari bioskop dan sudah memutuskan untuk pulang. Tapi kami istirahat dulu sebentar. Sementara Citra pergi ke toilet.

Setelah bertemu dengan Yuda dan Siva suasana agak berubah. Citra sepertinya jadi agak murung. Tapi wajar saja. Citra dari dulu sudah memendam perasaannya terhadap Yuda.

Itu semua demi persahabatan kami. Apalagi Citra tau kalau Yuda sangat mencintai Yuki. Aku kasihan dengan perasaan Citra yang bertepuk sebelah tangan.

Aku juga tidak ingin melihat Yuda bersedih, ku pikir setelah Yuda dan Yuki sudah tidak terikat lagi aku berencana menyatukan Yuda dengan Citra.

Tapi sepertinya akan sangat sulit, walaupun aku ingin melihat Citra bahagia tapi aku juga tidak bisa memaksa Yuda untuk mencintai Citra. Yuda juga punya hak dia sendiri untuk memilih siapa yang ingin dia cintai.

Tapi setahu ku hubungan Yuda dan Siva tidak seperti ya Citra bayangkan. Mereka berdua memang dekat tapi tidak ada romansa yang aku rasakan diantara mereka berdua.

Aku pikir Citra hanya overthinking saja. Lebih baik aku memastikannya ke Darius.

"Darius, Yuda dan Siva menurut mu mereka itu gimana" tanyaku pada Darius

"Mereka ga ada apa-apa selama aku bersama mereka di band" jawab Darius

"Apa mereka memang sedekat itu" tanyaku

"Entah lah. Hubungan mereka memang rumit. Tapi mereka berdua memang saling support satu sama lain" jawab Darius

"Saling support ?, maksudnya gimana" tanyaku

"Sebelum kamu masuk sekolah ada kejadian yang membuat mental Yuda sangat jatuh" jawab Darius

"Apa maksudmu saat Yuki menolaknya" tanyaku

"Iya, saat itu Yuki mengucapkan kata-kata yang lumayan kasar ke Yuda di depan semua murid di kelas" jawab Darius

"Lalu apa hubungannya dengan Siva" tanyaku

"Saat itu jam istirahat dan kami berempat ada diruang musik. Yuda yang sangat murung saat itu berusaha kami hibur. Aku dan Jun sudah berusaha keras tapi tidak membuahkan hasil. Siva menyuruh aku dan Jun untuk keluar dan membiarkannya berbicara empat mata" jawab Darius

"Apa yang mereka bicarakan" tanyaku

"Kami tidak tau, tapi yang pasti setelah itu Yuda perlahan mulai membuka dirinya lagi" jawab Darius

"Lalu dengan Siva. Apa support Yuda untuknya?" tanyaku

"Siva adalah anggota terakhir di band kami. Dan Yuda yang mengajaknya bergabung, Siva juga menjadi leader di band dan itu ide Yuda" jawab Darius

"Kalau tidak salah Siva itu murid problematik kan" tanyaku

"Iya. Hampir semua murid di kelas tidak ada yang mau dekat dengan Siva. Tapi Yuda yang mengelkan Siva pada kami, dan ternyata Siva tidak seburuk itu" jawab Darius

"Mungkin Yuda jadi faktor perubahan sifat dari Siva" tanyaku

"Sekarang Siva juga tidak pernah kena masalah lagi, sepertinya itu juga ada campur tangan Yuda yang membuat Siva tersadar, tapi menurut ku mereka tidak ada rasa saling suka sih" jawab Darius

"Kalau Citra gimana menurut mu" tanyaku

"Ga tau, semua tergantung Citra. Citra dari dulu ga pernah jujur. Coba dia mau jujur pasti ga bakal seribet ini" jawab Darius

"Hmm benar juga" jawabku

Darius juga tau kalau Citra menyukai Yuda.

Saat kami sedang mengobrol Citra kembali dari toilet.

"Kalian lagi ngobrolin apa" tanya Citra pada kami

Aku sebenarnya ingin basa-basi dulu tapi Darius sepertinya tidak peduli.

"Lagi ngomongin soal hubungan Yuda sama Siva" jawab Darius

"Haah...ehhh...begitu" ucap Citra dengan reaksi anehnya

"Iya. Soalnya Jessi nanya" jawab Darius

Darius memang sialan, dia malah melempar semuanya ke aku.

"Hehe iya Citra. Soalnya mereka deket banget tapi ga pacaran. Makanya aku penasaran" jawabku untuk mencairkan suasana

"Iya sih, Yuda kan suka sama Yuki" jawab Citra

Yuki mungkin juga jadi pertimbangan Citra. Dia tidak mau pertemanan nya dengan Yuki retak gara-gara memperebutkan Yuda.

Darius mengalihkan pembicaraan kami.

"Sekarang kita mau kemana" tanya Darius

"Pulang lah. Aku capek" jawabku

"Iya aku juga" jawab Citra

"Baiklah" jawab Darius

Kami bertiga memutuskan untuk pulang.

- Sudut pandang Mai -

Sepertinya usahaku untuk menghibur Andini terbantu dengan adanya Yuda tadi. Siapa yang tidak senang kalau ketemu orang yang dia cintai.

Andini adalah teman ku membaca buku di perpustakaan. Kami juga sering pergi dan pulang sekolah bersama karena rumah kami satu arah.

Jadi aku sudah hafal dengan gerak-geriknya. Terutama setiap festival sekolah. Aku pertama kali sadar kalau Andini menyukai Yuda karena dia selalu menonton penampilan Yuda. Dan matanya hanya fokus pada Yuda.

Setelah aku tau Yuda pindah tempat duduk ke depanku aku sempat menawarinya bertukar tempat duduk. Tapi dia tidak ingin membuat Siva yang duduk dengan dia jadi salah paham.

Menurut ku Yuda juga orang yang sangat baik. Jadi cukup wajar kalau dia disukai banyak wanita di kelas ku. Selain Andini juga ada Yuki dan Citra.

Tapi harapanku semoga diantara mereka tidak terjadi perselisihan.

-Terima kasih sudah membaca cerita saya. Untuk ilustrasi karakter cerita ini bisa di cek Trending akun-

Jika ada kritik dan saran silahkan DM saya dan jangan sungkan-sungkan :D

1
Kak Umi
😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
Kak Umi
Pingin berlanjut karena ceritanya menara k🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Kak Umi
Lanjutkan, lanjutkan🙏🙏
Kak Umi
Hay, aku datang meramaikan, datang juga meramaikan novel aku🙏🙏
🏡⃟ᵃʸ༺⬙⃟⛅𝘿𝘼𝙈𝙀ᵀᵘʸᵘˡ ᴮᵒᵏᵉᵉʳ
.
♥♨⃟🌼⃤VinaXvina zgb
Lanjutkan
➤⃝💙𝟟ꪊꪶⅈꪊ𝟝
gula gula gula 😍🥰
❀࿐⃤⃝⃤⃟6ꀤꈤꍏ0ꈤꍟ7
wah masih ada kah
❀࿐⃤⃝⃤⃟6ꀤꈤꍏ0ꈤꍟ7
🥰🥰
➤⃝💙𝟟ꪊꪶⅈꪊ𝟝
Andini 😘😘
Ⓡⓤⓢ⑤⑨
dan aku mengira citra yang bakal win 😶‍🌫️
••¤(`×[¤ ѕᕼ𝓲𝔫ค➅➂5 ¤]×´)¤••
tamat happy ending 🤩🥰
Ⓡⓤⓢ⑤⑨
🤣🤣
••¤(`×[¤ ѕᕼ𝓲𝔫ค➅➂5 ¤]×´)¤••
andini ngeri
Ⓡⓤⓢ⑤⑨
😘😘
••¤(`×[¤ ѕᕼ𝓲𝔫ค➅➂5 ¤]×´)¤••
semakin bersinar 🤩🤩
🌟⃤⃝𝒱𝐼𝒜𝟩𝟩𝟤𝐸𝐸
belum tamat sampai disini👀
☕︎⃝❥💕⃝🅐🅩🅘🅩🅘④⑨
wah apa tuh
🌟⃤⃝𝒱𝐼𝒜𝟩𝟩𝟤𝐸𝐸
pemikiran dewasa yuda 🙏
🌟⃤⃝𝒱𝐼𝒜𝟩𝟩𝟤𝐸𝐸
Heroine terbaik dengan segala effortnya 🫡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!