NovelToon NovelToon
After Death

After Death

Status: tamat
Genre:Teen / Fantasi / Petualangan / Barat / Tamat
Popularitas:764.9k
Nilai: 5
Nama Author: Banin SN

After Death mengisahkan tentang konflik yang melibatkan 3 dunia. Pram si tokoh utama yang baru menginjak usia 17 tahun, ruh dan jasadnya dipisah oleh Jin Hitam dari negeri Shaman.


Ruh itu hendak dimusnahkan karena membahayakan kekuasaan Bemius dari kerajaan Anathemus. Berkat pertolongan Pusaka yang belum diketahui pemiliknya, Ruh Pram memasuki alam akhirat / Negeri Cato dan mendapat jatah usia 100 tahun di sana.


Sayang sekali pada akhirnya keberadaan Pram diketahui oleh Bemius. Pram pun mulai mempelajari asalusul dirinya dan mengapa ruhnya diburu banyak Jin Hitam.


Petualangan pun dimulai....

*** Mohon kritik dan saran untuk Novel ini ya Kak...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Banin SN, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 21 : Thalassa Dewi Lembah Namea

Thalassa merupakan seorang Dewi, bukan

manusia, bukan Jin, bukan Siluman, bukan juga Malaikat. Dewi merupakan golongan

penghuni alam semesta yang sudah hampir punah. Mereka sebenarnya memiliki hidup

yang kekal namun sebuah perang saudara di negerinya membuat kekekalan para Dewa dan Dewi musnah. Dewa dan Dewi bisa mati jika yang membunuh mereka adalah dari golongan yang sama. Dewi Thalassa merupakan Dewi yang melakukan perjalanan panjang dalam pelarian akibat perang saudara di negerinya yang tak kunjung berakhir.

Pelariannya berakhir saat ia menemukan Lembah Namea, di mana sudah turun temurun lembah itu tak berpenghuni, sebenarnya, ia sendiri juga yang menyebarluaskan mitos di negeri Cato tentang kesuraman Lembah Namea. Dia membisiki telinga-telinga manusia untuk takut dan segan kepada daerah yang bernama Lembah Namea. Padahal,

sebetulnya dia hanya ingin keberadaannya tak diketahui oleh bangsanya, agar ia

bisa tetap hidup dalam keabadian.

            Thalassa mencium aroma darah segar dari kedalaman Lembah Namea, ia pun terbang mencari sumber aroma darah

tersebut. Dilihatnya ada seorang Pria yang tergeletak berlumuran darah di tepi

danau Orakel. Thalassa mencium aroma lain dari Dante, dia bukan manusia yang

sedang menjalani pembalasan. Dia datang merelakan daging tubuhnya untuk dipersembahkan kepada Ikan di Danau Orakel. Thalassa pun tertarik untuk mendekati Dante.

            “Hai Pemuda, apa yang membawamu ke sini?” Thalassa menghampiri Dante yang hampir sekarat. Ia menyentuh tangan Dante yang tinggal tulang belulang. Thalassa merasa iba pada Dante, dan penasaran apa sebenarnya yang membawanya ke sana. Thalassa pun menyentuh ubun-ubun Dante sambil memejamkan mata. Dia memiliki keahlian untuk melihat riwayat kehidupan seseorang. Jika sedang beruntung, dia juga bisa melihat masa depan orang yang disentuhnya. Keahliannya tersebutlah yang membuatnya diburu banyak pihak di negerinya. Masing-masing pihak ingin memiliki peramal andal guna keperluan

peperangan. Setelah Thalassa memilih untuk kabur dan berjanji tidak akan

membela pihak mana pun, ia ditetapkan sebagai buronan.

            “Tolong beri tahu aku soal kalung

ini. Soal mengapa Pram tak bisa dibangunkan. Soal mengapa aku tak bisa menjadi pria dewasa.”

            Thalassa berhenti sejenak dari

kegiatan menerawang. Ia memandangi pria dewasa di depannya. Wajah berwibawanya

sama sekali tak singkron dengan pemikirannya yang lugu. Bahkan di saat

menjelang sekarat pun dia masih menanyakan beberapa hal yang tak begitu

penting.

            “Begini. Kau tak butuh jawaban apa pun hari ini. Yang kau butuhkan adalah segera mengobati luka-lukamu itu. Turuti

perintahku, putar jarum penunjuk di kalung itu ke arah utara, dan setelah itu

segera tutup medallion tersebut dan bayangkan tentang seseorang.”

            “Tapi aku sudah berjuang keras untuk sampai di sini. Setidaknya aku harus mendapat jawaban.”

            “Tidak. Tidak perlu. Percayalah padaku. Turuti kata-kataku, dan pertanyaanmu akan segera terjawab.”

            Dante menurut. Ia memutar jarum

penunjuk dan menutup medallion tersebut sembari membayangkan Prameswari.

***

            Prameswari sedang menikmati Hujan Hutan Krisan sebelum akhirnya kalung medallion yang ada di sakunya menyeruak keluar. Kalung itu terbuka dan membuat sebuah pusaran angin. Pram terjebak dalam pusaran angin tersebut dan lenyap seketika, sebelum pusaran angina itu menghilang, Kharon pun dengan sigap langsung masuk ke dalam pusaran angin

tersebut agar ia tak terpisah dari Prameswari. Pram kembali teringat tentang

bagaimana pertama kali ia memasuki Dunia Cato. Kata Kharon, waktu kematian

Pram, sebenarnya sudah ada beberapa anak buah Bemius yang bersiap untuk menangkap ruh Prameswari begitu ruh itu terpisah dari jasanya. Sayang sekali, ada sebuah pusaran angin yang dengan segera menyedot tubuh Prameswari dan membuat Jin Hitam anak buah Bemius gagal menjaring ruh Prameswari.

1
kay
bang saya baru bikin novel coba abang baca baru belajar nulis novel soal nya
nowhere🌱
permulaan yg cukup mencengangkan, Kak ><✊✨ apalagi pake sudut pandang pertama
Rum Rigel
seruu, keren banget konsep ceritanya kak! gaya bahasanya juga enak dibaca
Rum Rigel
kalau langsung di scroll gitu agak singkat ya. tapi jujur deg degan banget bacanya huhuu setiap paragraf dibaca pelan, kayak takut ada yang menanti
Lalalalalisa
huaaaaa
faisa
apa cm aq yg baru nemu nich novel d thn 2022 ?
ketinggalan banget aq...
Sooyaaa__
o
Sooyaaa__
p
Jendeuki💚
😍😍
Jendeuki💚
😍
Jendeuki💚
😍😍😍
Anonim
sadisssss
Jendeuki💚
😅
Jendeuki💚
😘
Jendeuki💚
😅
Jendeuki💚
😘
Jendeuki💚
😅
Jendeuki💚
😄😅
Jendeuki💚
😘
Jendeuki💚
😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!