NovelToon NovelToon
Ruang Rahasia Di Kamar Tante Feronica

Ruang Rahasia Di Kamar Tante Feronica

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yan duwei

Mahen selalu membenci Tante Feronica, bibinya yang menghilang 10 tahun silam. Ayahnya selalu mengatakan bahwa Tante Feronica adalah orang jahat yang telah membuatnya mendekam dipenjara selama 12 tahun.

Namun, ketika Mahen mencoba mencari petunjuk atas apa yang terjadi 10 tahun lalu, dia tidak menyangka bahwa dia akan menemukan sebuah ruang rahasia di kamar Tante Feronica. Di dalam ruang itu, Mahen menemukan petunjuk-petunjuk yang membuatnya mulai mempertanyakan apa yang selama ini dia percayai.

Mahen mulai menyelidiki tentang apa yang terjadi di masa lalu dan mengapa ayahnya dipenjara. Namun, semakin dia menyelidiki, semakin banyak rahasia yang terungkap. Mahen harus menghadapi kenyataan bahwa ayahnya tidak seperti yang dia pikirkan.

Tante Feronica, yang selama ini dia anggap sebagai orang jahat, ternyata memiliki alasan yang kuat untuk melakukan apa yang dilakukannya. apakah Mahen akan bisa menemukan kebenaran dan memperbaiki kesalahan masa lalu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yan duwei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ALFARIZI

Mahen bangun tepat pukul sembilan pagi, ia kesiangan. semalam Mahen kembali mengobrak-abrik isi flashdisk yang kemarin sudah di bukanya saat berada di rumah sakit sehingga membuatnya tidur larut malam.

flashdisk itu berisi foto-foto keluarganya saat dirinya belum lahir, dan juga foto-foto tante Feronica saat masih remaja.

saat ini Mahen baru saja selesai mandi dan sedang bersiap-siap untuk pergi ke tempat gym. Mahen rutin berolahraga satu minggu sekali.

hari ini ia sudah membuat janji dengan Herdi untuk nge-gym bersama.

..

"oy her, udah lama lo?" tanya Mahen saat melihat Herdi sudah sampai di tempat gym lebih dulu.

"baru aja kok" jawab Herdi.

mereka pun memulai olahraganya masing-masing.

saat Mahen dan Herdi sedang berolahraga dengan tenang, tiba-tiba terdengar suara yang tidak asing di telinga mereka,

"ouyyy Mahen, Herdi! nge-gym nggak ngajak-ngajak" ceteluk Ethan yang datang tiba-tiba bersama seorang laki-laki yang Mahen dan Herdi tidak kenal.

"eih ada si ketan hitam" ledek Herdi yang sepertinya sudah ketularan Adis.

"dih? sekutunya kunti bogel lu?" tanya Ethan membuat Herdi tertawa.

"lo disini juga tan" sapa Mahen.

"iya. oh ya nih, kenalin, kakak sepupu gue, namanya Robert" ucap Ethan memperkenalkan kakak sepupunya yang baru saja pindah dari luar kota.

"Mahen" ucap Mahen sambil mengulurkan tangannya pada Robert. "Robert" jawab kakak sepupu Ethan.

"Herdi" ucap Herdi sambil mengulurkan tangannya sama seperti Mahen. Robert mengangguk sambil tersenyum menerima uluran tangan Herdi.

akhirnya mereka nge-gym berempat.

..

tin..

"gue duluan" ucap Herdi setengah berteriak pada Mahen karena mereka sudah sama-sama mengenakan helm. Mahen mengangkat tangannya dan mengangguk tanda mempersilahkan Herdi yang hendak pergi lebih dulu.

Mahen menghidupkan motornya dan melajukannya dengan santai.

"citra indah" Mahen bergumam membaca tulisan di pintu gerbang kompleks perumahan yang di lewatinya.

"oh iya, inikan perumahan tempat tinggal Naomi" gumam Mahen dalam hati sembari menghentikan laju motornya di tepi jalan.

ia menatap pintu gerbang perumahan di seberang jalan lalu membelokkan motornya. namun, baru saja hendak membelok, ia kembali menghentikan motornya.

"masa kesana nggak bawa apa-apa?" gumamnya lagi. "nah, itu ada penjual buah"

Mahen melajukan motornya ke arah penjual buah di pinggir jalan.

"Bu, buahnya berapaan?" tanya Mahen pada si penjual buah.

"Lima puluh ribu mas" jawab si penjual buah.

"satu kilonya?" tanya Mahen lagi.

"segini" jawab si penjual sambil mengangkat satu plastik berukuran sedang yang berisi sedikit potongan buah.

"buset! mahal amat bu?" kaget Mahen.

"ya segitu mas harganya" jawab si penjual buah santai.

Mahen berbalik hendak pergi, tetapi ia kembali teringat rencananya tadi. tidak mungkin ia datang ke rumah Naomi untuk menjenguk Oca dengan tangan kosong.

"saya beli satu bu" ucap Mahen sambil berbalik. si penjual buah tersenyum penuh kemenangan dan itu terlihat sangat menjengkelkan menurut Mahen.

..

Mahen menghentikan motornya tepat di depan rumah Naomi. ia mengurungkan niatnya untuk masuk karena melihat satu motor sport warna hitam yang bertengger di halaman rumah Naomi.

Mahen melihat Naomi keluar dari dalam rumah bersama seorang laki-laki tampan yang mungkin berusia sekitar dua puluh enam tahun.

Mahen melihat Naomi tersenyum sangat manis dan ceria pada lelaki itu. sangat berbeda dengan kemarin.

"pacarnya kali ya?" gumam Mahen dalam hati. entah kenapa, rasanya Mahen sedikit kesal.

"bodo amat. gue kan mau jenguk Oca" Mahen melangkahkan kakinya dengan pasti memasuki halaman rumah Naomi.

"Mahen?" Naomi terkejut melihat Mahen yang tiba-tiba datang ke rumahnya. Mahen tersenyum pada Naomi, "gue mau jenguk Oca" ucapnya.

"o,oh.. masuk aja, kebetulan Oca lagi istirahat di ruang tamu" ucap Naomi mempersilahkan Mahen masuk.

laki-laki yang tadi berbincang dengan Naomi mengangkat sebelah alisnya bingung. pasalnya ia tidak pernah melihat Naomi dekat dengan laki-laki kecuali teman-teman calon detektifnya dan klien.

"siapa dia?" tanya laki-laki itu pada Naomi setelah Mahen masuk ke dalam rumah.

"itu temen baru aku kak, namanya Mahen. dia punya kasus dan minta aku buat bantuin pecahin kasus itu." jelas Naomi.

"ouh.. yaudah kalau gitu aku pulang dulu ya. kapan-kapan kamu main ke rumah" pamit laki-laki itu. Naomi mengangguk dan tersenyum manis.

Naomi melambaikan tangannya pada laki-laki yang baru saja meninggalkan halaman rumahnya. ia tidak tahu jika di belakangnya ada Mahen yang masih berdiri di samping pintu mendengarkan percakapannya dengan tamunya tadi.

Naomi berbalik, "loh? kenapa nggak masuk?" tanya noami pada Mahen. "nggak papa. nunggu tuan rumahnya masuk dulu lah"jawab Mahen enteng.

"ouh.. yaudah ayok masuk" ajak Naomi. Mahen mengangguk, "tadi itu siapa?" tanya-nya pada Naomi. "kakak senior gue. dia udah jadi detektif handal" jelas Naomi dengan bangga.

"cih? sehandal apa sih?" tanya Mahen yang kesal mendengar Naomi memuji laki-laki di hadapannya. "lah? lo kenapa sensi gitu?" tanya Naomi sambil tertawa kecil. ia merasa lucu melihat Mahen yang tiba-tiba kesal padanya.

"siapa yang sensi?" tanya Mahen tak terima. "eh ada Mahen?" tiba-tiba Oca keluar membuat Mahen dan Naomi langsung diam.

"iya nih, katanya mau jengukin kamu. buatin minum ya ca, aku mau selesain bersihin halaman samping dulu" suruh Naomi pada Oca dan bergegas pergi.

"ayo masuk hen. Naomi lagi bersih-bersih, nanti kalau udah selesai pasti kesini kok" ucap Oca mengajak Mahen masuk.

"iya ca, oh ya ini ada buah, beli di jalan tadi" ucap Mahen sambil mengulurkan plastik buah yang di bawanya.

"repot-repot segala Mahen. padahal aku udah sembuh sakitnya, pake di bawain buah segala" ucap Oca kikuk sambil menerima buah yang Mahen berikan.

"duduk dulu hen. kamu mau minum apa?" tanya Oca. "air putih aja" jawab Mahen sungkan. Oca bergegas ke dapur untuk mengambil minum.

beberapa saat kemudian Oca kembali membawa teko berisi air putih dan beberapa gelas bersih. Oca menaruh teko dan gelas yang di bawanya di atas meja lalu menuangkan segelas air untuk Mahen.

"silahkan" ucap Oca.

Mahen meminum air yang di tuangkan oleh Oca. "ca, yang tadi itu, pacarnya Naomi ya?" tanya Mahen yang entah kenapa menjadi kepo.

"yang mana?" tanya Oca bingung. "yang tadi pake motor gede" jelas Mahen. "ouh.. itu seniornya Naomi, namanya Alfarizi. katanya sih dia suka sama naomi, tapi gatau Naominya gimana. mereka nggak pacaran kok" jelas Oca membuat rasa penasaran Mahen sedikit terobati.

1
Rahma Amma
aku suka ceritanya,, ngak muter2
lanjut....
D_wiwied
saingan cinta.. 😂
D_wiwied: mahennya masih bingung tu, antara nao apa oca.. tp menurutku keknya cenderung ke nao ya
Dwi Ade: waduh😱 saingannya detektif handal nih😄
total 2 replies
Celty Sturluson
ceritanya keren abis! Thor, kamu hebat!
Dwi Ade: hallo, terimakasih sudah membaca karya tulis saya. maaf jika karya saya masih banyak kekurangannya 🙏
kritik dan saran saya terima dengan hati😊🙏
total 1 replies
Takahashi HitomiLửa
Lanjutin dong, penasaran banget!
Dwi Ade: hallo, terimakasih sudah membaca karya tulis saya. maaf jika karya saya masih banyak kekurangannya 🙏
kritik dan saran saya terima dengan senang hati 😊🙏
total 1 replies
Kelestine Santoso
Aku bisa merasakan perasaan tokoh utama, sangat hidup dan berkesan sekali!👏
Dwi Ade: hallo, terimakasih sudah membaca karya tulis saya. maaf jika karya saya masih banyak kekurangannya 🙏
kritik dan saran saya terima dengan senang hati 😊🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!