Chu Chen, seorang Kaisar Api mati dibunuh oleh kekasihnya hanya karena sebuah Pagoda. Dia ternyata Bereinkarnasi ketubuh seorang pemuda yang memiliki nama sama dengannya. Dengan ingatan dimasa lalu, Chu Chen kembali menapaki jalan kultivasi. Kembali melakukan perjalanan yang penuh dengan tantangan, saat Chu Chen mengira semuanya berjalan lancar. Konspirasi lama muncul kembali, membuatnya harus meningkatkan kekuatan secepat mungkin.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chen Xuan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 : Menuju Hutan Monster
Alun-alun Kota Atan..
Semua warga Kota yang menyaksikan anggota Klan Chu yang pergi secara bersamaan dan dipimpin oleh seorang pemuda Tampan dengan pakaiannya yang rapi, sangat terkejut. Pemuda tersebut adalah Chu Chen, dan dibelakangnya ada Chu Nan yang layaknya seorang tangan kanan Chu Chen. Dan dibelakang Chu Nan adalah anggota Klan yang juga ingin ikut bersama Chu Chen.
"Apa yang dilakukan Klan Chu? "
"Kau tanya siapa? Tak ada yang tahu disini apa yang akan mereka lakukan! "
"Lihatlah, mereka berada di Tahap Rendah dan Menengah! "
"Apa? "
"Gila, ini benar-benar Gila, mereka benar-benar di Tahap Awal dan Menengah! "
"Apa yang mereka makan hingga bisa menjadi seperti ini dalam semalam? "
Orang-orang kebingungan dengan yang terjadi kepada anggota Klan Chu, kekuatan mereka meningkat hanya dalam semalam secara bersamaan. Kemarin, mereka jelas merasakan bahwa kekuatan anggota Klan Chu kebanyakan masih berada di Tahap Awal dan Rendah.
Tapi sekarang, yang mereka lihat benar-benar sesuatu yang tak terduga, bagaimana bisa hal seperti ini terjadi?
Senyum penuh bangga terukir jelas diwajah anggota Klan Chu, mereka sama-sama memandang punggung kecil Tuan Muda mereka. Dengan wajah penuh kekaguman sekaligus penuh harapan, mereka pasti akan melindungi Tuan Muda mereka jika berada dalam bahaya dengan nyawa mereka.
Anggota Klan Chu terus berjalan hingga keluar dari Gerbang Kota Atan, ini adalah pertama kalinya bagi beberapa anggota Klan Chu yang lain melangkahkan kakinya keluar dari Gerbang Kota Atan.
Perjalanan mereka berlangsung selama satu jam penuh, hingga mereka akhirnya benar-benar sampai di Hutan Monster. Tempat dimana para Monster Buas bersemayam dengan memangsa apapun yang ingin mereka makan.
"Ternyata seperti ini hutan Monster? " Chu Nan berkata dengan kekaguman. "Biasa saja! " Lanjutnya sinis.
Chu Chen hanya menggeleng pelan melihat tingkah Chu Nan, barusan dia seperti sedang kagum dengan pemandangan didepannya, namun sedetik kemudian kekaguman itu berubah menjadi biasa saja.
Berbeda dengan semua anggota Klan yang ikut, mereka benar-benar takjub melihat pemandangan yang begitu indah ini. Benar-benar berkah yang luar biasa karena bisa melihat pemandangan yang mereka lihat didepan, tak akan pernah mereka lihat sekalipun jika berada di Kota Atan.
Sedangkan saat ini mereka benar-benar melihatnya, beruntung mereka mengikuti Chu Chen. Jika tidak mereka tidak akan pernah melihat hutan Monster ini selama hidup mereka.
Chu Chen berbalik, menyapu pandangannya kepada anggota Klan yang ikut bersamanya. "Ingat, jangan pergi jauh-jauh dariku! Selalu berada dibelakang dan perhatikan langkah kalian, kita tidak tahu bahaya seperti apa yang mengintai! " Ucap Chu Chen menjelaskan.
"Baik! " Jawab mereka kompak.
Chu Chen mengangguk pelan, dia kembali berbalik, memandang kedepan dengan tersenyum lebar. "Didepan sana aku bisa merasakan ada Monster Buas tingkat 2, ikuti aku! " Ucap Chu Chen kembali berjalan dan diikuti oleh anggota Klan.
Beberapa saat kemudian, saat mereka tiba ditempat yang Tuan Muda mereka katakan. Pemandangan didepan mata yang dilihat oleh Chu Nan benar-benar mengubah pandangannya, seekor Monster Buas Kelabang berukuran besar membuatnya menelan saliva.
Begitu pula dengan anggota Klan yang dibelakang, mereka benar-benar sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat. Saat di Kota Atan, mereka tidak pernah melihat hal seperti saat ini. Ini jelas membuka pandangan mereka tentang luasnya dunia ini.
Disisi lain, Chu Chen malah tersenyum, baginya Monster Buas Kelabang ini adalah sebuah latihan untuk meningkatkan fondasinya. Dia baru saja naik ke Ranah Earthly Yuan, jadi sangat perlu latihan dengan fisik. Dan Kelabang Besar didepannya saat ini benar-benar sangat cocok untuk itu.
"Semuanya tenang! Jika kalian benar-benar ingin menguatkan fondasi, hilangkan ketakutan kalian semua. Klan Chu tidak takut dengan kematian, Klan Chu adalah pemberani! " Ucap Chu Chen meyakinkan seluruh anggota Klan.
"Tuan muda benar, apa yang perlu kita takutkan! "
"Ya, Klan Chu adalah Singa! "
"Ya, Klan Chu adalah yang terkuat! "
Chu Chen tersenyum, dia menatap kelabang itu dengan mata berbinar. Seakan-akan itu adalah santapan nya untuk makan siang.
"Kalian majulah, serang secara bersamaan! Yang kalian perlukan adalah kerja sama tim, apa kalian mengerti! "
"Kami mengerti! "
"Kalau begitu, serang! "
Anggota Klan Chu pun langsung mengeluarkan pedang mereka, menatap kelabang besar itu dengan mata penuh nafsu.
Mereka langsung maju secara bersamaan, beberapa dari mereka mengambil sisi kanan dan beberapa dari mereka mengambil sisi kiri dan belakang.
Ssssttt...
Kelabang itu mendesis keras, mendapatkan serangan beruntun dari beberapa orang benar-benar membuatnya kesakitan. Dia menggeliat sambil mengangkat kepalanya, memandang rendah seluruh orang-orang yang saat ini sedang menyerangnya. Dia mengeluarkan sebuah serangan berbentuk bola berlendir.
Chu Chen kaget, dia yang dari tadi hanya memperhatikan langsung maju kedepan. Menghalangi serangan kelabang tersebut dengan Dao Qi nya yang sudah berbentuk perisai.
"Semuanya, hati-hati dengan lendir kelabang ini. Itu sangat beracun! " Ucapnya memperingatkan. Meskipun dia tahu penawar racunnya, namun untuk saat ini bukan hal itu yang seharusnya dia lakukan.
Anggota Klan pun mengangguk mengerti, mereka kembali melakukan serangan secara bersamaan. Namun kali ini lebih berhati-hati, karena tidak ingin terkena oleh lendir beracun dari kelabang tersebut.
Chu Nan hanya diam mematung, memandang seluruh anggota Klan yang sedang bertarung. Dia menoleh menatap Chu Chen dan berkata. "Kenapa kau tidak ikut dalam pertarungan? " Katanya bertanya.
"Bukan lawanku! " ucap Chu Chen santai. "Bagaimana denganmu? " Chu Chen balik bertanya.
"Sama sepertimu, bukan lawanku! " Kata Chu Nan entengnya.
Ha-ha-ha
Chu Chen tertawa keras, dia memandang anggota Klan yang sepertinya hampir selesai dengan pertarungan mereka.
"Aku ingin kedepan sana, apa kau mau ikut? Chu Nan? " Ucap Chu Chen dengan wajah