Dita dan Mas Ryan tidak sengaja bertemu hingga timbul benih-benih cinta diantara mereka. Ternyata mas Ryan sudah memiliki istri. Akankah kisah mereka berakhir indah, atau malah hancur karena terhalang status pernikahan Mas Ryan?
18+
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amelia.R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 21
Setelah sarapan mereka pun berbenah barang-barang karena akan check out siang itu. Ketika barang-barangnya sudah beres, Dita pun segera mandi.
Diguyurnya tubuhnya di bawah shower, dinikmatinya segarnya air yang membersihkan tubuhnya. Dibiarkannya air mengalir membasahinya, dipejamkannya matanya. Benar-benar menyegarkan badan dan pikiran.
Suara shower dan gemericik air membuat ia terhanyut dan merasa tenang. Sambil terpejam ia berharap semoga kebahagiaannya dan Mas Ryan selalu seperti ini. Ia hanya menginginkan Mas Ryan selalu disisinya, menemaninya, menenangkannya, dan mencintainya. Cintanya untuk Mas Ryan benar-benar tulus dan mengalir dengan sendirinya.
Dalam hati kecilnya ingin memiliki Mas Ryan seutuhnya, agar setiap hari bisa diurusnya, dimasakkannya, dilayaninya dengan sepenuh hati.
Tiba-tiba Dita kaget bukan kepalang ketika seseorang memeluknya dari belakang. Ditolehkannya kepalanya untuk melihat, ternyata Mas Ryan sudah berada dibelakangnya, dan bisa dipastikan Dita lupa mengunci pintu kamar mandi.
Tanpa sepatah kata pun, mereka melakukannya di bawah derasnya air shower yang hangat. Di antara suara shower yang kencang, terdengar suara desahan keduanya yang memenuhi kamar mandi.
Setelah keduanya selesai berpakaian dan bersiap-siap keluar kamar hotel untuk check out, tiba-tiba ponsel Mas Ryan berdering. Dita yang sedang menyisir rambutnya di dekat Mas Ryan meletakkan ponsel pun melirik ke arah ponsel Mas Ryan, terlihat panggilan masuk dari seseorang bernama Wina.
Mas Ryan mengambil ponselnya dan mengangkat telepon tersebut. .
Terdengar Mas Ryan sedang menjelaskan tentang letak suatu barang pada lawan bicaranya di sana, tak lama kemudian Mas Ryan terlihat berekspresi kaget, dan tak lama kmudian terdengar Mas Ryan menyebut namanya. Dita yang kaget mendengar namanya disebut-sebut dalam telepon dengan lawan bicara Mas Ryan pun menoleh kebingungan, apakah yang sedang mereka bicarakan sampai menyebut namanya segala. Melihat Dita yang menoleh keheranan, Mas Ryan pun memegang tangan Dita sambil terus berbicara di telepon.
Setelah mengakhiri pembicaraan di telepon, Mas Ryan kembali meletakkan ponselnya. Tanpa Dita bertanya Mas Ryan menjelaskan bahwa yang meneleponnya adalah istrinya. Ia menanyakan letak kunci mobil Mas Ryan karena ingin meminjamnya sebentar.
Mas Ryan pun kemudian berkata, "Istriku sudah tahu hubungan kita".
Dita kaget dan bertanya, "Kok bisa Mas? Terus bagaimana?".
"Iya, ternyata ada temannya yang melihat kita ketika akan check in. Aku tidak bisa mengelak lagi karena aku merangkul kamu saat itu", jawab Mas Ryan.
"Terus bagaimana sekarang?", tanya Dita lagi.
"Bagaimana apanya sayang?", tanya Mas Ryan balik.
"Dia sudah mengetahui tentang kita, aku juga sudah menjelaskan tentang kamu. Yasudah selesai. Terus bagaimana apanya?", jelas Mas Ryan.
"Terus dia tidak marah?", tanya Dita.
Mas Ryan tersenyum dan berkata, "Kenapa harus marah?".
Dita kesal melihat sikap Mas Ryan. Ia cemberut dan berpaling. Padahal ia sudah dengan serius mengkhawatirkan kelanjutan hubungan mereka, tapi Mas Ryan terlihat santai saja.
Mas Ryan yang tahu Dita sedang kesal padanya segera menarik Dita dan memeluknya. Kemudian ia berkata, "Kamu jangan terlalu khawatir, aku sudah melalui ini bertahun-tahun lamanya, aku sudah paham alurnya. Kamu tenang ya, jangan berpikiran yang tidak-tidak. Ingat aku akan terus ada buat kamu".
Dita hanya mengangguk. Sepertinya ia masih belum terbiasa dengan hubungan seperti ini. Baginya cenderung membingungkan, dan terkadang membuatnya tidak tenang. Namun lagi-lagi Mas Ryan lah yang bisa menenangkannya.
Kemudian mereka pun bersiap berangkat ke Bandara karena supir mereka sudah menunggu. Sepanjang jalan menuju Bandara Mas Ryan selalu menggenggam tangan Dita, di pesawat pun begitu. Mas Ryan tahu Dita merasa tidak nyaman pada hubungannya dengan pria beristri sepertinya. Oleh karena itu ia harus berusaha untuk membuat Dita tetap merasa dicintai olehnya.
Mas Ryan mengantarkan Dita ke gerbang kost nya. Tak sadar Dita meneteskan air mata, ia seperti tak rela berpisah dengan Mas Ryan. Dipeluknya pinggang lelaki itu dengan erat dan berkata, "Aku tidak mau jauh sama kamu, aku mau kita dekat".
"Iya, iya kita tidak akan jauh sayang. Aku masih disini, tidak kemana-mana. Kapanpun kamu menginginkan kita bisa bertemu", ucap Mas Ryan sambil mengelap air mata Dita.
bakal ketemu ini sama Ryan ...
istrinya Mr.lee pasti cerita sama suaminya terus suaminya cerita sama Ryan .
bakal ketemu rekan bisnis Ryan dong , apalagi istri rekan bisnis Ryan seorang dokter ... otw ketemu mereka.
Ryan juga salah , mentang - mentang gak ada larangan dari Dita makin tancap gas aja pantang kendor klo ketemu .
dan intinya berawal dari kesalahan Wina .
enak bener Wina sudah bekas orang lain bertahun-tahun berharap suaminya mau kembali ...
ini Wina mengadu duluan ...
perselingkuhan Wina gak ada buktinya , kurang pintar si Ryan... seharusnya punya bukti yang kuat. .bukan hanya bukti dirinya sendiri yang selingkuh dengan kehamilan Dita ...
makannya Dita , cukup di celup sekali aja pas di Singapura , jadi gak hamil begini . kasihan kan bayinya ... apalagi mulut mertua Wina setajam silet
adikmu itu sudah besar bukan anak bayi ... jadi biarkan aja dia dirumah sendirian....🤦🏻♀️
bukan calon pelakor , karena Dita sama pacarnya belum menikah.
ku kira tadi langsung ke dokter obgyn eh ternyata bukan , kenapa dokter nya tadi ada alat USG jg .
paling Wina ngadu yang nggak-nggak nantinya...
kalau cowok main celup tempat lain cukup najis lah ya , tapi lebih najis perempuan yang menjadi tempat celupan ...
itu pun paling Wina di tinggalin
paling orang tua Ryan datang karena bininya ngadu duluan ....