NovelToon NovelToon
Cinta Dan Balas Dendam

Cinta Dan Balas Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama / Mata-mata/Agen / Keluarga
Popularitas:995
Nilai: 5
Nama Author: strbe cake

Fiona dan Fiora, saudari kembar putri presiden. mereka sudah saling menyayangi sejak mereka masih kecil, saling membantu jika salah satu mereka kesusahan. tetapi saat mereka memasuki usia remaja, Fiora yang merasakan pilih kasih di antara mereka berdua, Fiona yang mendapatkan kasih sayang yang tulus dari kedua orang tuanya, sementara dia tidak pernah merasakan itu, hari demi hari berlalu kebencian di hati Fiora semakin memuncak karena suatu peristiwa saat dia berkelahi dengan Fiona. Fiora lari meninggalkan istana dengan air mata di pipinya akibat makian ayahnya, sampai detik itu dia tidak pernah kembali ke rumah mereka lagi.
Fiona yang merasakan perasaan bersalah di hatinya memikirkan saudaranya pergi yang tidak pernah kembali lagi, kini mereka sudah dewasa. Fiona mengambil ahli mengurus semuanya bersama Aaron. setelah beberapa waktu banyak terjadi penghianatan di negara itu yg mengakibatkan banyak korban jiwa, siapa menyebabkan itu semua? apakah orang yang paling mereka tidak sangk

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon strbe cake, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

persaingan Aaron dan Keane

“mengapa si bajingan itu bisa datang kesini.” Tanya Aaron di dalam hatinya. Ia tidak bisa menduga akan bertemu dengan Keane lagi setelah sekian lamanya. Dengan perasaan penasaran, dia tahu ke mana harus pergi, Aaron  berjalan ke tempat pelatihan para Prajurit untuk mencari tahu.

Sampai di sana Aaron melihat sosok Keane yang  sedang berlatih dengan para prajurit pemula, Ia mengerutkan keningnya menghampiri salah satu dari mereka di sana.

“Apa ayah mengambil anak dari panti asuhan lagi untuk dilatih menjadi prajurit.”

Prajurit tersentak dengan kaget saat mendengar suara tiba-tiba di sampingnya, Ia dengan cepat menoleh dengan sopan membungkukkan sedikit punggungnya.

“Itu benar, tuan Kevin mengambil beberapa anak panti asuhan kemarin, Tuan Kevin sudah melihat potensi mereka, tuan muda.”  Balasnya.

“begitu... Berapa anak yang ayah ambil?”

“hanya sedikit, tuan Robert mengambil sekitar tiga orang anak dan berencana untuk membangun pasukan khusus yang terbaik.”

Mata Aaron menyipit saat mendengarkan penjelasan itu, dia pun segera berjalan mendekati para prajurit lainnya dengan Keane, melirik sekitar senjata di atas meja yang tersusun, dengan angkuh mengambil salah satu pistol membawanya bersamanya.

Para prajurit dan Keane menyadari Aaron mendekati mereka dengan senjata di tangannya, yang lain tampak gugup takut seolah Aaron bisa bertindak melukai mereka.

Namun Keane tersenyum tipis kembali mengangkat pistolnya mengarahkan kepada titik target segera menembakkannya.

Suara tembakan yang tiba-tiba membuat prajurit dengan cepat mengalihkan perhatian mereka dari Aaron, kini melihat Keane.

Keane sedikit memiringkan kepalanya saat menatapi  hasil bidikannya yang nyaris sempurna seolah ingin memamerkannya kepada Aaron.

Aaron telah berdiri di samping Keane, Ia juga memandangi hasil tembakan itu dengan tersenyum geli mengusap pelipisnya.

“ternyata memang benar, kau tidak akan bisa melebihi ku Keane, dan itu sudah di takdirkan.”

Aaron mengangkat senjatanya, membidik target dengan seringai di bibirnya.

“dor” ucapnya dengan nada datar.

Suara tembakan segera terdengar yang membuat para Prajurit menantikan persaingan itu dengan tidak sabar.

Dan tentu saja peluru Aaron sangat sempurna mengenai Target  mereka.

Para prajurit segera bertepuk tangan saat menyaksikan itu, dari mereka menganggukkan kepala dengan tercengang.

“Ini sangat gila, umur tuan Aaron masi sangat mudah tapi keahliannya seperti orang yang sudah sangat berpengalaman.” Seru salah satu mereka.

Keane hanya terdiam, dia menatap sinis kearah Aaron, jari-jarinya menggenggam erat pistol di tangannya.

Aaron mencium ujung pistol yang berasap itu lalu menjatuhkannya ke tanah, membiarkan pistol tergeletak di bawah kakinya.

“Ini hanya hal kecil yang ku perlihatkan denganmu, sepertinya aku telah menyadari mungkin ayah akan membentuk aku dengan seorang  pengecut menjadi satu tim.” Desis Aaron berbalik meninggalkan Keane yang kesal Di sana.

“Lihat saja Aaron, aku tidak akan pernah berada di bawah mu lagi.” gumamnya di dalam hatinya, Keane pun kembali mengangkat pistolnya membidik target dengan agresif, dia dengan gila-gilaan menembak agar peluru miliknya mengenai sasaran.

Prajurit tampak khawatir dengan perlakuan Keane yang terlihat sangat marah, namun mereka hanya terdiam kembali mengambil senjata mereka untuk berlatih.

 

“Fiora ayo ikut denganku.” Ajak Fiona. Dia memegangi erat tangan adiknya membawanya bersamanya.  

Fiora tampak kebingungan, namun dia hanya terdiam mengikuti kakaknya.

Di tengah perjalanan mereka, Fiona dengan tidak sengaja menabrak dada Aaron yang membuatnya terjatuh di lantai akibat hentakan keras itu.

“oh berhati-hati putri, kau sangat ceroboh berlari Tanpa melihat jalan mu.” Wajah kesal Aaron baru saja digantikan dengan Senyuman, saat Ia membantu Fiona berdiri.

“kakak kau tidak apa-apa.” Gumam Fiora kepada Fiona.

Fiona tersenyum segera menggelengkan kepalanya kepada.

“aku baik-baik saja, hanya sakit sedikit saja.” Ucapnya.

“sakit? Di mana yang saki putri.” Tanya Aaron dengan khawatir, matanya menelusuri tubuh Fiona dengan hati-hati.

“kakak Aaron aku ingin pergi ke tempat Paman Kevin berada, namun kami berdua tidak tahu di mana.” Ucap Fiona dengan sedih.

“tapi bukankah kalian tidak diperbolehkan untuk berkeliaran sekarang bukan Fiona? Waktunya untuk tidur siang sekarang, atau ayah Robert akan marah.” Aaron menyelipkan sehelai rambut coklat Fiona yang terurai di belakang telinganya.

“jangan kasih tahu ayah kakak, aku hanya ingin bermain dengan paman sebentar, Fiora juga ingin, Kan Fiora.” Senyum Fiona menoleh ke belakang untuk melihat adiknya.

Fiora menganggukkan kepalanya perlahan, memegangi erat tangan kakaknya.

Aaron mengikuti pandangan Fiona, dia melihat ke arah Fiora dengan diam, namun matanya mengamati setiap lekuk wajah Fiora.  Aaron yang menyadari bahwa Fiora dan Fiona yang tidak terlalu mirip Alias jauh berbeda.

Fiora tampak takut saat menyadari tatapan tajam Aaron padanya.

“tidak apa-apa, kakak Aaron sangat baik jangan khawatir.” Seru Fiona saat melihat kegugupan adiknya.

“Jadi, apa kami bisa bertemu dengan paman Kevin sekarang.”  Tanya Fiona kembali kepada Aaron.

Aaron menghela nafas, dia kembali menatap Fiona dengan tersenyum.

“Dengar, paman Kevin sangat sibuk sekarang, dia berada di tempat orang banyak, jadi untuk saat ini paman Kevin tidak bisa ditemui.” Balas Aaron. Dia tahu harus menghentikan tindakan gegabah ini dengan Fiora yang sudah mulai berkeliaran.

Bahu Fiona segera merosot kalah, raut wajahnya sedih dengan menunduk.

Melihat itu Aaron tersenyum, ia menggelengkan kepalanya perlahan, memegangi pelan dagu Fiona untuk mengangkat wajah gadis itu kembali menatapnya.

“mengapa sangat sedih begitu, kita bisa bermain dengan paman Kevin saat malam hari di mana paman Kevin tidak sibuk, sekarang ayo aku antar kalian berdua ke kamar.” Aaron berdiri perlahan memegangi tangan Fiona.

“Sungguh kakak, kita bisa bermain dengan paman saat malam hari.” Seru Fiona dengan tersenyum.

Melihat senyuman Fiona telah kembali, Aaron menganggukkan kepalanya.

“tentu saja Fiona yang cantik.” Aaron pun mulai menarik tangan Fiona untuk berjalan bersamanya.

sesampai di kamar Fiona, Aaron mendorong pintu perlahan mendahulukan kedua gadis kecil itu untuk masuk terlebih dahulu.

Fiona segera berlari naik ketempat tidur miliknya, dia melompat beberapa kali dengan tawa kecil, membuat tempat tidur berbunyi sekaligus bergoyang.

"hati-hati putri, kau bisa terjatuh dan terluka." Aaron berdiri di sudut tempat tidur bersiap-siap untuk menangkap Fiona jika dia melihatnya terjatuh.

"adik ayok naik dan melompat juga ini sangat menyenangkan!" Fiona terus tertawa terbahak-bahak melompat tanpa hentinya.

Mata Fiora segera berbinar melihat kesenangan itu, Ia pun dengan cepat naik ketempat tidur, melompat mengikuti Fiona di sampingnya.

tawa mereka berdua bergema di ruangan bercampur dengan suara tempat tidur yang berderit cepat.

"hanya tindakan kecil ini sudah membuatnya sangat senang ya." gumam Aaron, hatinya melembut saat Ia memandangi wajah Fiona yang bahagia.

1
Galih Kurniawan
masik penasaran. bainya kembar? dan siapa kevin itu
Nanaka: iya kembar, lanjut baca ya di eps lain☺️
total 1 replies
Kikiiiii
mana kakeknya? kerja kah
Kikiiiii
pasti anknya mau jadi ultraman
Kikiiiii
Cukup bagus
Kikiiiii
masi menunggu ultraman
Kikiiiii
tidaa ada ultraman?
Kikiiiii
Angjay ,keren juga
👑 STEPHAN HARUKA 👑
Mencengangkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!