NovelToon NovelToon
A Mafia'S Last Love

A Mafia'S Last Love

Status: tamat
Genre:Action / Tamat / Cintamanis / Mafia / Keluarga / Roman-Angst Mafia / Persaingan Mafia
Popularitas:160.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Four

Membunuh istri seorang Mafia???

Begitulah yang terjadi pada Disha si reporter Indonesia saat berada di kapal pesiar. Dia terjebak dalam situasi sulit ketika dia terpergok memegang sebuah pistol dengan jasad wanita di depannya yang merupakan istri tercinta dari seorang mafia bernama Noir Mortelev.

Mafia Rusia yang terkenal akan hati dingin, dan kejam. Mortelev adalah salah satu diantara para Mafia yang berdarah dingin, dan Noir merupakan keturunan dari Mortelev sendiri.

Kejadian di kapal pesiar sungguh membuat Disha hampir mati di tangan Noir saat pria itu ingin membunuhnya setelah mengetahui kematian istrinya, namun dia bersumpah akan membunuhnya secara perlahan lewat siksaan batin dan jeratan pernikahan.

“Akan aku berikan neraka untukmu sebagai balasan kematian istri dan anakku yang belum lahir. You understand!”

°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°
Mohon dukungannya ✧⁠◝⁠(⁠⁰⁠▿⁠⁰⁠)⁠◜⁠✧

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Four, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AM'sLL — BAB 21

SERANGAN SESEORANG

Ketika Noir melangkah mundur usai menyentuhnya. Pria itu berbalik badan dan berjalan ke arah meja milik Capo. Sementara Disha masih terdiam mencerna ucapan Noir barusan.

Lirik lagu yang sangat jelas tentang pengkhianat rasa sakit. -‘Apa istrinya berkhianat?’ pikir Disha sekedar menebaknya. Ingin bertanya pun dia masih ragu-ragu.

“Apa yang kamu pikirkan?" Tanya Noir sedikit menyindir sambil menggunakan telepon seluler di meja Capo untuk menghubungi anak buahnya tanpa menoleh.

“Tentang pengkhianat yang kamu maksud.” Ucap Disha yang akhirnya dengan berani mengatakannya. Noir pikir mungkin dia tidak tahu, tapi nyatanya Disha langsung cepat tanggap.

Pria itu terdiam beberapa saat ketika Disha mengatakannya.

“Who? (Siapa)?” tanya Noir mengetes istrinya itu.

“Istrimu.” Jawab Disha santai. Meski sedikit ragu, namun wanita itu yakin bahwa Teodora mungkin berkhianat dan itu menyakiti Noir yang sudah terlanjur cinta.

“Black velevet band! Wanita bermata cantik, rambut yang indah dengan pita cantik, tapi dia seorang pengkhianat.” Jelas Disha yang masih berdiri di tempatnya. Entahlah, itu terlintas begitu saja di pikirannya sesuai lirik lagu yang dia nyanyikan.

Tak ada jawaban dari Noir. Pria itu seolah tak mau mendengarnya dan mulai menelepon anak buahnya yang tersambung.

[“Katakan kepada Falco— ”]

Disha menatap lekat ke punggung suaminya yang masih berbalut selimut cokelat. Sampai pria itu selesai menelepon, barulah Noir berbalik dan Disha langsung was-was setiap kali berhadapan langsung dengan Noir.

Tatapan biru yang tegas, sungguh membuat Disha tak bisa berkutik.

Pria itu hanya menatapnya datar, lalu berpaling dan melangkah hendak keluar pintu. “Kamu belum menyelesaikan pembicaraan kita.” Ucap Disha mempertegas hingga dia berbalik badan dan menatap suaminya yang sudah berdiri di depan pintu.

Tentu saja langkah Noir terhenti.

“Tidak ada yang perlu dibicarakan. Istirahatlah, jika tidak kamu akan sakit dan menyusahkan ku.” Ucap Noir angkuh lalu berjalan pergi.

Bukan itu yang Disha maksudkan. Dia juga ingin tahu alasan detail Noir, jika memang Teodora mengkhianatinya. Tapi apakah mungkin bagi seorang mafia seperti Noir bisa jatuh cinta dan merasakan sakit?

“Bagus! Jika benar, maka aku hanya kambing hitam saja. Siapapun yang sudah menjebak ku, maka aku akan mencarinya sendiri.” Kesal Disha hingga dia duduk di sofa meraih gelas yang berisi wine dan meneguknya.

Rasa yang aneh, namun wanita itu nampak candu akan rasa wine yang mahal dan enak. “Aku pikir akan mencoba lagi!” ucap Disha tersenyum tipis dan menikmatinya lagi tanpa berpikir bahwa itu mengandung alkohol.

...***...

“Kami berhasil menangkap sebagian dari para bandit itu. Tapi ada tiga orang yang berhasil lolos.” Jelas salah satu anak buah Noir ketika kembali dari laut menggunakan speedboat.

Falco yang berdiri di tepi pelabuhan, pria itu terlihat sangat serius dan tegas. “Bawa mereka kemari dan kurung di ruang bawah tanah gudang.” Pinta Falco yang disetujui oleh pria tadi hingga dia bergegas menuju mobilnya.

Hendak melaju, sebuah pesan masuk lewat panggilan telepon. Tentu saja itu pesan dari Noir lewat anak buahnya, dan mendengar bosnya terjebak di wilayah lain usai serangan seseorang, tentu saja Falco marah dan segera mencari keberadaan bosnya.

Namun, hendak melaju tiba-tiba— darr! Dar!! Darr!!

Sebuah tembakan bertubi-tubi membuat Falco merunduk sembari menyiapkan pistolnya. Tak tinggal diam, anak buah Noir yang ada di sekitar pelabuhan pun ikut menyerang balik musuh yang bersembunyi di arah manapun.

“Sial! SERANG MEREKA TANPA AMPUN DAN AMBIL SALAH SATU DARI MEREKA HIDUP-HIDUP!!" teriak Falco kepada yang lainnya lalu kembali menembaki musuh yang entah suruhan siapa.

Jika terus begitu, maka dia tidak bisa menjemput bosnya malam ini.

Sementara di Mansion, Alon terbangun dari tidurnya saat dia merasa gelisah akan sesuatu. Pria itu menoleh ke Sofiya yang masih terlelap di sampingnya, sementara dia keluar dari kamar menuju ruangan kerjanya.

Tok! Tok!

Ketukan pintu hingga seorang pria masuk memberi hormat kepada Alon.

“Tuan. Seseorang menyerang Tuan Noir dan istrinya tengah malam tadi.” Ucap anak buahnya yang sungguh mengejutkan Alon.

Pria tua dengan piyama warna hitam itu seketika berbalik badan dan menatap tegas. “Kenapa baru memberitahu sekarang! Siapa yang menyerangnya? Dan dimana Noir saat ini?” gertak Alon kepada anak buahnya tadi.

“Maaf Tuan. Kemungkinan besar, tuan Noir terjatuh ke laut.” Jelasnya lagi sehingga Alon benar-benar tak habis pikir bahwa seseorang menyerang keponakannya hingga membuatnya terjatuh.

Dengan tatapan kesal dan marah. Alon mengangguk faham saat dia mulai menebak seseorang di balik penyerangan itu.

Alon bergegas masuk ke kamarnya dan langsung menarik selimut Sofiya hingga menyuruhnya bangun dengan paksa. “SOFIYA!!" sentak Alon tentunya membuat wanita dengan rambut pirang yang dirol itu terbangun menatap kesal ke suaminya.

“Apa yang kau inginkan Alon?" Kesal Sofiya yang kini terduduk.

Pria itu mencengkram lengan istrinya dan menatapnya lekat membuat Sofiya sempat terpekik sakit akan cengkraman itu.

“Apa kau yang menyerangnya tengah malam tadi?” tanya Alon dengan tuduhan.

Sofiya berkerut alis bingung. “Siapa yang kau maksud?”

“Noir! Sudah kubilang berhentilah dan biarkan aku saja yang bertindak Sofiya!” kesal Alon hingga tak segan menyentak istrinya.

Sofiya sempat terdiam ketika dia mendengar ucapan Alon tentang penyerang ke Noir. -‘Itu artinya Noir di serang? Apa dia terbunuh?’ batin Sofiya sampai Alon kembali menggertak nya.

“Jika terjadi sesuatu padanya, maka kita juga akan tamat di tangan Sergei. Kau tahu itu!” kesal Alon.

Marah akan tindakan suaminya, Sofiya menepis kasar dan berdiri menatap Alon dengan tegas.

“Jangan munafik Alon! Kau juga senang mendengar kabar itu kan? Tapi bukan aku pelakunya.” Ucap Sofiya menatap sinis.

Ucapan itu membuat Alon mengernyit antara percaya atau tidak. Karena dia tahu keinginan terbesar Sofiya sejak dulu, yaitu merebut apa yang harusnya menjadi miliknya sebagai seorang anak tunggal dari keluarga Mortelev.

“Jangan membodohi ku atau kau akan merasakan akibatnya.” Ancam Alon sehingga Sofiya yang tadinya berdiri membelakanginya kini berbalik menatap suaminya dengan tak percaya dan menyeringai kecil.

“Apa yang akan kau lakukan hah? Kita sama-sama penjahatnya, tidak usah saling mengancam karena tidak ada untungnya.” Jela Sofiya yang memang ada benarnya juga.

Namun tetap saja! Alon tidak ingin mati lebih awal, dia akan mencari cara agar tidak menjadi tersangka di mata Sergei Romanov karena kematian Teodora.

“Dasar sialan!” umpat kesal Alon menatap tajam ke Sofiya lalu melangkah pergi.

Sementara Sofiya masih diam menatap kepergian suaminya. “Ini sudah cukup lama untuk diam. Jika sampai Noir memiliki anak dari wanita itu, maka semuanya akan usai. Ini semua kesalahan ayah!” kesal Sofiya menggerutu hingga menyalahkan ayahnya yang sudah tewas.

Tentu, karena pria itulah dia tersingkir dan kalah dari adiknya, alias ayah dari Noir yang lebih pintar, dan cekatan ditambah lagi dia pria, itu sebabnya Mortelev jatuh ke tangan ayah Noir. Bukan ke Sofiya.

1
Endang Sulistia
Luar biasa
Four.: tancuuuu 😘
total 1 replies
Titin Tri Utami
gas Thor suka semua ceritamu jangan pernah hiatus
Four.: wokehhh kalau kalian semangat yang nulis juga semangat atuh 😁😌
total 1 replies
Kinara Widya
terima kasih kakak...sukses selalu kakak 🥰🥰🥰
Four.: You're welcome ^^
total 1 replies
sagi🏹
akhir yang bahagia untuk cerita noir dan dhisa di musim salju🤗 sukses selalu untuk kaka othor kesayangan 👏👏👏
sagi🏹: thank you kaka othor 🤗🥰
Four.: terima kasih 😁 sukses juga untukmu ^^
total 2 replies
🍏A↪(Jabar)📍
gk ada extra part nya kah???
Four.: tidak ada zayang... masih tidak ketemu di otak kecilku 😅😌🙏
total 1 replies
Tiara Bella
cakep akhirnya the end and happy ending....ditunggu cerita barunya Thor yg dark romens
Four.: wokehhh 😁👍
total 1 replies
jumriana ana
Kecewa
jumriana ana
Buruk
Mitha Ali
♥️♥️💙♥️♥️🙏😘😍
oranggila🗿🗿🗿
akhhh,akhirnya end juga keren bangett kakakkk bisa nyelesain cerita inii pokoknya SEMANAGATTTTT😘😘😘😘
Four.: kalau GK diselesaikan nanti ngagantung dong 😅 terima kasih sudah membacanya 😁
total 1 replies
Delvyana Mirza
Ah aku tau ini,apa kah dengan mulai bucin nya bos mafia dan akan berakhir juga cerita ini ya
Four.: mungkin aja 😌
total 1 replies
sagi🏹
aroma aroma cerita akan tamat udah semerbak aja kaka othor 😌
sagi🏹: mungkin 🤔
Four.: iya kahhh 🤭😁
total 2 replies
Tiara Bella
tinggal the end aja ini mah
Tiara Bella: apaan tuh....
Four.: GK ada lahhh, adanya yang ABftMB 😌
total 4 replies
sagi🏹
waaahhh benar benar nih orang menggali kuburnya sendiri mencari masalah dengan menyerang mansion mortelev siap2 aja denil di bikin pepes bumbu rujak ama noir apa lagi kamu udah bikin istri noir terluka oleh ulahmu siap kan mentalmu setelah ini.
sagi🏹: kaka othor up nya kenapa dikit seeehhh /Cry/
Four.: betul, betul, betul
total 2 replies
Tiara Bella
disha ketembak lg....
Four.: udah kebal dia kok 😁
total 1 replies
Kinara Widya
kematian denil sebentar lagi...gak tau si singa bakal ngamuk...apalagi tau kesayangannya terluka.
Four.: apalagi ada Noir juniornya, malah ngamuk si Noir dewasanya 😌
total 1 replies
Delvyana Mirza
Ampun thor cerita mu,kira in da habis musuh nya madih ada lagi,ah kapan anteng nya thor,
Four.: bentar lagi kok 😌
total 1 replies
Mitha Ali
♥️♥️♥️♥️♥️♥️🙏💪💪💪😍
marfungah
malah cari mati
Four.: udah bosan hidup dia
total 1 replies
Kinara Widya
basmi semua musuh mu Noir...
Four.: pastilah
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!