NovelToon NovelToon
Cintamu Menusuk Jantungku

Cintamu Menusuk Jantungku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Romansa Fantasi / Cinta Terlarang
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sindya

Pengorbanan Renata yang awalnya hanya menjadi seorang penyamar untuk menggantikan seorang wanita yang merupakan tunangan dari Bryan karena sedang koma berakhir menjadi sebuah malapetaka yang membuatnya kehilangan segalanya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Tidak Curiga

"Renata. Bersiaplah karena kekasihku mengajak kita berdua untuk sarapan di luar. Aku mohon kamu tidak menolaknya. Sekali-kali kamu keluar untuk hirup udara segar," ajak dokter Lisa.

"Tidak. Kalian berdua saja. Aku tidak mau jadi nyamuk," tolak Renata.

"Baiklah. Kalau begitu aku akan menghubungi lagi Glen agar dia sarapan sendiri saja," ucap dokter Lisa dengan ekspresi sedih.

"Cihh....! Kau selalu memeras ku. Baiklah. Hanya kali ini saja ya," pinta Renata agak berat untuk diajak keluar oleh dokter Lisa.

"Nah gitu kan enak. Kamu sangat baik dan aku suka itu. Semoga bayimu juga senang," ucap dokter Lisa.

Keduanya terkekeh bersama lalu bersiap-siap untuk pergi sarapan bersama. Beberapa menit kemudian, Glen dan asisten pribadinya sudah menjemput kedua gadis cantik itu.

Sesungguhnya Glen begitu penasaran dengan wajah Renata yang setiap kali tertutup dengan cadar. Ia hanya mengenali identitas Renata saat masih usia remaja namun sekarang entah seperti apa wajahnya.

"Itu mobilnya. Ayo kita samperin biar tidak buang waktu," ucap dokter Lisa seraya menggandeng tangan Renata keluar dari lobi hotel tersebut.

Glen membuka pintu untuk kedua gadis itu yang masuk beriringan.

"Selamat pagi sayang...!" Glen mengecup bibir dokter Lisa ketika mereka sudah berada berdua di dalam mobil.

Renata hanya fokus pada ponselnya karena adegan itu membuatnya terasa risih mengingat Glen dan dokter Lisa belum menikah.

"Oh iya sayang. Kamu mau mengajak kami sarapan di mana?" tanya dokter Lisa.

"Di rumahku. Aku sudah menyiapkan makanan lezat untuk kalian. Maksudku pelayanku yang memasaknya. Dan tidak usah kuatir aku juga memikirkan makanan halal untuk sahabatmu Renata," ucap Glen sambil melirik Renata yang pura-pura tidak dengar.

"Uhh..! Kamu baik sekali sayang." Dokter mencubit kedua pipinya Glen dengan gemas.

Entah mengapa Renata merasakan sesuatu yang mengganjal perasaannya tapi dia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya nanti.

"Ya Allah. Lindungilah aku dan janinku," batin Renata saat mobil itu memasuki gerbang tinggi seakan sedang memasuki penjara yang menakutkan di negara itu.

"Kenapa perasaanku jadi tidak enak ya? Apakah ini karena bawaan bayiku?" batin Renata menatap keluar jendela di mana hamparan pemandangan indah berupa aneka bunga dan pohon yang tertata rapi.

Deretan pelayan yang sudah siap menyambut mereka seakan sedang ada acara formil saat ini.

"Mengapa hanya acara sarapan pagi seperti ada pesta besar. Apakah Glen sedang berulang tahun saat ini," batin Renata.

"Sayang. Apakah ada momen penting hari ini? Mengapa dekorasi tamannya kelihatannya kelihatan heboh?" tanya dokter Lisa karena Glen tidak pernah memperbanyak bunga di area masuk ke kedalam mansion mewahnya itu.

"Tidak ada sayang. Tidak ada hari spesial karena kamulah orang yang selalu spesial di dalam hatiku," ucap Glen lalu mengecup lagi bibir dokter Lisa.

Dipuji seperti itu dokter Lisa seakan terbang ke alam nirwana. Mereka pun turun disambut oleh para pelayan yang membungkuk sopan dengan sambutan kata yang kompak bak anggota paduan suara.

"Apakah sudah siap semuanya?" tanya Glen pada pelayannya yang mengikuti langkah kakinya.

"Sudah tuan. Semoga sarapannya cocok di lidah nona Lisa dan temannya," ucap kepala pelayan.

"Ok. Baguslah kalau begitu." Glen menarik kursi untuk dokter Lisa dan Renata untuk duduk. Renata menatap makanan yang terhidang di depannya dengan penuh takjub.

"Rasanya aku sudah kenyang duluan karena suguhan hidangan yang menggoyahkan selera makan ku," batin Renata.

"Silahkan di makan nona Renata...! Semoga kamu puas dengan jamuan kami," ucap Glen yang sedang menjebak Renata.

Renata melahap makanannya dengan cepat karena ia memang sangat lapar. Apalagi saat ini usia kandungannya sudah memasuki empat bulan.

"Nona Renata. Apakah kamu berasal dari Indonesia?" tanya Glen dengan sikap santai namun penuh selidik.

"Iya tuan Glen."

"Apakah kamu di sini sedang kuliah atau mau cari pekerjaan?" tanya Glen.

"Sebenarnya aku ingin melanjutkan pendidikan ku yang tertunda. Tapi kondisi kehamilan ku membuat aku menundanya lagi," jawab Renata bohong.

"Benarkah? lantas bagaimana dengan suamimu? Apakah kalian sudah pisah?" tanya Glen membuat dokter Lisa yang merasa tidak enak hati pada Renata.

"Sayang. Bisakah kamu membiarkan Renata menikmati sarapan paginya dulu? Kenapa malah diserang dengan pertanyaan yang terlalu privasi?" bisik dokter Lisa.

"Ini rumahku dan aku berhak bertanya seperti itu padanya. Pagi pula ini pertanyaan umum. Mungkin saja dia bukan wanita baik-baik," ucap Glen sampai terdengar oleh Renata.

"Kamu tidak berpisah namun ada alasan lain yang tidak bisa aku jelaskan kepada anda karena tidak penting juga untuk anda tahu," sinis Renata.

"Bagaimana kalau kamu itu adalah seorang wanita buronan yang saat ini sedang dicari polisi?" sarkas Glen membuat Renata menghentikan makanannya.

"Aku tidak heran dengan pemberitaan itu tuan. Orang yang memiliki banyak uang menjadi berkuasa. Dengan kekuasaan itu hukum saja bisa ia beli dan bisa ia rubah kehidupan orang lain sampai ia mendapatkan tujuannya," balas Renata tidak kalah sengit membuat suasana pagi itu menjadi panas.

"Wow....!" puji Glen bertepuk tangan lalu tersenyum pada Renata." Aku senang kamu sangat peka nona Renata. Jika tidak ingin masuk dalam jebakan itu bagaimana kalau anda menerima tawaranku nona?"

Renata mengambil kacamatanya lalu menggunakan kacamata itu untuk mengetahui identitas tersembunyi Glen.

"Astaghfirullah. Aku telah terjebak. Dia adalah mafia yang selama ini mengincar para ilmuwan untuk memberikan hasil temuan mereka padanya setelah itu ia akan membunuh ilmuwan itu agar hasil temuan ilmuwan itu menjadi miliknya," batin Renata yang terlalu percaya kepada Glen yang dipikirannya hanyalah seorang CEO perusahaan dengan pikiran bisnis dan tidak ada sangkut pautnya dengan dunia mafia.

"Apa yang tuan inginkan dariku. Tidak ada yang istimewa dariku. Lagipula aku belum lulus kuliah mana mungkin aku punya ijasah dengan pendidikan yang anda butuhkan di perusahaan anda?" ucap Renata berusaha tenang.

"Aku tidak butuh ijasahmu tapi aku butuh skill mu. Bukankah kamu memiliki beberapa alat canggih yang bisa kita tawarkan kepada dunia?" tanya Glen langsung ke inti pembahasan mereka.

Deggg....

Renata tertunduk sebentar untuk mengurai ketegangan nya. Sementara itu dokter Lisa makin bingung dengan kekasihnya hingga ia berusaha untuk menghibur Renata.

"Renata. Jangan pikirkan apapun...! Sepertinya Glen hanya becanda padamu saja. Setelah ini kita pulang," ucap dokter Lisa.

"Kamu yang pulang sendiri, baby. Bukan dia. Untuk menemukan perempuan ini sangatlah susah. Aku sudah mendapatkannya dan aku butuhkan apa yang dimilikinya," ucap Glen terlihat tegas dan sangar membuat dokter Lisa merasa bahwa dirinya telah salah menilai Glen selama dua tahun hubungan mereka.

"Aku tidak punya apapun untuk anda. Maaf. Mungkin anda salah orang," tolak Renata.

"Baiklah. Kalau begitu pilih penjara dengan kasus wanita narapidana yang memiliki segudang kejahatan atau kamu berikan apa yang aku inginkan!" tantang Glen membuat Renata terdiam.

1
suti markonah
akhirnua brian ketemu istri tercinta
suti markonah
sedih renata ke tangkep😭😭😭
Wicih Rasmita
seru deg degan 😳
next Thor
tina
lanjut kak
tina
lanjut
ngatun Lestari
tidak sabar menunggu pembalasan yang dilakukan Renata terhadap Glen...
ngatun Lestari
perasaan baru baca..saking asyiknya ee udah habis part...
ditunggu selanjutnya...
ngatun Lestari
ayo semangat..pasti ada jalan keluarnya
Rosdiana Diana
insya Allah bagus ceritanya... aamiin
suti markonah
semangat renata pantang menyerah, semoga usahanya membuahkan hasil dan cepet bs keluar
Wicih Rasmita
bagus ceritanya 👍
tina
lanjut
ngatun Lestari
aku cari" lama gak ketemu... akhirnya ketemu juga ini novel...
Rosdiana Diana: Alhamdulillah makasih juga kak
total 1 replies
ngatun Lestari
keren ... aku suka...makasih kak
tina
lanjut kak
tina
lanjut
tina
lanjut kak
tina
lanjut
tina
lanjut kak
suti markonah
masih banyak teka teki, siapa pula dokter yg sudah tau renata...sykr lan klo rania mau ngalah..semoga dapat jodoh baik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!