NovelToon NovelToon
The Mysterious Rose

The Mysterious Rose

Status: tamat
Genre:Teen / Misteri / Detektif / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 5
Nama Author: Minnie Harissa

A Mystery Thriller Novel

Hansel hanyalah biang onar di sekolah lamanya. Predikat cowok tampan yang suka menebar cinta sana-sini melekat kuat. Namun saat terpaksa pindah sekolah, semuanya berubah. Hansel dihadapkan pada perkara sulit. Tepatnya saat seorang gadis misterius dengan tatapan kosong mengatakan, "Aku bisa membuat hidupmu lebih menarik dibanding kisah dari novel thriller."

Anehnya, gadis itu benar. Kasus-kasus bunuh diri marak terjadi di SMA Gajah Mada. Yang mengherankan: kenapa si gadis misterius ikut menjadi korban?

Teror tak berhenti sampai di situ. Setelah kasus bunuh diri, dilaporkan ada seorang gadis yang menginjak mata manusia di depan gerbang.

Hansel tentu tak tinggal diam, mendadak ia berubah menjadi Detektif Holmes-Poirot. Dibantu dengan rekan sejawat, Ali dan Grisel, ia akan mengungkap siapa dalang di balik semua ini. Namun yang tidak Hansel tahu, akan ada luka besar yang menunggunya di akhir permainan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Minnie Harissa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Puluh: Hanselio Kaban

.

.

.

Aku berjalan mendekatinya dengan harga diri yang masih tersisa, lalu berdiri dengan anggun di sampingnya. "Pintunya keras banget," cetusku.

Grisel mendengus lucu. Sial. "Sayang banget. Sekarang satu-satunya harapan cuma dari hape kamu aja."

"Kenapa gitu?"

"Hape aku mati." Ia menunjukkan ponselnya padaku. "Coba kamu hubungi orang lain deh."

"Oke." Aku kembali mengeluarkan ponsel dan berpikir.

"Kenapa?"

"Gue gak tau mau menghubungi siapa. Di sekolah ini, gue cuma punya nomor lo dan Tengku doang."

Grisel tampak tercengang. "Masa anak-anak sekelas kamu yang lain gak ada? Kamu masuk grup chat kelas, kan?"

Aku mencari-cari objek pandang lain saat Grisel mulai mencecarku begitu. "Gue udah keluar," cicitku. Sial. Kenapa cara jawabku kacang banget begitu sih?

"Kenapa kamu keluar?"

"Mereka berisik. Jadi gue keluar dan... gue hapus," aku mencicit lebih pelan lagi. Sial-sial-sial. Aku seperti bocah ingusan yang dipaksa mengaku sudah pipis di kelas.

"Ya ampun..." Wajah Grisel tampak merana sekali. "Gimana ini? Masa gak ada yang lain. Di hape kamu kontaknya gak mungkin cuma kami berdua aja, kan?"

"Ada yang lain sih."

Air muka Grisel berubah penuh harap. Entah mengapa aku melihat binar-binar cantik dan aura merah jambu menguar dari sekelilingnya. "Siapa-siapa?"

Aku berdeham menyadari ia terlihat manis sekali kalau tengah bersemangat begitu. "Ada abang sepupu gue."

"Coba hubungi dia. Kalau enggak, bisa-bisa kita terkurung sampai besok. Ini udah jam pulang, anak-anak yang ekskul pun pasti jarang banget yang datang ke sini." Tentu, gedung ekstrakurikuler dan sekolah kan berbeda. Kemungkinan ada yang menyelamatkan kami kecil banget.

"Oke, gue coba telepon aja."

Aku mencari kontak Randall dan menghubunginya. Sampai bunyi panggilan berakhir, tidak juga ada jawaban. "Huh, dia emang begini. Suka ngilang dari peredaran. Ngurung diri di kamar seharian tanpa terhubung sama dunia luar sama sekali. Gue coba hubungi lagi deh!"

Aku menunggu sampai bunyi panggilan mati kembali. Namun kali ini ada yang berbeda. Aku tercenung.

"Kenapa?"

"Hape gue mati."

Grisel memijat pelipisnya. "Ngomong-ngomong... menurut kamu ke mana perginya si Jay?"

Benar juga. Karena terlalu sibuk keluar dari tempat ini, aku jadi lupa akan anak itu. "Gue gak tau. Tapi..." Aku melihat ke arah Grisel seolah memberi telepati akan apa yang ada di pikiranku.

"Apa itu Jay? Orang yang pake jaket abu-abu?"

"Entahlah. Gue gak mau terlalu cepat berasumsi dulu sekarang." Grisel menatapku lucu. Ahh, kuakui aku terlalu sok tahu memang dari tadi.

Beberapa jam ke depan adalah waktu-waktu yang terasa sangat lama untukku. Akhirnya kami berdua memilih untuk membersihkan dua buah kursi di sana sebagai tempat duduk. Menghabiskan waktu ditemani keheningan. Sampai sore mulai melenyapkan cahaya yang masuk melalui kaca jendela.

Di sampingku wajah Grisel terus murung dari tadi. "Sorry. Gara-gara gue lo jadi harus ngalamin hal gak menyenangkan kayak gini?"

"Kok kamu ngomong gitu?" sentaknya dengan muka bete. "Ini bukan salah siapa-siapa. Lagi pula aku yang milih untuk ikut campur sama kasus ini. Aku bakal tanggung semua risiko yang aku dapat. Jadi kamu tenang aja."

Aku tersenyum mendengarnya. "Sok keren," ejekku.

Matanya membeliak. Mungkin tidak menyangka aku malah memberinya ejekan begitu. "Ih, kamu ternyata nyebelin, ya! Tadi sok baik minta-minta maaf, tapi sekarang malah nyebut sok keren."

"Lo memang sok keren. Padahal mukanya udah mau nangis tapi tetep aja bilang 'Jadi kamu tenang aja.'" Aku meniru kata-katanya dengan nada menyebalkan. "Gimana bisa gue tenang kalo lo bakal nyebabin banjir bandang gitu?"

"Aku gak mau nangis!"

"Iya, lo mau nangis. Ngaku aja lah."

"Nggak!"

"Iya!"

"Nggak!"

"Iya!"

"Dibilangin enggak. Kok kamu jadi nyebelin sih?" Aku menjulurkan lidahku untuk lebih membuatnya kesal. Oh, astaga, betapa kekanakannya aku ini. Sebenarnya aku berusaha untuk apa sih?

"Wah... Kamu bakal nyesel udah ngomong gitu." Tiba-tiba ada banyak jari-jari lentik yang menari-nari di sekitaran perutku.

"Ih, lo nakal juga, ya! Hobi ngusap-ngusap perut cowok!" seruku sembari sedikit menahan kelitikannya.

"What!!!" Mata Grisel membola tak terima. "Siapa yang ngusap-ngusap?" Akhirnya kelitikan itu berubah jadi cubitan. Aw.

"Ampun-ampun! Gue nyerah." Aku bertingkah sok lemah tak berdaya, menimbulkan tawa girang sang oknum.

"Biarin, kamu harus dikasih pelajaran."

Aku meringis dan menangkap jari-jari nakal itu dalam genggaman tanganku.

"Jari lo imut-imut banget," ucapku begitu menatap tangan kirinya yang seketika jadi mini jika dibandingkan dengan milikku.

"Aku kan cewek, wajar dong jarinya kayak gini."

"Tapi benda ini lucu banget. "Aku tertawa pelan sambil menunjukkan jari-jari di tangan kirinya, menyentuhnya satu per satu sambil mencubit kecil.

Tiba-tiba aku terdiam saat menyadari keheningan aneh yang melingkupi kami berdua. Aku menatapnya yang juga tengah terdiam melihatku. Perlahan aku melepas tangannya dari genggamanku. Rasanya hampa, tapi meninggalkan debaran menggila yang mendobrak-dobrak dada. Aku berdeham dan menggaruk tengkukku yang mendadak terasa gatal.

Kulirik dia yang tampak malu-malu di kursi. Menunduk sambil memainkan tangannya yang lain.

"Bisa-bisa balutannya kebuka nanti kalo dimainin."

"Eh?" Ia seperti tercengang mendengar ucapanku. "Ah, oh iya, ya." Gadis itu tertawa meringis, salah tingkah dengan wajah memerah.

Haha, lucunya. Boleh aku cubit tidak ya pipinya itu. Namun detik berikutnya, aku yang jadi salah tingkah sendiri. Ternyata tangan sialku menjalankan apa yang aku pikirkan tanpa diminta sebelumnya.

"Sorry, gue gemes liat pipi lo. Abisnya merah banget," akuku juga ikut malu-malu, seolah-olah aku adalah cowok polos yang baru pertama kali melakukan kontak fisik dengan lawan jenis.

"Ish, kamu apa-apaan sih." Grisel cemberut dan menyembunyikan wajah ke dalam jari-jari imutnya. "Makanya kamu jangan godain dong. Kan aku jadi malu."

Huh, rasanya hidungku kembang-kempis mendengar ia mengaku bahwa dirinya malu. Aku tak bisa menyembunyikan tawaku. Aku tak tahu sikap kami yang malu-malu ini apakah lebih baik atau tidak dengan keheningan tadi. Tapi setidaknya waktu terasa lebih cepat berlalu.

***

Menikmati yang manis-manis dulu. Anggap aja rehat sejenak dari usaha nangkap bandit. Hehe, 😁.

Sincerely,

Dark Pappermint

1
Ira Resdiana
"ya udah, cium deh tu taneman" .. wkekwkek mau²nya loh si Ali .. bukannya bareng² nyari aroma pesing sama²..
Erni Sasa
pantes aja sh di bunuh si nixie
puas juga gk apa"x dia mati😏
Erni Sasa
lebih enak dn elegant kaya gini thor bacanya❤❤pokoke
Erni Sasa
kalw menurutku sih ini novel ter epic terkeren dalam segi bahasa,dalm segi pov aah entahlah gk bisa di jabarkan dan seakan qt tuh ikut main di dalam,y🥰🥰❤❤
PENGGILA NOVEL
bagus banget
Nur Mutmainna Patta
in hp Tengku d hack bgtu yachhh
Ryoka2
😭
Ryoka2
😭😂
Ryoka2
Wkwkwk😂
zkdlinmy
emang ya cerita ini baguss banget, menarik. aku udah baca tentang Hansel, Grisel, Tengku dkk bener bener seruu, seremnya dapet, tegang apalagi. dari wp jadi kesini gara-gara penasaran lanjutan ceritanya. good job thor^^
Rani nay
ekstrim bgt berasa lagi ditempat kejadian 😭
Rani nay
nah benar kan si Jared
Rani nay
berarti pelakunya ada 3.
apa mungkin Gisel, Seno dan si mantannya Gisel arghh... bingung aku
Rani nay
fiks pelakunya Gisel sama Tengku.
Rani nay
akhirnya setelah berabad-abad nyari novel yg sesuai kriteria ku akhirnya dapat juga
Adinda
serem dan menegangkan
Febiana Safitri
ali tuh yg mencurigakan.. sok akting
Febiana Safitri
kayanya albino deh
atmaranii
Mr grey mah udh psti Dieter...aplg cm Dy yg blm ktngkep
atmaranii
mungkin dah janji ma grissel klo Dy GK bkl SMPe bnuh hansel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!