Tidak disangka, aku masuk ke dalam tubuh seorang figuran yang tak lama lagi akan mati tertabrak saat menyelamatkan pemeran utama. Bisakah aku mengubah takdir ini?
cerita tidak terlalu berat, karna kalo berat dilan yang nanggung...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayaa aull., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20
Setibanya di bandara, suasana kegembiraan mulai terasa di antara keluarga Darpa. Amaar dengan cekatan mengurus semua detail penerbangan mereka. Berbeda dari biasanya, kali ini mereka akan terbang menggunakan pesawat pribadi keluarga, sebuah jet mewah yang siap membawa mereka ke Maldives dengan kenyamanan maksimal.
Sementara itu, Farah dengan penuh perhatian menjaga Ara. Mereka berjalan melewati area VIP, di mana staf bandara dengan ramah menyambut mereka. Ara merasa lebih tenang dengan segala perhatian dan kenyamanan yang diberikan oleh kedua orang tuanya.
"Bagaimana perasaanmu, sayang?" tanya Farah lembut, sambil memeluk Ara dengan kehangatan.
"Aku merasa lebih baik sekarang, Mi. Terima kasih untuk semuanya," jawab Ara, matanya bersinar penuh rasa terima kasih. Dia merasakan kelegaan yang mendalam, mengetahui bahwa dia dikelilingi oleh kasih sayang dan dukungan yang tak terbatas.
Ketika waktunya tiba, mereka menuju ke area khusus tempat pesawat pribadi mereka menunggu. Jet pribadi keluarga Darpa adalah sebuah mahakarya teknologi dan kenyamanan, dengan interior yang mewah dan fasilitas lengkap untuk memastikan perjalanan yang nyaman dan menyenangkan.
"Ini dia, pesawat kita," kata Amaar dengan bangga, memimpin keluarganya naik ke jet. "Kita akan menikmati perjalanan ini dengan cara yang paling nyaman."
Di dalam pesawat, Farah membantu Ara duduk dengan nyaman di kursi yang dapat diubah menjadi tempat tidur, memastikan bahwa putrinya mendapatkan posisi yang paling nyaman untuk perjalanan ini. Ara merasa sangat berterima kasih dan bahagia, meskipun masih ada sedikit rasa sakit di tangannya.
"Ini akan menjadi petualangan yang luar biasa, Ara," kata Amaar, sambil tersenyum penuh keyakinan. "Kita akan memastikan kamu menikmati setiap momennya."
Ara mengangguk, senyum lebar terpancar di wajahnya. "Terima kasih, Dad. Aku sudah tidak sabar untuk melihat pantai dan menikmati waktu bersama kalian."
Pesawat pribadi mereka lepas landas dengan mulus, meninggalkan kesibukan kota di bawah dan menuju ke langit biru yang luas. Di dalam pesawat, suasana sangat tenang dan nyaman. Amaar dan Farah memastikan bahwa Ara bisa beristirahat dengan baik selama perjalanan.
"Kita punya semua yang kita butuhkan di sini," kata Farah, sambil menyiapkan beberapa camilan dan minuman untuk Ara. "Kamu bisa tidur atau menonton film favoritmu. Apa pun yang membuatmu merasa nyaman."
Ara memilih untuk menonton film sambil berbaring di kursinya yang nyaman. Dia merasa sangat beruntung memiliki orang tua yang begitu peduli dan perhatian. Rasa sakit di tangannya terasa sedikit berkurang, teralihkan oleh kegembiraan dan kenyamanan yang dia rasakan.
Beberapa jam kemudian, mereka mendarat dengan selamat di Maldives. Pemandangan yang menakjubkan segera menyambut mereka: laut biru yang jernih, pantai berpasir putih, dan langit yang cerah. Ara terpesona oleh keindahan tempat itu, dan rasa sakit di tangannya seolah-olah terlupakan oleh kegembiraan dan keajaiban sekitarnya.
Mereka disambut oleh staf resor yang ramah dan diantar ke vila mewah mereka yang menghadap ke laut. Tempat itu lebih indah dari yang bisa mereka bayangkan. Amaar, Farah, dan Ara merasa sangat terkesan dengan keindahan dan ketenangan tempat itu.
"Ara, lihat pemandangan ini," kata Farah, menarik perhatian putrinya ke arah panorama laut yang luar biasa dari balkon vila mereka. "Ini adalah tempat yang sempurna untuk beristirahat dan bersantai."
Ara berdiri di balkon, menikmati angin laut yang lembut dan suara ombak yang tenang. "Ini lebih indah dari yang pernah kubayangkan, Mi. Terima kasih banyak."
Amaar menambahkan, "Sekarang, kita bisa menikmati setiap momen di sini. Kamu bisa bersantai dan memulihkan diri sepenuhnya."
Mereka semua merasakan kebahagiaan yang mendalam, siap untuk memulai petualangan mereka di Maldives. Dengan semangat baru dan harapan yang cerah, keluarga Darpa memulai liburan mereka dengan penuh kegembiraan, siap untuk menciptakan kenangan indah bersama.