Sebelumnya baca novelku dengan judul Transmigrasi : Putri Kasandra VS Pangeran William.
Di mana Putri Sandra terlempar ke dunia modern dan masuk ke gadis culun dan gendut. Pemilik tubuh tersebut sering di siksa oleh keluarganya dan di bully oleh teman sekolahnya.
Putri Sandra melakukan pembalasan dendam terhadap mereka hingga akhirnya dipertemukan dengan pria yang sangat tampan dan kaya raya namun sangat arogant dan kejam terlebih ketua mafia.
Apa yang terjadi selanjutnya? Yuk ikuti novelku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yakasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Asisten Sekretaris
Dua puluh lima menit kemudian mereka sudah sampai di restoran. Putri Sandra mengambil satu kipas kemudian turun dari mobil diikuti oleh Nathan.
"Musim dingin kok bawa kipas?" Tanya Nathan sambil mengerutkan keningnya.
Putri Sandra hanya tersenyum tidak menjawab pertanyaan Nathan.
"Ayo kita jalan." Ucap Putri Sandra sambil menarik tangan Nathan tanpa sadar.
'Maaf, Aku tidak bisa mengatakan sejujurnya kalau Aku membawa kipas untuk berjaga-jaga dan maaf juga kalau Putri Sandra pemilik tubuh ini sudah ditempati oleh rohku.' Ucap Putri Sandra dalam hati.
'Tapi yang pasti Aku tidak akan mungkin menyakitimu ataupun berbuat jahat karena kamu sangat baik padaku.' Sambung Putri Sandra dalam hati.
'Kenapa kamu belum sepenuhnya mempercayaiku? Begitu banyak rahasia yang kamu sengaja sembunyikan dariku.' Ucap Nathan dalam hati.
"Kita duduk dekat pojok itu." Ucap Putri Sandra sambil masih menarik tangan Nathan.
"Ok." Jawab Nathan dengan singkat.
Merekapun berjalan ke arah yang di tunjuk oleh Putri Sandra.
"Maaf." Ucap Putri Sandra melepaskan tangannya dan duduk di kursi.
'Aduh kenapa Aku menarik tangan Kak Nathan? Apa karena Aku terbiasa selalu menuntun kedua adik kembarku agar tidak jatuh? Aduh ... Aku kangen dengan kedua adikku yang manis dan juga Kakak serta kedua orang tuaku.' Sambung Putri Sandra dalam hati.
"Tidak apa-apa, Aku sangat senang karena kamu menggandeng tanganku." Ucap Nathan sambil duduk di kursi sebelah Putri Sandra.
Putri Sandra hanya tersenyum sambil melihat-lihat daftar menu.
"Kamu mau memesan apa?" tanya Nathan
"Hmmm... Aku bingung Kak, jadi Kak Nathan saja yang memesan makanan." Jawab Putri Sandra.
'Namanya aneh - aneh dan Aku takut salah jika memesan makanannya.' Sambung Putri Sandra dalam hati.
"Ok." Jawab Nathan dengan singkat.
Nathan memanggil pelayan restoran dan memesan makanan.
"Apa rencanamu setelah kembali ke negaramu?" Tanya Nathan membuka percakapan.
Entah kenapa sejak kenal dengan Putri Sandra, dirinya sangat suka mengobrol karena biasanya Nathan sangat irit dalam hal berbicara.
"Melanjutkan sekolah lalu kuliah dan setelah lulus mencari pekerjaan." Jawab Putri Sandra.
' ... dan membalas dendam pada mereka yang telah menyakiti tubuh ini." Sambung Putri Sandra dalam hati.
"Bagaimana kalau sudah lulus sekolah kerja denganku eh maaf maksudku kerja dengan bosku sambil melanjutkan kuliah?" Tanya Nathan nyaris keceplosan dan meralat perkataannya.
"Bekerja sebagai apa?" Tanya Putri Sandra penasaran.
"Sebagai asisten sekretaris." Jawab Nathan.
"Maaf sepertinya Aku tidak ada kemampuan untuk bekerja sebagai asisten sekretaris terlebih Aku belum lulus sekolah." Ucap Putri Sandra.
Putri Sandra mendapat penglihatan kalau pemilik tubuh ini sangat bodoh terlebih dirinya belum mengerti apa tugas asisten sekretaris karena dirinya hidup di zaman dulu yang hanya belajar tentang seni bela diri, seni perang dan ilmu pengetahuan lainnya.
Di mana Pangeran William dan Putri Kasandra mengajarkan berbagai ilmu pengetahuan yang mereka kuasai ke empat anak mereka termasuk Putri Sandra.
Di mana ke empat anak mereka sangat suka belajar dan sangat suka membaca buku. Karena itulah jika Putri Sandra belajar sekali maka Putri Sandra langsung cepat mengerti.
"Kamu bisa belajar dengan temanku yang bekerja sebagai sekretaris." Ucap Nathan.
Entah kenapa dirinya ingin agar Putri Sandra selalu dekat dengan dirinya karena itulah Nathan menawarkan Putri Sandra sebagai asisten sekretaris.
Mengingat Nathan sudah mempunyai sekretaris pribadi. Sedangkan Putri Sandra terdiam beberapa saat sambil berpikir antara menerima tawaran Nathan atau tidak.
"Bagaimana kalau Aku magang dulu? Kalau pekerjaanku bagus baru dan Kak Nathan puas baru Aku mau bekerja di perusahaan milik bosnya Kak Nathan." Ucap Putri Sandra memberikan usulan.
"Oke." Jawab Nathan dengan singkat.
Tidak berapa lama pesanan Nathan datang, mereka makan dalam diam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. Setelah lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum.
"Aku mau ke toilet dulu." Ucap Putri Sandra sambil berdiri.
"Ok." Jawab Nathan dengan singkat.
Putri Sandra berdiri sambil mengambil kipas yang diletakkan di meja kemudian berjalan dengan santai.
'Putri Sandra kenapa pergi ke toilet bawa kipas? Gadis penuh misteri." Ucap Adrian dalam hati.
Putri Sandra berjalan dengan santainya ke arah kamar mandi sedangkan kipasnya diselipkan di pinggangnya.
Selesai buang air kecil Putri Sandra keluar dari pintu toilet dan melihat empat orang pria masuk ke dalam toilet membuat para gadis berteriak ketakutan.
"Tol..." Ucapan mereka terpotong oleh salah satu dari ke empat pria tersebut.
"Jika kalian berteriak maka kami tidak segan-segan membunuh kalian." Ancam salah satu dari ke empat pria tersebut.
Para gadis dan beberapa wanita langsung terdiam sedangkan Putri Sandra diam - diam mengambil kipas yang diselipkan di pinggangnya.
"Lumayan bos, semua gadis dan wanita ini cantik semua jadi kita bisa jual di rumah bordil dengan harga yang sangat tinggi." Ucap pria ke dua sambil tersenyum menyeringai.
"Ya betul, kita bisa lewat pintu belakang karena kebetulan toilet ini sangat jauh dari tempat orang makan jadi kita tidak mungkin ketahuan." Ucap pria ke tiga.
"Tapi sebelum kita menjualnya kita pakai dulu bos." Ucap pria ke empat tersebut.
Entah kenapa pria ke empat tersebut merasakan adik kecilnya tiba - tiba berdiri dengan tegak ketika melihat wajah cantik dan tubuh seksi para gadis dan beberapa wanita.
"Ya betul." Jawab mereka dengan serempak yang menyetujui usulan temannya.
Putri Sandra langsung membuka kipasnya dan bersiap untuk menyerang mereka sambil menatap tajam ke arah empat pria tersebut.
"Bos.. bos... Lihat gadis yang bawa kipas itu! Cantik banget." Ucap pria ke dua sambil memainkan lidahnya dan menatapnya dengan tatapan mesum.
"Itu untukku bod*h, lumayan untuk menghangatkan ranjangku." Ucap pria pertama yang di anggap bosnya.
"Kalian mundur, biar Aku yang hadapi mereka." Ucap Putri Sandra.
"Waw... Gadis ini mau menari kipas dengan kita." Ucap salah satu dari mereka.
Putri Sandra tidak menjawab ucapan mereka dan dengan lihai Putri Sandra menyerang mereka dengan menggunakan kipas.
Sambil menyerang Putri Sandra sengaja menotok titik sensitif ke empat pria tersebut ke dekat adik kecil mereka dan juga menotok salah satu bagian kaki mereka.
bruk
bruk
bruk
bruk
Ke empat pria satu persatu ambruk karena salah satu kakinya mendadak lemas seperti tidak bertulang.
"Kaki kananku kenapa tidak bisa digerakkan?" Ucap pria pertama dan ke dua dengan wajah pucat.
"Kalau aku kaki kiriku tidak bisa." Ucap pria ke tiga dan ke empat dengan wajah ikut pucat.
"Ka ... Kamu monster." Ucap mereka ke empat pria tersebut dengan wajah ketakutan dengan nada gugup.
"Justru kalian yang monster karena berani menindas kaum lemas." Ucap Putri Sandra sambil menatap ke empat pria tersebut secara bergantian dengan tatapan tajam.
"Si*l, apa yang kamu lakukan wanita jalang!!!" bentak ke empat pria itu dengan serempak tanpa memperdulikan ucapan Putri Sandra.
"Cih, menuduhku jalang seharusnya kata-kata itu pantas buat kalian berempat!! Dasar kalian germo." Umpat Putri Sandra naik satu oktaf.
"Mmmm... Mengenai apa yang Aku lakukan tentu saja menotok titik syaraf agar salah satu kaki kalian lumpuh dan kalian berempat menjadi pria impoten.... hahahahahaha.." Ucap Putri Sandra kemudian tertawa jahat sambil menatap ke arah ke empat pria tersebut.
"Apa??? Kamu!!! Dasar wanita jalang dan gila!!" bentak ke empat pria tersebut dengan serempak.
plak
plak
plak
plak
Putri Sandra menampar ke empat pria tersebut dengan menggunakan kipas kemudian menatap tajam ke arah mereka.
"Jangan sekali-kali kalian mengeluarkan kata-kata itu lagi, kalau tidak Aku akan membuat kalian semua bisu." Ancam Putri Sandra sambil tersenyum devil.
"Kami mohon ampuni kami." Mohon ke empat pria tersebut dengan wajah pucat pasi.
"Sudah terlambat buat kalian, ini adalah karma buat kalian yang selalu memperk**a para gadis, jadi terimalah hukumannya." Ucap Putri Sandra yang tidak perduli permohonan mereka.
"Kalian keluarlah!" Perintah Putri Sandra pada para gadis dan wanita yang diam membatu.
"Baik Nona dan terima kasih banyak telah menolong kami. Mereka semua pantas mendapatkan semua itu." Ucap salah satu gadis tersebut.
"Ya betul." Jawab mereka dengan serempak.
bugh
bugh
bugh
bugh
Setiap gadis yang keluar dari pintu toilet utama menendang salah satu pria tersebut membuat pria itu meringis menahan rasa sakit. Setelah mereka keluar Putri Sandra baru keluar dengan berjalan santai tanpa memperdulikan permohonan ke empat pria tersebut.
ceklek
Putri Sandra sangat terkejut ketika membuka pintu utama toilet karena di depannya seorang pria tampan rupawan menatapnya dengan tatapan tajam.