NovelToon NovelToon
Tentang Jiwa Dokter

Tentang Jiwa Dokter

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Teen School/College / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Persahabatan / Duniahiburan / Cinta Terlarang / Dokter / Tamat
Popularitas:33.5k
Nilai: 5
Nama Author: YoshuaSatrio

persahabatan segitiga antara Tobia, seorang laki-laki tampan cekatan dan penyayang yang sudah bekerja sebagai perawat dengan Mada, seorang gadis periang yg masih kuliah semester 5, mereka tumbuh bersahabat sejak Mada pindah rumah saat usianya 9 tahun. Akankah persahabatan ini berubah menjadi rasa lain atau akankah persahabatan ini menjadi aneh karena kehadiran dokter Harun diantara mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoshuaSatrio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Emosi yang masih sama

Dokter Harun segera turun. Berbagai macam ekspresi menempel di wajahnya. Ekspresi yang tidak mampu ditebak dengan mudah.

Ia berjalan mantap menuju ruangannya. 

"Dokter,,, dokter Harun,,, anda melihat dokter Stela?" Seru seorang perawat menghentikan langkah Dokter Harun di dekat ruang laboratorium.

"Ada apa?" Tanya Dokter Harun tegas tanpa mengubah ekspresi wajahnya.

"Anu…. Jadwal untuk melihat kondisi…." 

"Cari saja Dokter lain untuk menggantikannya. Dokter Stela sedang istirahat." Penggal Dokter Harun dengan nada bicara kurang bersahabat. Lalu berpaling hendak melanjutkan langkah.

"Tapi……" si perawat tampak ragu melanjutkan kalimatnya.

"Kenapa?" Dokter Harun kembali menghentikan langkah.

"Semua dokter sedang bekerja." Jawab si perawat dengan cepat sambil menunduk seakan mengerti arti mimik muka dokter Harun.

Dokter Harun menghela nafas sesaat, lalu berpaling menghadap perawat di belakangnya itu.

"Biar ku lakukan. Kau yang memimpin." Dokter Harun mengambil alih tugas Dokter Stela.

Dengan emosi yang tertahan, Dokter Harun mengikuti si perawat.

"Tolong suruh dokter Stela istirahat dan pulang. Kamu punya kontaknya kan?"

Kata Dokter Harun dengan nada mendikte.

Si perawat menoleh ke arah Dokter Harun tanpa menghentikan langkahnya.

"Ponselku habis batre." Dokter Harun menjawab cepat.

Meski sedikit ragu dipenuhi rasa tidak percaya, ai perawat menuruti titah sang Dokter.

Dengan senyum yang dipaksakan, dokter Harun mengunjungi satu per satu pasien dokter Stela.

Dokter harun memberikan beberapa arahan pada perawat.

" Jangan sampai lengah dengan pasien luka bakar di kepala. Perhatikan riwayat jantung lemahnya."

Tanpa ekspresi, sangat cepat dan tegas, kalimat dokter Harun mendadak seperti sihir yang mampu membuat beberapa perawat jaga kompak manggut-manggut. 

"Jangan lupa ganti perban. Berikan antibiotik untuk pasien dgn luka bakar . Bersihkan lukanya perlahan-lahan."

" Aku mau tidur dulu barang sejam. Jangan bangunkan jika bukan hal emergency."

Dokter Harun meninggalkan para  perawat dengan langkah mantap dan cepat. 

Ia masuk ke ruangannya. Melepaskan jas dokter kebanggaannya, lalu melemparkannya dengan kasar sampai tepat mendarat di meja kerjanya.

Sesaat ia berdiri termangu. Entah apa yang memenuhi isi kepalanya. 

Dokter Harun memejamkan mata dan menghela nafas dengan cepat beberapa kali.

Kedua tangannya mengepal sangat rapat. Ia menunduk seakan menyesali banyak hal.

Diaturnya kembali nafas lelaki nya yang hampir dipenuhi rasa amarah.

Dibukanya mata, dengan ekspresi sangat kesal, digertakkanlah giginya. Masih berusaha mengatur nafas.

Dengan lunglai ia berjalan menuju kursi singgasana kebanggaannya. Diseretnya kursi dengan tubuhnya, mendekat ke jendela.

Pandangannya jauh entah ia tujukan ke dunia yang mana.

Senyum kecut nan sinis tersungging di sudut bibirnya. 

"Cih!!!! Dasar bodoh!!! Wanita bodoh!!!"

Pekiknya perlahan dengan emosi yang masih tertahan.

Ditepisnya perlahan semua luka yang selama ini ia tanggung sendirian. 

"Setiap melihatmu, wajah Yaksha selalu mengikutinya. Bagaimana aku bisa tahan."

Gumamnya sendiri.

Matanya mulai berkaca-kaca. Diremasnya dada bidang dan atletisnya. Dokter Harun merasakan sakit yang terhimpit di dalam sana.

"Seandainya aku lebih peka. Mungkin aku bisa membantunya bertahan. Jika aku mengalah, pasti masih akan kusaksikan senyum dan kelakar humormu……

Yaksha!!!!! Oh!!!! Dasar bodoh!!!!"

Air mata tak mampu lagi ia tahan. Semua kenangan manis yang ia sembunyikan dalam-dalam dipaksa keluar lagi secara brutal. 

Membabi buta dan mengambil semua keberanian yang selama ini susah payah ia kumpulkan.

Luka demi luka, sakit demi sakit, semua penyesalan, semua kata pengandaian, memanggil air mata yang selama ini ia tahan.

Dokter Harun meraih bingkai foto yang selalu berdiam diri di atas meja kerjanya.  Dibukanya penutup bagian belakangnya. 

Diambilnya sebuah foto lama yang ia sembunyikan di balik foto wisudanya.

Dalam selembar foto itu, tampak dirinya bersama kawan baiknya itu.

Keduanya tampak bahagia dengan senyum lebarnya.

"Apa kabar kawan? Sudah kau temukan tempat tongkrongan yang ajib di sana? Banyakkah wanita cantik seperti yang kamu inginkan?"

Dokter Harun masih larut dalam kenangan. Rasa rindu sepertinya masih membuatnya terjebak dalam kehidupan masa mudanya.

…………

Kita menuju kepada Mada yang sedang sibuk membantu bu Vriana si dapur.

"Tante…. Apa mas Tobia nggak kasih kabar kapan pengen pulang?" Tanya Mada memberanikan diri.

"Belum. Kamu juga kangen?" 

"Hmmmm… iya tante." 

Bu Vriana menghentikan sesaat kegiatannya, lalu  menghela nafas. 

"Tante juga kangen. Rumah jadi terlalu sepi. Biasanya selalu tante dengar lagu-lagu ost drama yang Tobia nyanyikan sambil karaokean sendiri di kamar."

"Iya tante."

"Kalau kamu kangen, kenapa tidak kamu telpon saja."

"Takut ,Tante."

"Takut apa?

"Takut dia semakin marah , Tan. Dia tak pernah mengabariku sampai saat ini." Mada memberanikan diri.

" Kau buat salah apa? Sampai Tobia semarah itu?" Bu Vriana tampak khawatir.

"Sudah kucari tant… tapi tetap tak bisa kutemukan." 

"Biasanya kalian tak terpisahkan. Kalian saling mencari satu sama lain. Cobalah kamu beranikan diri bertanya." Bu Vriana menghela nafas lalu mendekati Mada. 

"Kalau dia marah, percayalah, tante ada di pihakmu." Imbuh bu Vriana sambil memeluk hangat Mada, gadis yang sudah dianggap seperti anaknya sendiri.

"Temannya bilang, Mas Tobia sudah tunangan , Tante…." Kata Mada lirih.

"Hah? Sama siapa? Kok Tante nggak tahu." Raut wajah bu Vriana tampak terkejut.

"Temannya bilang, wanita dari tempat kerjanya yang lama."jawab Mada lesu.

"Tobia tidak mengatakan apapun. Coba Tante tanya Lais dulu." Bu Vriana beranjak menuju kamar anak bungsunya.

Sementara Mada terus memandangi layar ponselnya.

"GORILLA GHILA"

Mada terus memandangi nama kontak yang tertulis di layar ponselnya. Jantungnya berdetak melebihi ambang batasnya.

Rasa sesak tercekik begitu menyiksanya. Ditekannya nama itu, namun sudah diputuskannya untuk mengakhiri sebelum sambungan terjadi.

Mada masih berada dalam kebimbangan. Antara takut dan berani. Tak lama kemudian notif pesan menunjukkan jalan.

"Apa???!!!!!🤨"

isi pesan singkat dengan emoticon menyebalkan membuat Mada terkejut. Tanpa sadar berteriak.

"Tante!!!!" teriak Mada.

Bu Vriana yang terkejut pun segera menghampiri Mada, diikuti Lais dibelakangnya.

"Kenapa Mbak?" tanya Lais.

"Mas Tobia kirim pesan. Tapi marah." Kata Mada polos tetap menatap layar ponselnya.

"Pada kenapa sih? Sini!! Biar gue telepon." Lais mengambil ponsel Mada.

"Lais,,, jangan!! Kalau dia marah bagaimana?" Mada sepertinya benar-benar takut.

"Hallo!!! Kenapa?!!!butuh apa?!!!" Terdengar suara garang dari seberang.

Nyali Mada langsung menciut dan tak berani berucap. Raut wajahnya berubah bingung dan ketakutan.

"Kenapa pagi-pagi galak bener , anaknya ibu." Bu Vriana tampak menengahi.

"Oh! Ibu…!! Kenapa….." suara Tobia tampak terbata terkejut.

"Kenapa marah-marah?!!!" Tegas Bu Vriana.

"Anu… e… tadi aku…ah…"

"Ona anu… ah eh… pantas saja Mada takut! Kamu galaknya macam gorila!" Bu Vriana agak meradang.

"Ibu… maaf…. Tadi kupikir…" Tobia tampak kesulitan membuat alasan.

"Apa salah Mada padamu? Sampai kamu harus meninggalkannya tanpa kabar? Bahkan kami pun kau abaikan." Bu Vriana sedikit menurunkan nada bicaranya.

"Maaf Bu…. Aku tidak bermaksud marah… aku tadi cuma…."

"Cuma ngebentak ya Kak? Hahahaahaaha….." Lais ikut menimpali.

"Okelah… maafkan saya. Saya sangat kasar tadi."  Suara Tobia terdengar tanpa tekanan.

"Kapan kamu mau jenguk rumah? Kami semua kangen." Kata bu vriana.

"Ntar lah bu,,, kalau dapat cuti, aku pasti tengok rumah." 

"Usahakan pulang secepatnya. Ada yang mau ibu bahas serius nanti." 

"Iya bu. Oh, mana tadi si anak manja?"

"Siapa yang anak manja? Sebut namanya. Tidak ada anak manja di sini." Seru bu Vriana tegas.

"Ah, baiklah bu…. Mana si Mada?"

"Ya. Aku dengar." Jawab Mada diiringi detak jantung yang sangat kencang hingga membuatnya merasa sesak .

"Kau sehat?"

"Hu'um…." Entah kenapa hanya itu yang bisa keluar dari mulut Mada yang semakin kuat tertutup.

Suasana menjadi sangat canggung. Bu Vriana melirik ke arah Lais. Hanya dibalas kernyitan dahi dan bahu yang diangkatnya.

"Mas Tobia sehat? Kenapa tidak ada kabar sama sekali?" Mada memberanikan diri bertanya.

"Untuk apa aku mengabarimu? Ah! Bagaimana, pacaran sama pak dokternya lancar kan?"

Bu vriana dan Lais saling pandang lagi saat mendengar sahutan Tobia. Ibu dan anak ini seakan menyadari sesuatu hal.

"Iya lancar, Mas. Dokter Harun sangat baik."  Mada menjawab dengan sangat jujur.

"Bagus. Pacaran baik-baik. Jangan mengacau."

"Mas, kemarin aku ketemu temanmu yang bawa mobilmu."

"Hmmmmm?"

"Dia bilang, kamu sudah tunangan. Sama siapa?" Entah dorongan dari mana, mulut Mada kali ini sangat lancar berbicara tanpa merasa berdosa.

"Haah?! Bukan urusan kau! Sudah! Aku harus pergi."

"Tapi, Mas…?

"Ibu!! Lais!! Ayah!! Nanti lagi kutelp. Aku harus segera pergi."

"Ya Mas!! Hati-hati. Cepat pulang." Sahut Lais. Sambil melirik lagi ke arah ibunya.

Tobia mengakhiri panggilan. Suasana tampak canggung dan semua terdiam. Hanya ada kode mata dari bu Vriana dengan sang putra.

"Tante… aku lupa belum cerita ya. Aku lagi jalan sama….."

"Kamu yakin menyukai dokter iru?" Lais menyela kalimat Mada.

"Kok kamu tahu?"seru Mada.

"Yang kemarin jemput kamu kan?" Kata Lais.

"Tante juga lihat kok… ganteng banget." Bu Vriana menggoda Mada.

"Jadi… beneran mbak Mada suka sama dokter itu? 

"Hmmmm… kalau nggak suka, kenapa jalan bareng coba." 

"Ih.. Lais! Kamu kalau nanya, suka sembarangan." Sahut bu Vriana 

"Ya, maaf mbak…. Penasaran. Hehehe…"

" Saya pulang dulu ya Tant… tugas kuliah masih numpuk." Mad pamitan.

"Oke sayang,,, jaga diri baik-baik ya…" 

Mada berjalan lunglai menuju rumahnya.

Entah apa yang sangat mengganggu pikirannya.

Sementar itu percakapan di dapur bu Vriana masih berlanjut.

"Bu, tadi ibu lihat kan… gimana ekspresinya Mbak Mada waktu nanya soal tunangan Mas Tobia?"

"Hmm…. Iya… ibu melihatnya. Mada sangat penasaran. Tapi mukanya murung."

"Terus, waktu Mas Tobia menjawabnya dengan keras, Mbak Mada tampak lebih murung kan?"

"Kecewa, tapi cuma bisa pasrah."

"Nah!!! Itu dia Bu."

"Apa?" Bu Vriana masih belum mengerti.

"Ada sesuatu diantara mereka." Seru Lais dengan sangat yakin.

Bu Vriana bangkit lalu menepuk punggung Lais dengan seikat sayuran kacang panjang yang dia pegang.

"Mandi sana!!! Sekalian pikirannya juga di kasih sabun." Kata bu Vriana sambil berjalan menuju kulkas dengan maksud menyimpan kacang panjangnya tadi.

"Kenapa semua nggak percaya ya? Sssshhhmm…. Buktinya kurang meyakinkan" gumam Lais memasang wajah detektif seakan sedang menganalisa kasus.

"Mandi sana!!!!" Bu Vriana tampak kehabisan kesabaran.

Lais langsung ngabrit karena teriakan sang ibu.

"Tobia selalu menjaga Mada selayaknya menjaga Lais. Tidak nalar kalau tiba-tiba…." Bu Vriana bergumam sendiri sambil meneruskan mencincang bawang putih.

"Aaaaaah.. apa yang kupikirkan. Mereka sudah dewasa, pasti bisa menyelesaikan sendiri dengan cara mereka." Lanjut bu Vriana.

...****************...

To be continue...

1
tes
𝐫𝐚.
Saya bacanya Amesia/Facepalm/
ah tapi lucu
Chio
wah aku juga punya banyak diecast mobil jeep. Tobia hobi kita sama! 😭
Chio
Kenren alurnya! ternyata anak tetangga.
Adelia Rahma
penisiin kenapa ya istrinya mas tob tob 🤔🤔
yosh—: sip lah Joss kk😁
total 3 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Udah jadi pasutri jg masih pada ngeyel 🤣🤣🤣
lanjut baca novel ini lah dah lama gak baca 🥱🥱🥱 ..
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Mada kah 🤔
By
pasutri terbaik sepanjang abad novel ada/Sweat//Applaud//Applaud//Applaud//Facepalm//Facepalm/
By
bellia bellio/Sweat/ besok nya lagi nama anaknya tambah belia beliau
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ
akhirnya Tobia danMada bersatu, aku suka aku suka
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ
plisss..jangan sampe kecelakaan lagi lahhh
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
huuaa walaupun cuma dua part,tapi masih untung dibuatin bonchap🤭🤭
Makasih bang yosh,kereen novelnya
habis ini otw baca yang lainnya... apalagi yang burn out tuh,bikin penasaran 😄😄
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
astaga /Curse//Curse//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
heeh aku jomblo juga ini/Grimace//Grimace//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
bagusan oyeeen.... kotak kan oyeen juga🏃🏃🏃🤣🤣🤣
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
/Smug//Smug//Smug//Smug//Smug/ kebiasaan
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
aaaa makasih bang yosh bonus chapter nya 😍😍😍😍😍
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
huuaa tak demo ke Hosea kalo sampai gitu beneran.... baru juga bahagia Tobia dan twins/Grimace//Grimace/
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
naah suami idaman 😌😌😍😍
maauu dong Tobia buat aku aja😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!