NovelToon NovelToon
Bad Ending

Bad Ending

Status: sedang berlangsung
Genre:Gangster / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Bad Boy / Persahabatan / Dendam Kesumat / Cintapertama
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: awnxbru

Rasa dendam yang ada dalam diri Sagara membuat pria itu hanya fokus pada hari dimana ia bisa membalaskan rasa dendamnya. Kematian sang Kakak karena salah satu geng motor membuat ia melakukan segala cara agar ia bisa membalas kematian tersebut. Ia tidak pernah ikhlas. Ia membuat sebuah geng motor untuk tujuan balas dendam tersebut. Namun siapa sangka, ia malah bertemu dengan Danica, perempuan cantik asal Jakarta yang tiba-tiba memohon padanya agar mau mengalah dan membiarkan Danica yang mendapatkan nilai terbaik di kampus. Karena pada dasarnya, Sagara menjadi salah satu mahasiswa jenius di kampusnya. Bagaimana dengan kisah mereka? Apakah Sagara akan membantu Danica? Atau Sagara akan membiarkan Danica dan hanya fokus pada hari dimana ia membalaskan dendamnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon awnxbru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah lain

Dengan perasaan yang sedih, Sagara menggenggam tangan Rafa yang sudah tertidur sejam yang lalu. Pria itu terus meringis kesakitan ketika dokter berusaha untuk mengeluarkan peluru yang ada dikakinya. Ini pertama kalinya Sagara melihat Rafa benar-benar merasakan kesakitan. Luka yang biasanya teman-temannya alami tidak separah ini. Hati Sagara ikut sakit karena faktanya, ialah yang menjadi penyebab temannya terluka. Rencana balas dendam yang ingin dia lakukan membuat teman-temannya terancam.

Tangan Sagara mengelus dahi Rafa yang tertidur pulas dengan nafas yang sudah teratur. Kini sudah jam 5 pagi. Geng Aodra berniat tidak akan masuk ke kampus karena kejadian kemarin yang membuat mereka tidak ingin meninggalkan Rafa sendirian di basecamp. Sagara menyuruh kedua temannya dan juga Danica untuk beristirahat dan mengatakan jika ia yang akan menjaga Rafa.

Tangan Sagara mengambil recorder yang ada dimeja nakas dan menggenggamnya dengan erat. Ia menghembuskan nafasnya dan tersenyum kecut. Dalam hatinya, ia tidak sabar untuk melaporkan hal ini dan membuat orang yang membunuh kakaknya membusuk didalam penjara. Hanya satu langkah lagi, Sagara bisa membalaskan dendamnya selama bertahun-tahun.

Sagara menundukkan kepalanya dan perlahan air mata mengalir dikedua pipinya. Ia semakin erat menggenggam recorder yang ada ditangannya. Emosinya pecah. Ia menggigit bibir bawahnya dengan keras agar tidak terisak.

Harusnya ia senang. Fakta yang selama ini ia cari sudah ada digenggamannya. Namun melihat Rafa yang terluka dan nyawa teman-temannya yang hampir terancam membuat ia ingin merutuki dirinya sendiri. Ia jadi berpikir, apakah ia pantas mendapatkan seorang teman seperti teman-temannya sekarang? Apakah ia sudah menjadi teman yang baik untuk teman-temannya?

“Gar….”

Sagara segera menghapus air matanya dan menatap Rafa yang terbangun, “Naha hudang?” (Kenapa bangun?)

“Kunaon maneh? Naha cerik?” (Lo kenapa? Kok nangis?)

Suara Rafa terdengar pelan, namun Sagara masih bisa mendengarnya. Bukannya menjawab pertanyaan Rafa, Sagara malah memalingkan wajahnya dan berdehem dengan keras agar ia bisa menahan tangisnya.

“Kunaon maneh?” (Lo kenapa?)

Sagara menggelengkan kepalanya pelan,

“Kumaha, nyeri keneh teu?” (Gimana, masih sakit?”)

Rafa mengernyitkan dahinya dan melemparkan salah satu bantal yang ada diatas tempat tidurnya, “Sia kenapa anying?? Tiba-tiba nangis di depan aing. Aing belum mati ya anjir!” (Lo kenapa anjing?? Tiba-tiba nangis didepan gua. Gua belum mati ya anjir!)

Kekehan dari Sagara membuat Rafa semakin memasang wajah kesal pada pria yang ada dihadapannya, “Aneh.”

Senyuman Sagara mengembang ketika ia melihat Rafa yang masih baik-baik saja dan mengumpat padanya seperti biasanya. Ia tidak masalah jika teman-temannya mengumpat pada dirinya dan itu malah lebih baik dibandingkan ia harus melihat temannya terbaring lemah tak berdaya diatas tempat tidur.

Suara pintu yang terbuka membuat Sagara dan Rafa segera menoleh. Kaivan masuk kedalam ruangan tersebut dan mendekati kedua temannya.

“Udah mendingan, Raf?” Kaivan segera duduk diujung kasur dan menatap Rafa.

“Udah Mas, aman ini mah. Paling belum bisa jalan aja.” Ungkap Rafa yang mencoba untuk duduk, namun ditahan oleh Sagara.

“Teu kudu diuk, geus we kitu heula.” (Gak usah duduk, udah kayak gitu aja dulu.)

Rafa yang mendengar hal tersebut hanya menuruti apa yang dikatakan oleh Sagara. Pria kecil itu tetap berbaring diatas tempat tidurnya.

“Nuhun nya, Sagara.” Ucap Rafa pelan.

“Maneh geus nulungan urang.” (Makasih ya, Sagara. Lo udah nolongin gue.)

“Kuduna urang nu ngomong nuhun ka maraneh.” (Harusnya gue yang bilang makasih sama kalian) Sagara menatap Rafa dan Kaivan bergantian. Namun kini pandangannya menatap Kaivan, “Makasih ya, Mas. Maneh udah mau bantuin urang nyari bukti selama bertahun-tahun, aing tau maneh pasti kesusahan. Apalagi maneh harus bagi-bagi ngurus perusahaan yang maneh pegang sama nyari informasi yang aing mau, makasih banyak Mas.” Ucap Sagara dengan tulus pada Kaivan.

“Maneh juga Raf.” Sagara menatap Rafa.

“Makasih udah mau bantuin urang selama ini dan selalu bikin rencana yang gak pernah gagal. Maaf juga, gara-gara aing kaki maneh jadi luka gini.” Sagara menundukkan kepalanya.

“Ah anying! Sia kenapa jadi melow gini sih bangsat!!” (Ah anjing! Lo kenapa malah jadi melow gini sih bangsat!)

Rafa menarik bantal yang sedari tadi ada ditangan Sagara dan menutupi wajahnya yang merah dan matanya yang secara tiba-tiba mengeluarkan air mata. Rafa merasa lemah melihat Sagara yang tertunduk sedih dan meminta maaf kepadanya. Suasana seperti ini merupakan hal pertama kali untuk Rafa. Pria yang ada dihadapannya tidak pernah menunjukkan rasa sedih, yang ia tunjukkan selama bertahun-tahun adalah emosi yang penuh ambisi untuk membalas kematian Kak Rigel. Melihat Sagara yang hampir menangis malah membuat Rafa ikut menangis, ia ciut dan merasa sedih. Pria yang selama ini tangguh ikut rapuh karena melihatnya terluka.

Kaivan terkekeh pelan dan menghapus air mata yang ada dipipinya lalu mendekati Sagara dan memegang bahu pria tersebut, “Kita yang makasih sama kamu, Sagara.”

“Makasih udah mau jadiin kita sebagai anggota Geng Aodra dan bikin kita punya rumah lain, selain rumah pada umumnya.” Lanjutnya.

1
SUKARDI HULU
Yuk mampir dong, jangan lupa like, follow, subscribe dan beri hadiah y thor❣️🫰🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!