Tak pernah aku sangka, kalau dendam yang aku miliki akan membuat aku terjerumus pada cinta laki laki yang menjadi alat balas dendamku.
Pusara dendam yang aku jalani membuatku terikat kuat oleh laki laki milik wanita yang membuat dendamku membara.
Di saat aku memutuskan pergi setelah semua dendam terbalaskan, kakiku malah terikat kuat dan tidak bisa melangkah walaupun satu langkah.
yuuk ikuti ceritanya.....!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jeny chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21. pagi hari yang panas
Eduardo memilih merebahkan tubuhnya di ranjang sambil menunggu Zavina yang masih di dalam kamar mandi, tak lama menunggu akhirnya Zavina keluar dari kamar mandi dan langsung ikut merebahkan tubuhnya di samping Eduardo.
"Zavina.....kamu tahu gak?? "
ucap Eduardo dan Zavina menggelengkan kepalanya.
"Jangan di jawab dulu, tunggu aku selesai bicara yaa...!!! "
pinta Eduardo saat Zavina akan menjawab ucapan suaminya.
"Zavina kamu tahu gak?? Aku sekarang baru merasakan memiliki seorang istri seutuhnya, karena dulu saat dengan Amanda gak seperti dengan kamu sekarang. "
ucap Eduardo dan Zavina hanya diam sambil menatap wajah Eduardo yang fokus melihat langit langit kamarnya.
"Kamu berbeda dan aku beruntung memiliki kamu. "
ucapnya lagi dan saat melirik ke arah Zavina ternyata istrinya sudah terlelap membuat Eduardo tersenyum.
"Selamat mimpi indah sayang. "
ucap Eduardo sambil menyelimbuti tubuh Zavina lalu mengecup kening nya penuh sayang.
Eduardo pun akhirnya ikut terlelap dengan tangan memeluk tubuh Zavina yang akan membuatnya nyaman dan akan mudah terlelap menuju alam mimpi.
.
.
Pagi menjelang......
Zavina mengerjapkan matanya dan langsung tersentak saat dirinya saat ini ada dalam dekapan Eduardo, Zavina melepaskan tangan Eduardo yang ada di perutnya namun bukan terlepas tapi Eduardo malah semakin erat mendekapnya.
"Kamu rusuh deh, mau kemana?? Ini masih pagi Sayang. "
ucap Eduardo yang tetap memeluknya erat.
"Aku mau ke kamar mandi, lepas dulu sebentar dan kamu tidur lagi saja, aku mau bangun. "
ucap Zavina dan Eduardo langsung melepaskan pelukannya.
Zavina langsung menuju kamar mandi dan membiarkan suaminya yang melanjutkan kembali tidurnya, Zavina merendam tubuhnya di dalam bak rendam merasakan ketenangan karena aromatherapy yang di gunakannya..
Tiba tiba pintu kamar mandi di gedor gedor dan Eduardo lah pelakunya yang meminta cepat di buka.
"Kamu ini selalu saja mengganggu aku. "
protes Zavina yang tidak sadar jika saat ini dia berdiri di hadapan Esuardo tanpa menggunakan handuknya.
"Kebelet pipis, kamu gak ngasih kode ke aku kan Sayang?? "
jawab Eduardo sambil menaik turunkan matanya dan membuat Zavina reflek berbalik lalu berjalan menuju bak rendam.
Eduardo terbahak melihatnya dan langsung menuju kamar mandi sebelah untuk membuang air kecil, setelah selesai Eduardo membuka pakaiannya dan langsung gabung berendam dengan Zavina.
"Kamu kenapa malah ikut berendam, nanti selesai aku saja. "
protes Zavina dan Eduardo menulikan telinganya.
"Aku juga mau ikut berendamlah Sayang, jangan pelit nanti kuburannya sempit. "
jawab Eduardo dan Zavina hanya mendelik mendengarnya.
Zavina melanjutkan berendam nya dan dia tidak menghiraukan suaminya yang sedang memejamkan matanya dan bersandar di sisi bak rendam nya.
Zavina tersentak saat tangannya tak sengaja menyentuh sesuatu yang membuat pemiliknya langsung membuka mata dan tersenyum aneh menurut Zavina.
"Kamu yang mancing aku Sayang. "
ucap Eduardo yang langsung menarik Zavina lalu mencium bibirnya penuh dengan kerakusan jangan di tanya lagi tangan nya terus menyentuh bagian tubuh Zavina yang di sukainya.
"Akhhh......aku yang salah. "
jerit hati Zavina sambil menerima apapun yang di lakukan Eduardo.
Zavina pasrah saat suaminya kembali membawanya mendayung menuju puncak kenikmaaaataaan yang selalu membuatnya melayang.
Eduardo benar benar menerkamnya bahkan berbagai macam gaya di lakukan oleh Eduardo, Zavina yang awalnya hanya diam pun langsung membakas setiap sentuhan Suaminya.
"Semua yang ada di tubuhmu benar benar membuat candu Sayang. "
ucap Eduardo di sela hentakannya dan Zavina tidak menjawab ucapan itu hanya fokus dengan rasa yang membuatnya melayang.
Hanya satu jam Eduardo langsung mengakhiri permainannya, kalau tidak ingat dia akan menuju perusahaan Zavina mungkin dia akan kembali menyerang Zavina di atas kasur.
Zavina langsung pasrah seperti biasa saat suaminya kembali membersihkan tubuhnya, Eduardo begitu telaten membersih kan setiap inci tubuh Zavina.
"Pakai pakaian sendiri yaa Sayang, aku mau membersihkan tubuh dulu. "
ucap Eduardo sambil memakaikan handuk di tubuhnya Zavina.
Zavina langsung keluar dari kamar mandi dan memakai pakaiannya yang ada di dalam lemari, dia kembali tersenyum saat melihat pakaian yang di sediakan untuknya dan dia seperti hafal selera model pakaian yang saat ini ada di hadapannya.
"Jangan jangan semua pilihan tunangan Kak Naren lagi?? "
tebak Zavina sambil memakai pakaiannya dan tersenyum seperti biasa.
Zavina langsung mengeringkan rambutnya sambil menunggu Eduardo selesai dengan kamar mandinya, Zavina langsung terdiam saat tiba tiba mengingat Daren.
"Nanti aku mampir deh ke rumah Daren, aku mau kenalkan Eduardo juga sama Daren. "
gumam Zavina sambil terdiam dan Zavina tidak menyadari kalau Eduardo sudah ada di sampingnya sambil mengerutkan keningnya karena melihat Zavina melamun.
"Sayang......kamu kenapa?? "
Ucap Eduardo dengan nada sedikit keras dan membuat Zavina tersadar.
"Ada apa sayang?? "
tanya nya lagi sambil menatap ke arah Zavina.
"Suamiku.......mau yaa antar aku ke rumah Daren, aku mau kenalkan kamu juga dan aku juga mau bilang kalau Daren harus tenang disana karena aku sudah bersama laki laki yang tepat. "
ucap Zavina dan Eduardo mengiyakannya.
"Iya Sayang, aku akan antarkan kamu kesana dan aku juga mau bilang ke Daren kalau kamu akan aku bahagiakan, aku akan menjaga wanita yang di sayanginya dengan segenap jiwaku. "
ucap Daren dan Zavina menganggukkan kepalanya dengan senyum manisnya.
"Tapi kita ke perusahaan aku dulu kan?? "
tanya Zavina dan Eduardo menganggukkan kepalanya.
"Iya pasti karena tujuan kita kesini kan mau ke perusahaan kamu, aku akan umumkan kalau perusahaan kamu di bawah naungan perusahaan Angkasa Jaya, biar kedepannya akan aman tidak ada yang mengganggu lagi. "
jawab Eduardo dan Zavina langsung tersenyum senang.
"Apa aku suruh Kak Naren buat memimpin saja yaa, biar ada yang mengawasi juga kan. "
"Ide yang bagus Sayang, kita nanti hubungi dia dan ajak bertemu, bicarakan baik baik karena Narendra bukan tipekal yang mendapatkan dengan instan, dia pasti akan menolak dan kita lihat saja nanti yaa. "
"Iyaa dan nanti aku akan bicara baik baik sama dia, mudah mudahan dia mau. "
Setelah percakapan nya selesai, Zavina memilih melanjutkan memoles wajahnya dan merapihkan penampilannya yang terlihat sudah sempurna sekarang.
Eduardo pun memakai pakaian santai nya tanpa ada jas dan dasi di kemejanya, keduanya selesai bersiap dan langsung menuju meja makan untuk mengisi perut yang keroncongan.
.
.
Bersambung........
mau mau minuman yang putih kental darimu....
🤣🤣🤣🤣🤣