Arisha Alfatunisa (Nisa), Nisa dan dan suaminya yaitu Niko Pratama (Niko), sudah menjalani rumah tangga selama 5 tahun tetapi mereka juga belum di karuniai seorang anak berbagai cara telah mereka lakukan tetapi juga belum membuahkan hasil sampai akhirnya mama Erina sang ibu mertua menganggap kalau Nisa itu mandul.
Nisa yang dari awal memang sudah tidak di sukai oleh ibu mertuanya sudah biasa mendapat omongan pedas tetapi hatinya bagai di hantam oleh batu ketika sang ibu mertua meminta suaminya untuk menikah lagi, dan yang lebih sakitnya suaminya telah menghamili wanita yang selama ini jadi pilihan Mama Erina untuk jadi madunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss.MH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB. 21
Hari ini dimana tepat satu minggu kepergian Nisa dari Rumah kediaman Pratama, dan selama satu minggu itu pun Niko terus mencari Nisa, setiap hari dia datangi Restoran milik Mita, karena dia fikir pasti Nisa sesekali akan menemui sahabatnya itu.
Dua hari yang lalu Nisa sudah menyerahkan surat gugatan cerai ke pengadilan, dan hari ini pagi pagi sekali ketika, Niko, Misya dan juga Mama Erina sedang sarapan ada kurir mengantar surat ke Rumah.
"siapa jah yang datang?" tanya Mama Erina ketika tadi mendengar ada yang mengebel pintu rumahnya.
"ini nyah ada kurir mengantar surat buat tuan Niko dari pengadilan katanya" jawab Bi Ijah
seketika semuanya terdiam menghentikan makannya dan mentap ke arah Niko.
"maaf tuan ini suratnya" ucap Bi Ijah sembari menyerahkan suratnya.
"maksih bi" sahut Niko menerima surat itu.
"kamu tidak mungkin kan sayang menggugat mas, mas mohon Nisa" ucap Niko dalam hati dan mememjamkan matanya sebelum membuka surat yang dia terima.
dengan perlahan Niko membuka amplop yang membalut surat tersebut, setelah amplop terbuka Niko ambil kertas yang ada didalam amlop tersebut dengan perlahan dia buka lipatan kertasnya dan dia baca dengan teliti, ternyata dugaannya benar kalau Nisa telah menggugatnya di pengadilan.
Niko pun langsung terdiam, mengusap wajahnya degan kasar, "sayang kenapa kamu ngelakui ini sama mas, mas mau kita memperbaiki hubungan kita lagi, tapi sampai sekarang mas belum bisa menemukan kamu" batin Niko
"surat apa mas?" tanya Misya yang tepat berada di samping suaminya.
tanpa menjawab pertayaan istrinya Niko lansgung pergi meraih tas kerjanya dan meninggalkan surat itu di meja makan.
"mas, mas Niko tunggu" ucap Misya ingin beranjak dari ruang makan menyusul suaminya tetapi di cegah oleh mama Erina.
"uda Misya biarin saja, coba kamu baca itu surat apaan" pintah mama Erina.
lalu Misya pun duduk kembali dan meraih surat yang terletaak tidak jauh dari piring kotor bekas suaminya, lalu Misya membaca surat itu degan teliti dalam hatinya dia senang, Nisa sudah menggugt cerai suaminya itu berarti dia kan aman dan dia kan menjadi nyonya di rumah pratama.
"surat apa Misya?" tanya Mama Erina
mendengar pertanyaan dari ibu mertuanya, Misya pun langsung merubah raut wajahnya menjadi sedih.
"ini mah, surat gugatan cerai dari pengadilan, mbak Nisa sudah menggugat mas Niko ke pengadilan, aku jadi merasa bersalah mah sama Mbak Nisa" ucap Misya dengan wajah sendunya.
"ya bagus lah kalau wanita mandul itu menggugat cerai Niko, toh jadi istri Niko juga dia tak berguna tidak bisa memberikn Niko anak, kamu tidak usah peduliin dia, malah lebih baik kamu bisa jadi istri satu satuya Niko" ucap Mama Erina
***
sedangkan Nisa setiap harinya masih tetap bekerja di restoran Mita sahabatnya, semenjak ada Nisa setiap hari masuk kerja restoran semakin ramai karena makanan semuanya di masak langsung dengan tangan Nisa, ya walaupun resepnya sama pastikan kalau orangnya yang masaknya berbeda pasti hasilnya juga berbeda.
siang ini ketika jam istirahat Nisa dan Mita makan siang bersama di Rooftop restoran, disitu Mita bercerita kalau semalam suaminya akhirnya mengakui kesalahannya, bahwa dia sudah selingkuh dengan seorang model dari Agensinya sendiri, dan suaminya pun bercerita dari kapan mereka mulai berhubungan dan bercerita kalau selingkuhannya itu tengah mengandung anaknya, tetapi ketika dia ingin menikahinya selingkuhannya itu malah meminta tanggung jawaban dari pria lain, yang lebih segala galanya dari dia.
entah kenapa Nisa mendengar cerita sahabatnya itu pikirannya langsung tertuju kepada Misya, karena dia tahu Misya bukan hamil anak mantan suaminya.
"suami kamu kerja di kantor agensi?" tanya Nisa
"iya, kamu baru tahu nis" jawab Mita
"iya aku baru tahu, kalau boleh tahu coba kamu tanya ke suami kamu siapa nama selingkuhannya dan minta fotonya" pintah Nisa
"memangnya kenapa Nis, ko kamu ingin tahu siapa selingkuhan suami ku itu?" tanya Mita penasaran.
"takutnya selingkuhan suami kamu itu sama orang yang aku curigai, orang yang sama" jelas Nisa.
“Maksudnya?” Tanya Misya penasaran apa yang di maksud sahabatnya.
“Uda kamu ikutin aja permintaan aku tadi nanti kalau aku sudah tahu oranganya siapa baru aku jelasin” ucap Nisa
“Bikin penasaran aja kamu nis” sahut mita
“Terus perasaan kamu gimana saat suami kamu jujur kalau dia selingkuh?” Tanya Nis
“Ya aku sudah tidak kaget saja, karenakan sebelamnya aku sudah curiga kalau dia selingkuh, pertama aku curiga ketika suamiku minta pindah ke jakarta secara tiba tiba, kedua 3 bulan belakangan ini nafsu makan suami aku meningkat, tengah malam suka kelaparan mencari makanan, ya seperti orang nyidam pada umumnya gimana, ya terus aku tanya dong, ko kamu kaya orang nyidam aja sih mas, yang dia tidak suka dan tidak pernah makan dia makan, dan akhirnya dia jujur dan mengakui kesalahannya, ya rasa sakit hati ada pasti, tetapi aku mikir lagi dia seperti ini karna dia menginginkan anak di pernikahan kita, tetapi posisinya aku kan tidak bisa memberi dia anak karena aku mandul, ya aku harus ikhlas jika suamiku ingin menikah lagi” jelas Mita
“Gua salut sama kamu, hebat” ucap Nisa
“Terus kamu sendiri kemarin jadi kirim surat gugatan cerai ke pengadilan?” Tanay Mita dan Nisa hanya mengaggukan kepalanya.
“Terus itu suami kamu mau di apain setiap hari datang kesini buat nyariin kamj” ucap Mita
“Biarin saja lah, toh nanti kita ketemu di sidang cerai kita” ucap Nisa
“Aku akan selalu dukung apapun keputusan kamu nis” ucap Mita
“Maksih Mit, mungkin ini sudah jalannya, terimkasih kamu selalu ada buat aku, aku tidak tahu kalau tidak ada kamu sekarang gimana nasib aku” ucap Nisa
“Sama sama Nis, aku juga kan dulu pas ibu sama ayah gak ada yang selalu ada buat aku cuman kamu, om sama tante” ucap Mita
Dulu ketika orang tuanya Mita meninggal ketika Mita masih SMA awal tahun pertma Ayahnya meninggal terlebih dahulu karena sakit lalu setelah itu, ketika Mita mau lulus SMA sang ibunda juga ikut meninggal, dan ketika itulah Mita tinggal dengan Nisa dan kedua orangtua Nisa.
***
Sedangkan di sebuah gedung tinggi lebih tepatnya di perusahaan Osmond Group sang bos besar, sudah satu minggu ini selalu teringat akan wanita cantik yang pernah memberi dia makanan dan mengira dirinya pengemis.
Dia bingung mau mencari wanita itu kemana lagi, ingin meminta orang lain mencari tahu tentang wanita yang dalam satu minggu ini selalu mengganggu pikirannya, tetapi hanya dirinya yang tahu wajahnya seperti apa.
Dia hanya berharap semoga suatu hari nanti dia akan di pertemukan dengan wanita tersebut.
Tok tok tok
“Masuk” sahut Kelvin, ya Bos besar itu adalah Kelvin Osmond yang satu minggu yang lalu di kira pengemis oleh Nisa karena sedang menyamar.
“Maaf tuan, sebentar lagi kita akan ada meeting di luar kantor dengan Pratama Group dan juga SJ Group” ucap Doni sang asisten.
“Hemm, kamu siapin saja berkasnya” ucap Kelvin
“Baik Tuan” sahut sang asisten.
Sepeninggalan asistennya, Kelvin bergegas siap siap memakai jasnya yang ia gantung di kursi kebesarannya.
Sesampainya di tempat mereka meeting, ternyata mereka meeting di M&B Resto, dimana itu adalah restoran punya Mita, di ruang VIP disitu Kelvin dengan di dampingi oleh asistennya menemui klien yang akan mengajukan kerja sama dengan perusahaannya, kini di hadapannya ada 2 pria tampan yang akan menjelaskan tentang proposal kerja sama mereka yang pertama dari Pratama Group yang di pimpin langsung oleh Niko Pratama selaku pemilik perusahaannya dan yang kedua ada Hotman sanjaya yang datang sebagai perwakilan perusahaan SJ Group dan di anatara keduanya perusahaan tersebut salah satunaya akan kelvin pilih untuk menjalin kerja sama dengan osmond group, dan ternyata pilihan tersebut jatuh kepada SJ Group.
Niko yang akhir akhir ini sedang tidak fokus untuk mengerjakan apapun karna pikiran dia sedang kacau apalagi hari ini dia baru saja dapat surat gugatan cerai dari Nisa, semenjak Nisa pergi dari rumah keadaan Niko semakin kacau, tender tender yang harusnya bisa dia dapatkan kini gagal dan gagal lagi.
Selesai meeting, Kelvin meminta asistennya untuk memesankan mereka makan siang, tetapi tidak dengan Hotamn dia minta maaf kepada Kelvin karena tidak bisa ikut serta makan siang bersama karena siang ini dia sedang ada janji lain yang tidak bisa di batalkan, dan Kelvin pun tidak mempermasalahkan akan hal itu.
Jadi kini di ruang VIP itu hanya ada Kelvin, Niko dan asisten mereka masing masing, makanan semuanya sudah tertata rapih di meja tepat di hadapan mereka berempat, ketika Kelvin dan Niko mencoba 1 suap sendok makan ke dalam mulutnya, tiba tiba mereka sama sama seperti mengenal rasa masakan ini.
“ko rasanya seperti masakan Nisa yah, apa pelayan itu bohong kalau bilang Nisa sudah berhenti bekerja” batin Niko yang masih mengamati makanan yang ia makan.
“ko rasanya seperti makanan yang di beri wanita cantik itu, apa dia bekerja disini ya” pikir Kelvin dalam hati.
Mereka tidak sadar kalau mereka tengah memikirkan wanita yang sama yaitu Nisa
Sedangkan Nisa di rooftop baru sja menyelaesaikan makannya dengan Mita dan saatnya dia kembali ke dapur untuk bekerja.
"Sudah yuk balik, aku mau kerja lagi nih" ucap Nisa
"Semangat banget bu" ucap Mita
"Ya harus dong" sahut Nisa
Di saat Nisa menuruni anak tangga dia melihat Niko dari lantai atas, Niko sedang berjalan keluar resto di ikuti asistennya dari belakang, otomatis Nisapun langsung membalikan badanya supaya tidak terlihat wajahnya oleh Niko.
"Kenapa kamu?" Tanya Mita ketika melihat sahabatnya tiba tiba membalikan badannya.
"Hiss ada mas Niko tadi lewat" ucap Nisa menempelkan jarinya di bibirnya.
"Owhhh.., coba aku liat dulu ke bawah" ucap Mita lalu menuruni anak tangga untuk mengecek Niko masih ada di restoran apa tidak.
"Mbak" panggil Mita ke salah satu pelayan restonya.
"Iya bu" sahut pelayan resto dengan sopan.
"Apa tadi ada laki laki yang biasa kesini nanyain chef Nisa?" Tanya Mita
"Iya bu, tapi bukan buat nayari chef Nisa melainkan laki laki itu habis meeting di ruang VIP sepertinya, tapi sekarang sudah pulang ko" jelas pelayan resto.
"Ya sudah makasih mbak" ucap Mita
"Sama sama bu" sahut pelayan Resto
Akhirnya setelah di beri tahu kalau Niko sudah tidak berada di resto lagi, Nisa pun melanjutkan langkahnya menuruni tangga ketika di tangga terakhir tiba tiba ada yang berlari menuruni tangga dari lantai atas dan tidak sengaja menyenggol pundak Nisa hingga membuat Nisa Oleng hampir terjatuh, tetapi bukan terjatuh ke lantai tetapi terjatuh kepelukan seorang pria berjas.
Mereka saling pandang, mata mereka saling bertemu, sang pria baru menyadari wanita yang satu minggu ini mengganggu pikirannya kini tengah berada di hadapannya sekarang.
Sedangkan Nisa terpesona dengan ketampanan pria tersebut, keduanya sama sama merasakan detak jantung yang begitu cepat, sampai Nisa tersadar dari pandangannya ketika mendengar pertanyaan dari sahabatnya.
"Ya allah Nisa, kamu tidak papa?" Tanya Mita
Nisa yang baru sadar kalau dia dalam pelukan seorang, dia mencoba melepaskan pelukan pada pria tersebut.
"Emm.., aku tidak papa ko, untungnya ada tuan ini, terimakasih tuan sudah menolong saya" ucap Nisa sembari membungkukan badannya sedikit kepada Kelvin.
Ya pria tadi yang tidak sengaja menolong Nisa itu adalah Kelvin, pria tampan yang di kira pengemis oleh Nisa satu minggu yang lalau.
"Khem khem, sama sama Nona" ucap Kelvin pandangannya tak luput dari wajah cantik Nisa.
"Maaf tuan, supir sudah menunggu di depan" ucap Doni sang asisten.
"Aduh don don, lo tuh ya ganggu gua aja, baru aja gua ketemu sama nona baik ini" batin Kelvin.
"Kalau begitu saya permisi dulu nona" pamit kelvin
"Iya silahkan, sekali lagi terimakasih tuan" ucap Nisa dan langsung angguki okeh Kelvin sambil berjalan keluar resto.
Sepanjang perjalanan Kelvin ya duduk di bangku penumpang belakang hanya bisa senyum senyum sendiri mengingat pertemuan dengan wanita yang sedang ia cari secara tidak sengaja, apa ini yang di namakan jodoh.
"Oh ya gua lupa kenalankan, gara gara si doni si kutu kupret sih" gumam Kelvin
"Anda memanggil saya tuan?" Tanya Donis amg asisten ketika dia mendengar gumaman bosnya kalau bosnya menyebut namanya.
"Iya gara gara lo sih datang tiba tiba tadi, jadi saya lupa kenalan sama nona baik hati tadi" ucap Kelvin
"Ko saya yang di salahain tuan" protes sang asisten
"Sudah pokoknya tugas kamu sekarang mencari tahu tentang Nona baik hati tadi, saya tunggu sore ini juga laporannya di ruangan saya" ointah kelvin
"Maksud tuan nona yang tadi jatuh di pelukan tuan itu?" Tanya sang asisten memastikan.
"Iya doni" ucap Kelvin kesal.
Sedangkan Niko kembali ke pratama group dengan ke gagalnya lagi, sampai sampai para staf dan karyawannya itu merasa heran kenapa dengan bos nya yang akhir akhir ini seperti tidak bisa fokus untuk bekerja.
Akhirnya asistennya Niko memberanikan diri untuk melaporakn semuanya kepada Miko adik dari Niko yang bekerja di Pratama group sebagai wakil direktur.
Tok tok tok
"Masuk" sahut miko dari dalam ruangan.
Cecklek
"Eh kamu Al, kenapa Al?" Tanya Miko melihat kedatangan asisten sang kakak memasuki ruangannya.
"Maaf pak bisa tidak kalau untuk sementara waktu pak Niko jika bertemu klien di gantikan dengan bapak dulu, soalnya saya perhatiin akhir akhir ini beliau seperti kurang fokus dalam bekerja" ucap Ali asisten Niko
"Oh gitu ya, coba nanti saya bicarakan dulu deh dengan kakak saya ya" ucap Miko
"Baik pak, kalau begitu saya permisi dulu" pemit Ali asisten Niko
"Hemm" sahut Miko.