NovelToon NovelToon
Pelayan Gadis Buta

Pelayan Gadis Buta

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Pembantu / Tamat
Popularitas:8.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Lunoxs

Sebuah kecelakaan pesawat Jet terjadi dan Alika adalah seorang pramugari satu-satunya yang selamat dalam penerbangan tersebut, namun kecelakaan itu membuat Alika buta.

Ryan Aditama sang CEO, rasa bersalah atas meninggalnya seluruh tim 1 membuatnya tak bisa mengabaikan Alika, dia putuskan untuk jadi pelayan gadis buta tersebut dengan identitas yang lain, Erlan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 - Ulangi Sekali Lagi

Alika yang gugup, langsung menarik tangannya menjauh. Dia juga merubah posisi duduknya tidak lagi menghadap ke arah Ryan.

Wajah Alika sudah terasa panas, dia yakin saat ini pipinya sudah merah merona.

"Apa yang mau kamu tunjukkan? aku tidak paham," ucap Alika dengan suaranya yang dingin, untuk menyembunyikan rasa gugupnya dia jadi bicara dengan nada seperti itu.

Bagaimana bisa mereka memiliki debaran jantung yang sama? Alika menggeleng pelan, menepis semua rasa yang tak mungkin ada.

Tidak mungkin mereka tertarik satu sama lain. Erlan tidak mungkin menyukai dia yang buta, dan Alika harusnya sadar diri bagaimana keadaannya saat ini.

"Masa tidak paham? aku menyukai kamu Al," balas Ryan gamblang, bingung bagaimana menyusun kata yang romantis.

"Suka apa sih? jangan bicara sembarangan!"

"Tidak sembarangan, memangnya kamu tidak merasakan jantungku yang berdebar?"

"Tidak, sudahlah aku mau ke kamar."

Alika bangkit dari duduknya dengan tergesa.

"Jangan seperti ini Al, aku akan mengantar mu."

"Tidak perlu memegang ku," ketus Alika saat Ryan menyentuh lengannya.

"Kamu marah?" tanya Ryan, wajahnya nampak cemas, sungguh dia takut ditolak.

Sementara Alika meraba-raba sekitar dan berjalan menuju kamarnya. Hatinya yang gugup membuat pikirannya tidak jernih, dia nyaris jatuh gara-gara menabrak sofa di ruang tengah.

"Aku masih perjaka ting ting Al, aku pekerja keras dan juga tampan, kalau tidak percaya tanya lah pada bi Santi. Tidakkah kamu berniat untuk membalas perasaan ku? sedikiiiit saja," pinta Ryan lagi, mulai membujuk, tidak, lebih tepatnya dia sedang mengemis cinta.

Alika menghentikan langkahnya karena kesal dengan ucapan Erlan tersebut.

"Jaga bicara mu Er, aku tidak suka bercanda yang seperti itu!" ketus Alika.

"Ini dimana?!!" tanya Alika lagi, jadi bingung arah.

"Tenang dulu, raba tangan mu depan," ucap Ryan.

Alika menurut, hingga dia bisa menyentuh sebuah lemari kecil di dekat pintu kamarnya, lemari setinggi pingangjya yang berisi beberapa buku dan dokumen.

"Kamu tau kan itu apa?" tanya Ryan.

"Lemasi buku ku?"

"Benar."

Alika lalu mengambil sisi kanan dan di sanalah pintu kamarnya.

Namun sebelum Alika benar-benar masuk ke dalam kamar itu, Ryan lebih dulu menahan dengan memegang tangannya.

"Aku serius Al," ucap Ryan.

"Aku sedang tidak ingin bercanda Er."

"Baiklah, ini memang bukan candaan, sekarang Aku bukan hanya pelayanmu, tapi juga kekasihmu," putus Ryan.

Alika mendelik, mana bisa keputusan penting seperti itu diambil dengan cara seperti ini.

Namun belum sempat Alika kembali buka suara untuk membantah, Erlan sudah lebih dulu mengelus puncak kepalanya. Membuat Alika jadi menciut.

"Masuklah," ucap Erlan seraya membuka pintu kamar itu lebar-lebar.

Alika seperti tidak punya kesempatan untuk membantah. Erlan seperti memiliki sikap dominan yang tak bisa dia lawan.

Dan bi Santi yang sudah kembali dari warung dan tanpa sengaja mendengar ucapan majikannya itu seketika tercengang.

Dia jadi terpaku di tempatnya berdiri, sementara tangan kanannya membawa satu bungkus kerupuk berukuran sedang.

Bi Santi sampai menelan ludahnya sendiri dengan kasar, Antara salah dengar atau tidak.

Alika masuk ke dalam kamar itu dan Ryan pun hendak kembali ke dapur.

Namun langkah Ryan terhenti saat melihat bi Santi.

Ryan jadi mengurungkan niatnya untuk langsung pergi ke dapur, tapi dia malah menghadap kepada di Santi.

"Apa Bibi mendengar apa yang aku ucapkan tadi?" tanya Ryan.

Bi Santi gelagapan, dia bingung mau menjawab apa. takut dikira lancang.

"Maaf Pak, saya tidak dengar," jawab bi Santi akhirnya, dia bahkan menundukkan kepalanya kecil sebagai permohonan maaf.

"Kalau Bibi tidak dengar aku akan mengulanginya sekali lagi, sekarang Alika adalah kekasih ku."

1
Ibrahim Efendi
bukankah video call otomatis ke mode speaker (not earpiece)?????
Ibrahim Efendi
jawaban yang bijak..👍
Gia Nasgia
Untung Alika jawabnya pas😂
Gia Nasgia
Alika msh butuh waktu sebab dekat dgn pak Ceo sama dgn naik Rolercoster😂
Gia Nasgia
Benar kata Ryan ingat Alika siapa yg selama ini ada di samping mu saat kamu terpuruk
Gia Nasgia
Pusing nggak tuh 🤣🤣🤣
Gia Nasgia
penasaran caranya pak Ceo menjelaskan ke Alika tentang peran ganda nya menjadi Erlan😂
Gia Nasgia
Dua orang yg sama
Gia Nasgia
siap kk Author🫡
Gia Nasgia
jeng....jeng....jadi ikut pinisirin😂🤣
Gia Nasgia
Pak Ceo modus🤭
Gia Nasgia
cemungut Al yg penting pak Ceo nggak berpaling😍
Gia Nasgia
Siap"aja pak Ceo menjelaskan di saat mata Alika kembali bisa melihat🤭
Gia Nasgia
Awalnya hanya kecupan aja dulu🤭
Gia Nasgia
jeng...jeng...tdk sabar lihat reaksi Alika klau tahu selama ini yg menjaga nya ,adalah pak Ceo
Gia Nasgia
Sdh tdk ada jarak antara pak Ceo dan Alika😍
Gia Nasgia
Semua ikut dgn Drama nya pak Ceo🤭
Gia Nasgia
Ciee😍😍🥰🥰
Gia Nasgia
Romi 😂😂
Gia Nasgia
Nah lho
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!