Jika saja bisa memilih, Yasmine tidak ingin menjadi istri ke dua. Tapi bagaimana saat ia sendiri tak tahu kalau ternyata calon suaminya mengalami kecelakaan dan meninggal.
Yang akhirnya membuat sahabatnya-Alifa meminta pada suaminya-Alfin, untuk menggantikan calon suami Yasmine yang sudah pergi meninggalkannya untuk selamanya.
Ini adalah mimpi buruk bagi Yasmine.
Setelah dua kali gagal menjalani hubungan, ternyata ke tiga kalinya pun tak sampai ke pelaminan. Justru harus berkahir dengan orang yang tak ia inginkan.
Lalu, bagiamana kehidupan Yasmine selanjutnya? Apakah ia bisa menerima takdirnya yang menjadi madu dari Sahabatnya?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 021 # Lagu Favorit
Alifa membiarkan Mbak Ina membereskan meja makan sendirian. Juga meninggalkan suaminya yang duduk di kursi ruang keluarga sendirian. Ia langsung pergi ke kamar Yasmine begitu selesai makan. Namun saat dirinya membuka pintu kamar Yasmine, ternyata Yasmine tidak ada di dalam kamarnya.
Alifa lantas menutup kembali kamar Yasmine dan berjalan ke luar rumah lewat pintu samping yang langsung terhubung ke Taman. Alfin yang duduk di ruang keluarga menonton TV mengernyitkan dahi heran saat melihat istrinya lewat di depannya tanpa menyapa dirinya.
"Kenapa malah keluar?!" gumam Alfin sendirian.
Sedangkan Alifa lantas membuka pintu kaca yang di buka dengan cara di geser. Dan ya ... di sana lah sahabat sekaligus madu-nya berada.
Yasmine tengah duduk di kursi taman, menyandarkan punggungnya dan mendongakkan kepalanya ke atas, memejamkan mata menikmati lagu yang tengah ia putar.
Yasmine mendengar kan lagu, berjudul Qaarib Minni Swaya-swaya.
Yasmine benar-benar menikmati lagu yang tengah ia putar, bahkan sesekali mulutnya pun bergerak mengikuti syair lagu yang terdengar. Sampai tak sadar saat Alifa sudah duduk di sebelahnya. Tersenyum dan turut menyanyikan lagu yang selalu keduanya nyanyikan saat berada di dalam perjalanan.
Sampai lagu yang berputar berhenti dan Alifa memutarnya kembali. Yang lantas membuat Yasmine membenarkan duduk nya melihat siapa yang sudah memutar kembali lagu yang sudah selesai.
"Lifa. Ngagetin aja!" Kesal Yasmine.
"Enak banget lagunya, jadi pengin dengerin lagi." Ujar Alifa dengan senyum yang lebar.
"Iya, lama ya ... kita nggak nyanyi-nyanyi di mobil," ucap Yasmine dengan bibir yang tersenyum lebar. Mengingat betapa indah nya waktu-waktu dirinya dan Alifa sebelum status ini.
Entah kenapa waktu yang terlewat kemarin seperti sudah begitu lama, padahal semua belum ada satu minggu.
"Iya, kamu bakal putar lagu ini berkali-kali sampai di tempat tujuan." Alifa kembali mengingatkan sahabat sekaligus madu-nya itu.
"Iya, bener. Kita sampai hapal dalam waktu sehari gara-gara perjalanan dari rumah Ibu sampai rumah Mama yang macet banget." Yasmine menggeleng kan kepalanya saat mengingat waktu itu.
"Iya ... dan sampai sekarang lagunya masih sama. Masih di nikmati kita berdua dengan enak nya. Nggak bisa ganti ke lagu lain." Alifa tertawa.
"Benar-benar." Yasmine mengangguk lantas ia menatap sahabatnya itu, "kita ulang yuk. Terus kita nyanyi bareng. Gimana?!" Tawar Yasmine pada Alifa dengan senyum yang lebar.
"Ayo, siapa takut." Alifa lantas memutar ulang lagu yang tadi tengah berputar belum selesai.
Alifa yang buru-buru membuka suara untuk menyanyi langsung membuat Yasmine menoleh, karena belum saat nya masuk ke lagu, tapi, Alifa sudah duluan nyanyi. Yasmine tertawa lantas mendorong pelan sambil menyoraki Alifa yang salah. Lantas keduanya tertawa, menertawakan kesalahan Alifa yang lucu.
Keceriaan keduanya tak luput dari pandangan Alfin yang bersandar di tengah-tengah pintu. Bibirnya tersenyum lebar saat melihat keduanya menyanyikan lagu degan suara yang pasti nya membuat telinga berdengung karena suaranya yang kadang merdu kadang tidak. Tergantung suara tawa yang mengikuti membuat suara keduanya tidak terdengar tengah menyanyi tapi berdebat karena salah.
Alfin bahkan sampai menggoyangkan bahunya saking terlihat lucunya dua istrinya itu.
Jangan tanyakan dulu, sebelum Yasmine menjadi istrinya. Karena jika dulu, Yasmine dan Alifa tengah seperti itu, Alfin akan kesal karena Yasmine telah mengganggu waktu nya bersama Alifa.
Tapi kini, ia justru bahagia melihat Yasmine kembali tertawa. Begitu juga Alifa yang sudah tak lagi terlihat khawatir pada sahabatnya.
Entah perasaan apa, yang jelas Alfin sekarang tidak menginginkan keduanya musuhan, berantem apalagi sampai tak saling sapa.
Kebahagiaan nya kini terletak pada dua istrinya itu.
"Semoga kalian selalu rukun ya ... Ya Allah, hadirkan lah rasa sayangku pada mereka dengan takaran yang sama. Agar mereka tak merasa aku pilih kasih." Alfin lantas mengusap dua telapak tangannya yang menyatu.
Lantas ia masuk kembali ke dalam, meninggalkan dua sahabat yang tengah berbahagia menikmati waktu yang indah di malam hari ini. Ditemani cahaya indah di taman, cahaya terang dari bulan sabit di atas sana dan dari cahaya cinta mereka berdua yang sudah ada sejak dulu hingga nanti.
Dan kebahagiaan keduanya tak luput dari pandangan Mbak Ina. Dalam pandangan Mbak Ina lain lagi, entah kenapa setelah Alifa membawa Yasmine menjadi nyonya ke dua di sana Mbak Ina merasa begitu kasihan pada Alifa dan Alfin. Mbak Ina memang tidak tahu bagiamana kejadiannya. Yang ia tahu hanya Alifa menyelamatkan Yasmine dari gagalnya pernikahan nya karena sang calon meninggal.
Rasa nya Mbak Ina jadi kesal pada Yasmine. Karena menurut nya Yasmine hanya lah menjadi pengganggu untuk pasangan kesayangan nya. Couple yang selama ini menjadi favorit nya.
Kembali ke dua sahabat yang kini tengah tertawa.
"Yas, aku pengin peluk kamu." Begitu ujar Alifa saat mereka telah selesai nyanyi.
"Sini, sini pahlawan ku," Yasmine mendekat dan memeluk erat Alifa.
"Love you, Lif ... Maaf ya," ucap Yasmine.
"Eh, minta maaf untuk apa?!" Alifa mengurai pelukan nya dan menatap wajah Yasmine.
"Untuk segalanya." Yasmine tersenyum.
"Aku juga ya?!" Ujar Alifa.
Yasmine menganggukkan kepalanya lantas kembali memeluk erat tubuh Alifa.
"Kita itu sudah bersama dari bayi, jadi kita tidak boleh saling diam. Ok!" Ujar Alifa sembari memeluk erat sang sahabat.
"Pokoknya, kamu tegur saja aku, marahi kalau aku lagi rewel." Kata Yasmine di dalam pelukan sang sahabat.
"Pasti! Aku bakalan marahin kamu, aku bakal jewer kamu." Seloroh Alifa.
Keduanya lantas mengurai pelukan dan kembali tertawa.
"Pokok nya, mulai sekarang kamu nggak boleh diam, merenung, segala yang berbau sendirian. Karena itu bukan Yasmine sekali. Yasmine yang Lifa kenal itu, yang ... ceria, cerewet, suka gangguin Lifa, suka banget bicara sama Lifa setiap saat. Aku mau Yasmine yang seperti itu. Karena kalau kamu kayak gini, aku berasa kehilangan mentari dalam hidupku, kamu adalah cahaya di setiap hariku, Yas. Kamu itu bahagia ku. Jadi, kamu nggak boleh kayak gini ...." Ujar Alifa panjang lebar.
"Berarti nanti kamu nggak boleh ngeluh ya ... sama semua sikap aku, kamu nggak boleh marah kalau aku kembali seperti dulu. Yang pasti bakal membuat kamu jadi sibuk kembali gara-gara aku yang rewel." Netra Yasmine berembun.
"Tidak akan, aku tidak akan merasa terganggu akan kenakalan gadis cantik, manis, imut, manja tapi guru yang paling di sayang oleh murid-murid nya, paling baik jadi guru. Sampai semua anak-anak murid kamu pengin nya kelas satu terus." Kelakar Alifa.
Yasmine tertawa. Lalu kembali memeluk erat sang pahlawan. Pahlawan kesayangan nya.
selalu sehat dan selalu semangat up nya iya Thor 🙏💪💪💪