NovelToon NovelToon
A Man In Disguise

A Man In Disguise

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:619.5k
Nilai: 5
Nama Author: Althamira Frishka

Ganteng tapi galak. Euh, punya manager gitu bikin nggak betah di kantor nggak sih?

Kerja di luar negeri memang enak. Punya banyak teman dari negara lain plus memiliki kesempatan untuk dapat calon laki yang H.O.T banget

Tapi apa daya jadi budak corporat startup, sebagai copywriter, Dania Daneswara cuma bisa duduk di balik komputer sambil di marahin sama manager super duper galak yang bikin hari tambah runyam di negeri asing.

"Ganteng mah bebas ya," pikirnya setiap kali si manager berkoar-koar di balik mejanya.

Keagan O'Malley, pria berdarah campuran Indonesia-Jerman. Sebagai manager, ia kerap dianggap galak dan tidak berperasaan.

Tapi ketika bertemu Dania, pelan-pelan pribadinya berubah. Lebih usil dan tengil.

IG : @althamirafrishka

Saran dan kritik sangat diterima. Terimakasih sudah membaca 😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Althamira Frishka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

It's My Pleasure

Begitu keluar dari lift, Keagan mendengar teriakan Dania samar-samar. Setengah berlari Keagan mencapai kamar Dania.

Betapa beruntungnya sandal yang digunakan Dania tersangkut di pintu. Membiarkan pintu kamar sedikit terbuka. Bisa memberikan akses masuk bagi siapa saja yang mendengar teriakan Dania tanpa memerlukan kunci kamar hotel.

“KEAGAN!”

Keagan langsung mendorong pintu sekuat tenaga. Secepat mungkin meraih kerah baju belakang Pak Budi.

Sialan betul orang tua ini!

Dania masih terkapar. Dia masih menendang-nendang tak tentu arah karena tidak bisa memegang celana karetnya sekuat tenaga. Sebab tangannya kini terikat. Matanya terpejam.

Keagan langsung menarik mundur Pak Budi secara paksa dan menghantam wajahnya dengan satu pukulan telak. Pak Budi terhuyung sedikit. Badannya yang gempal seperti bisa menahan tinju Keagan. Pak Budi kalap dan menyerang Keagan lagi.

Menyeruduk laksana banteng dan matadornya. Dania membuka mata karena mendengar suara gaduh yang bukan berasal darinya. Ia tersadar dari tendangan memberontaknya. Lalu berjalan mendekati Pak Budi dan menyepak kakinya.

Kini banteng itu terkapar. Dagunya membentur lantai. Tidak bergerak.

Aduh mati tidak ini? Pikir Keagan yang tidak jadi memukul Pak Budi untuk kedua kalinya karena berhasil dihalangi oleh sepak terjang kaki Dania.

Beruntung seorang room boy melewati kamar Dania dan melihat kaki menjulur keluar dari kamar.

“Ada apa ini, pak?!”

“Dia berusaha menelanjangi istri saya.” Ucap Keagan seraya membantu Dania untuk memotong tali kabel yang melilit pergelangan tangannya. Membenahi celana Dania yang sedikit melorot dan memperbaiki bajunya. Keagan memapahnya untuk berdiri. Sekujur tubuh Dania gemetar. Keagan merangkulnya.

Keagan berjaga-jaga agar nanti Pak Budi tidak memutar-balikkan fakta dan mengatakan bahwa Dania-lah yang berusaha menggoda Pak Budi.

Alhasil, ucapan istri langsung terlontar begitu saja dari bibir Keagan. Dia tidak memikirkan dengan jauh apa konsekuensinya.

Room boy yang bernama Dodi itu terkejut.

Keagan melihat lecet di tangan Dania. Nggak punya otak itu si tua bangka. Pikir Keagan dengan geram dan mengelus lembut sekitar pergelangan tangan Dania yang terluka.

Dodi memeriksa denyut nadi si banteng yang terkapar.

“Alhamdulillah untung masih hidup, Pak.” Ucapnya lega. Kemudian Dodi melihat wajah orang yang terkapar itu. “Pak Budi ya? Aduh gawat.”

Dodi lekas menelpon security. Tidak berapa lama petugas ambulans datang dan membawa Pak Budi.

“Saya mohon maaf atas nama hotel, Pak, Bu. Segala kerugian akan kami tanggung.” Dodi membungkuk dan pamit dari kamar Dania.

Dania berdiri tegap. Tangan kanannya memegang lengan kiri. Sementara tangan kirinya memegang celana karetnya. Hal yang tidak bisa ia lakukan tadi ketika kedua tangannya terikat. Badannya gemetar. Matanya masih menatap lantai nanar.

“Hei, semua sudah aman.” Ucap Keagan memegang bahu Dania.

Dania menengadah. Menatap Keagan pada bola mata sebiru samudra pasifik itu. Lalu terisak kencang.

“Bapak...kemana saja?!” tangisnya pecah.

“I’m sorry. It's okay. I'm here.” Ucap Keagan menyejajarkan wajahnya dengan Dania berusaha menenangkannya. Namun yang terjadi, tangis Dania semakin pecah. Suaranya lantang. Hati Keagan remuk untuk kedua kalinya.

Dulu karena kevin. Sekarang karena pak Budi.

Keagan mengusap air mata Dania dengan tisu. Menepuk-nepuk bahunya dan menarik Dania ke dalam pelukannya tanpa paksaan.

“I’m here. I'm here. I'm sorry.” Usapnya lembut mulai dari rambut hingga punggung Dania. Tangis Dania teredam di balik kemeja Keagan.

🍃🍃

“Kamu yakin tidak menunda jadwal terbang dulu?”

“Saya baik-baik saja, Pak.”

“Yakin tidak ingin ke ayah kamu?”

“Jangan. Nanti malah tambah khawatir. Kita balik malam ini saja.”

“Baiklah. Itu pilihanmu.” Ucap Keagan kemudian memanggil taksi. Dania dan Keagan dibebas-biayakan dari biaya penginapan selama seminggu ini akibat ulah pemilik hotel.

Alhasil, budget pengeluaran perusahaan menjadi berkurang. Untuk itu, Keagan menawarkan cuti dan pulang ke rumah ayahnya sebelum di tolak mentah-mentah oleh Dania. Apalagi kondisi jiwanya masih agak syok akibat kejadian barusan.

Keagan merasa bersalah karena seharian ini membiarkan Dania mengurus semuanya sendiri. Mulai dari penutupan acara evaluasi, ramah-tamah, hingga menyusun file yang kurang untuk dibawa ke Vietnam.

Lalu lintas Jakarta kini cukup lengang. Walau masih ramai, taksi mereka bisa melaju cukup lancar. Keagan menerawang. Ia teringat kunjungannya tadi siang ke rumah Daneswara tanpa sepengetahuan Dania.

“Saya tidak ingin membebani Nak Keagan. Cuma ingin minta tolong untuk awasi Dania seperti yang selama ini Nak Keagan lakukan saja.” Ucap Daneswara sambil menyesap teh seduhannya.

“Maaf menyusahkan ya.” Imbuhnya.

“Tidak masalah, Sir. Saya tahu Dania sedikit ceroboh, tapi saya tahu dia punya tekad dan kemampuan.”

“Oh bukan itu. Saya hanya ingin sedikit mengawasi pria yang mendekati Dania. Selama ini sepertinya saya terlalu lalai memperhatikan itu semua.”

Keagan mengusap tengkuknya. Kikuk dengan arah pembicaraan Daneswara.

“Selama ini Dania di dekati pria yang bermacam-macam tabiatnya. Walau dulu statusnya masih bersama Kevin, tapi dia tetap mengalami kesulitan. Saya tidak ingin Dania mengalami kesulitan yang sama seperti saat masih bersama Kevin.”

Keagan mendengarkan dengan seksama. Tanpa memotong sedikitpun percakapan Daneswara.

“Walau terlihat supel, dia sebenarnya canggung dengan pria. Bahkan sesama wanita kadang dia bingung harus berbuat apa. Takut menyakiti hati wanita lain dengan perangainya. Karena dia tidak tumbuh bersama dengan sosok ibu.”

“Kalau dilihat sekilas memang anaknya agak amburadul ya?” tanya Daneswara sambil tertawa. Diikuti tawa Keagan yang menyiratkan hal tersebut adalah fakta.

“Saya mohon bimbingan Nak Keagan. Titip Dania selama bekerja di sana. Tolong jaga dia dari pria yang tidak sayang dengan Dania.” Pinta Daneswara.

“Tentu saja, Sir. Saya cuma ingin bilang tidak perlu khawatir. Rekan Dania di Vietnam semuanya menyayanginya.”

Daneswara tersenyum kemudian menyalami Keagan dengan hangat.

🍃🍃

Perjalanan kembali ke Vietnam terasa lama bagi Dania. Tidak seperti kedatangannya ke Indonesia, kini Dania tidak terlalu antusias menaiki pesawat dengan kursi first class itu.

Dia terlalu malas untuk menonton televisi dan terlalu malas untuk tidur. Dania hanya menatap keluar jendela. Langit tampak lebih gelap dari biasanya. Walau cuaca cerah, namun tidak bagi hati Dania.

Keagan tampak sibuk dengan smartphone-nya.

Tidak lama kemudian terdengar bunyi pesan chat dari smartphone Dania. Ia malas memeriksa. Paling-paling juga dari operator. Mau handphone gratis? Aktifkan RBT bla bla bla.

Lagi pula tidak akan ada yang menghubungi Dania tengah malam seperti ini. Namun bunyi chat bertubi-tubi datang menyusul.

Akhirnya Dania melihat smartphone-nya. Penasaran ada apa gerangan. Pemberitahuan chat grup divisi copywriter.

Menerima sebuah gambar. Dikirim oleh Keagan O'Malley.

Dania membuka grup dan seketika matanya terbelalak. Sebuah gambar ketika dia tidur dengan hidung yang terjungkit dan mata sedikit terbuka. Dania memeriksa dengan sesama. Tangan Keagan pelakunya.

“Pak! Ya ampun tega banget!” ucap Dania memukul lengan Keagan.

Keagan yang sedari tadi melirik Dania untuk melihat responnya kini tertawa terbahak-bahak. Kemudian dia sadar, penumpang lainnya sudah tertidur. Keagan mengecilkan suara tawanya sambil mengucapkan maaf pada penumpang pesawat yang masih terjaga.

Dania membaca satu per satu tanggapan rekannya.

Lee Nan : Gila kamu Dania. Siapa yang bakal mau nikahin kamu kalau gini? Lol. Kayak bab* ngep..

Roki : Dania, apa yang telah kamu lakukan pada Pak Manager kita? Kenapa dia ketularan sikapmu yang kurang waras?

Rekan 3 : Kemana manager kita yang super keren itu?

Rekan 4 : Pak Keagan baik-baik saja? Apa perlu saya bawa ke rumah sakit begitu bapak sampai Vietnam?

Mai : Pak Keagan, please ini jam berapa. Bapak membuat saya tidak bisa tidur karena kram perut.

Dania langsung cekikikan menahan tawa membaca respon dari rekan-rekannya. Ia mengusap air mata karena terlalu banyak tertawa. Menoleh ke arah Keagan dan menatapnya hangat.

“Terimakasih, Pak.”

“It’s my pleasure, dear.” Keagan membelai lembut puncak kepala Dania.

🍃🍃

1
Lasmining Firdasya
🤣🤣🤣🤣🤣
Miqolatte
Part yang paling ku suka adalah ini. Closed manis dari author. Keren ih!
A.F: thx besti 🫰
total 1 replies
mamaqe
dua kali membaca dan msh keren
Devi Safitri
dania yg mnahan air mata,tp air mata ku yg g bisa ku tahan😭😭😭😭
Quinza Azalea
bagus
Hikmah saja
good
Air
Luar biasa
ₛₐcₕᵢ ₘₑgᵤₘᵢ
yakin..
Dania bukan selera kamu keagan 😁
ₛₐcₕᵢ ₘₑgᵤₘᵢ
keren
ₛₐcₕᵢ ₘₑgᵤₘᵢ
Defenisi patah satu tumbuh satu lagi wkwkwk..

mangats Dania..keagan layak diperjuangkan 😀
ₛₐcₕᵢ ₘₑgᵤₘᵢ
keren ceritanya
aku suka..aku suka 😀
Dimpi
mampir setelah lama ga baca si ntoon
RithaMartinE
sudah ku duga Le Nan samai Mai 😍😍 berasa kurang kak .udh end aja 😅
RithaMartinE
luar biasa
RithaMartinE
😭😭😭
RithaMartinE
😁😁😁
Al Fatih
bagus bngt ceritanya,, keren, sampe maraton bacanya saking penasaran terus...,, terus kelanjutannya gimana,, keren abis,, baru tau ad cerita sebagus ini,, makasih Kaka utk karyanya
A.F: sama² ya semoga bisa menghibur 💃
total 1 replies
Al Fatih
sudah abis tho.....,, berasa kuraaaaang kaka
A.F: hehehe gimana dongs
total 1 replies
Al Fatih
cerita ini super super keren....,, semoga ke depannya akan banyak yg mampir k sini utk membacanya,, www
A.F: Amiin trima kasih doa dan semangatnyaa 🫶
total 2 replies
Al Fatih
laki2 yg hanya suka nurutin emosi,, ga mau bicara baik2,, biar se emosi apapun,, itu menyeramkan ...,, bisa saja dia maen tangan. Alhamdulillah paksu kalo lagi marah,, milih keluar dulu,, pulang bawa jajanan baru nanya ,, piye tho...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!