NovelToon NovelToon
Cinta Anyelir

Cinta Anyelir

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:106.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nopani Dwi Ari

Tahap Revisi

Tak pernah terpikirkan untuk Anyelir, bahwa mencintai seorang Dika akan semenyakitkan ini. Di tambah perbedaan status sosial di antara dirinya dan Dika, awalnya dia bahagia. Namun, saat ke munculan Jenny dan ancamannya membuatnya pergi dari jangkauan Dika.

"Aku takut cinta membuat ku lemah, walau aku tau cinta itu bisa membuat ku kuat."

*Harap membaca Twin's lebih dulu agar tidak ada yang bingung

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.21

Tepat pukul tujuh malam, acara resepsi pun digelar dengan mewah. Banyak kalangan selebritis dan selebgram dan artis lainnya hadir, tak lupa juga rekan bisnis dari kedua keluarga dan teman kuliah Dika dan Jenny.

Tak lupa rekan sesama agency pun ikut hadir, Jenny sudah cantik dengan gaun berwarna biru Dongker di padu dengan biru awan tanpa lengan, membuatnya terlihat cantik.

Apalagi rambutnya di gerai, dan di tambah mahkota di kepalanya. Sedangkan Dika sendiri, dia mengenakan setelan jas berwarna senada dengan gaun Jenny. Untuk keluarga pun memakai warna yang senada.

Keponakan kecil Dika pun, tak kalah cantiknya dengan Jenny. 

Sekali lagi Jenny menatap dirinya di cermin dia sudah cantik, dan menunggu Dika untuk berjalan keluar bersama.

Lagu Yovie & Nuno yang berjudul Janji Suci melantun indah di seluruh aula hotel, para tamu undangan menaburkan kelopak bunga mawar merah pada Dika dan Jenny yang berjalan dengan senyum manis. 

Sementara itu pasangan Dela dan Auriga masih saja saling diam, karena Auriga tak menjelaskan siapa wanita yang memeluknya tadi pagi.

"Sayang sudah dong, jangan marah." Bisik Auriga.

"Siapa yang marah sih," ketus Dela.

Auriga merangkul Dela yang sedang cemberut, Auriga pun tahu sejak siang Dela hanya makan sedikit. Dia sudah berjanji akan menjaga Dela dan calon anak mereka.

Para tamu undangan pun satu persatu menaiki pelaminan, untuk memberikan selamat pada pengantin baru.

***

Pangalengan

Anyelir sedang membereskan rumah makan, yang akan ditempati esok. Banyak barang yang datang membuatnya sibuk, dan Sekar dengan setia membantu Anyelir.

"Kalo kita ada rezeki lebih, nanti kita bikin rumah di atas aja." Celetuk Sekar. "Biar gak cape bulak baliknya."

"Ide bagu, bu. Doakan saja semoga usaha ku lancar."

Sekar mengaminkan doa Anyelir, Anyelir orang baik dan berhak bahagia.

"Tinggal apa yang, belum?" tanya Anyelir.

Anyelir menatap gelas, piring, sendok, garpu dan mangkok. Semua alat masak pun sudah komplit, kulkas dia baru membeli satu.

"Sudah cukup untuk hari ini, besok kita bisa pesan banner buat di pasang di depan." Ujar Anyelir, di jawab anggukan Sekar.

Saat mereka asyik memeriksa, tiba-tiba Axel datang dan memperkenalkan diri. Dan mengaku penjual baru di sebelah Anyelir, dan baru saja datang.  Dan tanpa tahu malunya dia meminta sedikit air panas untuk membuat kopi.

"Tapi aku harus merebus air hangat dulu," kata Anyelir.

"Tidak apa, aku akan tunggu mbak."

"Panggil aku Any... Ehh.. Maaf maksudku Cinta." Ujar Anyelir yang hampir keceplosan.

"Baiklah Cinta." Axel tersenyum menatap Anyelir.

Anyelir pun menuju dapur, sedangkan Axel bercengkrama dengan Sekar.

"Axel, ini airnya."

Anyelir menyerahkan termos kecil pada Axel.

"Terima kasih Mbak, kalau begitu saya permisi dulu." Pamit Axel, di jawab anggukan Sekar dan Anyelir.

Sekar menyenggol lengan Anyelir, dan tersenyum menyebalkan.

"Kenapa sih?" tanya Anyelir.

"Ganteng kan? Jomblo lagi," goda Sekar.

"Ahh... Ibu nih apaan sih, aku gak mikirin pacar-pacaran dulu." Cetus Anyelir.

"Iya, iya. Ibu percaya kamu akan fokus menata masa depan kamu. Agar layak bersama Randika," kekeh Sekar.

"Heh... Ibu nyuruh aku jadi pelakor?" ketus Anyelir.

"Engga siapa tahu, Jenny mau di madu."

"Ish dasar... Nikah lagi sana," sindir Anyelir.

"Ibu mau Lilya dan Adam maju dulu," katanya.

"Tapi jika ada yang melamar ibu, gimana? Lalu anak-anak setuju?"

"Ya ibu sih oke." Kekeh Sekar, dan Anyelir pun ikut tertawa.

Mereka kembali membereskan barang-barang, dan menyapu lantai agar bersih.

****

Tepat pukul sepuluh malam, acara resepsi telah usai. Tinggal sedikit tamu dan para panitia, yang sedang membereskan sisa pesta.

Mario dan Alderik pun menyewa dua lantai, untuk keluarga mereka menginap. Sedangkan untuk pengantin baru, Dika memesan kamar mewah presidential suit.

Kini Dika dan Jenny pun sudah berada di kamar hotel, lelah itu yang Jenny rasa. Apalagi dia menggunakan sepatu hak tinggi, membuat kakinya pegal beruntung rasa pusing itu tidak kambuh.

Jenny menatap Dika, yang sedang membuka jasnya. Jantungnya berdetak cepat merasa gugup dan takut.

"Kenapa?" tanya Dika, melihat Jenny gelisah dan gugup.

"Ahh... I-itu apa, aku dulu yang akan mandi." Ucap Jenny, dalam hati dia merutuki ucapan yang keluar dari mulutnya.

Dika hanya mengangguk sebagai jawaban, dan Jenny pun buru-buru masuk ke dalam kamar mandi. Dia akan berendam sebentar dengan aromatherapy.

Lima menit berlalu, Dika yang menunggu lama mengetuk pintu kamar mandi, karena Jenny belum keluar juga.

Jenny sendiri dia ketiduran di dalam bathup karena saking nyamannya.

"Jenny kamu baik-baik, saja?" teriak Dika mengetuk pintu kamar mandi.

Tak ada jawaban dari dalam, membuat Dika khawatir. Karena ketukan pintu dengan cepat dan keras, membuat Jenny terperanjat dari tidur nyamannya.

"Astaga aku ketiduran," gumamnya.

Dia pun dengan segera membilas tubuhnya, dan melupakan handuknya.

"Astaga kenapa lupa handuk sih," kesal Jenny menepuk keningnya.

Pintu terbuka. Namun, Jenny hanya menampilkan kepalanya dan meminta handuk pada Dika. Membuat Dika menggeleng padahal bisa saja Dika melihat tapi dia tak mau Jenny malu.

Pukul sebelas malam, mereka selesai melakukan ritual mandi malam. Dan sudah merebahkan tubuhnya di kasur nyaman, yang sudah dihias secantik mungkin.

"Jika lelah tidurlah, aku tak akan memaksamu." Ujar Dika.

"Tapi jika kamu mau, aku siap kok." Balas Jenny.

Dika menghembuskan napasnya dengan pelan.

"Tidurlah Jenny," ujar Dika dengan dingin.

Jenny pun mengangguk dengan pasrah, dia pun tak akan memaksa. Jika memaksa terkesan dia murahan.

Bersambung …

Maaf typo

1
Eva Nietha✌🏻
Terimakasih thor karya mu keren
Eva Nietha✌🏻
Luar biasa bnyk tokoh d cerita mu thor
Eva Nietha✌🏻
Ameera hatinya julid ga bersyukur banget
Eva Nietha✌🏻
Ameera kelakuannya buruk sih
Eva Nietha✌🏻
Keren
Eva Nietha✌🏻
Semoga mereka menjadi keluarga
Eva Nietha✌🏻
Seru
Eva Nietha✌🏻
Klo ga hafal2 banget bingung bnyk banget tokohnya .. scara kluarga besar ya 😁😁 terimakasih ya thor bagus ceritanya
AriNovani: Heheh
aku pun kadang bingung kakk, mampir di karya ku yg lain 100 Hari Mengejar Cinta suami mohon dukungannya ya kak 🙏
total 1 replies
Eva Nietha✌🏻
Dela merajuk 😁
Eva Nietha✌🏻
Bapak pecundang tuh alderik
Eva Nietha✌🏻
Baba jimi lg puber Shay
Eva Nietha✌🏻
Ckkk murahan banget Riana
Eva Nietha✌🏻
Ehmm baba jimi jodoh bu sekar
Eva Nietha✌🏻
Lanjut lagi
Eva Nietha✌🏻
Wah dela mulai tanda2 hamidun
Eva Nietha✌🏻
Anye pergi uncle Dika galau
Eva Nietha✌🏻
Seru banget
Eva Nietha✌🏻
Msh stay
Eva Nietha✌🏻
Dari twins menclok kemari 😀😀
wily andriani
apa cuma aku aja yg agak bingung dengan tokoh dalam novel ini.

apakah ada novel sebelumnya yg berhubungan novel ini??
AriNovani: ada Twins judulnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!