NovelToon NovelToon
Surat Penuh Cinta

Surat Penuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta
Popularitas:69.3k
Nilai: 5
Nama Author: SANG PURNAMA

Kehidupan dua insan manusia yang berbeda latar belakang namun saling berkaitan secara tidak langsung.

Sahabat Pena...

Mungkin itulah yang membuat mereka terhubung hingga sekarang. Diawali dengan sebuah pertemanan melalui surat semenjak kecil namun tidak pernah sekalipun bertemu.
Hingga akhirnya mereka dipertemukan dalam sebuah ikatan pekerjaan.
Akankah mereka saling mengenali satu sama lain???

Serta, apakah surat yang selama ini mereka tulis dan terima hanyalah sebuah mainan belaka atau adakah diantara mereka yang menuangkan perasaan di setiap baitnya.

Dan bagaimanakah akhir dari pencarian mereka satu sama lain???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SANG PURNAMA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

Alex bingung ketika membuka pintu yang nampak didepan matanya ialah David, sesuatu yang sangat mengejutkan.

Kedua perempuan di belakang Alex pun bingung mendengar Alex berbicara dengan seseorang yang mereka kenal namanya.

Jessica dan Rose pun ikut menampakkan wajah mereka di sela bagian tubuh Alex dan kening mereka berkerut ketika melihat sebuah penampakan sosok tampan yang sedang berdiri di depan pintu rumah mereka.

Iya, mereka adalah David dan Sekertaris Ren yang baru saja datang kerumah Rose dan Jessica. Padahal baru saja Sekertaris Ren mau memencet tombol bel rumah namun Alex sudah terlebih dahulu membuka pintu tersebut hingga mengurungkan niat awal Sekertaris Ren.

Flashback On.

Drett....

Suara dari handphone Sekertaris Ren berbunyi.

Laki-laki yang baru saja menyelesaikan olahraga paginya itu langsung mengambil handphone yang berbunyi tersebut.

Terlihat nama atasannya tertulis disana yang menandakan ada suatu keperluan mendesak apabila David menghubunginya.

"Ada apa pagi-pagi sudah menelepon, bukankah hari ini hari libur"

Tidak mau repot memikirkannya Sekertaris Ren pun langsung saja mengangkat telepon tersebut yang sedari tadi masih berbunyi.

"Kau sedang apa??" tanya David.

"Saya baru selesai olahraga pagi Pak, ada yang bisa saya bantu??"

"Cepat kamu mandi sekarang dan bersiap, saya tunggu dalam 30 menit kamu sudah harus ada disini" Perintah David

"Tapi Pak..."

Tutt.. Tut...

Telpon terputus begitu saja.

"Apa-apaan baru jam 6 pagi, memangnya mau kemana sih" gerutu Sekertaris Ren mendengarkan perintah dari David.

Dengan hati yang bertanya-tanya namun tetap saja menurut akan perintah dari sang atasan, Sekertaris Ren pun bersiap-siap dengan cepat dari pada harus kena marah David.

Flashback off.

Setelah terjadi drama di pagi hari yang sudah dipastikan harus dimenangkan oleh David karena tidak mungkin Sekertaris Ren berani menentang perintah David meskipun hari ini adalah hari libur bagi dirinya dan mungkin hari satu-satunya untuk dirinya beristirahat setelah satu pekan beraktivitas dengan jadwal yang padat.

Disini lah mereka sekarang, berada didepan rumah seorang perempuan yang tentu saja masih belum memiliki pasangan. Seandainya orang lain melihat mereka pasti akan disangka David dan Sekertaris Ren sedang apel ke rumah sang kekasih hati.

Dapat di lihat dari pakaian mereka sekarang yang sangat rapi dan elegan sungguh dapat menambah ketampanan mereka berdua.

Lihatlah bahkan David dan Rose seperti sepasang kekasih yang sudah janjian dalam hal berbusana karena mereka sama-sama mengenakan atasan berwarna putih. Sungguh kebetulan yang tidak disengaja.

Seperti tertangkap basah, David maupun Sekertaris Ren terdiam untuk beberapa saat setelah mendengar pernyataan dari Alex tadi.

"Maaf Tuan Muda apa yang sedang anda lakukan di sini??" Alex kembali mengulang pertanyaannya karena sedari tadi tidak mendapat jawaban.

"Oh itu.. Kami berdua sedang melakukan kunjungan untuk melihat keadaan Artis yang berada di Agensi kami" jawab David dengan wajah datarnya.

"Kami berdua?? Aku bahkan baru tau kalau Pak David akan mengajak ku kesini. Kapan perusahaan ada membuat jadwal tentang melakukan kunjungan kepada para Artis, bahkan ketika Aurel masuk rumah sakit akibat cedera saat syuting saja Pak David tidak ada menjenguk sama sekali dan jangankan menjenguk, menanyakan kabar Aurel saja tidak ada sama sekali". Sekertaris Ren.

Sekertaris Ren sungguh tidak tau bagaimana cara jalan pikiran atasannya tersebut. Bisa-bisanya dia membuat sebuah alasan dengan mengatasnamakan Perusahaan atas kepedulian terhadap para Artisnya.

Sungguh alasan yang sangat, sangat membuat David dan Sekertaris Ren terlihat bodoh di mata ketiga orang yang sedang berada dihadapannya.

Alex yang sudah paham betul akan David dan Sekertaris Ren saja sampai terkejut mendengar alasan yang terlontar dari mulut David, sungguh sesuatu yang konyol.

Jessica dan Rose pun tidak mengerti akan ucapan David tadi.

"Maksudnya bagaimana Pak David??" tanya Jessica tidak terlalu mengerti.

"Begini, kedatangan saya dan Sekertaris Ren kesini hanya ingin memastikan kondisi kalian berdua karena ini merupakan salah satu kebijakan yang ada di Perusahaan" terang David kembali menjelaskan alasan kedatangan mereka berdua.

Jessica dan Rose menganggukkan kepala berbarengan.

"Seperti yang Bapak lihat kondisi kami berdua sekarang sudah lebih baik dari kemarin dan kami berdua sangat berterima kasih atas bantuan yang Bapak dan Perusahaan berikan" Jessica mengucapkan terimakasih kepada David dan Sekertaris Ren.

"Iya benar, kami berdua sangat-sangat berterima kasih kepada kalian yang sudah menjaga kami disaat kami sangat membutuhkan bantuan" Rose pun ikut memberikan ucapan terima kasihnya.

"Tidak perlu sungkan, itu memang kewajiban kami sebagai pemilik Agensi" sahut David.

Hening sejenak.

"Yasudah karena seperti yang Bapak David dan Sekertaris Ren lihat kami sudah tidak apa-apa, lalu apa masih ada yang kalian ingin bicarakan??" tanya Rose.

Sungguh Rose membuat David dan Sekertaris Ren habis kata-kata untuk menjawabnya. Karena memang benar apa yang barusan Rose ucapkan untuk apa lagi mereka di rumah Rose dan Jessica jika mereka sudah melihat kedua perempuan itu baik-baik saja.

"Em.. Kalian mau kemana??" tanya David mengalihkan pembicaraan.

"Kamu mau belanja untuk kebutuhan sehari-hari dengan ditemani Alex" jawab Rose lagi.

Rose dan Jessica memang sangat menjaga privasinya apalagi Rose yang notabenenya seorang artis, jadi mereka tidak mempekerjakan asisten rumah tangga yang menginap melainkan asisten rumah tangga akan datang dan pulang ketika pekerjaannya telah selesai.

David memberikan tatapan tajam kepada Alex membuat laki-laki itu menjadi kikuk dan bingung.

"Apa ada yang salah dengan ku, mengapa Tuan Muda menatapku seperti itu??"

Alex bertanya-tanya kepada dirinya sendiri akan maksud dari tatapan David.

"Kalau begitu biar saya dan Sekertaris Ren yang mengantar kalian berdua ke supermarket" usul David.

Ide yang bagus, akhirnya David menemukan suatu ide yang membuatnya bisa berlama-lama di tempat Rose dan Jessica.

"Tidak perlu, ada Alex yang akan menemani kami, bukankah Alex adalah bodyguard untuk kami" lagi-lagi Rose membuat David kehabisan kata-kata.

David kembali memikirkan cara untuk membuat dirinya dan Sekertaris Ren dapat menemani Rose dan Jessica ke supermarket.

"Oh benarkah, tapi bukankah Alex ada sesuatu yang ingin ia kerjakan. Benarkan Alex??" tanya David dengan melemparkan tatapan membunuh kepada Alex.

Begitupun dengan Jessica dan Rose yang mengikuti arah pandangan David untuk menatap Alex seperti ikut meminta jawaban juga kepada Alex.

"Kenapa mereka semua memandang ke arah ku, terutama Tuan Muda tatapan matanya itu seperti ingin memakan ku hidup-hidup".

Alex seorang ketua Geng besar The King saja dibuat ketakutan oleh tatapan tajam David dan sifat dingin dari Sekertaris Ren.

"Ah iya benar, saya baru ingat jika ada sesuatu yang harus saya lakukan. Maafkan saya Nona Jessica dan Nona Rose karena saya tidak dapat menemani anda berdua untuk berbelanja. Saya pamit lebih dulu" Alex dengan cepat meninggalkan manusia berempat itu sebelum dirinya benar-benar akan kehilangan nyawanya di sana.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Kasian banget dah nasib Alex baru aja mau berangkat malah diusir 🤣🤣

1
it's me oca -off
em , hhh pada ga seneng aurel
✰͜͡w⃠JENINA༄㉿ᶻ⋆
lanjut lg dong
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Kok ngk lanjut thorrrr... bikin pinisirin aja... lanjut donk🤔🤔🤔
☘𝓡𝓳✹⃝⃝⃝s̊S𝕭𝖚𝖓𝕬𝖗𝖘𝕯☀️💞
Knp ngk up thorrr...🤔🤔
Yunia Afida
takut di rebut alex ya
lanlan
suka tidak suka klo yg masak orang yang kita cinta pasti rasanya enak kan pak David 🤭🤣🤣
lanlan
sangking asiknya berbelanja dan debat jadi gk sadar klo ada yg ngawasin sambil ambil foto mereka
lanlan
mode cemburu duo cogan 😂😂😂
lanlan
apa isi kotak nya ya . sampai membuat mereka meradang 🤔🤔
lanlan
wkwkwk belum juga menikah dh gk bisa berkutik,saat rose bicara gitu . langsung bungkam tuh mulut nya
Dave Navarro
wkwkwk cieee salting ya rose, merah tuh pasti pipi
Dave Navarro
buset jahat bnr si aurel berarti baik nya di dpn doang fans doang ya?
Dave Navarro
wkwkwk gengsi" jg dimakan ya vid?
Dave Navarro
nh bnr itu klo kgk suka gk ush dimakan
Dave Navarro
untung si rose percaya sm alasan mereka
tp itu siapa yg kirim surat nya?
HIAT DOLO "🅱🅸🅱🅰🅷🦈
mudah bagi David siapapun yang meneror rose,
💋ᴰᵉᵈᵉรωεεƭყˡᵉⁿ🤎•§¢•🦢🍒
aduhh aurel makan punggir jalan kebanyakan itu malah lebih enak dr pada diresto2 mahal loo...
Dave Navarro
nh lho alex di interogasi ada apa ya? 🤔😅
HIAT DOLO "🅱🅸🅱🅰🅷🦈
makanya hati2 lah Lex, jangan sampai jadi sasaran empuk David sama sekretaris ren
HIAT DOLO "🅱🅸🅱🅰🅷🦈
ayo lah vid sadar lah kalau rose itu sebenar nya vero
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!