Tahap revisi ...
Marsya yang kecewa dengan ucapan kakeknya berlari sambil menangis. Tanpa melihat kiri kanan dia terus berlari ke tengah jalan raya. Dia tidak menyadari ada mobil yang melaju dengan kecepatan maksimal. Akhirnya tabrakan tidak bisa di hindari.
Saat bangun dia harus menerima bahwa dia telah hidup kembali di dalam tubuh seorang permaisuri terbuang yang terlempar ke dasar tebing yang curam. Dia juga harus menerima bahwa didalam tubuhnya ada dua sosok janin yang sedang tumbuh. Entah kekuatan apa yang membuat dua janin itu tumbuh menjadi sosok tampan dan imut . Padahal ibunya telah jatuh ke dasar tebing yang curam. sungguh tak masuk akal.
Marsha yang dalam kehidupan sebelumnya masih duduk di bangku SMA harus menerima takdirnya membesarkan kedua anak yang terlahir dari tubuh yang ia tempati.
" Sayang akhirnya aku menemukanmu"
" Siapa kamu?"
Apakah pertemuannya dengan sang suami bisa merubah kehidupannya?
Apakah anak-anaknya menerima kehadiran ayahnya?
Bac
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Senggrong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ancaman Yuan Lee
" Ingat ini menteri Lu Han, jika ucapan anda mengada-ada saya pastikan anda pasti akan menanggung akibatnya!" ucap Yuan Lee dengan tegas.
Yuan Lee sangat marah. Bisa-bisanya menteri lu mengaku akan jadi mertuanya. Marsha yang melihat emosi Yuan Lee mulai tidak terkendali langsung menghampirinya.
" Sudah sayang jangan marah. Kalau dia memang mertua kaisar kenapa?"
Mendengar ucapan Marsha , Yuan Lee langsung memelototinya. Melihat ekspresi yang ditunjukkan Yuan Lee entah mengapa dalam hati Marsha merasa hangat.
Marsha mengusap lembut lengan Yuan Lee. Merasakan usapan Marsha Yuan Lee pun tersenyum.
" Baiklah tuan menteri, maafkan segala ucapan kami yang tidak berkenan, " kata Marsha sambil tersenyum.
" Karena nyonya sudah minta maaf, tentu saja kami maafkan. Tapi ada syaratnya..."
" Kalau masih ada syarat, kami tidak butuh maaf dari anda. Tuan-tuan sekalian mari kita lanjutkan pekerjaan kita," ujar Marsha tanpa memperdulikan tatapan menteri Lu Han yang seperti ingin menelannya.
Untungnya sang mentari tidak bisa melihat wajah Marsha yang tertutup masker dan topi pantai yang ia pakai. Jika dia tahu siapa yang ia tantang , entah apa yang akan ia lakukan.
" Tapi _"
" Tenang saja, tuan menteri pasti masih banyak urusan. Betulkan tuan?"
Menteri Lu Han mendengus marah . Dia meninggalkan tempat itu diikuti para bawahannya. Disepanjang jalan dia tidak berhenti mengumpat . Dia harus membuat rencana , agar pembuatan waduk itu gagal .
Setelah kepergian rombongan menteri Lu Han, mereka melanjutkan pekerjaannya kembali. Marsha turut memberi arahan agar hasilnya sempurna.
Mereka bekerja hingga sore hari. Si kembar yang ikut juga tidak membuat keributan. Mereka berdua selalu mengikuti orang tuanya. Ying Jun mengikuti Marsha dan Xiao de mengikuti ayahnya.
" Bagaimana jika mereka merusak hasil kerja keras kita?"
" Tidak perlu takut para prajurit akan menjaganya. Selain itu mereka juga akan mengawasi pergerakan menteri itu "
" Syukurlah kalau begitu . Aku tidak mau hasil keras kita yang sudah dibangun dengan susah payah dirusak oleh orang yang tidak bertanggungjawab."
Mereka kini sudah ada dalam perjalanan pulang. Si kembar sudah tidur. Mereka kelelahan bermain. Biasanya saat siang hari mereka di paksa tidur meskipun hanya sebentar.
" Kamu tidak menganggap serius kan ucapan Menteri itu?"
" Ucapan yang mana?"
" Ucapan bahwa aku akan menikahi putrinya "
" Kamu merasa apa tidak?"
" Ya tidak lah!"
" Aku percaya kok."
" Terimakasih."
Marsha tersenyum ke arah Yuan Lee. senyuman yang tulus dari lubuk hatinya. Dia tahu Yuan Lee orang yang baik.
" Bagaimana rencana selanjutnya?"
" Aku akan mempercepat membongkar identitas ."
" Jadi kamu akan mengaku sebagai kaisar?"
" Tentu saja , mau apalagi?"
" Tapi Tien Feng dan Yuan Si sudah pergi."
" Untuk alasan itulah mereka pergi."
" Maksudnya?"
" Kita bicarakan itu nanti, sekarang lebih baik kita turun sudah sampai."
Ternyata yang dikatakan Yuan Lee benar. Kereta telah sampai di depan rumah mereka .
Mereka membawa anak-anak yang tertidur ke dalam kamar.
" Aku pulang dulu, nanti malam kita bicarakan."
" oke!"
Yuan Lee meninggalkan Marsha pulang kerumahnya. Dia langsung mandi dengan air hangat yang telah dipersiapkan oleh pelayan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ditempat yang berbeda .
Sesampainya di rumah Mentri Lu Han menampar para bawahannya. Dia sangat marah akan kecerobohan yang mereka lakukan.
" Ada apa yah?" tanya Lu Ting.
Lu Ting yang mendengar kedatangan ayahnya langsung ingin menemuinya. Tapi yang ia lihat sekarang membuatnya merasa heran. Apa yang telah diperbuat pelayan itu hingga ayahnya murka.
" Mereka telah merusak rencana yang telah aku buat ."
" Maksud ayah?"
" Perbuatan mereka bukan hanya mempermalukan ku tapi juga membuat ku kehilangan kepercayaan mereka."
" Kalau begitu pukul mereka dengan keras!"
Mendengar ucapan ayahnya membuat Lu Ting ikut marah.
" Bagaimana kalau kita rusak saja hasil keras mereka?" usul Lu Ting.
" Tentu saja, mereka akan rasakan kemarahan ku."
" Kalian....."
Menteri Lu Han membeberkan rencananya kepada para bawahannya. Lu Ting juga menyetujui usulan bawahannya.
" Bagus sekali rencana ayah. Kita akan lihat reaksinya besok. Apakah mereka masih bisa tertawa?"
" Ha ha ha ha "
Mereka tertawa terbahak bahak seolah-olah rencana yang telah mereka susun telah berhasil. Mereka tidak tahu saja bahwa rencana itu akan menjadi bumerang untuk mereka sendiri.
Malam harinya, seperti biasa Yuan Lee makan malam di tempat Marsha. Malam ini Marsha membuat spaghetti. Semuanya makan dengan lahap. Setelah itu mereka berkumpul di ruang keluarga.
" Nanti malam kita tidur bareng lagi ya, yah?"
" Tidak bisa sayang. "
" Kenapa tidak bisa tidur bersama lagi?"
" Nanti malam ayah masih ada urusan di luar sayang."
" Kemana?"
"..."
Yuan Lee merasa bingung untuk menjawab pertanyaan putrinya. Dia menoleh kearah Marsha yang tersenyum ke arahnya. Marsha mengerti bahwa ada misi yang akan dilakukan olehnya.
" Ayah harus menjaga waduk, agar tidak di rusak orang jahat," jawab Marsha dengan lembut.
" Ayah harus hati-hati jika bertemu penjahat. Jangan sampai ayah terluka."
" Terimakasih sudah khawatir sama ayah. Ayah akan berhati-hati."
Tidak lama si kembar sudah mengantuk . Mereka di tidurkan di kamar mereka . Setelah itu Marsha dan Yuan Lee melanjutkan diskusi mereka .
" Apa maksudmu tadi sore?"
" Sebenarnya Yuan Si sedang bersiap-siap di tempat yang tersembunyi. Dia menyiapkan para pasukan yang telah tiba beberapa hari lalu ."
" Kok mereka bisa tiba di sini."
" Mungkin itu utusan pangeran Yuan Ye yang dikirim kesini. Untuk itu saya harus kembali ke istana malam ini ."
" Malam ini?"
" Tentu saja , besok saya dengan para pasukan akan tiba."
" Kamu mempunyai sihir teleportasi?" tanya Marsha kaget.
" ... "
Tak jawaban dari pertanyaan itu. Hanya saja Yuan Lee tersenyum dan mengangguk.
" Jadi kamu sering pulang ke istana dong."
" Tentu saja, aku harus selalu melihat kondisi kerajaan."
" Andai aku bisa belajar juga," gumam Marsha lirih.
" Kamu berbicara apa?"
" Tidak... Hati-hatilah dalam perjalanan."
" Terimakasih."
Setelah berpamitan, Yuan Lee pun kembali ke rumahnya. Dia memasuki kamar dan mengerahkan tenaga dalamnya untuk melakukan sihir teleportasi.
Siapakah yang akhirnya yang berhasil ?
Terimakasih atas semua dukungan teman-teman semua🙏🙏🙏
Jangan lupa like, vote, favorit dan komentarnya!!!
😘😘😘