NovelToon NovelToon
Main Hati With Iparku

Main Hati With Iparku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:7.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Asri Faris

Apa jadinya bila mencintai seseorang yang tidak seharusnya? Perjalanan asmara gadis bernama Sacha Nessa yang jatuh cinta dengan kakak iparnya sendiri. Mengantarkan perempuan itu pada cinta yang salah pada Gama Hardiyoga.

Aku tahu hubungan ini salah, tapi untuk mengakhirinya pun tidak semudah itu.
Entah dipersatukan atau tidak
Entah rasa ini sampai kapan?
Entah hubungan ini sampai kapan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asri Faris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 21

Nessa rasa ia sedang menggiring ke dalam perkara, tapi kenapa justru ia menikmati cinta terlarang ini. Andai saja Kak Gama itu bukan suami kakanya sendiri, betapa bahagianya Nessa mendapat balasan cinta darinya. Namun, apa yang ia rasakan sekarang bak hujaman duri yang menguliti hati, nyeri berada di persimpangan. Melepaskan yang dicintai, atau merangkul dengan segala problematika yang siap menghujamnya nanti.

"Nessa?" Pria itu mengibaskan tangannya.

"Udah sampai sayang, malah melamun," ujarnya membuyarkan lamunan panjang gadis itu.

"Iya, Kak," jawabnya sembari menurunkan tangan Kak Gama yang mengudara di depan wajahnya. Tanpa sadar, beberapa detik berlalu keduanya masih terdiam dengan tangan digenggam Nessa tak sengaja.

"Ngomong-ngomong tangan kita romantis," celetuk pria itu tersenyum.

"Eh!" Nessa menarik tangannya sejurus kemudian gantian Kak Gama yang menggenggam semakin erat.

"Udah sampai Kak, jaga jarak aman," ujarnya memperingatkan.

"Harus ya? Kan nggak ada There, kenapa harus jaga jarak aman?" tanya Kak Gama tak setuju.

"Emang seharusnya gitu, 'kan? Kita harus pandai menjaga perasaan mama dan juga Mbak There, walaupun kita salah. Aku langsung ke kamar ya? Selamat beristirahat," pamit perempuan itu turun dari mobil begitu saja.

Gama menatap dalam diam, pikiranya mulai bercabang. Ada Nessa dan juga There, semua sama-sama memenuhi hatinya. Kegalauan itu membuatnya susah tertidur, entah dimulai sejak kapan tepatnya, Gama benar-benar jatuh hati dengan adik iparnya itu.

Memutuskan merokok di balkon kamar, siapa tahu berjumpa dengan tetangga sebelah. Nyatanya wanita itu tak kunjung datang. Apakah Nessa benar-benar langsung tertidur? Saking penasarannya Gama pun nekat mengetuk pintunya.

Nessa yang malam itu baru membersihkan diri dan hendak tidur, bangkit kembali mendengar ketukan pintu. Buru-buru menyambar cardigan untuk menutupi gaun malam bertali satu yang ia kenakan malam itu. Memakainya dengan cepat dan segera mendekati pintu.

"Hai, belum tidur? Sorry ganggu, aku nggak bisa tidur," sapa pria itu di depan pintu.

"Iya, ini kan sudah malam, kakak beristirahatlah. Aku juga mau tidur."

"Aku nggak bisa tidur, katanya mau nonton di rumah?"

"Hmm, tapi aku ngantuk Kak. Ngajakin nonton biar nggak ngantuk karena mau jemput mbak There ya?" tuduhnya mrengut.

"Apaan sih, nggak. There belum ngabarin, ayo ....!" Gama menarik tangannya agar perempuan itu keluar.

Karena merasa kasihan, akhirnya Nessa pun menepati janjinya untuk nonton bersama. Malam itu di ruang tengah atas, keduanya memilih lesehan duduk di karpet bulu bersandar sofa.

"Katanya nonton, kok lihatin aku mulu?" protes Nessa terlihat risih. Hatinya jedag jedug saat tangan kak Gama mulai rusuh.

"Temani aku tidur malam ini ya? Aku butuh kamu," ujar pria itu merebah. Menjadikan paha Nessa sebagai bantalan.

Suasana romantis itu mengalir begitu saja, malam yang sunyi semakin membuat keduanya terlena. Perempuan itu memainkan rambut Kak Gama yang tidur di pangkuannya. Nessa benar-benar puas, bisa menatap berlama-lama tanpa bosan. Pria itu begitu menikmati usakan lembut kepalanya hingga ia terlelap begitu saja. Satu tangan kiri Nessa masih dalam genggaman kak Gama, sementara tangan lainnya masih sibuk mengelus-elus kepalanya.

Cukup lama posisi itu, hingga kaki Nessa terasa mati rasa. Malam semakin larut, perlahan Nessa menggeser tubuhnya, meraih bantal sofa lalu memposisikan kepala Kak Gama di sana. Ia kembali ke kamar sebentar mengambil selimut, lalu membungkus tubuh pria itu dengan kehangatan selimut tebalnya.

Nessa mematikan TV, membiarkan pria itu menghuni ruang itu sendiri. Tidak mungkin juga ia menemani sampai pagi.

Keesokan harinya, Nessa terjaga dari tidur. Perempuan itu menemukan selimut yang ia beri pada kakaknya semalam sudah rapih di atas kasurnya bagian bawah. Itu artinya pagi tadi, pria itu memasuki kamarnya.

"Pagi sekali dia bangun, pasti jemput Mbak There," gumam Nessa menebak.

Benar saja, saat Nessa turun ke lantai bawah menuju ruang makan. Formasi pagi ini cukup ramai dengan kecerewetan Mbak There yang nampak antusias bercerita tentang pemotretannya.

"Pagi Ma, Mbak, pulang jam berapa?" tanya Nessa seraya melirik kak Gama yang ternyata tengah memperhatikan dirinya dengan senyuman.

Tanpa sadar, diam-diam Nessa membalas senyuman itu.

"Tadi sebelum subuh, aku belum tidur ngantuk banget, mau sarapan dulu habis itu tidur sebentar," jawab Mbak There seadanya.

"Aku duluan ya?" pamit Nessa sengaja mendahului agar tidak menimbulkan kecurigaan orang rumah.

"Bareng aja, Ness, sekalian jalan 'kan?"

Bukannya menjawab, Nessa malah melirik Mbak There yang nampak tidak merespon apa pun. Sibuk dengan isi piringnya sendiri. Wajahnya masih terlihat tak bersemangat mungkin lelah.

"Owh ... nggak usah Kak, kebetulan udah pesan ojol udah di depan," dusta gadis itu meloloskan paginya. Nyatanya ia memang baru memesan setelah keluar pintu.

Tak berselang lama Gama pun pamit pada istri dan juga mertuanya. Ia berjalan cepat menuju mobilnya, dan benar saja masih bisa mengejar ketertinggalan Nessa yang ternyata sedang menunggu kendaraan di pinggir jalan.

"Masuk Ness!" titah pria itu. Nessa pun mengiyakan tanpa ragu.

"Kenapa tadi nggak nungguin aja sih, bareng dari rumah kan enak nggak usah jalan sampai sini," omel kak Gama bernada perhatian.

"Sebaiknya kita mulai menjaga jarak dan jangan terlalu dekat, apalagi di rumah. Aku rasa Mbak There menaruh curiga."

"Maaf, membuat posisimu sulit, apa kita harus jujur di depan mereka?" kata Kak Gama sambil meraih tangan adik iparnya.

"Kamu gila? Aku masih memikirkan perasaan mereka, tolong bersikap biasa saja."

"Iya, cinta memang segila ini. Ngomong-ngomong makasih ya selimutnya, aku tertidur nyenyak berkat dirimu. Ah ya, tidurmu sangat lucu semalam," selorohnya mengerling.

"Hah! Kamu beneran masuk kamar?" tanya Nessa penuh selidik.

"Kamu pikir yang merapihkan selimut itu siapa? Lain kali kalau tidur jangan pakai gaun malam yang terlalu seksi, aku hampir tidak bisa menahan diri?"

Nessa melotot mendengar pengakuannya, "Dasar mesum! Berani kamu nyelinap lagi di kamar aku, awas aja!"

"Aku tunggu ancamam itu?" jawabnya terkekeh.

1
Nurhasanah
parahh oeyyy 🤦
Nurhasanah
waduhh bahaya melanda, tp kok aku GK setuju y, seolah gak py harga diri y nesa 🤭
Linda Liddia
Tololnya Nessa ini
ayu cantik
suka
Nia Nara
Ini akibat kalau cuma nurutin hawa nafsu
Nia Nara
Karma itu ada, nessa
Nia Nara
Hamil
Nia Nara
Sayang ya nesa akhirnya jebol. Padahal sempet suka sama karakternya nesa, pengendalian dirinya kuat
Jamayah Tambi
Tq Athur Bagus ceritanya.Teruskan bekarya/Good//Good//Good//Good/
Jamayah Tambi
Hamil
Jamayah Tambi
Semoga tidak ada yg ganggu r/tangga kalin/Drool//Drool//Drool/
Jamayah Tambi
Malu klu meminta begini.Kenapa tak guna body contact saja/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Jamayah Tambi
Selamat kenjamu selera
Jamayah Tambi
Cepat sangat cemburu Nessa. Perempuanvsepert Ixvy tak patut buat kawan.Kaki adu domba.Tak sayang mulut/CoolGuy//CoolGuy//Sob//Sob//Sob/
Jamayah Tambi
Sayang sekali,kenapa harus berhenti kerja.Oh ya Gama kan orang kaya./Sob//Sob//Sob/
Jamayah Tambi
Bahagianya pengantin baru
Jamayah Tambi
Selamat Pengantin Baru
Jamayah Tambi
Alhamdulillah
Jamayah Tambi
Kalau ya YES
Jamayah Tambi
Jangan nak beralasan lagi Nessa./Sob//CoolGuy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!