NovelToon NovelToon
Sistem Cheat Craftsman

Sistem Cheat Craftsman

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Reinkarnasi / System / Barat
Popularitas:165.8k
Nilai: 5
Nama Author: M R H

Clay, merupakan seorang pria paruh baya yang semasa hidupnya melakukan hal-hal yang tidak berguna.

Akhirnya ia pun menyesali perbuatannya, tetapi rasa penyesalan itu tidak merubah apapun hingga sampai menutup usia.

Setelah kematiannya, ia pun bereinkarnasi ke dunia lain dan hidup bersama sistem.

Di dunianya yang baru, ia bertekat untuk hidup dengan lebih baik daripada di kehidupan sebelumnya.

Memperkaya diri, Memperkuat diri, Menciptakan Equipment dengan bantuan sistem.

Penasaran dengan kisah Clay di dunia lain? Yuk simak dan ikuti terus kisah perjalanan Clay.

Jangan lupa bantu dukung karya Author dengan cara Share, Like, Favorite & Komentar :)
Bantuan dan dukungan adalah semangat Author.
Terima kasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M R H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21 - Salah Tingkah

Clay terdiam membisu, ia terpana memandang kecantikan gadis bertelinga runcing itu.

Matanya yang indah, kulit putih mulus, rambut pirang, memiliki daya tarik tersendiri yang mampu membuat Clay mengagumi kecantikannya.

Raut wajah Clay semakin memerah, detak jantungnya berdebar kencang.

Tak dapat dipungkiri, bahwa saat ini Clay sedang mengagumi kecantikan sosok gadis yang ada dihadapannya.

Setelah berterima kasih pada Clay dan tidak mendapatkan sebuah jawaban apapun darinya, kini gadis cantik itu pun kembali berkata.

"Namaku Ariana... Dapatkah aku mengetahui siapa namamu, tuan muda?"

Clay masih terdiam tak menjawab, pandangannya benar-benar terpaku melihat keindahan makhluk yang ada di hadapannya.

Clay sadar bahwa ia sedang diajak berbincang dengannya, tetapi ia tak dapat mengontrol menjawab untuk menjawab pertanyaannya.

Setelah beberapa hembusan nafas, kini gadis Elf yang mengaku bernama Ariana itu kembali berkata sambil melambaikan tangannya kearah Clay.

"Halo... Tuan muda? Apa kamu baik-baik saja?"

Clay pun sedikit terkejut, dan kemudian ia menjawab. "Ah, iya... Maafkan aku."

"Kenapa kamu meminta maaf? Namaku Ariana... Siapa namamu?" Tanya Ariana dengan raut wajah sedikit kebingungan dengan sikap Clay saat ini.

"Ah tidak, bukan apa-apa... Na-namaku Clay." Jawab Clay dengan sedikit panik kebingungan karena salah tingkah.

Ariana pun tersenyum setelah mendengar jawaban dari Clay. "Terima kasih, tuan Clay... Terima kasih sudah menyelamatkan kami dari penjahat itu."

"Ah iya, bukan apa-apa... Sama-sama." Jawab Clay yang masih saja bertingkah kaku dan merasa linglung dihadapan Ariana.

"Dia adalah pengawalku... Namanya Max." Ucap Ariana sambil menunjuk dengan sopan kearah pria dewasa ras Elf yang saat ini berada di dekatnya.

"Salam kenal... Aku Clay..." Jawab Clay sambil menganggukkan kepalanya pada sosok pria Elf yang bernama Max.

"Tunggu... Pengawal? Seorang pedagang cantik yang memiliki pengawal? Kalian pasti dari suatu Guild yang besar..." Lanjut Clay bertanya kepada mereka berdua.

Sontak Max tampak sedikit terkejut, dan kemudian ia berusaha menjelaskan tentang dirinya.

"Sebelumnya aku meminta maaf karena telah berbohong pada anda, tuan Clay..."

Clay langsung memotong ucapan Max. "Maksudnya?"

"Aku tadi mengaku kalau kami adalah pedagang... Tetapi sebenarnya kami adalah anggota Guild yang sedang menjalankan misi pengawalan."

"Oh... Baiklah, tidak masalah." Jawab Clay dengan santai.

"Sekali lagi, saya minta maaf tuan Clay... Saya tadi sangat panik karena banyak rekan-rekan kami yang mati."

"Kalian kan berasal dari Guild? Tapi kenapa kalian tidak mampu melawan para Bandit?"

"Di dalam kelompok kami, ada seorang penghianat... Dia meracuni makanan kami dengan bubuk Vir... Dia juga bersekongkol dengan para bandit untuk menculik nona Ariana."

Di dunia ini ada sebuah racun buatan yang sangat dibenci oleh pengguna sihir, yaitu bubuk Vir.

Bubuk Vir ini, terbuat dari berbagai macam tanaman obat yang diolah sehingga menjadi sebuah racun.

Efek racun bubuk Vir ini, mampu membuat saluran Mana di tubuh pengguna sihir menjadi sangat kacau dan akhirnya Mana tersebut akan meledak di dalam tubuh.

Tapi jika bubuk Vir ini di konsumsi oleh bukan pengguna sihir, maka tidak akan berdampak apapun padanya.

"Aku turut berduka cita atas kematian rekan-rekanmu..." Ucap Clay pada Max yang saat ini tampak sedih setelah kehilangan rekan-rekannya.

"Terima kasih, tuan Clay. Kematian memang resiko kami sebagai petualang..." Ucap Max dan setelah beberapa detik kemudian, ia kembali berkata. "Ini mungkin kurang sopan... Tapi, apa boleh saya meminta satu permintaan?"

"Apa itu?"

"Setelah anda selesai dengan harta para bandit... Bisakah anda menyerahkan kedua bandit itu pada kami? Kami berjanji, tidak akan mengungkit apapun tentang harta dan sejenisnya... Aku hanya ingin menghukum kedua bandit itu."

Clay terdiam beberapa detik, ia berfikir sejenak. "Tunggu... Kalau difikir lagi, dia seperti berkata padaku kalau aku ini gila harta... Berarti aku tidak jauh berbeda dengan para bandit itu dong!? Ahhh tidak peduli!! Saat ini aku hanya butuh uang, Point Atribut dan menciptakan banyak Equipment... Itu semua demi kehidupanku dan kehidupan orang-orang disekitarku agar menjadi lebih baik dari hari-hari sebelumnya!! Tentang seburuk apa diriku di fikiran orang lain, aku tidak peduli!"

Melihat Clay yang tak kunjung menjawab, kini Max pun mencoba menawarkan sesuatu sebagai imbalan permintaannya. "Aku akan membelinya dengan uangku sebagai penukaran untuk kedua bandit itu? Satu kepala 50 Gold... Bagaimana tuan muda?"

Mendengar jumlah yang di tawarkan oleh Max, tentu saja membuat Clay tertarik dengan hal tersebut. "Baiklah. Tapi aku akan menyerahkan mereka setelah aku mendapatkan apa yang aku inginkan."

"Baik, tuan Clay."

"Hei... Manusia menjual manusia..." Ucap Ariana dengan sedikit cemberut.

Sontak Clay pun terkejut, ia baru sadar dengan apa yang baru saja ia lakukan.

"Ah, itu... Anu..." Clay panik tak dapat mengelak ucapan Ariana.

Ariana pun tertawa setelah melihat raut wajah Clay yang saat ini tampak panik. "Hahaha tenang... Tenanglah, tuan Clay... Di dunia ini, siapa yang kuat dia yang berkuasa... Lagipula tidak ada yang melarang hal itu."

"Hehehe..." Clay hanya tertawa kecil, ia masih saja tak berkutik ketika berbicara dengan Ariana.

"Kita sudah saling kenal... Jangan panggil aku dengan sebutan 'Tuan'... Panggil saja Clay." Lanjut Clay pada mereka berdua.

"Oke baiklah, Clay."

Setelah beberapa saat kemudian, kini Zen pun menghampiri mereka bertiga.

"Tuan muda... Kita sudah siap melakukan perjalanan menuju desa Gowa." Ucap Zen dengan sikap sopannya.

"Ah, baik... Kita berangkat."

"Max... Apa kita ikut bersama Clay?" Tanya Ariana.

"Saya berniat seperti itu. Tapi..." Jawab Max yang sedikit ragu karena saat ini ia sedang berada di dalam tugas pengawalan dan tidak ingin membuat pelanggannya kecewa karena membuang banyak waktu demi kepentingan pribadi.

Tetapi, Ariana pun langsung menyela ucapan Max. "Baiklah. Aku tidak keberatan kok... Aku juga sakit hati karena mereka telah membunuh ras Elf, apalagi mereka 1 kerajaan denganku..."

"Terima kasih, nona Ariana."

Kini Clay pun berkata setelah Max berterima kasih pada Ariana. "Baiklah... Kita berangkat bersama-sama."

Akhirnya kini mereka menuju desa Gowa. Sebuah desa kecil yang letaknya tidak jauh dari tempat mereka bertarung sebelumnya.

Waktu pun terus berlalu, kini mereka telah sampai di desa Gowa.

Mereka sampai ke desa Gowa cukup cepat karena jaraknya memang tidak terlalu jauh.

Tampak jelas di mata Clay, bahwa desa Gowa yang saat ini ada di hadapannya itu adalah sebuah desa kecil yang miskin dan kumuh.

Saat ini Clay juga melihat, bahwa desa Gowa ini adalah desa ras Elf.

Sebuah desa yang mayoritas penduduknya adalah ras Elf.

"Aneh... Kenapa markas para bandit ras manusia itu ada disini? Di dalam desa ras Elf... Apa warga desa tidak marah kalau desanya digunakan sebagai markas bandit? Atau jangan-jangan mereka tidak tahu kalau disini ada markas bandit? Tapi yang lebih penting itu... Apa benar markas para bandit itu ada disini?" Ucap Clay dalam hati.

1
Aegis
kok bisa jadi baik ya, padahal aslinya jahat, harusnya sisain sifat" dia di dunia sebelumnya yang gak bisa dibilangin, biar ada progres perkembangan kepribadian
Aegis
kalo kata keterangan di nya dipisah, kecuali kata kerja
Aegis
udah ngegembel baru inget tuhan
Aegis
cangkul
Aegis
ngesek gak
Aegis
ada yang lebih gak guna, mana jadi kepala negara
Fachri Mamonto
karya yang bagus..
lebih banyak karya novel barat
darpada china.. karena tema cerita barat yang buat sangatt seedikit
@lex
👍
Rizky Fadillah
bosen aku,MC nya bodoh banget
Alfiah Innah
Luar biasa
Ya Fi
simbiosis mutualisme
Moch. Ali Musafak
kok udahan
Umi Dayu
crazy up LG Thor....
💜⃞⃟𝓛:ɴᴇɴᴋ ᴏғғ
hmmmm🤔🤔🤔
berasa kenal🤔🤔🤔
OISHI
kapan update?
...
kntoll gk dilanjut asssw
ᴜʀvɪʟʟᴀɪɴ
hbis makan keluar lagi dah tuh makanan wkwk
🄳🄸🄲🄷🄻 🄽🄱🄾🄴
Gak perlu susah-susah ngalahin monster. Tinggal beli aja dari pasar/guild petualang/petualangnya langsung.
Gak ada uang? Tinggal jual pedangnya.
Jeo Marino
lanjutkan Thor ... udah nunggu lama ini
Herry Busali
cerewet byk coment tu bos, hadeeeeeh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!