N/A: Di sarankan baca sampai Chapter 22 atau langsung membaca Chapter 22.
Karena Chapter 1-21 Cuman basa basi doang dan kagak ada tokoh penting di dalamnya.
_________
Aku tidak peduli! Jika aku harus menjadi seorang Iblis.
Aku tidak peduli! Jika aku harus menghancurkan sebuah Kerajaan, maka aku akan menghancurkannya.
Aku tidak peduli! Jika aku harus membantai seorang tidak bersalah, maka aku akan membantainya.
Aku tidak peduli! Jika aku harus menghancurkan sebuah Dunia, maka aku akan menghancurkan Dunia tersebut.
Untuk apa aku melakukannya? Aku akan melakukan apapun agar aku menghasilkan sebuah kekuatan.
Apakah penting kekuatan itu? Bagiku, kekuatan sangatlah penting, banyak orang yang mengincar diriku, karena aku memiliki sesuatu yang berharga di dalam tubuhku.
Aku selalu merasakan, Kesakitan, Kesedihan, Kematian, Penghianatan, semua itu seperti makanan sehari hari bagiku.
Setelah perjuanganku yang sangat panjang, aku di juluki sebagai-
Bai Long, Si Pengguncang Semesta
_________
N/A: Mohon sarannya, saya gak peduli, mau saran kalian kata kata Hinaan, Cacian, kata kata Kejam, saya gak peduli.
'Orang pintar akan merenung, orang bodoh akan marah' Jadi mohon, kasih sarannya.
Saya tidak mengharapkan kalian memberikan Vote/Hadiah, saya hanya ingin kalian memberi saya Saran, agar saya menjadi lebih baik dalam menulis Novel.
Terima Kasih!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LPS - 021 - Turnamen lll
Bai Rue maju dan mengambil kertas di dalam kotak dan mundur kembali dengan wajah yang tersenyum seperti biasa dia lakukan.
_______
"Kamu nomor berapa?." Tanya Bai Long.
Bai Rue melihat Bai Long dengan wajah tersenyum, dan membuka kertas yang di pegang olehnya.
"Aku mendapatkan nomor 27".
"Ohh begitu." Bai Long hanya menganguk sebagai jawaban. Bai Long mengalih pandangannya lagi ke arah Pria di atas Podium, hanya dirinya yang belum di panggil.
"Dan yang terakhir, silahkan maju Tuan muda Bai Long." Pria itu melihat Bai Long dengan nada yang sama seperti memanggil Bai Shen, Bai Shin, dan Bai Rue.
Bai Long maju kedepan dan memasukan tangannya ke dalam kardus, merasakan sesuatu Bai Long mundur kebelakang sambil membuka isi dari kertas tersebut.
"Saudara Long, kamu nomor berapa?." Setelah sampai Bai Long langsung di tanyakan oleh Bai Shen.
"Aku nomor 39".
"Begitukah".
"Baiklah, apakah ada yang belum di panggil namanya?! Jika yang sudah mendaftar dan belum di panggil namanya silahkan maju kedepan!" Pria itu bertanya pada murid murid yang mendaftar Turnamen.
Tapi tidak ada satupun yang maju kedepan, dan berarti semua yang mendaftar Turnamen sudah di berikan nomor.
"Jika semua sudah di beri nomor, maka aku akan memberitahu peraturan Turnamen ini!."
"Ke Satu, Jika kalian menyerah, maka angkatlah tangan kalian. Ke Dua, Siapa yang melewati garis putih di atas Podium ini, maka akan di nyatakan kalah. Ke Tiga, Kalian boleh melukai lawanmu, tapi jangan membuatnya menjadi cacat apalagi mati.
Dan Ke Empat, Yang bisa memasuki Keluarga Utama Bai hanya 7 orang saja, maka dari itu berusahala sebisa kalian, untuk memasuki Keluarga Utama Bai. Kalian Mengerti!." Pria itu berteriak dengan keras sambil memberi tahu peraturan dari Turnamen.
Mengerti!!, Semua murid yang mengikuti Turnamen menjawab dengan teriak juga.
"Baiklah, jika kalian mengerti, dalam waktu 30 Menit, kalian harus menyiapkan dirimu untuk bertarung. Pada saat aku memanggil nomor kalian maka kalian maju dan hadapin lawan kalian." Setelah berbicara, Pria itu turun dari Podium Turnamen.
Disisi Bai Long, Bai Long dan temen temennya berpisah dari tempat itu dan mulai menyiapkan strategi untuk bertarung. Di dalam otak Bai Long hanya ada satu kata, yaitu harus Menang!
30 Menit berlalu, dalam waktu 30 Menit Bai Long sudah menyiapkan strategi yang akan dia gunakan pada waktu Turnamen.
Pria tadi, naik ke atas Podium lagi dan membawa kertas di tangannya.
"Sudah 30 Menit berlalu, inilah waktunya Turnamen akan di Mulai!." Pria itu berteriak keras membuat para warga dan murid yang menonton ikutan berteriak.
"Baiklah, saya akan memanggil acak nomor yang akan bertanding sekarang."
"Nomor 1 dan Nomor 25, silahkan naik ke atas Podium." Lanjut Pria itu memanggil peserta.
Naiklah seorang pemuda di sebelah kanan Podium sekitar berumur sama dengan Bai Long, dan sebelah kiri pulak, maju seorang pemuda yang gendut dengan membawa Palu.
"Kalau begitu, Turnamen ronde pertama di Mulai!."
Mendengar itu, mereka tidak langsung menyerang satu sama lain, mereka menatap satu sama lain. Setelah beberapa detik melihat satu sama lain, pemuda gendut itu langsung berlari ke arah lawan di depannya dengan membawa Palunya.
Pemuda di sebelah Podium kanan tidak tinggal diam, dia mengeluarkan pedangnya dari pinggangnya dan maju ke depan. Mereka terus bertarung satu sama lain, beradu teknik.
Sampai beberapa menit berlalu, kondisi mereka berdua sudah babak belur dan baju yang koyak koyak seperti gembel. Tiba Tiba pemuda gendut itu mengangkat tangannya.
"A-aku menyer-" Belum menyelesaikan bicaranya, pemuda gendut itu langsung jatuh di atas Podium.
"Pemenang Turnamen pertama, adalah Nomor 1." Sorakan terdengar dengan sangat keras, para penonton terhibur dengan aksi 2 Pemuda tadi.
"Petugas kesehatan, bawah mereka dan sembuhkan mereka." Pria itu memanggil seorang petugas. Naiklah 5 orang pria membawa Pemuda yang bertanding tadi.
Setelah membawa 2 Pemuda tadi, Pria itu mulai memanggil Nomor Nomor yang lain untuk bertarung. Bai Long terus manatap orang orang yang bertarung dengan tatapan serius, dirinya tidak ingin meremehkan lawannya.
Bai Long juga menatap sangat serius pada saat Bai Shen di panggil untuk bertanding, Bai Shen menang dengan sangatlah cepat membuat Bai Long tidak bisa melihat celah dari diri Bai Shen.
Bai Shin dan Bai Rue juga sudah bertanding, Bai Shin menang sangat lambat dengan yang lainnya. untuk Bai Rue dia menang dengan menggoda orang yang menjadi lawannya dan itu berhasil.
Bai Long juga sudah maju, dirinya tentu saja memenangkannya dengan sangat mudah, hanya dengan dua kali Pukulan Penghancur Bukit, mungkin lawannya saja yang terlalu gampang.
____2 Jam Berlalu____
Sudah 2 jam Turnamen di mulai, dan itu sangatlah meriah banyak para warga desa dan murid selalu berteriak sangat kenceng, membuat Podium Turnamen tidak pernah tenang.
"Kita sudah mencapai puncak Turnamen ini, hanya tinggal 10 Orang saja yang akan bertarung satu sama lain." Suara Pria itu terdengar kembali di Podium.
"Baiklah silahkan maju Nomor 9 dan Nomor 46." Lanjut Pria itu.
Maju pemuda dengan beda jenis, di sebelah kanan maju seorang pemuda dengan membawa pedang di pinggangnya. Di sebelah kiri maju seorang gadis cantik membawa pedang di tangannya.
"Mulai!!."
Tanpa menunggu lama, mereka mulai maju dan mulai beradu teknik pedang yang mereka miliki. Mereka terus beradu teknik pedang, dan banyak yang kagum pada pemuda itu yang tidak mandang jenis, pemuda itu bahkan hampir membunuh wanita di depannya, dan untung saja gadis tersebut mengelak.
Sampai beberapa menit berlalu, pemuda itu keluar dari garis pembatas membuatnya kalah dari pertandingan yang membuatnya sangat kesel.
"Pemenangnya adalah, Nomor 9!." Sorakan tedengar kembali di bawah Podium Turnamen.
"Nomor 42 dan Nomor 39, silahkan maju."
Ini saatnya Bai Long maju membuat dirinya gugup karena lawannya adalah Bai Shin. Bai Long tidak perna melihat Bai Shin mengeluarkan kekuatannya atau serius dalam pertarungannya.
Saat Turnamen, Bai Shin seperti memainkan lawannya supaya tidak terlihat mencolok, tapi tidak dengan Bai Long, dia tau bahwa Bai Shin memainkan Lawannya. Bahkan saat sparing melawan saudaranya yaitu Bai Shen, Bai Shin memenangkannya dengan mudah, itu membuat Bai Long gugup.
Mau tak mau Bai Long hanya bisa maju, dan mencoba sebisa mungkin untuk memenangkan pertandingan ini, walaupun dirinya tidak yakin apakah dirinya bisa menang dari Bai Shin.
Bai Long dan Bai Shin sudah naik ke atas Podium dan menatap satu sama lain, Bai Shin melihat Bai Long hanya dengan wajah datarnya saja.
"Mulai!."
Bai Long dan Bai Shin tidak bergerak di tempat dan masih melihat satu sama lain.
"Apakah kau mau memenangkan Turnamen ini?." Bai Shin bertanya dengan suara pelan dan hanya bisa di dengar oleh Bai Long.
"Yah! aku sangat menginginkan memenangkan Turnamen ini." Bai Long menjawab dengan menatap tajam Bai Shin.
"Begitukah, Baiklah jika itu yang kau inginkan....." Bai Shin berbalik dan mengangkat tangannya. ".....Aku menyerah." Lanjut Bai Shin yang membuat seluruh Podium terkejut bahkan Patriak dan Tetua terkejut dengan pengakuan menyerah Bai Shin.
"Ehhh?!." Bai Long tidak bisa menahan terkejutnya.
Bai Shin memhentikan langkahnya dan berbalik. "Bukankah kau ingin menjadi nomor satu? maka dari itu aku menyerah." Jawab Bai Shin pelan dan tersenyum sedikit membuat Bai Long sedikit linglung dengan senyumannya.
"P-pemenangnya adalah Nomor 39 atau Tuan muda Bai Long." Penyataan tersebut membuat Podium semakin bising, dan bertanya tanya kenapa Bai Shin menyerah.
Melihat hal ini Bai Long mundur kebelakangan dengan wajah yang rumit dan seneng. Dirinya sedikit bingung kenapa Bai Shin menyerah kepada, dan juga dirinya seneng karena menang dan menuju babak selanjutnya. Walaupun Bai Shin menyerah, dia tetap akan masuk ke Keluarga Utama Bai, karena dirinya sudah memasuki 7 Besar.
_________
Bersambung
Jangan Lupa
Like
Coment
Vote