COOL BOY GUS FASHAN
🌸SEASON DUA DARI USTADZ MUDA ITU SUAMIKU🌸
Seorang pria gagah, tampan, pemalu dan dingin. Sangat menyayangi keluarganya. Seorang pria berumur 25 tahun, Muhammad Fashan Ali Zainul Majdi. Si sulung dari 4 bersaudara.
Kisah cintanya tak berlangsung mulus, apalagi saat dia dituduh atas perbuatan yang tidak pernah dia lakukan. Namun, walaupun begitu. Dia adalah pria yang taat agama dan Sholeh. Menginginkan pasangan terbaik, bahkan keislamannya pun sangat berharga untuk nya. Gus Fashan adalah seorang pebisnis muda, guru dan pengurus pesantren keluarganya Al Bidayah. Karena kejadian malam itu, setelah yakin dengan sholat istikharah. Dia menikahi seorang gadis yang memiliki sifat tidak jauh-jauh darinya, dingin, cuek, galak dsn ketus. Gus Fashan berusaha menjadi sosok yang baik untuk istrinya tercinta Raihanah Sufu Embrace, 22 tahun, santriwati baru di pesantren. Gus Fashan berusaha menjadi pencair suasana, jika dia masih bersikukuh dengan sikap cueknya, entah bagaimana rumah tangga nya dengan Raihanah. Gus Fashan akan terus berusaha mendapatkan penerimaan yang ikhlas dari istrinya, walaupun sulit dan memerlukan waktu. Akankah si ketus Raihanah luluh? kita simak kisahnya..
Happy reading
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melaheyko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21: Honeymoon
Pagi ini, semuanya sarapan bersama seperti biasa. Raihanah terlihat diam, memperhatikan semua masakan yang dimasak Faiza. Begitu pintarnya Faiza memasak, tidak seperti dirinya.
Raihanah mengunyah makanannya lembut, Gus Fashan yang melihat istrinya melamun menyenggol kaki istrinya di bawah meja. Sontak, Raihanah menoleh padanya.
”Kenapa?” Gus Fashan berbisik.
”Enggak” singkat Raihanah juga berbisik.
Umi Nailah diam, memperhatikan keduanya yang berbisik-bisik.” Kenapa Rai? mau tambah neng. Sok aja nambah jangan sungkan-sungkan” ujar umi Nailah dan Raihanah tersenyum.
”Enggak umi, ini sudah cukup” jawab Raihanah. Umi Nailah tersenyum dan melanjutkan sarapannya. Setelah selesai sarapan, Gus Fashan diam dan ingin berbicara kepada umi dan abinya.
”Umi, Abi. Aku sama Raihanah nanti Jum'at sore mau pergi” ujar Gus Fashan, semuanya menoleh padanya.
”Kemana?” tanya Abi Farhan
”Mau....” Ucapan Gus Fashan menggantung.
”Mau honeymoon ke puncak” ucap Raihanah meneruskan ucapan suaminya tanpa ragu. Faiza dan Fara tersenyum lebar, umi dan Abi terlihat melongo mendengarnya.
”Ikut dong” goda Fara.
”Apaan sih” ketus Gus Fashan dan Fara cengengesan.
”Hati-hati dijalan, pake mobil aja” ucap abi Farhan. Dan Raihanah menggeleng kepala.
”Rai mau pakai motor bi” ujar Raihanah, Gus Fashan diam dan sesekali memijat dahinya.
”Ya sudah terserah” kata abi Farhan sambil tersenyum, Raihanah tersenyum lebar dan menyenggol lengan suaminya karena suaminya hanya diam saja. Semuanya bangkit untuk siap-siap pergi. Gus Fashan tidak bisa mengantarkan Raihanah dan Faiza saat ini, dia harus pergi ke sekolah dan bersama Fara.
”Aku pergi” kata Gus Fashan. Raihanah menyalami tangannya lembut lalu Gus Fashan mengelus pipi Raihanah sekilas, Raihanah diam terpaku. Dia menyentuh pipinya sendiri dan memperhatikan suaminya yang sedang memanaskan motornya. Setelah selesai Gus Fashan naik dan menatap Raihanah sekilas, Fara juga naik dan melambaikan tangannya.
”Assalamu'alaikum” seru Gus Fashan dan Fara.
”Wa'alaikumus Salaam” jawab semuanya. Motor pun melaju meninggalkan rumah dan Raihanah masih menatap punggung suaminya, sampai tidak terlihat lagi saat ini.
”Rai, Bian sama Kris pindah kampus kan?” tiba-tiba Faiza berucap.
Raihanah mendelik sebal.” Gara-gara mereka aku terlibat masalah, sampai harus menikah sama Gus Fashan. Aku patahin tulang ekornya kalau ketemu” tegas Raihanah dan Faiza tersenyum.
”Kamu nyesel nikah sama kakak aku Rai?” tanya Faiza lagi dan Raihanah menggeleng kepala.
”Enggak” singkat Raihanah sambil menunduk.
”Kakak aku emang dingin, tapi aku yakin sama kamu gak begitu. Bener kan hehe?” Faiza tertawa kecil dan Raihanah tersenyum manis. Faiza bangkit dan meraih tangan Raihanah untuk segera pergi, dia mengucapkan salam, dari dalam orang tuanya menjawab.
******
Jam istirahat, Gus Fashan tersenyum. Memandangi potret dirinya dan Raihanah yang fotonya ia jadikan wallpaper ponselnya.
Punya istri ketus banget, suka ngancem lagi. Kamu yang terbaik Rai, mengimbangi sikap aku yang cuek ini.
Gus Fashan bergumam, dia dan istrinya memiliki kepribadian hampir sama, jutek, ketus dan keras. Sama-sama cuek dan dingin. Gus Fashan mengalah, dia berusaha bersikap baik karena Raihanah istrinya, jika dia tidak berusaha mencairkan suasana, entah bagaimana jadinya rumah tangga nya. Rumah tangga yang diawali sebuah kejadian kurang menyenangkan, tapi mungkin itu memang sudah menjadi takdir yang Allah tuliskan untuknya dan Raihanah bersama.
Gus Fashan tiba-tiba menuliskan sesuatu, mengirimkan pesan kepada Raihanah.
”Assalamu'alaikum, pulang jam berapa?” pesan terkirim. Gus Fashan diam menunggu jawaban dari Raihanah, tidak lama hapenya bergetar dan pesan masuk dari istrinya.
”Sudah pulang” jawab Raihanah singkat, Gus Fashan terkejut dan lekas menelepon Raihanah.
”Halo assalamu'alaikum”
”Wa'alaikumus Salaam”
”Kamu sudah pulang, kenapa gak bilang sama saya?" sedikit kesal.
"Kamu kan sibuk di sekolah, saya bisa pulang sendirian Gus” jawab Raihanah sinis, karena nada bicara suaminya juga begitu.
Gus Fashan diam sejenak, lalu mengusap tengkuknya.
”Oke, sekarang lagi apa?”
”Lagi bantuin umi bikin kue”
Gus Fashan tersenyum.
”Emang bisa?” ejek Gus Fashan sambil tersenyum lebar.
"Bisa lah, Gus pulang kapan?” Raihanah sedikit merengek.
”Kenapa? kangen sama saya?” godanya lagi.
”Nyebelin” Raihanah kesal, dia sedikit membentak saat ini. Gus Fashan terkekeh dan membuat semua orang disekitarnya terkejut, untuk pertama kalinya mereka mendengar dan melihat Gus Fashan tertawa selepas itu.” Sudah dulu, lagi bantuin umi nih”
”Oke, saya pulang sebentar lagi. Assalamu'alaikum”
”Wa'alaikumus Salaam”
Panggilan berakhir, Gus Fashan tersenyum dan memasukkan ponselnya. Raihanah lekas kembali ke dapur untuk membuat kue bersama ibu mertuanya. Umi Nailah menoleh dan tersenyum melihat Raihanah kembali.
”Siapa yang telepon Rai?” tanya Umi.
”Gus Fashan mi” jawab Raihanah. Umi Nailah mengangguk dan tersenyum lagi, Raihanah membuat kue sambil diam-diam memperhatikan wajah ibu mertuanya, untuk pertama kalinya dia melihat wajah umi Nailah.
Umi waktu mudanya pasti cantik, dan baik, pantes abi Farhan sayang banget sama umi. Apa Gus Fashan juga bisa sayang sama aku seperti itu?
Raihanah langsung menggeleng kepala.
Bodoh, aku mikirin apaan sih. Aku sama Gus Fashan cuma terpaksa bersama, sudah itu aja. Jangan mikir aneh-aneh.
Bantahnya sendiri.
*****
Honeymoon.
Sesuai rencana, Gus Fashan dan Raihanah sore ini akan pergi ke puncak. Keduanya pergi meninggalkan rumah setelah sholat Ashar. Gus Fashan dan Raihanah memakai masker, untuk menghindari debu dan helm juga untuk keamanan diri. Gus Fashan sengaja mengarahkan kaca spion kepada istrinya, istrinya yang sedang memeluknya erat saat ini. Raihanah menyesal karena ingin pergi menggunakan motor, sekarang dia tidak tahan dengan cuaca yang semakin dingin menyiksa.
”Rai” ucap Gus Fashan, saat gadis itu mengusap-usap dada bidangnya berulangkali. Antara geli dan merasa terpancing, Gus Fashan menahan satu tangan istrinya itu, dan mengelus punggung tangannya, Raihanah tidak berhenti dan Gus Fashan tersenyum.
”Saya balas boleh ya, nanti?” seru Gus Fashan lantang, sontak Raihanah berhenti dan menjauhkan tangannya, dia terus menggeleng kepala dan Gus Fashan terkekeh.
”Dingin” rengek Raihanah, Gus Fashan menarik tangannya agar Raihanah memeluknya lagi, gadis itu memeluk Gus Fashan erat, bibirnya menempel di bahu suaminya, sesekali keduanya saling menatap di kaca spion.
Adzan Maghrib berkumandang, Gus Fashan berhenti di sebuah masjid. Raihanah turun dan memegang lututnya, dia memperhatikan minimarket disebelah masjid dan ingin membeli sesuatu.
”Nih” ucap Gus Fashan, memberikan mukena kepada istrinya.
”Haus, lapar juga. Beli minum sama roti dulu ya” pinta Raihanah.
”Tunggu disini” titah gus Fashan, dia melepaskan helmnya dan bergegas pergi menuju minimarket, Raihanah diam menunggu. Tidak lama, Gus Fashan kembali. Dia mendekati Raihanah yang duduk menunggunya. Gus Fashan berjongkok di hadapan istrinya itu.
”Capek ya?” ujar Gus Fashan, dia cubit hidung mancung istrinya gemas dan Raihanah tersenyum, Gus Fashan membukakan tutup botol minuman dan memberikannya kepada Raihanah, Raihanah menerimanya dan meminumnya.” Sholatnya gantian, saya dulu”
”Iya Gus” Raihanah mengiyakan, Gus Fashan bangkit dan Raihanah menikmati roti sambil memperhatikan kendaraan yang lalu lalang. Setelah Gus Fashan selesai, Raihanah yang pergi untuk sholat dan Gus Fashan menunggunya. Gus Fashan tersenyum saat ponselnya berdering dan panggilan masuk dari uminya.
”Iya halo, assalamu'alaikum umi"
”Wa'alaikumus Salaam, sudah sampai belum? jangan lupa Sholat” ucap umi Nailah yang baru selesai menunaikan shalat Maghrib, bahkan dia masih memakai mukenanya.
”Belum, masih jauh. Jam 8 kayak nya sampai, lumayan macet. Ashan sudah sholat, sekarang Raihanah. Lagi rehat sambil sholat magrib” tutur Gus Fashan dan umi Nailah tersenyum. Tidak lama panggilan pun selesai. Gus Fashan menoleh dan melihat Raihanah datang, gadis itu duduk dan Gus Fashan merapihkan kerudung istrinya, merapihkan rambut istrinya yang terlihat muncul keluar. Raihanah diam, orang-orang disekitar memperhatikan keduanya dengan seksama. Begitu romantis, entah keduanya sudah menikah atau hanya pasangan kekasih, itu yang mereka pikirkan.
”Kenapa cemberut?” tanya Gus Fashan.
”Capek” keluh kesah Raihanah seraya menggesekkan wajahnya di lengan Gus Fashan.
”Sebentar lagi sampai, semangat dong. Kamu yang maksa mau ke puncak” tutur Gus Fashan sembari mengejek, Raihanah semakin cemberut dan Gus Fashan menyuapi istrinya roti, setelah keduanya selesai beristirahat, keduanya kembali melanjutkan perjalanan.
Pukul 9 malam, keduanya sampai di penginapan, Raihanah memilih penginapan yang murah walaupun tidak ada dapurnya. Dia tidak mau suaminya terlalu banyak mengeluarkan uang. Setelah mendapatkan kunci, keduanya dibawa ke kamar mereka. Raihanah terlihat antusias saat melihat kasur.
”Terima kasih” ujar Gus Fashan kepada pegawai penginapan sambil memberikan uang tip. Gus Fashan menutup pintu dan menguncinya, dia perhatikan Raihanah yang sudah terpejam.
”Bersih-bersih dulu” titah Gus Fashan dan Raihanah membuka matanya.
”Ish” Raihanah langsung berpaling saat melihat punggung kekar telanjang suaminya. Gus Fashan tidak perduli, dia mau mandi dan Raihanah harus melihat dada telanjang nya.” Pakai baju” titah Raihanah.
Gus Fashan malah berbalik dan Raihanah menjerit.” Pakai baju gak?” kesal.
”Bukannya kamu bilang malam itu, suka ya?” ucap gus Fashan dan Raihanah mengernyit heran.
”Kapan aku ....” Salah." Kapan saya bilang begitu Gus?”
”Waktu kejadian itu, sampai pegang-pegang begini. Kamu hampir menodai saya Raihanah, gak inget?” tutur Gus Fashan dan Raihanah membuka tangannya, dia menatap suaminya sinis dan menggigit bibir bawahnya kelu memperhatikan tubuh seksi suaminya itu, idamannya.
”Gak ada perempuan yang menodai laki-laki” ketus Raihanah.
”Buktinya kamu waktu itu”
”Itu karena saya gak sadar Gus, jangan dibahas lagi” pinta Raihanah dan gus Fashan tersenyum. Gus Fashan menenteng handuk dan pergi untuk mandi, Raihanah menoleh dan mengusap wajahnya kasar. Setelah selesai mandi bergantian, keduanya berbaring bersama. Raihanah menyelimuti tubuhnya rapat-rapat, merasakan dingin yang begitu menyiksanya saat ini.
”Gus” panggil Raihanah, dia lihat pria itu sudah memejamkan matanya.” Gus, dingin” imbuhnya kembali, Gus Fashan membuka matanya dan menoleh.
”Sini, geseran” titahnya dan Raihanah tersenyum, dia bergeser merapat pada tubuh suaminya, Raihanah terus bergerak-gerak mencari posisi ternyaman.
”Sudah lumayan sekarang” ucap Raihanah sambil tersenyum, dua mendongak dan..
Deg...
Raihanah terkejut saat wajahnya menempel di wajah suaminya. Hidung keduanya beradu, pipi keduanya menempel.
”Umm...” Raihanah menahan nafasnya, berusaha mundur tapi gus Fashan menekan punggungnya. Raihanah gugup, dia salah karena meminta kehangatan dari suaminya saat ini.
”Kenapa?” Gus Fashan berucap dan terus menatap bibir istrinya. Raihanah menggeleng kepala dan tersenyum, dia berusaha mundur lagi tapi Gus Fashan tetap menahannya.
”Enggak mau peluk, aku mau bobo gus” ucap Raihanah begitu lucu, seperti anak kecil. Gus Fashan tersenyum, menjauhkan tangannya dan gadis itu beringsut perlahan-lahan, Gus Fashan terus tersenyum dan berbalik.
”Tidur” titah Gus Fashan, Raihanah menoleh dan menatap punggung suaminya, tidak lama gadis itu mendekat lagi, memeluk suaminya erat dan gus Fashan menunduk, menatap tangan mungil istrinya diperutnya. Baiklah, dia tidak akan memaksa. Dia juga ingin beristirahat saat ini, begitu juga dengan istrinya. Raihanah tersenyum, bibirnya menempel di tengkuk suaminya itu.
Aku takut, aku juga belum mau punya anak. Nanti ya, setelah aku siap. Raihanah bergumam.
****
Keesokan paginya, Raihanah dan gus Fashan mencari sarapan. Nasi kuning menjadi sarapan mereka pagi ini. Keduanya memakai jaket berwarna senada, begitu dingin dan Gus Fashan sesekali mengelus punggung Raihanah untuk memberikan kehangatan.
”Gus, cari makan buat makan siang ya” pinta Raihanah dan gus Fashan mengangguk.
Raihanah terdiam, mengehentikan aktivitas nya saat melihat seseorang yang dia kenali, laki-lakinya dia tidak kenal.
”Raihanah?” seru Zaskia, Raihanah tersenyum lebar melihat temannya ada ditempat yang sama.
”Zaskia, kamu disini juga. Beruntungnya kita ketemu disini” ujar Raihanah, dia meletakkan piring dan berdiri, lalu berpelukan sekilas dengan temannya itu. Tatapan Zaskia terus berfokus pada Gus Fashan, yang nampak tidak memperdulikan kehadirannya.
”Ini Erik pacar aku” ucap Zaskia, Raihanah terdiam. Zaskia sudah berani pacaran sekarang? padahal dulu dia begitu takut dengan laki-laki, Erik juga terlihat bukan laki-laki baik-baik. Raihanah tidak menyangka, Zaskia seberani itu merangkul seorang pria.
”Saya Erik” ujar Erik seraya mengulurkan tangannya, Gus Fashan bangkit dan menjabat tangan Erik erat.
”Saya Fashan” datar Gus Fashan memperkenalkan diri, Erik diam dan tarikan senyumannya lenyap, genggaman tangan Gus Fashan begitu kuat dan tangannya terasa ngilu. Erik yang kesal, akhirnya membalas dengan mengeratkan genggaman tangannya, tapi dia kalah dan genggaman tangan Gus Fashan semakin kuat menyiksanya.
”Gus..” Raihanah berbisik, dia jatuhkan tangannya di dada suaminya, mengusapnya lembut penuh kasih sayang. Melihat wajah Erik memerah, dan kedua tangan pria itu bergetar, dia yakin suaminya melakukan sesuatu.
”Apa sayang?” ucap Gus Fashan begitu lembut, Raihanah tersentak. Gus Fashan melepaskan tangan Erik dan mengusap tangannya ke jaketnya.
”Kenapa sih?” ketus Zaskia kepada Erik, Erik berbalik dan memegang tangannya. Zaskia mendelik sebal dan beralih menatap Raihanah dan Gus Fashan.
”Gus, gimana kabarnya?” sapa Zaskia begitu ramah, dia ulurkan tangan nya kepada pria yang langsung menunjukkan raut tidak suka. Kedua mata Raihanah membulat, menatap tangan Zaskia yang tak kunjung diterima suaminya.
Gus awas ya, kalau kamu berjabat tangan dengan gadis lain, aku cincang si Bono jadi dua belas.
Ancam Raihanah dalama hati. Gus Fashan diam memperhatikan raut wajah Raihanah, apa istrinya itu sedang cemburu sekarang?.
”Suami aku baik hehe” jawab Raihanah, Zaskia tersenyum kecut dan menjauhkan tangannya yang tidak dipedulikan Gus Fashan.
******
*Hai gaes, aku author. Tidak mengizinkan siapapun untuk mengscreenshot setiap bab dari cerita ku di mangatoon/noveltoon ini, untuk di-update si tiktok ataupun di media sosial yang lain. Untuk mengindari plagiat dan kenyamanan kita bersama, kalau ada yang penasaran, biarin mereka baca sendiri. Jangan lupa tinggalkan jejak dengan berkomentar, dukung semua karya aku dengan vote ya. Yang mau masuk grup chat silahkan, ada admin yang mengurus. Terima kasih