Setelah game bergabung dengan dunia nyata puluhan tahun kemudian, Randika terlahir kembali setelah dibunuh oleh seorang dewa karena bakatnya yang mengerikan.
Setelah terlahir Kembali sehari sebelum Game “Other World” diluncurkan, Randika yang memiliki ingatan tentang game tersebut mulai memanfaatkannya semaksimal mungkin.
Tapi kemudian tiba-tiba mucullah Jari Emas Randika yang disebut Unlimited Upgrade, karena hal itu Randika memulai petualangannya yang melebihi para pemain dan memimpin ke puncak dunia.
[Ding, System Unlimited Upgrade sedang mengikat…]
[1%]
[20%]
…
[100%]
[Ding, Selamat kepada host telah mengikat System Unlimited Upgrade]
[Ding, Selamat telah meningkatkan bakat Host ketingkat Tidak Diketahui]
[Ding, Selamat Host telah meningkatkan Fire Ball menjadi Fire Ball+10]
[Ding, Selamat Host telah meningkatkan Pekerjaan Tersembunyi ketingkat Mitos]
Dengan hal tersebut Randika menjadi pemimpin umat Manusia dalam melawan para Dewa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tunery, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hasil Drop Raja Serigala dan Membawa Pergi Bayi Serigala
21. Hasil Drop Raja Serigala dan Membawa Pergi Bayi Serigala
Naura yang sudah sedikit tenang tapi masih tidak ingin melepaskan pelukan kakaknya, sedangkan Randika yang melihat Naura tidak ingin melepaskan pelukannya tidak bisa berkata apa-apa dan terus mengelus kepala Naura.
Tapi segera Naura mulai melepaskan pelukannya dan mulai melihat ke bayi Serigala tersebut, dan kemudian Naura berjalan lebih dekat ke Bayi Serigala tersebut.
Saat Naura ingin menyentuh Bayi Serigala tersebut, tiba-tiba bayi Serigala tersebut seperti merasa ketakutan saat melihat Naura yang akan menyentuhnya.
Saat tangan Naura mulai menyentuh kedua Bayi Serigala tersebut, mereka mulai menghindari sentuhan Naura, karena bayi tersebut menganggap Naura adalah pembunuh, jadi Bayi Serigala tersebut sangat takut.
Tapi Naura juga tidak menyerah dan mulai mendekatinya lagi lalu memeluknya.
Saat Bayi Serigala tersebut diambil dan di peluk oleh Naura, mereka meronta dan ingin kabur, tapi Naura juga menenangkan bayi tersebut agar tidak perlu takut.
“Tidak apa-apa, biar aku jaga kalian mulai sekarang, jadi tidak perlu takut” Kata Naura dengan lembut sambil memeluk kedua Bayi Serigala tersebut.
Bayi serigala yang mendengar suara Naura yang lembut menjadi sedikit lebih tenang dan akhirnya tertidur di pelukan Naura mungkin karena syok melihat orang tuanya meninggal dan menangis saat melihat orang tuanya, jadi kedua Bayi Serigala tersebut segera tertidur karena Lelah.
Naura yang melihat Bayi Serigala tersebut tertidur menjadi tersenyum dan kemudian Naura berbicara kepada kakaknya.
“Kak, bagaimana kalau kita menguburkan Raja Serigala tersebut, aku merasa masih bersalah saat melihat kedua Bayi Serigala ini” Kata Naura
Randika yang mendengar permintaan adiknya langsung menyetujuinya karena Randika tidak ingin melihat wajah tertekan adiknya lagi jadi.
“Kalau begitu mari kita menguburkannya di sini saja, karena ini adalah tempat bayi serigala tersebut lahir mungkin, jadi lebih baik kita menguburnya disini” Kata Randika
“Baiklah kak” balas Naura
Kemudian Randika mulai menggali kuburan untuk Raja Serigala tersebut menggunakan Pedang Besar yang ada di Ranselnya.
Walaupun Randika memiliki pekerjaan Penyihir, bukan berarti penyihir tidak bisa memegang senjata lainnya hanya saja pekerjaan tersebut tidak cocok untuk menggunakan senjata jenis lain, karena permainan “Other World” pemain bisa berkreasi dengan bebas tanpa batasan.
Bahkan di kehidupan sebelumnya, Randika melihat pemain professional yang memiliki Profesi Assassin tapi menggunakan Tameng dan pedang sebagai senjatanya, bahkan ada juga Pendeta yang memegang panah sebagai senjatanya, dan masih banyak yang lainnya.
Jadi Randika dapat menggunakan Pedang Besar tersebut, Sedangkan untuk Level Peralatan, Randika tidak mempermasalahkannya karena itu merupakan Level Peralatan bukan syarat untuk memakai peralatan tersebut.
Hanya saja semakin tinggi perbedaan peralatan yang digunakan, efek peralatan tersebut akan sangat berkurang.
Jadi dengan begitu Randika segera menggunakan Pedang Besar untuk membuat kuburan sepanjang 10 Meter, lebar 5 meter dan kedalaman 5 meter untuk Raja Serigala tersebut dalam waktu 10 Menit saja karena atribut AGI dan STR Randika yang sudah sangat tinggi membuat pekerjaan menggali kuburan menjadi sangat cepat.
“Nah sekarang kitab isa menguburkan tubuh Raja Serigala tersebut” Kata Randika
“Aku akan membantumu kak” kata Naura
“Kamu tidak perlu repot, dan juga tubuh serigala ini pasti berat untukmu karena focus atributmu hanya pada INT dan DEX jadi lebih baik kamu menjaga bayi serigala saja” Balas Randika
“Baiklah…” kata Naura dengan lirih
Kemudian Randika segera membawa Tubuh Raja Serigala tersebut kedalam lubang yang telah digali olehnya, setelah selesai memasukkan tubu Raja Serigala tersebut kedalam lubang, Randika segera menutup lubang tersebut dengan tanah yang tadi dikeluarkan oleh Randika.
Dalam 5 Menit, Randika sudah selesai membereskan kuburan untuk Raja Serigala tersebut dan kemudian Randika Menancapkan Pedang Besar tersebut di bagian ujung atas kuburan Raja Serigala agar dijadikan sebagai penanda.
“Oke Sudah selesai, mari kita mengumpulkan barang-barang yang berserakan itu sebelum kita pergi” Kata Randika kepada Naura
“Hmm”
Kemudian Randika mulai mengambil satu per satu barang yang dijatuhkan oleh Raja serigala.
[Mendapatkan Darah Raja Serigala x1]
[Mendapatkan Tongkat Taring Raja Serigala]
[Mendapatkan Batu Penguatan Peralatan (Emas) x10]
[Mendapatkan Buku Skill ‘Shield Magic’]
[Memicu Efek Gelar [Monster Hunter] dan mendapatkan 500% dari semua pendapatan]
…
Kemudian setelah mengambil barang-barang tersebut, Randika mendengar Notifikasi dari Rhea
[Randika memicu Peningkatan Multiply, 5 Darah Raja Serigala menjadi 500 Darah Raja Serigala]
[Randika memicu Peningkatan Multiply, 50 Batu Penguatan Peralatan (Emas) menjadi 5000 Batu Penguatan Peralatan (Emas)]
…
Setelah menerima Notifikasi tersebut, Randika segera melihat informasi semua item.
[Darah Raja Serigala]
Tingkat: Perak
Jenis: Item Quest
Pendahuluan: Merupakan darah dari Raja Serigala yang berada di Hutan Rimbun
[Tongkat Taring Raja Serigala]
Tingkat: Perak
Level Peralatan: 10
Atribut:
INT: +10
Efek: (Jika Ada)
Pengenalan: Staff yang terbuat dari Taring Raja Serigala
Syarat Penggunaan: Pendeta, Penyihir, Summoner
[Batu Penguatan Peralatan]
Tingkat: Emas
Jenis: Barang Habis Pakai
Efek: Dapat meningkatkan peralatan tingkat Emas kebawah lebih tinggi
CD: 0 Detik
[Shield Magic]
Level: 1
Efek: Memberikan Shield sebanyak 100% dari jumlah HP pemain yang dapat bertahan selama 1 Menit
Pendahuluan: Dapat menyerap serangan Fisik maupun serangan Magis
Syarat: Pendeta, Penyihir, Summoner
…
Randika yang melihat Skill ‘Magic Shield’ akhirnya bisa dengan tenang dengan permasalahan HP nya, tapi Randika tidak segera menggunakan skill ataupun meningkatkannya, tapi berkata kepada Naura untuk Kembali ke Desa Pemula terlebih dahulu.
“Azalea, ayo kita Kembali ke Desa Pemula dan mencari seorang Tamer untuk menjinakkan Bayi Serigala tersebut” kata Randika
“Oke kak, tapi kenapa kita harus ke Tamer untuk menjinakkan mereka, kita juga bisa kan?” kata Naura
“Tentu saja bisa, tapi efeknya tidak sebagus oleh seorang yang memiliki Sub Profesi Tamer dan agar kita dapat melihat status mereka dan juga mereka adalah Monster Liar, jadi lebih baik kita menyerahkannya terlebih dahulu kepada mereka, jika perlu kita juga bisa mempelajari Sub Profesi Tamer agar kita bisa merawat Bayi Serigala tersebut” Kata Randika
“Baiklah kalau begitu” balas Naura
Dengan begitu mereka mengambil gulungan Teleportasi Desa Pemula dan segera menggunakannya, Kemudian muncul Lingkaran Sihir di atas kepala dan di bawah kaki mereka berdua dan kemudian mereka diselimuti oleh cahaya putih dan langsung hilang seketika seperti tidak ada seorang pun yang pernah dating kesitu.
Setelah itu, Randika dan Naura segera mencari tempat seorang Tamer tingkat tinggi yang ada di desa pemula, dengan ingatan Randika, mereka berdua menemukan rumahnya dengan cepat dan segera mengetuk pintu rumahnya.
Tok… Tok… Tok…
“Permisi” kata Randika
Setelah itu seorang perempuan memakai baju pelayan perlahan membuka pintu rumah tersebut.
“Ya, apakah ada yang bisa saya bantu?”