Adrian seorang laki-laki berusia 28 tahun dan menjadi seorang CEO pemilik perusahaan ternama yang terkenal sombong, angkuh dan dingin. Dibalik sifat yang dingin, Ardian memiliki masa lalu yang kelam karena dimasa lalunya, Adrian pernah disakiti mantan kekasihnya yang sangat tega menduakan dirinya di belakang dan ditambah lagi orang tua yang meninggal karena dibunuh dan pada akhirnya Adrian merencakan untuk membalaskan dendamnya atas kematian kedua orang yang paling berharga di hidupnya.
Jesi Cleopatra seorang perempuan yang mandiri dan baik hati. Selain itu Jesi memiliki wajah yang cantik dan anggun, Jesi adalah seorang anak yatim piatu sama seperti Adrian. Namun, orang tua Jesi meninggal karena kecelakaan satu tahun yang lalu, disaat dia masih kuliah namun sekarang Jesi sudah lulus.
Suatu hari Jesi melamar perkerjaan di suatu perusahaan ternama yang tidak lain milik Adrian dari situlah awal pertemuan kedua orang itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yunike Yuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Memberikan Sebuah Kejutan Untuk Adrian
Jesi sangat senang, ketika Adrian mempercayai sandiwaranya. Walaupun sebenarnya ia sangat tidak tega membohongi suaminya sendiri namun Jesi akan meminta maaf setelah memberikan kejutan kepada Adrian nanti.
"Akhirnya rencana ku berhasil, maafkan aku ya mas sudah berbohong." Jesi langsung saja mempersiapkan dirinya untuk segera pergi ke mall dengan hanya memakai daster yang harganya tidaklah mahal yang terpenting Jesi merasa nyaman dengan pakain yang ia pakai. Bahkan Jesi hanya memakai sendal jepit untuk pergi ke mall dengan rambut yang di kepang satu ke belakang.
Sesudah Adrian berangkat ke kantor, Jesi pun beranjak pergi ke mall dengan sangat tergesa-gesa karena ia takut ketahuan kebohongannya terbongkar oleh suaminya.
Di dalam mall Jesi tampak bingung dengan apa yang harus ia beli, padahal saat di rumah ia sudah merencanakannya untuk membeli apa yang ia beli. Sedangkan catatanya tertinggal di atas meja make up karena ia terlalu terburu-buru untuk berangkat.
"Sebaiknya aku mencari bahan kue terlebih dahulu,"
Jesi langsung melangkahkan kakinya untuk segera membeli apa yang baru saja ia ingat. Dengan cepat Jesi memasukkan barang belanjaan kedalam troli, setelah semuanya selesai Jesi kembali berpikir untuk memberikan sebuah kado yang terindah untuk suami tercintanya. Ia harap kado darinya membuat Adrian tidak bisa melupakan kenangan darinya. Walaupun ia tahu kado yang ia beli tidaklah mahal namun Jesi akan memastika kado tersebut sangat disukai suaminya nanti.
Setelah semua apa yang ia butuhkan sudah ada kini Jesi pun dalam perjalanan pulang. Jesi merasa kegiatannya hari ini cukup melelahkan dan sedikit membuatnya ngos-ngosan tapi karena hari ini adalah hari spesial suaminya Jesi tetap bersemangat untuk melakukan apapun demi membuat suaminya senang dengan kejutannya.
***
Sesampai dirumah Jesi langsung saja meletakan barangnya dan mulai mengerjakan pekerjaanya dengan membuat kue terlebih dahulu, sebenarnya Jesi tidaklah pandai untuk membuat kue sehingga ia pun akhirnya membuka google untuk melihat semua caranya. Jesi sudah mulai paham apa yang harus ia lakukan lalu ia pun langsung melakukannya sesuai yang ada di video.
Cukup lama Jesi mengolah kue tersebut, kini ia pun memasukkan kue yang berada di loyang berbentuk love itu kedalam oven. Pekerjaan Jesi tentu saja masih belum selesai karena ia berencana untuk mendekorasi ruangan itu dengan seunik mungkin.
"Pasti mas Adrian akan menyukainya. " Jesi sudah membayangkan bagaimana expresi wajah suaminya ketika melihat kejutan darinya nanti hingga ia pun terkikik geli. Tidak memerlukan waktu yang berjam-jam untuk mendekorasi ruangan kini semuanya beres dan Jesi pun langsung saja melihat kue yang ia pangang tadi dengan penuh bersemangat.
Sedangkan disisi lain, Adrian tampak sangat gelisah memikirkan istrinya yang berada di rumah sendirian hari ini, bahkan bekerja saja ia sangat tidak fokus untuk mengerjakan pekerjaanya karena semua pikirannya selalu memikirkan wajah istrinya yang berada di rumah.
"Alfin!"panggil Adrian.
"Iya, Pak. Ada apa?" tanya Alfin.
"Tolong kamu handle semua sisa pekerjaan saya karena sekarang saya ingin menemani istri saya di rumah yang sedang sakit."
"Baik, Pak," ucap Alfin lalu pamit keluar dari ruangan Adrian.
"Sebaiknya aku mencari buah saja terlebih dahulu,"gumam Adrian.
Adrian langsung mengambil jas nya dan segera keluar dari ruang kerjanya dengan sangat tergesa-gesa. Sudah berada di parkiran mobil, Adrian pun masuk lalu menghidupkan mobilnya dengan perlahan-lahan mobil Adrian meninggalkan halaman kantor miliknya.
Setelah mencari buah kesukaan Jesi, kini Adrian sudah dalam perjalanan untuk pulang. Membawa mobil dengan kecepatan penuh tentu saja tidaklah lama bagi Adrian untuk menempuh perjalanan menuju ke rumahnya.
"Seharusnya aku tidak bekerja hari ini dan menjaga istriku di rumah saja. Dasar laki-laki bodoh kamu, Adrian!" gumam Adrian sambil berjalan memasuki rumahnya dan memaki dirinya sendiri.
Adrian tampak bingung melihat rumah yang begitu gelap dan bahkan tirai jendela pun tertutup rapat, padahal ia yakin sendiri bahwa ia sudah membukanya supaya di dalam rumah tidak terlalu gelap saat di siang hari.
"Sayang, aku sudah pulang. Kamu dimana?" Namun tidak ada respon sama sekali yang Adrian dengar.
"Atau jangan-jangan istri ku sedang sakit parah di dalam kamar?!
Lalu Adrian pun menghidupkan semua lampu yang berada di rumah karena terlihat sangat gelap.
"Kejutan." Adrian yang melihat istri nya membawa kue terdiam sejenak, ia kira istrinya benar-benar sakit parah dan ternyata dugaannya salah sekarang, ia melihat sendiri istrinya sedang berdiri dihadapannya dengan sebuah kue yang berada di tangannya. Adrian langsung memeluk Jesi dengan penuh haru karena ini pertama kalinya ulang tahun nya dirayakan oleh orang yang ia sayangi.
Adrian kembali teringat dengan mantan kekasihnya dulu yang tidak pernah peduli dengannya ketika hari ulang tahunnya tiba. Adrian memang tidak memerlukan sebuah perayaan yang besar dan istimewa dari kekasihnya ia hanya ingin mendengar ucapan selamat itu saja adalah hal yang paling bermakna dalam hidupnya.
"Mas, kenapa diam seperti itu?"
"Aku sangat bahagia sayang sehingga aku tidak dapat berkata-kata lagi saat ini.Terima kasih sudah memberikan kejutan untuk suami mu ini."
Lalu dengan sekejap mata Jesi memberikan sebuah kecupan dibibir Adrian melihat itu semakin membuat Adrian merasa sangat senang sehingga Adrian langsung memeluk istri tercintanya.
"Mas Adrian lepasin, aku tidak bisa bernapas!"
"Maafkan aku Sayang, aku benar-benar bahagia dan terharu dengan semua kejutan ini."
"Benarkah?"
"Hm." Adrian melihat sebentar di sekitar sekelilingnya yang terlihat sedikit aneh dan membuat sakit mata melihatnya. "Kenapa ... memilih doraemon? Suami mu ini kan bukan anak kecil lagi, Syang." Adrian heran melihat dekorasi yang berwarna biru dan terlihat banyak boneka doraemon yang di tempel di dinding sebagian juga ada di bangku tamu.
"Waktu berbelanja di mall tadi aku lihat boneka doraemon sangat lucu sekali, ya sudah aku beli deh dan mendekor nya untuk kejutan mas sekaligus." Adrian hanya diam melihat ekspresi istri nya yang bercerita membuatnya sangat gemes.
"Baiklah, apapun itu aku akan tetap menyukai kejutan dari istriku ini," jelas Adrian.
"Mas, sekarang tiup lilinnya. Lihatlah, lilinya sudah hampir habis karena meleleh."
"Iya-iya istriku bawel."
"Mas, maaf ya kue nya gosong."
Jesi sedikit tidak enak hati ketika memberikan kue buatannya kepada suaminya sangatlah gosong karena waktu ia memasukkan ke dalam oven dirinya kelupaan untuk segera mengangkatnya. Melihat exspresi wajah istrinya, Adrian pun langsung mengambil potongan kue tersebut dan langsung melahapnya, ia tidak memperdulikan kue buatan istri nya yang gosong karena ia sangat senang ulang tahun di tahun ini di rayakan oleh orang yang dicintainya.
"Hem, tapi ini sangat enak, kok. Pasti istriku membuatnya terlalu sangat tulus."
"Tentu saja sangat tulus, Mas. Walaupun hasil kuenya terlihat seperti menjadi arang,"gumam Jesi dalam hati.
"Mas, sudah jangan dimakan lagi." Jesi tidak tega melihat suaminya yang terus memakan kue gosongnya, sehingga ia pun menghentikan Brian untuk memakannya.
"Tidak apa-apa ini enak, kok. Biar bagaimana pun buatan istri ku tercinta pasti tetap enak dan sangat nikmat rasanya."
"Cih!" Jesi hanya mengeleng-gelengkan kepalanya saja melihat suaminya
"Mas besok kan hari libur bagaimana kalau kita jalan-jalan?"
"Jalan-jalan? Kemana, Sayang?"
"Mm, ke pantai mau ya Mas ya? "Jesi berusaha untuk merayu Adrian supaya Adrian menuruti apa yang ia minta karena dirinya juga sangat bosan terus berada di rumah apa lagi dalam keadaan hamil seperti itu.
"Baiklah, apapun yang istri ku katakan. Aku akan mencoba untuk menurutinya selagi aku masih sehat dan kuat menemani istri tercinta ku ini, asalkan—" ucap Brian terpotong. "Asalkan apa, Mas?" tanya Jesi yang penasaran. "Melakukan itu!"
"Itu apa, Mas?"
"Bermain panas di kasur, Sayang," bisik Adrian yang langsung saja membopong tubuh Jesi masuk kedalam kamar.
Adrian pun perlahan-lahan merebahkan tubuh Jesi ke atas kasur yang cukup besar dan empuk itu, lalu dengan segera ia mencium bibir Jesi dengan cukup liar. Sedangkan Jesi tidak dapat melakukan apa-apa selain hanya bisa menikmati permainan yang di berikan suaminya itu. Adrian beralih mencium ke arah yang lain dari leher sampai menuju ke dua belahan d*d" Jesi.
"Pelan-pelan, Mas. Ingat anak kita," bisik Jesi di telingga Adrian supaya Adrian tidak melupakan anaknya dan Adrian hanya mengangukkan kepalanya saja, lalu melanjutkan aksinya dengan sangat berhati-hati hingga permainan panas itu berakhir.
***
Keesokan pagi nya mereka pun sudah bersiap-siap pergi ke pantai untuk liburan, saat di perjalanan yang sepi ada sebuah mobil hitam yang selalu mengikuti mobil mereka, awalnya Adrian tidak mencurigainya selama mereka dalam perjalanan namun sekarang ia merasa tidak adanyang beres sehingga Adrian melajukan mobilnya, mobil di belakang pun juga ikut melaju.
"Mas, kenapa membawa mobilnya kencang sih, aku sedikit takut, Mas"
"Maafkan aku sayang, sepertinya ada yang tidak beres kamu pegangan yang kuat!"
Adrian terus melajukan mobil dengan kecepatan penuh dan untung Jesi tidak mabuk karena pusing merasakan tekanan yang cukup membuatnya takut, terutama jalan tampak mulus sehingga Adrian membawa Jesi dengan keadaan aman-aman saja dan calon bayinya pun tidak terluka.
Setelah sekian lama di dalam perjalanan Adrian dan Jesi kini sudah sampai di tempat yang mereka tuju dan untungnya orang-orang yang sedang mengikuti mereka tadi tidak bisa mengejar mobil Adrian karena Adrian membawanya dengan kecepetan penuh di saat ada sebuah simpangan dan tentu saja Adrian mengambil kesempatan itu untuk membuat musuhnya tidak bisa mengejar mereka berdua lagi karena kehilangan jejak
Adrian pun mengambil ponselnya. "Halo, Alfin. Tolong kamu cari tau siapa yang berani mau mempermainkan saya dan tolong kamu cek mobil yang sudah saya rekam dari cctv mobil saya."
"Baik, Pak," sahut Alfin dari seberang telpon itu
"Dan kapan orang-orang suruhan saya bekerja untuk mengawasi istri saya dari jauh?"
"Mulai besok, Pak."
"Ok dan tolong kamu kirim kan beberapa orang untuk mengawali kami di pantai, nanti aku kirimkan alamatnya." Setelah mengatakan itu semua, Adrian pun langsung saja mematikan ponselnya, lalu menghampiri istrinya yang sedang menikmati suasana pantai saat ini.
"Telponan dengan siapa, Mas? Kok, lama?"
"Em, ini sekertaris Alfin mengatakan bahwa besok ada pertemuan klien dari luar negeri jam 10 pagi di hotel. Adrian berbicara tidak jujur kepada Jesi karena ia tidak ingin membuat Jesi membenci dirinya.
"Oh, begitu."
"Hem, iya, Sayang."
"Mas, fotoin aku apa boleh?"
"Foto bersama dengan suami mu ini, maukan, Sayang?" Jesi mengelengkan kepalanya tidak.
"Kenapa, Sayang?"
"Aku hanya ingin foto bersama calon anak kita di dalam sini aja, Mas. Aku tidak ingin berfoto dengan, Mas," jelas Jesi dan seketika Adrian menghembuskan nafasnya dengan sangat kasar mendengar omongan istrinya yang secara terang-terangan itu.
INI MAYA,, BENCI YG GK MASUK AKAL KE AMALA.. AKHIRNYA KBENCIAANNYA MNGANTARKN KE KMATIAN.... KLO SPRTI INI DNDAM TKKN HABIS2NYA, PSTI ORTU MAYA AKN BALAS DENDAM.. DN SELAMANYA AKAN TRUS BEGITU...