NovelToon NovelToon
Bukan Suami Pilihan

Bukan Suami Pilihan

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Nikahmuda / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Bundew

Anneke Halley Anggara adalah putri bungsu dari keluarga Halley yang hidupnya sempurna dan bergelimang kemewahan serta kasih sayang dari orang tua dan kakak-kakaknya.

Abiano, seorang pemuda yatim yang harus bekerja paruh waktu di sela-sela waktu sekolahnya demi membantu perekonomian sang ibu

Satu keusilan yang Abi lakukan pada Anne, membuat gadis itu menaruh dendam kesumat pada Abi.

Namun sebuah kejadian yang tak disengaja saat malam prom nite, membuat Anne dan Abi harus terjebak dalam sebuah hubungan yang tak diinginkan.
Dua remaja yang selalu berseteru tersebut terpaksa harus menikah muda, bahkan sebelum keduanya dinyatakan lulus SMA.

Bagaimana akhirnya hubungan pernikahan antara Anne dan Abi?
Apakah keduanya akan terus berseteru sebagai suami istri?

Atau keduanya akan mulai berdamai dan saling jatuh cinta?

Kisah ini merupakan lanjutan dari karya saya "Suami Bayaran Nona Bellinda"
Menceritakan tentang anak bungsu Devan dan Bellinda

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KHILAF

Abi mengulurkan tangannya ke arah Anne dan segera membantu gadis itu untuk naik ke atas motornya.

Setelah Anne naik, segera Abi memacu motornya meninggalkan kawanan orang-orang jahat tadi.

Setelah berkendara dalam kebisuan selama sepuluh menit, motor Abi masuk ke sebuah gang sempit.

Anne masih diam di belakang seraya melingkarkan lengannya ke pinggang Abi.

Aneh!

Kenapa Anne hanya diam sedari tadi?

Abi baru saja memarkirkan motornya dan hendak turun, saat pemuda itu merasakan tubuh Anne yang limbung, nyaris jatuh.

Ya ampun!

Apa gadis ini mabuk?

Susah payah Abi membawa masuk Anne ke dalam rumah sederhana, tempat dirunya tinggal bersama sang ibu. Suasana rumah sudah sepi, sepertinya bu Sani sudah tidur.

Masih dengan langkah mengendap-ngendap, Abi membawa Anne masuk ke dalam kamar.

Gadis itu langsung terkulai lemas di atas kasur Abi.

"Anne!" Panggil Abi seraya mengguncang tubuh Anne.

"Hai, cowok tampan? Kau tampan sekali?" Anne tiba-tiba sudah bangun dan mengalungkan kedua lengannya di leher Abi.

Apa?

Ada apa dengan gadis ini?

"Kenapa disini panas sekali? Apa AC-nya mati?" Tanya Anne lagi yang langsung membuka bajunya begitu saja menyisakan baju dalam yang membalut tubuh seputih susu itu.

Abi berulang kali menelan salivanya karena melihat tubuh Anne yang hanya terbalut baju dalam.

Gadis ini gila!

"Aku seperti mengenalmu, cowok tampan," Anne mengusap pipi Abi dengan tangannya yang lembut.

Dasar bodoh!

Seharusnya Abi tadi mengantar Anne pulang dan bukan malah membawanya ke rumah seperti ini.

"Kau berkeringat, Cowok tampan! Buka saja bajumu!" Anne membuka kaus yang dikenakan oleh Abi. Dan Abi hanya diam mematung seakan pasrah.

Kendalikan dirimu Abi!

Kendalikan dirimu!

Tidak bisa!

Abi tidak bisa menahan ini semua.

Gadis gila ini yang mulai, jadi jangan salahkan Abi!

Abi mendorong tubuh Anne hingga gadis itu jatuh ke atas kasur.

Anne memekik kecil, namun secepat kilat Abi membungkam bibir gadis itu dan dengan cepat melucuti baju dalam Anne.

Di menit selanjutnya, dua tubuh polos itu sudah bergelut di atas kasur milik Abi. Hingga akhirnya Abi mendapati satu hal yang membuatnya menyesal sudah melakukan ini semua.

Anne masih perawan dan Abi baru saja merenggutnya.

Dasar bodoh kamu, Abi!

Flashback off

****

Taksi yang membawa Anne sudah tiba di depan rumah besar keluarga Halley.

Anne segera turun dan memutar lewat pintu pagar samping rumah. Suasana halaman masih sepi. Jam di arloji Anne menunjukkan pukul tujuh pagi.

Apa Anne langsung menyusup ke kamarnya saja dan tidak perlu lewat pintu depan?

Ah! Tapi itu konyol.

Bukankah Mom dan Dad tahunya Anne baru pulang dari rumah Emily?

Jadi kenapa Anne harus risau?

"Baru pulang, Anne?" Sapaan dari Liam sontak membuat Anne terlonjak kaget.

"Eh, Abang. Iya baru pulang dari rumah Emily. Abang mau olahraga, ya?" Anne berbasa-basi pada abang cowok satu-satunya tersebut.

"Nggak! Mau berenang!" Jawab Liam berkelakar.

Abang Anne yang satu ini memang hobi sekali bercanda dan bergurau.

Anne mencibir,

"Renang pakai baju komplit begitu! Nggak takut tenggelam memang?"

"Tunggu!"

Liam mendekat ke arah Anne dan memperhatikan dengan seksama noda merah di leher putih Anne.

"Kamu pacaran?" Tanya Liam cepat yang raut wajahnya sudah berubah serius.

"Nggak ada!" Sergah Anne cepat.

"Trus ini apa?" Liam menunjuk noda merah di leher Anne sebelah kanan.

"Apa memang?" Anne memasang raut wajah polos.

"Kamu benar menginap di rumah Emily semalam?" Tanya Liam lagi menyelidik.

"Iya benar, Bang! Tanya saja sama Valeria!" Jawab Anne dengan nada meninggi.

"Biasa aja kali! Nggak usah nge-gas! Masuk sana! Ditungguin sama Mom dan Dad!" Liam tersenyum mengejek ke arah Anne sebelum pria itu berlalu meninggalkan teras dan meninggalkan Anne.

Mati kau Anne!

Segera Anne melepas ikatan rambutnya dan mengurai rambut lurus sepunggung tersebut. Sedikit membenarkan agar rambutnya menutupi noda merah yang tadi dilihat oleh Liam.

Brengsek memang si Abi!

Kenapa juga harus meninggalkan jejak di leher Anne?

Anne akan memutilasi milik Abi kalau sampai Anne mendapat hukuman dari Mom dan Dad.

Anne melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah dengan degup jantung yang sudah tak terkendali. Berulang kali Anne menarik nafas panjang demi menormalkan irama jantungnya, tapi sepertinya tidak berfungsi kali ini.

Rasanya seperti ingin masuk ke tiang gantungan saja.

"Anne!" Kali ini Kak Thalia yang menyapa Anne.

Salah satu kakak kembar Anne itu baru saja turun dari tangga dan hendak masuk ke ruang makan.

Suara Thalia yang menyapa Anne sontak membuat Mom dan Dad yang sudah berada di ruang makan ikut menoleh ke arah Anne.

"Baru pulang, Anne?" Tanya Dad Devan yang semakin membuat jantung Anne ingin meloncat keluar dari rongganya.

"I-iya, Dad! Anne ke kamar dulu," pamit Anne cepat dan sudah melangkahkan kakinya ke arah tangga.

"Duduklah disini dulu, Anne!" Titah Mom Belle yang langsung membuat Anne menghentikan langkahnya.

Anne menghela nafas panjang sekali lagi dan melangkah masuk ke ruang makan. Gadis itu memilih untuk duduk di kursi yang dekat dengan Dad-nya.

Thalia juga sudah ikut masuk ke ruang makan dan mengambil tempat duduk di seberang Anne. Gadis berusia 22 tahun tersebut langsung menggigit roti coklatnya masih sambil menatap ke arah Anne.

"Sudah sarapan?" Tanya Mom Belle pada Anne yang duduk dengan ekspresi tegang.

"Belum, Mom. Tadi langsung pamit pulang dari rumah Emily," jawab Anne berdusta.

"Kenapa menginap tidak minta izin dulu pada Mom dan Dad? Ponsel juga mati semalaman. Kau membuat kami semua cemas, Anne!" Cecar Dad Devan yang mulai menginterogasi sang putri.

"Iya, Anne minta maaf, Dad! Ponsel Anne kehabisan baterei dan Anne tidak tahu," jawab Anne memberi alasan.

"Kenapa tidak pulang bersama Valeria?" Thalia ikut-ikutan bertanya.

"Valeria dijemput Abang Kyle sebelum acara selesai. Anne tidak dapat tumpangan dan kebetulan Om Satria datang menjemput Emily. Jadi Anne menumpang saja di mobil Om Satria," cerita Anne mengarang indah.

"Emily tidak pulang bersama Sean?" Thalia sedikit bingung.

"Iya maksudnya Anne, kami bertiga dijemput sama Om Satria."

"Anne, Sean, dan Emily," jelas Anne sekali lagi ikut-ikutan bingung.

"Mom dan Dad percaya pada Anne, kan?" Tanya Anne takut-takut.

"Iya, kami percaya. Makan sarapanmu!" Jawab Mom Belle seraya meletakkan dua potong roti dengan selai stroberi ke hadapan Anne.

Anne hanya meringis sebelum mulai menggigit roti stroberinya.

Selamat kamu, Anne!

.

.

.

Terima kasih yang sudah mampir.

Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.

1
Lilee
Luar biasa
Alfi Alfi
bagus
Aqqila Busni
liam di culik sama yumi
Siti patma
Hahaha bukan stres thor yg benar struk kali
Ran Aulia
terimakasih author 👍👍👍👍👍👍😍😍😍😍
Shifa Burhan
konflik kesalah paham
* anne marah pada untuk marah itu masih wajar karena kalau anne labis dan hamil dan masih mudah udah melahirkan, annenpeegi dari kerumah orang tua masih bisa di menegeeri anne masih labil dan manja, tapi untuk keegoisan yang tidak mau tau penjelasan abi, tidak mau memaafkan dan paling parah nuntut cerai itu sudah sangat keterlaluan

*ayah devan marah normal untuk seorang ayah marah ketika merasa anaknya disakiti

*kasin abi dia disakiti terus tapi semudah itu masalah ini dianggap selesai tapi memikirkan perasaan sakit abinyang diperlakukan kurang adil oleh anne dan ayah devan, apapun alasan anne dan ayah devan salah tetap salah, contoh anne dia tidak mau memaafkan suaminya tapi dia dengan gampang minta maaf sekua beres, harusnya ada keadilan untuk abi, tidak adil kalau segampang itu anne dimaafkan
Prima Mustika
akhirnya Anne mau juga ketemu Abi
Prima Mustika
alur cerita benci benci jadi bucin
Prima Mustika
semua sudah terjadi semoga Abi dan Anne kuat menjalani kehidupan
dream
Sederhana....., klgnya baik..... gak ada drama sinetron ikan terbangnya
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
BKN RECEH LAGI BUNDEW,, TPI THE BEST BANGET...👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
ANAKNYA STEVE & EVE...
Sulaiman Efendy
TEGA BANGET NI BUNDEW, BRU AZA MULAI KUDA2AN.. DPT GANGGUAN...
Sulaiman Efendy
KYAKNYA ITU BUKAN THALITA, TPI THALIA.. SDGKN YG SKRG YG THALITA ASLI...
Sulaiman Efendy
😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
APA AKU LUPA ATAU APA YAA,, KLO TK SALAH SAAT LIAM & YUMI JDIAAN, ANNE UDH LHIRKN KEANO.. DISINI KOQ MSH HAMIL..
Sulaiman Efendy
ANNE SALAH FAHAM.... TU YUMI PACARNYA LIAM..
Sulaiman Efendy
KIRA2 ADA KSEPAKATAN APA ANTARA ABI DN JUSTIN,, KOQ ABI KYKNYA LUPA, TPI JUSTIN MSH INGAT, APA ADA HUBUNGNNYA DGN ANNE
Sulaiman Efendy
POSISI W.O.T, COCOK BUAT IBU HAMIL, POSISI DIPINGGIRAN RANJANG, ATAU DIATAS MEJA JUGA OKE, JDI GK NINDIH PRUT BUMIL..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!