NovelToon NovelToon
Aku Belum Mati, Suamiku!

Aku Belum Mati, Suamiku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Berondong / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat
Popularitas:21.4k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Kecelakaan tragis menimpanya, dianggap sudah mati. Rinda kembali ke rumah setelah beberapa bulan.

Namun ketika kembali, bukan sebuah sambutan selamat datang, melainkan sebuah pesta pernikahan megah antara suami dan kakaknya.

"Jasad ku tak kau cari, Gani! Dan kalian malah menikah lalu menggelar pesta megah? Ingat, aku masih istrimu, dan aku masih pimpinan TBBA!"

Semua mata menatap Rinda dengan tubuh yang bergetar takut. Seolah dirinya bangkit dari kematian. Tak terkecuali dengan Gani dan Teani

Namun diantara ketakutan semua orang, ada satu orang yang tersenyum atas kembalinya dirinya. Sang asisten pribadi, Jexen. Pria muda itu terus saja tersenyum ke arahnya.

Lalu, apakah Rinda akan bertahan dalam pernikahannya lalu menerima Teani sebagai madunya, atau melepaskannya?

Dan bagaimana reaksi Rinda ketika Jexen mengungkapkan perasaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Hidup 03

"Sayang, bagaimana persiapan pernikahannya? Kita mau nikah di gereja yang itu kan?"

Sreet

Bluk

Teani menarik tubuh Gani, lalu menjatuhkannya ke atas ranjang. Tak hanya itu, Teani juga naik ke atas tubuh Gani dan menindih perutnya.

"Aku tidak mau. Kamu bukannya sengaja mau mengenang Rinda kan?gereja itu adalah gereja tempat dimana kalian menikah dulu. Aku tidak mau di sana. Aku mau di gereja lain."

Melihat reaksi Teani dan jawaban dari wanita itu, Gani malah tersenyum. Dia menyentuh bok0ng Teani dan meremassnya keras.

Aaah

"Gani, jangan nakal kamu ya?" ucap Teani lirih.

"Kenapa hmmm? Tubuh mu jelas suka."

Gani menyeringai. Tangannya merembet naik, dari bawah ke atas, dan dari belakang ke depan. Gani mengusap lembut awalnya, namun pada akhirnya dia mencengkeram erat dada Teani hingga wanita itu memekik.

"Ughhh Gan, a-aku nggak tahan lagi," ucap Teani sambil melepas semua pakaiannya sendiri.

Dia menjatuhkan tubuhnya di atas Gani, dan mulai menjilati leher dan dada pria yang awalnya adalah adik iparnya itu.

"Aaah sial kamu, Teani. Kamu terlalu panas dan menggoda. Ughhh sial, brengsek, i-ini enak sekali Teani."

Gani mengerang nikmat saat Teani bermain dibawah sana. Memainkan miliknya dengan menggunakan mulut.

Pria itu mabuk kepayang. Merasa tak tahan lagi atas rangsangann dari Teani, Gani menarik tubuh wanita itu. Kini giliran dia yang berada di atas tubuh Teani.

Sebuah ciuman mengikat keduanya. Suara nafas memburu, bunyi cecapan demi cecapan terdengar nyaring dalam kamar yang sunyi.

"Gan, aku sudah tak tahan," ucap Teani. Dia merintih dan memohon dengan wajah yang piass.

"Tunggu sayang, masih belum," jawab Gani.

Gani lalu menjilat leher Teani, lalu turun ke dada dan turun hingga ke bawah lagi. Membuat Teani menggelinjang.

"Gani sekarang, cepat!"

"Hahaha, baiklah sayang. Sekarang, eughhh."

Gani dan Teani akhirnya melakukan penyatuan. Suara nafas keduanya memburu dan tidak beraturan. Hentakan demi hentakan dilakukan Gani, membuat mulut Teani tak berhenti mengeluarkan suara-suara yang menurut Gani seksi.

"Ughhh Gan, lebih cepet."

"As you wish, honey."

Gani mempercepat gerakan pinggulnya. Keduanya menggila hingga mereka sampai pada puncak kenikmatan.

"Ah sayang, kamu enak sekali," ucap Gani setelah mereka menyelesaikan permainan mereka.

"Cih bohong. Kalau sama Rinda, gimana?" sahut Teani cepat.

Huft

Gani membuang nafasnya kasar. Dia enggan saat nama itu disebut oleh Teani.

"Kenapa harus bawa-bawa dia sih?" keluh Gani. Wajahnya nampak kesal. Gani juga langsung beranjak dari atas ranjang.

"Kamu marah?" tanya Teani. Wajah Gani sebenarnya sudah menunjukkannya. Akan tetapi ia masih mencoba mengorek isi hati pria itu.

"Bukan marah, tapi orang yang sudah tidak ada, tidak perlu dibawa-bawa. Apalagi kita sedang bersenang-senang begini," jawab Gani.

Tak ingin lebih banyak mendengar ucapan Teani karena nanti pasti akan berakhir dengan perdebatan, Gani memilih masuk ke kamar mandi. Di dalam sana dia mengguyur kepalanya dengan air dingin dari sebuah shower.

Gani memejamkan matanya sejenak. Bayangan tentang senyum manis Rinda bergantian dengan wajah Rinda yang dipenuhi dengan ketakutan saat mobil mereka terjun ke jurang.

"Rinda," ucapnya lirih sembari memukul dinding kamar mandi.

Setelah hampir setengah jam berada di sana, Gani keluar. Sebuah handuk ia lilitkan di pinggangnya. Ia juga mengambil baju dari lemari dan memakainya.

Saat melihat barisan baju-baju itu, Gani kembali teringat oleh Rinda. Kamar itu adalah kamarnya bersama dengan Rinda. Namun setelah Rinda tdak pernah kembali, Teani mengeluarkan semua barang milik Rinda. Kecuali perhiasan dan barang-barang berharga lainnya.

"Kenapa? Kamu lagi mikirin apa? Rinda ya?" tanya Teani. Ada beberapa waktu saat Gani tiba-tiba diam. Dan Teani yakin bahwa saat itu pria itu memikirkan Rinda.

"Jasadnya, aku ingin melihat jasadnya. Kenapa kita tidak mencoba mencarinya lagi?" ujar Gani. Sudah hampir dua bulan. Mungkin jasad Rinda sudah tak berbentuk, tapi setidaknya Gani masih bisa melihatnya.

"Sudah lama, sulit pasti untuk menemukannya. Apalagi kawasan itu katanya masih ada binatang buas. Aku hanya ngerinya jasad Rinda tidak bisa ditemukan karena dimakan binatang," jawab Teani. Dia turun dari ranjang lalu memeluk tubuh Gani erat.

Gani mengangguk, apa yang dikatakan oleh Teani ada benarnya juga.

"Sudahlah, semua sudah berlalu. Sekarang kita lihat ke masa depan. Kamu harus bersiap untuk jadi suamku. Benark kan?" ucap Teani. Senyum tipis dibuat oleh wanita itu.

"Ya benar. Kita harus selalu melihat ke depan. Dan aku adalah suami mu. Setidaknya kita tidak akan melupakan Rinda. Dalam pesta pernikahan kita nanti, ayo letakkan foto Rinda," jawab Gani.

Sebuah ide yang bagus. Teani setuju dengan gagasan tersebut. Tak hanya akan membuat mereka masih mengingat Rinda, namun juga menunjukkan bahwa mereka menghormati Rinda.

"Jadi, apa kita bisa mulai lagi?" tanya Teani. Tangannya mulai meraba dada bidang Gani. Tangan itu lalu merembet terus hingga ke bawah. Teani mengusap dan memegang erat 'milik' Gani sampai membuat Gani melenguh.

"Aku sudah mandi, Teani," keluh Gani. Hanya di bibir dia berkata demikian. Karena pada kenyataannya, Gani menikmati permainan tangan Teani.

"Air banyak sayang, jadi nanti mandi lagi. Ah tidak, ayo mandi bersama."

Teani menarik tangan Gani, membawanya ke kamar mandi. Shower air dingin dinyalakan, dan mereka membiarkan tubuh mereka tersiram di bawahnya.

Sentuhan dan ciuman beriringan dengan luruhnya air shower. Desahaan dan erangan menjadi tambahan suara yang memabukkan.

Kesibukan mereka berdua mengalahkan segalanya. Sampai dering telpon dari ponsel keduanya tak terdengar.

Drtzzzz

Drtzzzz

"Tidak menjawab? Bagus, ini memang bukan lagi jam kerja. Haaah, kenapa orang yang baik harus selalu pulang lebih awal. Bu Rinda, aku masih tidak percaya Ibu meninggal. Ughh, kerja dengan Bu Teani sangat menguras tenaga dan pikiran."

Aina, wanita berhijab itu memijat keningnya yang berdenyut. Dia tak bisa lagi menyelesaikan pekerjaan itu sekarang.

Aina masih berada di kantor. Dia tidak bisa pulang dengan pekerjaan yang begitu banyak. Namun jam sudah menunjukkan pukul 22.00. Aina tidak sanggup lagi, terlebih putrinya sejak tadi bertanya tentang keberadaan dirinya.

"Ah terserah. Aku lelah. Kalau mau memecat ku, ya pecat saja. Lembur juga tidak ada apresiasinya kok."

Aina beranjak dari kursinya. Dia membereskan semua kertas yang ada di atas meja, lalu melenggang pergi sambil membawa tas tangannya.

Dari ruangannya hingga ke tempat parkir, Aina memijat lehernya yang sangat kaku dan juga tegang. Rasa lelah menggelayut, membuatnya ingin segera merebahkan tubuhnya di atas ranjang.

"Mbak?"

"Ya Allah. Oh ya Allah Jex. Kamu mengangetkan ku."

Aina terjingkat saat seseorang menyentuh bahunya. Namun saa lt melihat bahwa itu adalah Jexen, Aina pun nampak lega.

"Maaf, kok baru pulang Mbak?"

"Huh, tidak usah dibahas Jex. Kamu ada apa kemari? Apa mungkin kamu mau balik ke sini lagi?"

Aina mengerutkan alisnya saat melihat Jexen. Sudah dua bulan, pemuda itu tidak terlihat, tepatnya semenjak Rinda kecelakaan dan dinyatakan hilang lalu meninggal. Baru sekarang Aina melihat Jexen lagi.

"Entah. Tapi yang pasti aku mau mastiin sesuatu. Mbak Aina mau pulang? ini udah malam, terlalu berbahaya kalau Mbak pulang sendiri," ucap Jaxen.

Aina tidak mengerti. Dia bingung dengan sikap Jexen. Ia hanya melihat Jexen menjentikkan jarinya. Dan tak lama dari itu, seorang pria datang.

"Mahes, tolong ikutin mobil Mbak Aina ya. Mbak Aina, ini teman mu. Dia akan mengantar Mbak Aina sampai rumah."

"Baik."

Aina tak lagi bertanya. Namun hatinya diliputi rasa penasaran yang tinggi kepada pemuda ini. Ia merasa Jexen memiliki banyak hal yang disembunyikan.

TBC

1
GiZaNyA
denger tuh Jexen.. jangan kebablasan lhooo sama Rinda... bisa dijadiin penyetan kamu sama keluarga kamu kalo macem2🤣🤣🤣
GiZaNyA
heh Gani... situ kenapa Rinda kecelakaan ngga dicari dulu main langsung nikah aja... ya sekarang makanlah penyesalan kamu dan bersiap untuk diceraikan oleh Rinda...
dewi rofiqoh
Harus bersabar jexen! Dan harus bisa menahan diri 🤭🤭
GiZaNyA
akhirnya Rinda ngurus berkas cerai nya.... gaya banget si Teani mau balik ke TBBA... bae2 kena sleding Jexen kalo kerjanya main2...
Arin
Tapi lumayan lah hari ini bisa peluk Rinda sambil curi kecupan di kepala nya..... iya kan Jex. Mumpung Rinda gak sadar🤣🤣🤣
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
huh sok pamer tp bukan harta km dasar mokondo
GiZaNyA
pepet teeusss Rinda nya Jex... 🤣🤣
Arin
Ternyata yang ditakutkan Gani adalah kehilangan penopang hidupnya🤣🤣🤣. Gak ada yang biayain lagi untuk berfoya-foya dan bergaya seperti orang kaya. Sokor
Mundri Astuti
makanya buruan pisah rinda
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
di kristen mana bisa suami atau istri lebih dari satu
@$~~~tINy-pOnY~~~$@: berarti mualaf cmn buat bisa nikah aja?
total 6 replies
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
bisa jd kecelakaan itu emng disengaja tinggal siapa pelakunya blm jelas
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
pede bgt km masih ditempatkan posisi direktur kerjaan ajh g becus
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
orang numpang tapi mau menguasai huh,ada itu g ada hak ny
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
boleh g sih di gampar biar tau km tuh g PNY apa apa atas harta rinda
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ada hak apa yang bangun itu rumah PNY ibunya Rinda,hak apa yg km mau akui km tuh cm numpang
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
alasan aja padahal mah mau dekat sama Rinda
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
hahahah kaget kan km
dewi rofiqoh
Sepertinya rinda harus mengkaji ulang jabatan yang diberikannya pada temani! 🤔🤔Jika perlu tendang aja si tes dari TBBA
Sri Supriatin
Kalau kalimatnya bisa dimengerti hanya typo buat sy g masalah thor 👍👍👍
Ilfa Yarni
yg tegas ya rinda parasit hrs disingkirkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!