NovelToon NovelToon
Memilih Terbawa Arus

Memilih Terbawa Arus

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Mengubah Takdir
Popularitas:414
Nilai: 5
Nama Author: CICAK rawa

Selama tujuh malam, dia memimpikan hal buruk tentang pria yang selama ini dicintainya. Ketika hari lamaran tiba, dia memilih membatalkan perjodohan dan menjadikan Arus, pria berandal yang dibenci warga desa, sebagai alasannya.

Namun, semakin dekat dengan Arus, semakin dia menyadari bahwa pria itu tidak seperti yang orang-orang katakan. Di balik luka dan reputasinya, tersimpan kehidupan yang tak pernah dia bayangkan.

Awalnya hanya pelarian. Tapi bagaimana jika arus yang dia ikuti justru membawanya menemukan cinta yang sebenarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CICAK rawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3

 "Alya..." panggilnya.

 Alya menoleh...

 "eh mama, duduk ma"

 setelah Alya bergeser, sang ibu duduk di sebelahnya.

 "ada apa, kalo ada masalah cerita. Mama bukan orang lain, jadi lepasin aja masalah yang ada di kepala"

 karena sejak kecil, Alya memang di didik dengan terbuka oleh kedua orang tuanya.

 Akhirnya Alya tak ragu untuk menceritakan semuanya, termasuk mimpi 7 malam berturut turut itu.

 Sang ibu juga hanya mendengar tanpa memotong perkataan anaknya, ia hanya mengelap sedikit air mata yang menetes dari mata sang putri.

 "ibu paham, jadi karena mimpi ini kamu menolak lamaran nak Bagas, dan karena ini pula kamu memilih nak arus..."

 Alya sedikit mengangguk...

 ana mengelus rambut anaknya dengan lembut.

 "jujur ibu belum pernah mengalami mimpi sepertimu, jadi ibu tak bisa menyimpulkan ini hanya bunga tidur atau memang petunjuk, tapi apa kamu sudah mencoba meminta petunjuk dari sang pencipta."

 "sudah, bahkan mimpi ini ada setelah aku meminta petunjuknya.." jawab Alya.

"Kalo itu memang keputusanmu, mama tak akan ikut campur. Mama akan bicara dengan papamu, tapi tentang arus. Jujur mama belum bisa menerima menjadi menantu"

setelah beberapa perbincangan dengan sang ibu, Alya menjadi sedikit tenang.

Karena sudah malam, Alya akhirnya tidur dan ana keluar dari kamar sang putri.

Namun setelah keluar dari kamar sang anak, ana tak langsung ke kamarnya.

Dia berbelok ke ruang keluarga, dan di sana sudah ada Juan yang duduk tenang.

"gimana, ma..?"

ana menarik salah satu kursi di dekat juan.

Ia bahkan menceritakan tentang mimpi anaknya.

"hanya mimpi..?"

ana menggeleng...

"gak bisa di bilang cuma mimpi, ini kejadiannya 7 hari secara berturut turut. Dan ini juga terjadi setelah Alya meminta petunjuk ke sang pencipta."

Juan sedikit menunduk, dia tau mimpi ini terlalu aneh.

Tapi dari sifat Bagas sekarang, sepertinya mimpi itu mustahil terjadi.

Juan menarik napasnya sedikit lebih dalam.

"sudahlah, lagi pula penolakan itu sudah terjadi. Tapi ma"

Juan menatap sang istri....

"gimana tentang arus, apa mama berhasil ngebuat Alya yakin kalo arus gak cocok sama dia..?"

ana menggeleng lemas....

Dari gelengan ini saja Juan bisa paham apa jawaban nya..

"sudahlah, sepertinya kita tak dapat berbuat banyak sekarang. Kita berdoa saja semoga Alya bisa berubah pikiran, kalo enggak setidaknya arus yang jadi baik"

setelah itu mereka kembali ke kamar untuk beristirahat.

keesokan paginya, Alya seperti biasa pergi ke yayasan untuk mengajar murid di sana.

Namun kali ini ia melihat arus yang tengah duduk di atas motornya, sambil menggandeng kucing.

Entah keberanian dari mana, Alya melangkah mendekat menghampiri arus.

Menyadari ada yang mendekat, arus sedikit melirik. Namun hanya sedikit lalu kembali ke kucing di tangannya.

namun saat dekat, jantung Alya malah berdetak sangat cepat. Bukan karena jatuh cinta, tapi lebih ke takut kepada pria di depannya ini.

Dia sendiri bingung mau menyapa bagai mana, takut salah menyapa malah dia bisa bisa di larikan ke rumah sakit karena cedera.

Menyadari, gadis di dekatnya hanya diam. Akhirnya arus yang bertanya terlebih dahulu.

"kenapa ..!?"

namun di tanya begini, bukan merasa di sapa. Alya mala merasa sedang di intimindasi oleh pria di depannya ini.

Namun walau begitu, Alya tak mundur. Ia mencengkram sedikit lebih kuat buku yang ia peluk sejak tadi.

"arus, aku cinta kamu" ucap Alya.

Di bandingkan menyatakan cinta, kata kata Alya lebih terdengar sedang mendikte saking kakunya.

Arus menaruh kucing itu ke atas motornya, lalu ia menatap Alya yang terlihat sekali ketakutan.

"jika tak ingin mengatakannya tak usah di paksa"jawab arus.

"Tidak, aku benar benar mencintaimu"

"kau tak pandai berbohong, jadi lain kali belajarlah terlebih dahulu sebelum mencoba membohongi seseorang".

Arus kembali mengambil kucing yang tadi lalu menaruhnya ke sebuah tempat, dan mengikatkan kandang itu ke motornya.

Saat arus hendak memakai helemnya, Alya langsung menghentikan.

"arus aku tak berbohong..." tegas Alya.

"jika begitu, katakan... Kenapa kau menyukaiku...?"

Alya langsung tergemap, ia mencoba mencari kelebihan arus yang bisa membuatnya jatuh cinta.

lalu ia menatap ke wajah arus...

"karena kau tampan..."

arus hanya menampilkan muka datarnya, lalu ia benar benar memakai helem.

"Alya, kita dari kecil satu sekolah hingga lulus. Jika kau memang tertarik dengan ketampanan, mungkin bukan sekarang kau mengatakan ini, jadi cari alasan yang masuk akal. Jika ada aku yang akan melamar langsung ke orang tuamu"

setelah itu, arus benar benar pergi. Sedangkan Alya tak dapat mencegah kepergiannya lagi.

Lagi pula alasan itu memang tak cukup kuat, bukan karena arus tak tampan.

Bahkan arus sangat tampan, dari jaman sekolah bahkan hampir seluruh siswi mengagumi ketampanannya, mereka menyebut arus sebagai artis korea yang kesasar ke Indonesia.

Namun saat itu, Alya sendiri yang tak tertarik kepadanya karena matanya sudah di penuhi oleh Bagas.

motor hitam arus akhirnya menepi, ia melepas kandang kucing yang terikat di motornya.

"kakak...." beberapa anak kecil menghampiri arus.

Arus sedikit berjongkok mensejajarkan tinggi anak anak itu, bahkan ia mengelus rambut salah satu anak.

"kak, bawa kucing lagi...?" tanya salah satu anak yang sudah cukup besar.

"ia, ini kasih ke pak Asep. Bilang ke kalo suruh bawa ke ruang perawatan dulu."

anak itu langsung mengambil kucing itu dan membawanya pergi.

Arus mulai melangkah masuk, tak hanya anak kecil.

Ada beberapa lansia yang menyapanya, dan arus juga menyapa balik mereka.

saat menghadapi lansia dan anak anak ini, sifat arus terlihat sangat berbeda dari biasanya.

Ia masuk sambil menenteng tas yang tak pernah di tinggal.

seakan sudah hafal tempat ini, arus berjalan santai memasuki salah satu ruangan.

Dia menaruh tas di atas meja.

Namun baru menaruh tas, ada beberapa pria dengan tubuh penuh tato menghampiri.

Tak hanya satu atau dua, jika di hitung. Mungkin mereka sampai 8 orang.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!