" PLAAKK " Ester memegang pipinya yang terasa sakit karena tamparan dari seseorang yang ia sebut sebagai ibunya. " Anak tidak tahu diri, kau mirip dengan ibumu, wanita murahan " . " Setidaknya ibuku mendapatkan kasih sayang dari ayahku " Ucap Aster. . " Berani kau mengeluarkan suara lagi aku tidak segan-segan mengambil semua jatah bulananmu " Teriak Maria keras. Tetapi Ester tak perduli dengan apa yang diucapkan oleh wanita paruh baya itu. . Ester Castello putri dari Amir Castello dengan istri keduanya, ibu Ester awalnya selingkuhan dari ayahnya karena sedang hamil terpaksa harus menikah dan menjadi istri kedua ayahnya. Tentu hidupnya benar-benar seperti dalam neraka setelah kematian ibunya, karena sudah tidak ada lagi yang melindunginya dari kekejaman istri pertama ayahnya. Takdir mempertemukan dirinya dengan seorang pewaris dari keluarga Moretti, hingga membuat dirinya bisa melihat dunia yang selama ini belum pernah ia lihat sebelumnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mylavender, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penasaran
Tommy menatap ke arah dimana sosok bertudung tadi pergi, ia tak melihat dimana sosok itu berada. Pelayan yang lalu lalang terus ia lihat untuk mencari sosok tadi.
“ Mr Tommy “ panggil Monika.
“ Sedang apa anda disini? “ tanya Monika.
Tommy berbalik dan menatap Monika dengan tatapan tidak suka.
“ Bukan urusanmu “ ucap Tommy lalu ingin pergi dari sana.
“ anda membutuhkan sesuatu? “ tanya Monika.
“ Kau punya pelayan bergaun pink ? “ tanya Tommy.
Monika menggeleng.
“ Tidak ada Mr, semua pelayan memakai seragam abu-abu, pelayan lancang seperti apa yang berani memakai pakaian tidak sesuai aturan “ geleng Monika.
Tommy hanya diam dan mengangguk, lalu ia pergi begitu saja ke arah kerumunan orang-orang, sedangkan Monika mengepalkan tangannya kuat, ia merasa begitu terhina ketika Tommy begitu cuek padanya, padahal selama ini begitu banyak cowok yang mengantri padanya.
“ Tommy… “ panggil Liana.
Liana menatap putranya garang, ia ingin anaknya menghampirinya.
“ Lihatlah Mrs Maria, dia putra pertamaku.. sayangnya aku sering kesal karena usianya yang matang ini tapi juga belum menikah “ ucap Liana.
Tommy mengernyit menatap ibunya, ia paham karena ibunya selalu menjodohkan dirinya dengan beberapa wanita, ibunya berharap jika Tommy menemukan seorang wanita yang putranya mau nikahi.
“ Monika “ panggil Maria.
Monika berjalan dengan berlenggak-lenggok bak seorang model, ia berdiri disamping ibunya dengan menampilkan senyum ramahnya.
“ Dia putriku satu-satunya Mrs Liana “
“ Cantik..” Senyum Liana.
“ Son.. kalian harus makan bersama kapan-kapan “ ucap Liana menatap putranya.
Tommy menatap sosok wanita didepannya yang seperti cacing kepanasan menunjukkan pesonanya.
“ Aku sibuk “ geleng Tommy membuat semuanya kaget, Monika menatap ke arah Tommy dengan tatapan kesal tapi ia tak berani mengekspresikan perasaannya.
“ Lain kali aku akan membuat jadwal agar kalian bisa bersama ” ucap Liana.
“ Tak perlu “ geleng Tommy hingga membuat suasana makin tegang.
“ Mr Castello… aku ingin bertanya “ ucap Tommy pada Castello yang baru bergabung.
“ Iya? “
“ Apakah disini ada wanita lain? “ tanya Tommy hingga membuat yang lain menjadi tegang.
“ Maksud anda? “ gumam Castello bingung.
“ aku tidak sengaja melihat seorang wanita, dia memakai gaun pink, jika pelayan… tapi disini pelayan memakai seragam, aku rasa mungkin dia saudara atau orang lain “ ucap Tommy.
Monika mengepalkan tangannya dengan kuat, ia menatap ke arah ibunya, begitu juga Maria yang terlihat menahan emosi saat ini.
“ Son.., Sejak kapan kamu menanyakan hanya seorang pelayan? “ Liana menatap tajam ke arah putranya.
“ Tidak papa Mrs Liana, disini ada satu….- “ ucapan Castello terpotong oleh jawaban Maria.
“ Tidak ada wanita lain disini, pasti itu seorang pelayan… wanita cantik disini hanya putriku Monika “ ucap Maria memutus ucapan Castello .
“ Tidak patut seorang Moretti menanyakan wanita yang hanya dari kalangan bawah “ ucap Liana dengan tatapan menajam.
“ Aku harus pergi “ ucap Tommy tanpa basa-basi, karena ia malas berada di kerumunan seperti ini, apalagi ada intrik perjodohan… itu membuat Tommy tak menyukainya.
*********
Setelah acara pertemuan tersebut selesai, Maria berjalan dengan cepat menuju tempat dimana Ester berada. Langkah Maria di ikuti oleh Monika, hingga mereka telah sampai di kamar Ester, ia langsung mendorong pintu dan melihat Ester yang sedang duduk di dekat jendela dengan gaun pinknya.
“ Ohh ini wanita bergaun pink “ suara Maria terdengar keras.
Ester tak menggubrisnya dan tetap menatap ke arah luar.
SREETT
Maria menarik rambut Ester hingga dia terjatuh ke lantai.
“ Dasar anak tidak tahu diri, aku sudah bilang jangan keluar dari kamarmu “ teriak Maria marah.
Ester membenarkan rambutnya.
“ berani sekali kau menemui pria yang akan jadi milikku sialan “ amuk Monika menggebu-gebu.
PLAAAKKK
Monika menampar Ester hingga memerah dan sudut bibirnya berdarah.
Ester langsung berdiri dan..
PLAAKK
Ester balik memukul Monika.
“ kauuu “ teriak Maria marah.
“ Dia berani memukulku Momm “teriak Monika.
“ Nona “ Ely kaget dan segera melindungi Ester,
“ Jangan sakiti Nona.., saya mohon Nyonya “ bela Ely,
“ dari dia kecil kau yang merawatnya, tapi ternyata didikanmu juga tak membuat dirinya menjadi wanita baik, dia sama seperti darah seorang wanita itu “ teriak Maria.
“ Saya akan menasehati Nona, tapi jangan sakiti Nona “ Ely memohon pada Maria.
“ Tidak ada ampun karena dia berani memukul putriku “ teriak Maria.
GREEPP
Maria menarik Ester ke arah kamar mandi dan menyalakan shower dengan air panas, lalu Ester di dorong dan membuat Ester berusaha menjauhkan dirinya dari air itu.
“ Jangan Nyonya.. aku mohon “ teriak Ely memegang lengan Maria.
“ Menyingkir “ dorong Monika pada Ely.
“ Kau memang pantas dihukum, berani sekali kau melawanku, ternyata benih ibumu menempel begitu erat di tubuhmu, sama-sama berusaha menggoda pria yang sudah menjadi milik orang lain “ Maria menatap dengan bengis.
“ Aku tidak seperti ibuku “ teriak Ester.
“ Buktinya apa? Kau berharap ingin dengan Tommy Moretti, apa kau tidak sadar? Dirimu itu hanya anak haram “ Monika mengejek dengan tawa puas saat melihat kulit Ester memerah.
“ Nona… hikss hikss “ isak Ely.
Ely lalu berlari keluar, ia mencari Castello.
“ Tuan.. tolong Nona Ester “ ucap Ely dengan isakannya.
Castello menatap Ely.
Lalu Castello berjalan ke arah kamar Ester.
“ apa yang terjadi? “ tanya Castello.
Maria melepaskan cekelannya pada Ester.
“ Anakmu itu tidak tahu malu, bagaimana jika orang-orang tahu kalau kau punya anak haram? Dia dengan PD nya keluar dari menemui Mr Tommy, tidak tahu malu “ ucap Maria.
Ester diam saja, ia merasakan panas disekujur tubuhnya, Ely langsung melingkarkan handuk pada Ester.
“ Aku memang tidak ada artinya di rumah ini, kau yang membuatku hadir di dunia ini tapi kau juga yang menghancurkan hidupku “ tajam Ester dengan tatapan kosong sambil duduk di lantai dengan memeluk tubuhnya.
“ karena ibumu seorang penggoda “ hina Monika.
“ Dia hanya wanita cantik luar biasa dari desa yang ditipu oleh pria, di bawa ke kota untuk di janjikan sebuah cinta dan kehidupan yang layak, tapi ternyata pria itu sudah memiliki istri dan anak di kota, ia hidup dikucilkan di keluarga suaminya, selalu dapat perlakuan yang tidak baik, hingga dia tertekan dan meninggal dunia, pergi meninggalkan anaknya yang masih berusia 14 tahun. Apakah wanita itu patut di hina sebagai murahan? Justru pria brengsek itulah yang patut di panggil bajingan “ sarkas Ester dengan tatapan pada ayahnya, air matanya mengalir dengan sendirinya.
“ Nona “ lirih Ely yang tak ingin Nonanya berbicara lagi, jika tidak maka Maria akan semakin marah.
“ Pergilah Maria “ usir Castello.
Maria dengan tatapan marah lalu pergi begitu saja dengan Monika yang mengikutinya.
“ Sebesar itukah kau membenci ayahmu? “ tanya Castello menatap putrinya.
“ Kau gagal menjadi suami sekaligus menjadi seorang ayah “ balas Ester.
Ucapan Ester begitu menohok dalam hati Castello.
“ Tapi ketahuilah.. rasa cinta dan sayangku pada ibumu adalah kebenaran, tak pernah ada yang menggantikannya hingga kini. “
“ Bahkan kau tidak ada tindakan apa-apa saat aku diperlakukan tidak baik oleh keluargamu “
“ Obati lukanya Ely. “ suruh Castello lalu pergi begitu saja, Ester terdiam dengan tubuh terguncang.
“ Nona “ isak Ely dengan menatap Nonanya,
“Hikss… Hikss…” isak wanita itu pecah tanpa bisa ditahan lagi. Banjir air matanya mengalir deras, membasahi pipi yang memerah karena sesak dada yang membakar jiwa. Rasa sakit yang selama ini ia pendam seperti ombak ganas yang menelan seluruh harapan, membuat hatinya remuk tak tertahankan. Dunia seolah runtuh dalam sepi yang menyiksa, dan tangisnya menjadi satu-satunya pelarian dari kesedihan yang menggerogoti dalam diam.
Moga sukses selalu ya Thor 🫶