NovelToon NovelToon
Menjadi Wanita Simpanan Kakak Angkat

Menjadi Wanita Simpanan Kakak Angkat

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:30.4k
Nilai: 5
Nama Author: NisfiDA

Satu malam, Syafiya (21) salah masuk ke kamar Zeffan (32)—kakak angkatnya sendiri. Malam terlarang itu mengubah segalanya.

​Zeffan yang terbiasa dingin kini terobsesi menjadikan Syafiya wanita simpanannya. Padahal, Zeffan sudah memiliki istri anggun, Valerie (28), dan bayi berusia satu tahun.

​Syafiya terjepit di antara utang budi pada Mommy Marlina dan cengkeraman obsesi Zeffan. Bisakah ia kabur, atau justru makin tenggelam dalam dosa terlarang ini?

​"Kamu yang masuk ke kamarku malam itu, Syafiya. Jadi jangan mimpi bisa lepas dariku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NisfiDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dalam Cengkeraman Obsesi

"Kak, bisa nggak lepasin tanganku?" tanya Syafiya dengan suara panik, heran sekaligus takut melihat sikap kakak angkatnya.

​Di dalam kabin mobil yang dingin, tangan kiri Zeffan yang berada di atas pangkuan Syafiya justru menggenggam makin erat jemari gadis itu, menganyam jemarinya hingga tak memberi ruang untuk lepas.

​Zeffan hanya terkekeh pelan. Pria itu tetap memegang kendali setir dengan tangan kanannya tanpa berniat melepas Syafiya.

​"Fokus saja menyetir, Kak!" tegur Syafiya tegas, berusaha merenggut tangannya kembali. "Ini berbahaya!"

​"Aku bisa menyetir dengan satu tangan, Syafiya. Kamu tahu itu," balas Zeffan santai, ibu jarinya perlahan mengusap punggung tangan Syafiya.

​"Tapi ini nggak benar, Kak Zeffan! Lepasin!" seru Syafiya setengah berbisik, matanya melirik cemas ke luar jendela. "Bagaimana kalau ada orang yang lihat?"

​"Kaca mobil ini gelap dari luar. Nggak bakal ada yang lihat kita," sahut Zeffan tanpa beban.

​"Bukan masalah kacanya!" napas Syafiya mulai memburu, dadanya naik turun menahan emosi. "Kakak itu suaminya Kak Valerie! Tadi pagi Kak Valerie bahkan siapin baju Kakak dengan tulus, tapi sekarang Kakak malah pegang-pegang tanganku kayak gini?"

​"Kenapa harus selalu bawa-bawa Valerie?" nada suara Zeffan berubah agak dingin, tatapannya tetap lurus ke depan.

​"Karena Kak Valerie itu istri sah Kakak!" tegas Syafiya, matanya mulai berkaca-kaca. "Dan aku ini adik angkat Kakak! Tolong ingat posisi kita masing-masing!"

​Zeffan mendadak menginjak rem saat lampu lalu lintas berubah merah. Mobil berhenti mulus, dan Zeffan langsung menoleh sepenuhnya ke arah Syafiya. Tatapan matanya tajam mengunci iris mata gadis di sampingnya.

​"Adik angkat?" Zeffan tersenyum sinis, tawa tipis keluar dari bibirnya yang membuat bulu kuduk Syafiya berdiri. "Sejak kamu masuk ke kamarku semalam, status 'adik' itu sudah nggak berlaku, Syafiya."

​"Aku sudah bilang aku salah masuk kamar, Kak! Kenapa Kakak terus-terusan bahas itu?!" pangkas Syafiya dengan suara gemetar, air mata perlahan menetes membasahi pipinya.

​Zeffan mengangkat tangan kanannya, mengusap lembut air mata di pipi Syafiya dengan jemarinya—gestur yang terasa begitu intim namun penuh ancaman.

​"Mau sengaja atau nggak, kamu sudah masuk ke teritorialku," bisik Zeffan tajam. "Jadi mulai sekarang, terbiasalah."

Mobil kembali berjalan saat lampu lalu lintas berganti hijau. Suasana di dalam kabin kembali hening, sebelum suara berat Zeffan memecah udara.

"Syafiya, jadilah wanita simpananku."

Syafiya tersentak hebat, kepalanya mendongak menatap Zeffan dengan mata terbelalak lebar. "K-Kak Zeffan bicara apa, sih?! Kakak gila?!"

"Aku nggak gila, Syafiya. Aku sangat sadar," jawab Zeffan tenang, matanya tetap fokus menatap jalanan di depan.

"Gila! Kakak benar-benar gila!" pekik Syafiya, air matanya menetes makin deras. Ia menarik tangannya sekuat tenaga hingga akhirnya terlepas dari cengkeraman Zeffan. "Kakak punya Kak Valerie! Kakak punya Elvano yang masih satu tahun! Gimana bisa Kakak ngomong hal sebejat itu ke aku?!"

"Aku nggak peduli," sahut Zeffan pendek, tanpa penyesalan sedikit pun.

"Tapi aku peduli, Kak!" jerit Syafiya dengan suara gemetar. "Mommy sama Daddy udah membesarkan aku! Mereka merawat aku kayak anak sendiri! Terus sekarang Kakak minta aku jadi wanita simpanan Kakak?! Kakak mau aku mengkhianati Mommy sama Kak Valerie?!"

Zeffan melirik Syafiya sekilas, bibirnya mengukir senyuman dingin. "Kamu nggak mengkhianati siapa pun asal kamu tutup mulut dan nurut sama aku."

"Nggak! Aku nggak sudi!" tegas Syafiya geleng-geleng kepala. "Turunin aku sekarang, Kak! Turunin aku di jalan!"

"Duduk yang tenang, Syafiya. Jangan buat aku hilang kesabaran," ancam Zeffan, nada suaranya berubah amat dalam dan berbahaya.

"Lepasin aku! Aku mau turun! Aku lebih baik jalan kaki ke butik daripada harus satu mobil sama pria biadab kayak Kakak!" Syafiya meraba-raba gagang pintu mobil, berusaha membukanya meski mobil sedang melaju.

Cklik!

Zeffan langsung mengunci seluruh pintu mobil secara otomatis dari panel pengemudi.

"Pintunya udah aku kunci. Kamu nggak akan bisa keluar," ujar Zeffan dingin.

"Kak Zeffan, aku mohon..." tangis Syafiya pecah, kedua tangannya menyatu memohon di depan dada. "Tolong jangan kayak gini... Aku takut, Kak. Tolong hargai aku sebagai adik Kakak..."

Zeffan membelokkan setir dan menghentikan mobilnya secara mendadak di bahu jalan yang agak sepi. Ia melepas sabuk pengamannya, lalu memajukan tubuhnya menyeberangi konsol tengah, mengikis jarak hingga wajahnya hanya berjarak beberapa sentimeter dari wajah Syafiya.

"Aku udah bilang dari awal, Syafiya," bisik Zeffan dengan tatapan mengunci. "Sejak kamu menginjakan kaki di kamarku semalam, aku nggak pernah lagi menganggap kamu sebagai adik. Kamu punya dua pilihan sekarang."

"P-pilihan apa...?" bisik Syafiya terbata-bata, tubuhnya merapat ke pintu mobil karena terdesak.

"Pilihan pertama, kamu nurut dan jadi milikku secara diam-diam," bisik Zeffan, jemarinya membelai dagu Syafiya. "Atau pilihan kedua, aku bongkar kejadian semalam ke Mommy, Daddy, dan Valerie. Aku bakal bilang kalau kamu yang sengaja datang dan menggoda aku di kamar."

"Kak Zeffan! Itu fitnah! Kakak jahat banget!" jerit Syafiya tak percaya dengan pemerasan yang dilayangkan kakak angkatnya.

"Menurutmu siapa yang bakal Mommy percaya, Syafiya?" Zeffan tersenyum sinis. "Anak kandungnya sendiri... atau anak angkat yang cuma numpang di rumahnya?"

Syafiya hanya diam saja. Air matanya terus menetes tanpa suara, membasahi pipi yang mulai memucat. Dia benar-benar tidak mengerti apa yang sudah dipikirkan oleh kakaknya sampai setega ini.

"Aku akan menagih jawabanmu nanti siang, Syafiya. Saat aku ke butik nanti," ucap Zeffan dingin sambil kembali membetulkan posisi duduknya dan memakai sabuk pengaman.

"Kenapa Kakak tega banget sama aku?" bisik Syafiya lirih, suaranya hampir tenggelam oleh gemuruh mesin mobil. "Aku salah apa sama Kakak?"

Zeffan kembali menjalankan mobilnya memasuki arus lalu lintas. "Kamu nggak salah apa-apa, Syafiya. Kamu cuma terlalu lugu dan bersikap seolah nggak tahu kalau selama ini aku selalu memperhatikan kamu."

"Tapi kita ini keluarga, Kak!" seru Syafiya, menoleh dengan tatapan terluka. "Mommy sangat sayang sama aku. Kak Valerie juga selalu baik sama aku! Apa Kakak nggak mikirin perasaan mereka sedikit pun?"

"Jangan bawa-bawa mereka lagi," potong Zeffan datar, pandangannya lurus ke depan. "Ini cuma antara aku dan kamu. Nggak ada hubungannya sama orang lain."

"Ini ada hubungannya sama semua orang di rumah itu, Kak Zeffan!" napas Syafiya memburu. "Kalau Mommy sampai tahu, Mommy bisa serangan jantung! Kakak mau ngebunuh Mommy secara perlahan?"

Zeffan terkekeh sinis. "Makanya aku bilang, semuanya tergantung kamu. Kalau kamu tutup mulut dan nurut, nggak akan ada satu orang pun yang terluka."

"Itu pemerasan namanya, Kak!" pekik Syafiya frustrasi, kedua tangannya mengepal kuat di atas pangkuan.

"Panggil terserah kamu," balas Zeffan santai. "Ingat, jam makan siang aku sampai di butik. Pastikan kamu sudah punya jawaban yang benar, Syafiya. Jangan sampai jawabanmu justru bikin aku terpaksa bicara hal yang enggak-enggak sama Mommy."

"Kak Zeffan biadab!" umpat Syafiya dengan suara gemetar, menyandarkan kepalanya ke kaca jendela sambil memejamkan mata rapat-rapt, meratapi nasibnya yang kini benar-benar terasing di dalam cengkeraman sang kakak angkat.

1
Anisa Dwi riona
zeffran terlalu lamban.cepat nikahin syafiyah nya
Ndaa: gak baca ya di bab sblmnya kalau Syafiya menolak menikah cepat? 😄
total 1 replies
Lilik Juhariah
aku baca sampe mrebes Miki, mungkin kl aku di posisi Fiya , pasti itu yg kulakukan, buat apa marah dendam bikin penyakit baru, lanjutkan Fiya, nanti kl Ka Zeffan marah jelasin pake tampang imut pasti luluh deh
Lilik Juhariah
makasih dah up lagi kak, Fiya kamu sudah menang dari dulu , kak Zeffan begitu mencintaimu , egois kerasnya pasti akan takluk di depan wanita yg dicintainya, Valeri stres kan Krn sikap Zeffan juga
Chenyu Wang
mangkin kesini mangkin suka ceritanya update nya yg byk ya thor🙏🤭
Lilik Juhariah
gitu dong menghadapi laki laki yg jelas inginkan kita itu mudah bangeeet
Lilik Juhariah
syukurlah ada langkah yg lebih maju , Fiya manja manja galak pasti Zeffan akan tertawa , dan bucin
Lilik Juhariah
naaah kan gitu kak , gak usah marah marah, biar Fiya gak takut, Fiya juga gitu tatap lurus kedepan dunia ini Fiya jgn menangis dan menunduk,
Lilik Juhariah
sekali kali.sehari up 2 bab kak🤣
Lilik Juhariah
yuuops gitu kan enak , Valeri kan sudah diceraikan scr agama tinggal scr hukum , Zeffan tarik nafas dan coba duduk , menangislah jika mau menangis Krn penghiatan, Valeri kamu SDH dimaafkan , selesai kan , Krn wanita yg sudah menolak suaminya dua tahun dan hamil anak orang sudah gak pantas dibersamai lagi , aaaah lega , skrng Zeffan dah gak ada alasan marah marah lagi yaaa, Krn cintamu memang untuk Fiya
Lilik Juhariah
kak Zeffan itu baik sebenarnya , cobalah bicara pakai hati Fiya , mungkin dg didikan Zeffan kamu akan menatap dunia dg bahu tegak, lembut sederhana boleh tapi harus tegas , sifat Fiya lembek dan suka nangis
Lilik Juhariah
baguslah punya temen sprt Karin yg mengatakan salah kalau itu salah, kok bisa selevel Zeffan ditolak
Aditya hp/ bunda Lia: bener banget
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
fatal kamu Valerie ... yakin zeffan gak akan maafin kamu dan Karin ayo terus ingetin si Val buat ngaku terus terang ajah ke zeffan
falea sezi
safi yanti kayak pret blooooooooon
Lilik Juhariah
berpikir lah logis , jangan kayak di novel novel DNA palsu , suap , punya orang dalam , Karin haruslah jadi Sahabat yg tidak menjerumuskan , katakan salah dan Buruk sesuai perbuatannya, dah salah kan Valeri , ya udah , lah elvaro itu anak siapa , jebakan atau gimana
Lilik Juhariah
agak gemes juga baca karakter Fiya , kebanyakan tanya , terlalu penakut, terlalu polos ,
Aditya hp/ bunda Lia: bener
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
👍👍👍👍👍
Lilik Juhariah
coba Fiya sekali kali bilang , kenapa sih kak gak bisa nahan emosi , Fiya kl kakak gitu malah takut 🤣🤣jangan diem menyerah , perasaan itu hrs diubgkapin Fiya , Kak Zeffan itu cinta kamu dari dulu
Aditya hp/ bunda Lia: bener tuh
total 1 replies
Lilik Juhariah
banyakin dong kak , jangan sehari satu🤣
Lilik Juhariah
Fiya yg bodoh , kan bawa hp kenapa GK langsung Tlp Zeffan
Dinda Putri
lanjuut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!