"Eh...anak kecil minggir kamu!!"-usir bodyguard Naren-
"Lahh...aku duluan yang disini"-jawab Rena dengan ketus-
"Makanya datang lebih pagi dongg...gimana sih!!!"-berkacak pinggang di hadapan Naren-
Seorang Serena yang tidak tahu jika orang dihadapannya adalah ketua Mafia yang paling kejam Narendra Oliver Pradipta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana_Jm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terjebak Berdua
Narendra keluar dari apartemennya lebih awal, dirinya sengaja ingin bertemu dengan gadis kecil yang suka memanggilnya "Pak Tua". Sementara itu Serena masih nyaman dengan selimutnya, dia baru keluar apartemen jam 10 pagi.
Pria dingin itu masih menunggunya di depan lift lantai 6, dengan tampilan santai tanpa riasan wajah yang mencolok berhasil menghipnotis "Pak Tua", tanpa berkedip ia melihat Serena dan tersenyum tipis di sudut bibirnya.
"Pagi My Queen?"-tersenyum manis-
"My Queen?!!! Nggak salah denger kan??"-menatap tajam dan memukul dada Narendra-
Narendra justru tertawa gemas melihat respon Serena yang sangat kesal. tanpa sadar tangannya membelai rambut panjang Serena. Gadis itu langsung memukul tangan Narendra dengan sekuat tenaga.
"Apaan sihhhh??? Nggak usah pegang-pegang yaa!!!"-berkacak pinggang dan berlalu masuk lift-
Narendra mengikuti gadis itu masuk ke dalam lift dengan tujuan lantai yang sama. Baru sampai di lantai 4, Serena keluar dan berjalan santai ke arah taman yang ada di dalam apartemen mewah itu.
Dirinya memang tidak ada kegiatan untuk hari ini, jadi ingin menikmati waktu sejenak untuk duduk santai di taman sambil minum kopi.
"Mau kemana dia?"-mengikuti Rena-
"Random banget anak itu"-kekehnya pelan-
Sementara itu Viktor dibuat pusing mencari keberadaan bos nya yang tiba-tiba tak ada kabar dan menghilang dari unit apartment pribadinya.
Ponselnya juga tidak bisa dihubungi olehnya, padahal hari ini ada rapat dengan perusahaan yang akan kerjasama dengan perusahaan miliknya.
"Dimana sih bos ini?!! Nggak aktif dari tadi"-mengusap wajahnya kasar-
"Di apartemen juga kosong lagi!!"-menghubungi Narendra untuk ke sekian kalinya-
Serena akan bersiap pergi keluar jalan-jalan, pandangan matanya tertuju pada tatapan mata Narendra, keduanya saling bertatapan mata.
"Heyyy Pak Tua?!!! Kenapa ngikutin sih?!!"-menatap sinis dan berlalu pergi-
"Aku belum tua ya Nona!"-menyentuh dagu Serena dengan lembut-
"Singkirkan tanganmu itu!! Awass!!"-mendorong badan Narendra-
Narendra masih terus mengikuti Serena, dia akan pergi belanja. Tak sengaja Serena melihat bodyguard papanya muncul dari balik lift.
"Duh!! Mereka lagi!! Gimana dong?!!"-gumamnya dan terlihat panik-
"Kenapa Nona?!"-menghampiri Serena yang panik-
"Kalau di tanya bilang aja nggak tahu yaa?! Please?"-bersembunyi di belakang Narendra-
Serena memegang erat baju Narendra dan bersembunyi di belakangnya, tubuhnya yang mungil terlihat tenggelam di belakang tubuh Narendra yang lebih tinggi dan gagah.
Narendra terlihat tersenyum tipis dan melirik ke arah Serena yang berpegang erat bajunya. Tangannya reflek memegang erat tangan kecil Serena yang terasa dingin.
"Jadi mereka bodyguard kamu?"-tanya Narendra pelan-
"Pasti kamu habis kabur kan?!!"-melirik Rena dan tersenyum tipis-
"Diem nggak!!"-mencubit lengan Narendra-
Rombongan bodyguard itu menghampiri Narendra, mereka berbeda orang dari yang kemarin. Tiba-tiba Narendra menarik tangan Serena ke dalam dekapannya. Sontak membuat gadis kecil itu terkejut dengan sikap Naren yang diluar prediksi.
Di sisi lain Viktor terbelalak melihat bos nya memeluk gadis itu secara tiba-tiba. Dirinya sampai mengusap wajahnya beberapa kali, ia nampak tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Itu beneran Pak Bos?!!"-ucapnya tak percaya-
"Bisa begitu dia!! Pasti akal-akalan tuh cewek!"-mendengus kesal-
"Permisi Tuan! Apa Tuan pernah melihat gadis ini?!"-menunjukkan foto Serena-
"Aku nggak tahu!! Sebaiknya kalian pergi saja! Sangat menggangu waktuku!!"-memeluk Serena dan membawanya pergi-
Viktor cepat-cepat menghampiri para bodyguard itu untuk mencari kejelasan, bukannya jelas justru dirinya terkaget karena gadis yang mereka cari ada dalam pelukan bosnya itu.
"Siapa gadis itu?!"-bertanya dengan sedikit curiga-
"Dia putri tunggal keluarga Arkatama"-jelas salah satu bodyguard-
"Keluarga Arkatama?!!"-terkejut mendengar nama Arkatama-
Keluarga yang terkenal dengan kekejamannya dan salah satu keluarga yang dekat dengan keluarga Pradipta, keluarga bosnya sendiri.
"Jangan bilang bos tau siapa gadis itu?!!"-tebaknya sendiri-
"Lha!! Kemana bos bawa gadis itu?!"-berkeliling mencari seluruh apartemen-
Sementara itu Serena ikut dengan Narendra ke sebuah tempat yang di dalamnya ada sebuah ruangan pribadi. Narendra sengaja membawa Serena karena saat itu bodyguard yang mencarinya belum juga pergi.
Serena tersadar jika dirinya bersama dengan Narendra di dalam mobil yang melaju cukup kencang. Dirinya mengomel sepanjang jalan karena Narendra tidak mau menghentikan laju mobilnya.
"Duduk yang tenang Nona"-menggenggam tangan Serena dengan erat-
"Sebentar lagi kita sampai"-tersenyum manis dan menatap lembut Serena-
Entah kenapa Narendra sangat nyaman ketika bertemu dengan Serena, dia mencoba menepis perasaanya namun tetap saja kembali lagi ke gadis kecil itu.
"Lepasin nggak!!! Mau kemana sih Pak Tua?!!"-mencubit lengan kekar Narendra-
"Aku mau pulangggg....Mamaaa!!"-rengeknya sambil mengerucutkan bibirnya-
Hampir saja mereka sampai ke tempat tujuan, namun terhalang oleh tragedi kecelakaan beruntun dan ada banyak bodyguard yang menjaga ketat. Semua pengendara yang selamat dilarang keluar dari mobil mereka, termasuk Narendra dan Serena yang tidak bisa keluar dari mobil.
Demi menghindari masalah, dirinya mengunci mobilnya dari dalam, sehingga tidak ada yang bisa membukanya dari luar.
"Siapa yang kecelakaan?!! Ngeri banget sih!!"-ucapnya sambil celingak-celinguk melihat arah depan-
"Sepertinya bukan kecelakaan biasa"-celetuk Naren dengan santai-
"Kok bisa?!! Ohhh....karena mobilnya rusak parah yaa!!"-mengangguk perlahan dan duduk kembali-
Naren hanya tersenyum tipis mendengar jawaban Serena, karena dia tau itu memang bukan murni kecelakaan. Tapi ada yang sedang berhadapan dengan orang yang salah atau bisa dibilang berurusan dengan pihak penguasa yang sangat kejam.
Terdengar suara letupan tajam pistol yang bersautan, suasana menjadi sangat mencekam ketika banyak orang berpakaian jas hitam bermunculan.
"Kita nggak bisa pergi dari sini Om?!!'-ucap Rena dengan wajah ketakutan-
"Bisa kok...tapi sabar dulu yaa Cantik"-membelai rambut Serena dan tersenyum manis-
Narendra berusaha menghubungi seseorang tapi tidak bisa, karena sinyal di ponselnya menghilang, Sepertinya semua akses memang di tutup untuk saat ini, jadi sinyal ponsel juga menghilang.
"Aaawwww!!"-Serena menutup wajahnya spontan-
"BRENGSEK!!!!!!"-Narendra spontan mengambil pistol yang ia sembunyikan di jasnya-
"Tenang yaa? Jangan menoleh ke belakang sedikitpun! Paham Cantik?!"-bisiknya ke Serena sambil menarik ke dalam pelukannya-
Narendra langsung menembak orang asing itu dengan pistolnya, suara tembakan itu membuat Serena mengeratkan pelukannya di Narendra. Orang itu tumbang seketika karena peluru tepat mengenai dadanya. Beberapa orang menghampiri dan menatap tajam ke arah Narendra.
Setelah orang itu melihat Narendra, mereka tersadar jika temannya itu sudah salah sasaran dan mobil yang dia rusak adalah milik mafia terkejam di kota itu. Hanya orang tertentu yang mengetahui siapa Narendra dan keluarganya.
"Maaf Tuan Muda!! Maafkan teman saya!!"-menunduk berkali-kali mohon ampun-
Narendra hanya memberi kode untuk mereka segera pergi dari hadapannya, khawatir jika nantinya Serena mengetahui siapa dirinya.
"Belum pergi ya orangnya?"-ucapnya lirih-
"Sudah Cantik....barusan aja"-menangkup wajah Rena sambil tersenyum tipis-
"Lepasin ihhh!!"-menepis tangan Narendra-
"Gara-gara Om tau nggak!! Kita jadi terjebak disini!!"-keluhnya sambil menyilangkan kedua tangannya-
"Ya udah...Om minta maaf ya Cantik??"-membelai rambut panjang Rena-
"Hish...geli tau dengernya!!"-memukul lengan Narendra dan mencubitnya-
~lama-lama jadi suka lho itu si Om... hati-hati Ser...sama modusnya.. wkwkwkwk~🤗