NovelToon NovelToon
The Twentieth Concubine Wants To Survive

The Twentieth Concubine Wants To Survive

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Timur
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Fresh Tea

Ye Xinyue, mahasiswa hukum tingkat akhir, meninggal karena kelelahan mengerjakan skripsi. Namun, bukannya masuk surga, ia justru terbangun sebagai Selir ke-20 Kaisar Tianyu dalam webtoon *** yang sering dibacanya. Mengetahui bahwa tokoh ini akan mati di tengah perebutan kekuasaan, Xinyue bertekad mengubah takdir. Ia memilih hidup tenang, menjauhi kaisar, politik istana, dan para selir. Sayangnya, rencananya gagal ketika Kaisar Tianyu mulai memperhatikannya. Lebih buruk lagi, alur cerita perlahan berubah: tokoh yang seharusnya mati masih hidup dan kejadian baru bermunculan. Kini Xinyue harus bertahan hidup sambil mencari alasan mengapa kedatangannya telah mengubah seluruh takdir Tianyu dan rahasia besar di balik semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fresh Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

I Became the Twentieth Concubine

Keheningan yang mendadak melingkupi Paviliun Anggrek membuat bulu kuduk Ye Xinyue meremang. Suara tawa dan celoteh manja para selir menguap dalam sekejap, digantikan oleh gesekan kain sutra yang tergesa-gesa saat mereka semua berlutut serentak di atas lantai batu cold-marble.

Dari balik kerindangan pohon bambu di sudut terbelakang, Xinyue secara refleks ikut menurunkan tubuhnya. Ia meletakkan kue berasnya yang belum sempat digigit kembali ke atas piring porselen, lalu bersimpuh rapat, menundukkan kepalanya dalam-dalam hingga dahinya hampir menyentuh permukaan tanah yang dingin.

Jantungku... kenapa berdetak semenggebu ini? batin Xinyue, matanya menatap tajam ke arah ujung sepatu kainnya sendiri. Jangan bilang kalau pria itu benar-benar datang ke sini? Di alur webtoon aslinya, Kaisar tidak pernah mengunjungi Paviliun Anggrek pada jam-jam seperti ini! Ini tidak sesuai dengan naskah!

Langkah kaki itu semakin dekat. Bunyi sol sepatu bot berhias benang emas yang menginjak permukaan batu terdengar berirama—lambat, berwibawa, dan memancarkan aura dominasi yang menekan paru-paru siapa pun di sekitarnya. Di belakangnya, terdengar gemerincing zirah besi dari puluhan pengawal pribadi yang berjalan dengan kedisiplinan militer tingkat tinggi.

"Kami menyambut kedatangan Yang Mulia Kaisar! Semoga Yang Mulia Panjang Umur Ribuan Tahun!"

Gema suara puluhan selir dan pelayan bersahutan memenuhi paviliun. Xinyue hanya menyuarakan kalimat itu dengan komat-kamit tanpa bersuara, berusaha tetap tidak mencolok.

Zhao Fengting—Kaisar Tianyu, sang tiran dingin yang ditakuti seluruh benua—melangkah masuk ke Paviliun Anggrek.

Ia mengenakan jubah kebesaran berwarna hitam pekat dengan sulaman naga bermata merah dari benang sutra emas. Wajahnya pahatan sempurna dewa perang: rahang yang tegas, hidung mancung yang tajam, dan sepasang mata berwarna kelam bagaikan dasar jurang yang paling dalam. Tidak ada senyum di bibirnya. Setiap jengkal keberadaannya hanya memancarkan satu pesan yang jelas: kepatuhan absolut atau kematian.

"Berdiri," suara Zhao Fengting terdengar dalam, berat, dan bergema halus, namun sanggup membekukan darah siapa pun yang mendengarnya.

Para selir perlahan berdiri dengan gerakan seanggun mungkin. Selir-selir berpangkat tinggi yang berada di barisan depan—termasuk Selir Liang—segera memamerkan senyuman manis terbaik mereka, berusaha menarik perhatian mata sang Kaisar dengan kedipan mata yang lembut atau sedikit gestur gaun yang menyapu lantai.

Namun, Xinyue yang berada jauh di sudut belakang tetap mempertahankan posisinya: menundukkan kepala, membelakangi kerumunan sebanyak mungkin, dan meminimalisir keberadaannya.

Jangan lihat ke sini. Jangan pernah menoleh ke sudut ini, doa Xinyue dalam hati, jemarinya meremas kain gaun hijau mudanya dengan cemas. Aku ini cuma Selir ke-20. Peringkat paling buncit. Di mata hukum istana, aku cuma angka pajangan untuk melengkapi dokumen diplomasi dengan klan Ye!

Xinyue mengingat kembali detail statusnya di dunia ini yang sempat ia renungkan dari ingatan pemilik tubuh asli. Ye Xinyue dimasukkan ke dalam istana ini hanya karena klan Ye adalah keluarga bangsawan minor di wilayah perbatasan yang perlu diikat kesetiaannya. Gelar "Selir ke-20" bukanlah sebuah kehormatan, melainkan piala formalitas yang bahkan tidak pernah disentuh oleh Kaisar.

Dalam cerita webtoon The Tyrant of Tianyu, bab-bab awal sepenuhnya berfokus pada perebutan pengaruh antara Selir Agung dari klan Utama dengan Kaisar. Selir ke-20 sama sekali tidak pernah memiliki adegan percakapan pribadi dengan Zhao Fengting. Nama "Ye Xinyue" hanya muncul sekali sebagai laporan baris tunggal di meja kerja Kaisar saat ia ditemukan tewas beracun di pertengahan bab.

Itu adalah takdir yang sempurna untuk dihindari! batin Xinyue mantap. Menjadi nomor 20 berarti aku tidak punya beban politik yang besar. Aku tidak punya anak yang diperebutkan untuk tahta, tidak punya pengaruh di balairung istana, dan tidak punya daya tarik yang bisa membuat selir-selir jahat itu menganggapku musuh utama.

Di tengah pemikirannya, suara Kasim Agung menggelegar membacakan maksud kedatangan Kaisar. Ternyata, Zhao Fengting hanya lewat di area Paviliun Anggrek setelah selesai memeriksa pasukan pengawal istana di lapangan latihan barat, dan menyempatkan diri secara acak untuk memantau ketertiban istana belakang.

"Kalian boleh melanjutkan kegiatan kalian," ujar Zhao Fengting datar. Tangannya terlipat di belakang punggung saat ia berdiri di tengah-tengah paviliun.

Para selir senior langsung berlomba-lomba mengajukan diri untuk melayani sang Kaisar. Selir Liang dengan percaya diri melangkah maju satu langkah, tersenyum anggun.

"Yang Mulia, udara pagi ini sangat menyegarkan. Hamba baru saja menyeduh teh bunga mekar yang sangat langka dari wilayah selatan. Apabila Yang Mulia berkenan, hamba akan sangat terhormat jika dapat menyajikan teh ini untuk Anda di paviliun utama," tutur Selir Liang dengan nada suara yang dibuat-buat semanis madu.

Zhao Fengting melirik Selir Liang sekilas. Pandangannya begitu dingin dan hampa, sampai-sampai Selir Liang mendadak menelan ludah dan menundukkan kepalanya kembali karena getaran intimidasi yang tak tertahankan.

"Tidak perlu," jawab Kaisar singkat.

Xinyue dari tempat tersembunyinya meringis pelan. Aduh, Kasihan sekali Selir Liang. Tapi ya bagaimanapun juga, mendekati tiran seperti dia tanpa persiapan matang itu sama saja seperti menyodorkan leher ke pedang eksekusi.

Karena tidak berniat berinteraksi sama sekali, Xinyue perlahan-lahan mundur setengah langkah, bermaksud mengikis tubuhnya lebih dalam ke balik bayangan pohon bambu agar ia bisa menyelinap pergi begitu Kaisar berbalik. Tangannya dengan sangat hati-hati mencoba menggapai piring kue berasnya yang tertinggal di atas meja kecil di sampingnya, berniat membawanya kabur untuk dimakan di kamar.

Namun, takdir tampaknya memiliki rasa humor yang sangat buruk.

Saat jari-jari lentik Xinyue baru saja menyentuh pinggiran porselen piring tersebut, sebuah ranting bambu kering di atasnya mendadak patah dan jatuh tepat mengenai cangkir tehnya.

Prak!

Suara cangkir porselen yang bergeser tajam dan beradu dengan meja batu mungkin terdengar sangat pelan di tengah riuhnya bisik-bisik para pelayan. Namun bagi seorang pria dengan kemampuan bela diri tingkat tinggi dan pendengaran sekritis Zhao Fengting, suara itu terdengar seperti ledakan kecil di tengah keheningan.

Xinyue membeku seketika. Jantungnya rasanya melompat keluar dari dada.

Kepala sang Kaisar berputar perlahan. Mata kelamnya yang tajam menembus celah-celah dedaunan bambu, langsung terkunci tepat pada sosok gadis bergaun hijau muda yang sedang membungkuk kaku di sudut paling belakang paviliun.

Seluruh selir di ruangan itu mendadak menoleh mengikuti arah pandangan Kaisar. Selir Liang membelalakkan matanya dengan tatapan penuh kebencian dan keheranan, sementara para pelayan menahan napas cemas.

Zhao Fengting memiringkan kepalanya sedikit, menatap sosok asing yang berusaha menyembunyikan dirinya dengan begitu gigih. Pria itu melangkah perlahan bukan menuju Selir Liang atau selir-selir berpangkat tinggi yang berdiri anggun di tengah, melainkan lurus berjalan menuju sudut pohon bambu tempat Xinyue berada.

Setiap langkah bot Kaisar yang mendekat terasa seperti ketukan lonceng kematian di telinga Xinyue.

Tidak, tidak, tidak! Kenapa dia jalan ke sini?! Xinyue berteriak histeris di dalam hatinya, sementara tubuh luarnya hanya bisa gemetar ketakutan, menundukkan kepala sejajar dengan lantai. Aku cuma mau ambil kue! Aku tidak berniat menarik perhatianmu, wahai Yang Mulia Tiran! Harusnya kau pergi saja dan mengejar pemeran utama wanita!

Langkah kaki itu akhirnya berhenti tepat di depan meja kecil Xinyue. Bayangan tubuh tinggi besar sang Kaisar jatuh sepenuhnya menutupi tubuh kecil Xinyue, menghalangi seluruh sinar matahari pagi.

Aroma tegas dari kayu gaharu dan darah samar yang seolah melekat pada jubah Kaisar memenuhi indera penciuman Xinyue, membuatnya semakin tidak berani bernapas.

Zhao Fengting melirik piring porselen berisi kue beras yang setengah dimakan, lalu menatap puncak kepala gadis yang bersimpuh di bawah kakinya dengan tubuh bergetar hebat itu.

"Siapa nama selir ini?" tanya Zhao Fengting dengan suara dingin, tanpa mengalihkan pandangannya sedikit pun dari Xinyue.

Kasim Agung yang berdiri di belakangnya tertegun sejenak, tergesa-gesa membuka gulungan catatan istana belakang sebelum menjawab dengan nada gugup, "Melaporkan kepada Yang Mulia... Ini adalah... Selir ke-20, Ye Xinyue dari klan Ye."

Zhao Fengting mengulangi nama itu di dalam hatinya dengan pelan, pandangannya menyipit penuh kecurigaan saat mendapati betapa gigihnya selir ini berusaha menyembunyikan wajahnya.

"Selir ke-20..." gumam sang Kaisar datar, sebuah nada asing yang belum pernah terdengar sebelumnya terbersit dalam suaranya.

Xinyue mengepalkan tangannya rapat-rapat di atas lantai porselen yang dingin, meratapi nasibnya yang kini berantakan hanya dalam hitungan detik. Aturan pertamanya untuk tidak pernah diperhatikan oleh Kaisar... baru saja hancur berkeping-keping di hari pertama.

1
Raizel_0511
crazy up kk,semangat,sehat selalu💪💪💪😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!