NovelToon NovelToon
Terikat Cinta Sang Mafia

Terikat Cinta Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Dark Romance / Nikah Kontrak
Popularitas:13.6k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

Celine butuh 200 juta untuk operasi ibunya. Dengan sisa harga diri, ia datang untuk memohon pada kekasihnya, Jason. Namun yang ia temukan justru Jason sedang meniduri wanita lain di atas meja kerjanya.

‎Saat dunia Celine runtuh, Damian Salvatore datang. Raja mafia yang satu tatapannya bisa membuat orang lumpuh ketakutan.

‎"Jadilah milikku. Teman ranjangku. Dan aku akan memberikan ibumu dokter terbaik." ~ Damian.

‎Celine mengira itu neraka. Padahal itu baru awal. Karena bagi Damian Salvatore, apa yang sudah ia klaim, tidak akan pernah ia lepaskan.


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 3 : Tanda tangan dan sangkar emas.

Mobil melaju perlahan lalu berhenti tepat di depan gedung pencakar langit bertingkat tiga puluh yang menjulang angkuh menembus gelapnya malam. Seluruh bangunan itu berbalut kaca bening yang memantulkan cahaya lampu kota, di bagian depannya terpampang megah logo emas SALVATORE GROUP yang berkilau memukau. Namun kemewahan itu sama sekali tak membuat Celine merasa tenang. Justru sebaliknya, bulu kuduknya seketika berdiri merinding. Di luar tampak begitu elegan dan berkelas, namun seketika melangkah masuk, suasana yang menyambutnya terasa sangat berbeda.

‎‎Pintu terbuka perlahan. Di hadapannya, delapan orang pengawal setinggi dua meter berdiri berjejer rapi. Begitu melihat Damian, kepala mereka serentak menunduk hormat.

‎‎"Don."

‎‎Suara mereka terdengar kompak dan berat, bergema di sepanjang lorong. Tangan mereka bersilang tegap di belakang punggung, dan Celine bisa melihat samar siluet senjata yang menonjol di balik jas hitam mereka.

‎‎Lantai marmer putih yang mereka pijak begitu licin dan berkilau, memantulkan bayangan tubuh mereka. Ruangan itu begitu sunyi senyap, hingga satu-satunya suara yang terdengar hanyalah denting langkah kaki Damian yang berirama dan tegas, bergema berulang kali seakan tak akan pernah usai. Udara yang berhembus dari pendingin ruangan terasa luar biasa dingin, menusuk hingga ke sumsum tulang, membuat kulit Celine meremang seketika.

‎‎Luca melangkah mendekat, berbisik pelan namun tegas tepat di samping telinga Celine.

‎‎"Jangan bicara. Jangan menatap mata mereka. Tetaplah berjalan."

‎‎Mereka tiba di sebuah pintu lift yang berbeda dari yang lain. Di sana tertulis PRIVATE. Pintu itu tak bisa dibuka begitu saja, melainkan harus melalui pemindaian sidik jari sekaligus digesekkan kartu khusus. Hanya setelah dua pemeriksaan itu lolos, pintu baru terbuka pelan dan membawa mereka meluncur naik menuju Lantai 50. Saat pintu lift terbuka kembali, tertulis jelas di dinding depan sana, PRIVATE ROOM.

‎‎Celine melangkah keluar dengan napas tertahan. Ruangan kerja itu begitu luas, dindingnya sepenuhnya berupa kaca bening yang menjulang dari lantai hingga langit-langit tinggi, membiarkan cahaya kota yang redup menyusup masuk tanpa halangan. Di atas permukaan meja kayu hitam yang dingin, sudah terhampar satu map tebal dan selembar cek yang warnanya menyilaukan mata.

‎Damian duduk tegak di balik meja itu, menatap Celine tanpa ekspresi. Tangannya menunjuk kursi yang berada tepat di hadapannya.

‎‎"Duduk."

‎‎Celine melangkah gontai dan duduk perlahan. Lututnya terasa nyaris lemas tak bertulang seketika tubuhnya menyentuh permukaan kursi yang dingin itu.

‎‎Damian melirik sekilas ke arah tiga pria di sudut ruangan itu.

‎‎"Keluar."

‎‎Tanpa bertanya, tanpa bersuara sedikit pun, ketiga pria itu langsung berbalik dan melangkah keluar. Pintu tertutup rapat, terdengar suara dentuman berat yang menandakan pintu itu telah terkunci sepenuhnya.

‎‎Baru setelah keheningan kembali menyelimuti ruangan itu, Damian mendorong map tebal itu ke arahnya perlahan.

‎‎"Baca dengan baik dan teliti." Suaranya datar, rendah, dan tak menyisakan ruang bagi penolakan.

‎‎Tangan Celine gemetar hebat saat membuka map itu. Matanya menyapu baris demi baris tulisan yang tercetak tegas dan tak memberi celah sedikit pun.

‎‎PERJANJIAN KERAHASIAAN & KONTRAK PERNIKAHAN

‎‎Pasal 1: Pihak kedua wajib melayani pihak pertama atas dasar kesepakatan bersama selama waktu yang tidak tentukan.

‎Pasal 2: Pihak pertama melunasi biaya operasi dan memberikan dua miliar rupiah setelah kontrak selesai.

‎Pasal 3: Dilarang menolak saat dipanggil kapan pun dan di mana pun, termasuk di panggil dalam urusan ranjang.

‎Pasal 4: Jika melanggar salah satu pasal, kontrak batal dan seluruh uang yang telah diterima wajib dikembalikan sepuluh kali lipat dalam waktu 24 jam.

‎‎Celine menutup map itu cepat, napasnya tercekat, "Ini perbudakan!"

‎Damian tidak bergeming, ‎‎"Ini pernikahan dan bisnis, Nona Atharaya. Kau butuh uang. Aku butuh tubuh yang tidak cerewet. Saling menguntungkan."

‎‎Ia mencondongkan tubuh sedikit ke depan. ‎‎"Tanda tangan. Sekarang. Tim dokter di rumah sakit sudah menunggu."

‎‎Celine menatap jam dinding besar yang tergantung tak jauh dari sana. Jarumnya menunjuk tepat pukul dua puluh tiga lewat empat puluh lima menit. Hanya tersisa lima belas menit sebelum operasi ibunya dimulai.

‎‎Air menggenang di pelupuk matanya. Namun kali ini, tak ada lagi yang bisa ia mohon. Tak ada yang bisa ia tawarkan selain dirinya sendiri. Dengan tangan yang gemetar hebat hingga pena di genggamannya nyaris terlepas, ia menunduk dalam dan menuliskan namanya di baris paling bawah.

‎Celine Atharaya

‎‎Tanda Tangan.

‎‎Detik itu juga, ponsel yang tergeletak di samping tangan Damian bergetar pelan. Pesan masuk dari Luca.

‎‎[Don. Dua ratus juta rupiah telah masuk ke rekening rumah sakit. Operasi akan dimulai tepat pukul dua belas malam.]

‎‎Celine memejamkan matanya rapat-rapat. Di dadanya, dua perasaan yang bertolak belakang menyerangnya bersamaan, rasa lega yang mendalam karena ibunya selamat, sekaligus rasa hancur yang tak terlukiskan karena ia baru saja menyerahkan sisa hidupnya kepada pria dingin di hadapannya.

‎‎Damian berdiri perlahan. Ia membuka laci meja, mengambil dua buah kunci, satu berwarna emas berkilau lembut, dan satu lagi kunci mobil yang gagangnya bertanda lambang Salvatore.

‎‎"Pernikahan ini sah secara hukum dan dunia bawah." ucapnya seraya melemparkan kunci emas itu ke atas meja, meluncur pelan hingga berhenti tepat di hadapan Celine. "Mulai malam ini, kita suami istri."

‎‎"Luca akan mengantarmu ke Mansion. Aku ada urusan penting di wilayah utara. Jangan keluar dari rumah itu tanpa izin tertulis dariku."

‎‎Celine meraih kunci itu. Logamnya terasa sedingin es di telapak tangannya yang berkeringat dingin. Ia menarik napas panjang, lalu menatap Damian dengan mata yang sayu dan penuh jijik, bukan pada pria itu, melainkan pada dirinya sendiri.

‎‎"Kapan..." suaranya keluar lirih dan getir, "Kapan kau ingin aku melayanimu?"

‎‎Damian berhenti tepat di ambang pintu. Ia menoleh perlahan, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis yang penuh perhitungan dan kedinginan.

‎‎"Jangan khawatir." Bisiknya pelan namun menancap tajam. "Aku tak akan menyentuh barang yang belum kubayar lunas."

‎‎"Tapi ingat Pasal tiga." Lanjutnya dingin sebelum melangkah pergi. "Jangan pernah menolak saat aku memanggilmu."

‎‎Pintu kayu besar itu tertutup rapat. Namun tak lama kemudian pintu itu terbuka kembali, dan Luca melangkah masuk dengan sikap tegap dan wajah yang tetap tak terbaca.

‎‎"Mari, Nona Celine." Ucapnya hormat namun tetap tegas. "Saya akan mengantar Anda ke Mansion Salvatore."

-

-

-

Mobil hitam itu melaju pelan lalu berhenti tepat di depan gerbang besi setinggi empat meter yang menjulang angkuh. Lampu taman menyala terang berderet, menerangi halaman luas yang dihiasi air mancur berkilau dan kolam renang berwarna biru jernih berkilauan di bawah sinar lampu.

‎‎Luca turun lebih dulu dan membukakan pintu belakang untuk Celine.

‎‎"Selamat datang di Mansion Salvatore, Nyonya." ucapnya hormat namun tetap datar, tanpa sedikit pun kehangatan.

‎‎Celine melangkah keluar perlahan. Kakinya yang gemetar menyentuh lantai batu halaman yang dingin. Begitu masuk ke dalam bangunan, tiga puluh orang pelayan berjejer rapi menunduk dalam. Tak satu pun dari mereka berani mengangkat wajah atau menatap matanya. Keheningan yang mencekam menyelimuti setiap sudut tempat itu, seakan tak ada yang berani melanggar aturan.

‎‎"Ini kamar Anda, Nyonya." ‎‎Luca mendorong pintu kayu besar yang berukir indah itu perlahan.

‎‎Celine melangkah masuk dan tertegun. Di dalamnya, ranjang berukuran king size tampak rapi tertata dengan seprai sutra berwarna gelap. Lemari besar di sisi ruangan terbuka sebagian, memperlihatkan deretan gaun-gaun bermerek yang masih baru, masih menempel label harganya, seakan sengaja disiapkan untuknya. Di atas meja rias yang luas, tergeletak sebuah kotak beludru kecil.

Dengan tangan gemetar, Celine membukanya dan terdapat sepasang cincin berlian berkilau terang di dalamnya. Di samping kotak itu, tergeletak sebuah ponsel baru yang masih mengkilap.

‎‎Ia mengambil ponsel itu dan menyalakannya. Layarnya menyala lembut. Tidak ada aplikasi, tidak ada kontak lain. Hanya satu nama yang tercantum di daftar kontak. DON.

‎‎Belum sempat ia menatap nama itu lebih lama, layarnya berkedip. Pesan masuk.

‎‎[Jangan tidur sebelum aku pulang.]

--

--

--

Bersambung...

1
Mei Mei
semoga hp nya valentine di sadap biar Damian bisa tau Matteo dimn ,
Lembang Azam
udah sana ikuti suamimu yg penghianat itu,, biar kamu bisa melihat kbenaran klw mmg Matteo itu ingin menggantikan posisi damian😤
🔥Violetta🔥: Perlu dikasih faham dulu si Valen kak 🤭😂😂
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
sulit Cel... mana dia bos nya
🍓ADIRA🍓
Yuuhuuuuu 💃 selamat buat kalian berdua yang mau jadi orang tua 🤗
🍓ADIRA🍓
Etdah ini si nona,,, masih aja banyak bacot gak jelas 🙄🙄🙄 perlu diseruduk banteng dulu kayaknya 😂😂😂
🍓ADIRA🍓
bakalan ada Don junior kah 😱
〈⎳ FT. Zira
kecebong sudah berkembang beneran kann🤭
🍓ADIRA🍓
Kalaupun si Matt tak balik, masih ada yang nganggur di depan mu noh Val 😂😂😂
🍓ADIRA🍓
Masih aja dirimu Val /Proud/
〈⎳ FT. Zira
bales aja Cel.. doakan juga yaa sambil ngelus perut🤣
〈⎳ FT. Zira
ketika kekakuan berubah menjdi jelly🤭🤭
🍓ADIRA🍓
Kwkwkwkwk... diriku cuma intip dikit Thoorrr 🫣😂😂
🍓ADIRA🍓: Diriku masih polos Thorrrr 😂😂 janganlah kau nodai dengan kelakuan messyyumm si Revan 😂😂😂
total 2 replies
🍓ADIRA🍓
jawab apa hayo 😂😂😂
🍓ADIRA🍓
Seketika Val pun lupa dengan gengsinya 😂😂😂
🍓ADIRA🍓
Pamer 🤮🤮🤮
🍓ADIRA🍓
Oh si remote toh 😂😂
MamDeyh
Aku bukan bocil tp emak yg punya bocil, jadi boleh yaaa/Grin/
🔥Violetta🔥: boleh banget... diwajibkan malah /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
🍓ADIRA🍓
Siapa. pulak ini /CoolGuy/
🍓ADIRA🍓
Yeeee suka^ Oma donk /Tongue/
MamDeyh
Siapa itu yaaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!