NovelToon NovelToon
DENDAM DI BALIK AIR TERJUN

DENDAM DI BALIK AIR TERJUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Balas Dendam
Popularitas:172
Nilai: 5
Nama Author: Stychin

Sebuah liburan akhir pekan berubah menjadi mimpi buruk saat sekelompok remaja menemukan rahasia kelam di balik keindahan sebuah air terjun terpencil.Satu persatu dari mereka mulai menghilang,memaksa yang tersisa untuk memecahkan kutukan kuno sebelum fajar tiba atau menjadi korban berikutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stychin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 3

   Setelah selesai membeli barang barang yang mereka butuhkan,keluarga itu kembali berkumpul di sebuah parkiran.Namun tiba tiba pak arman mengingat pesanannya belum di ambil.Ia menepuk kehingnya dengan pelan sampai terdengar bunyi PLAK.

Bu wida dan aulia melirik ke arah pak arman secara bersamaan.

"papa kenapa?"Tanya bu wida.

"aduh perut papa pake mules segala nih ma,tunggu bentar ya.Papa mau ke toilet dulu"ucap pak arman terpaksa bohong.

Bu wida mengangguk lalu ia memutuskan untuk menunggu suaminya di dalam mobil bersama dengan anaknya.

  Tampak pak arman berlarian menuju ke arah toko perhiasan tadi.Ia meminta maaf karena meninggalkan cincin pesanannya sangat lama.Sementara seseorang itu hanya bisa memaklumi.

   Cincin itu sudah berada di tangannya,ia takjub dengan hasilnya.Sebuah cincin yang selama ini ia harapankan,cincin mungil yang sepertinya pas di tangan anaknya.Terlihat simple hanya ada mutiara kecil ditengah cincin itu,sedangkan ukiran nama anaknya terletak di bagian dalam cincin itu.

  Tak banyak bicara ia langsung membayarnya kepada seorang kasir.Tak lupa ia juga membeli kotak cincin kecil yang sekiranya muat di saku celananya agar anak dan istrinya tak menyadari kotak itu.

 Setelah pembayaran selesai,ia kembali menemui anak dan istrinya yang sudah menunggu.Ia melihat jam di tangannya sudah jam 11 siang.Tak terasa hanya menemani istri dan anaknya belanja sampai membutuhkan waktu 4 jam dari rumah.

  Namun sama sekali tak mengganggu waktu istirahatnya,ia malah senang waktu liburnya digunakan untuk menemani keluarga kecilnya.

"bentar banget pa?"tanya aulia yang menyadari papanya sudah masuk ke dalam mobil itu bersama mereka.

"Gak puas banyak orang,lanjut di rumah aja"ucapnya singkat.

"emang bisa gitu ya?"tanyanya lagi.

 Bu wida hanya tertawa kecil dengan tingkah suaminya.Pak arman menghidupkan mesin mobilnya lalu berlalu pergi meningalkan tempat itu yang kini sudah padat oleh pengunjung.

   "kamu berapa hari campingnya sayang?"tanya bu wida yang kembali menghangatkan suasana.

"1 malem aj.Perjalanannya aja ada lah sekitar 6jam jadi lama di perjalanan sih kata aku mah.kalo camp 2 hari pas masuk kerja pasti capek banget"ucapnya dengan jelas.

"iya,jangan lama lama,gunain satu harinya buat istirahat di rumah"

"iya ma"

"papa sama mama juga mau liburan tau"ucap pak arman yang ikut menimbrung.

"oya?kemana?"tanyanya penasaran.

"ke pantai,gak tau nih mama tumben tumbenan ngajak liburan berdua"

"emmm gitu ya,ngajak liburan ke pantainya pas aku liburan sama temen temen"ejeknya aulia.

   bu wida dan pak arman hanya tersenyum.Namun di dalam hatinya aulia senang senang saja karena mama papanya masih terlihat harmonis di usia mereka yang sudah tak lagi muda.

   Suasana di dalam mobil itu tampak hangat,keluarga cemara yang selalu di harapkan oleh semua anak.Dan beruntungnya aulia karena mendapatkan peran dan kasih sayang dari kedua orang tuanya meski usianya sudah beranjak dewasa tak membuat kasih sayang pak arman dan bu wida berkurang untuknya.

   1jam sudah mereka di perjalanan,kini mobil itu sudah terparkir di luar rumahnya.pak arman turun sendiri untuk membukakan pintu gerbang rumah itu,sedangkan bu wida hanya menunggu di dalam mobil bersama aulia.

"kenapa gak taro satpam aja sih ma,kan susah kalo mau masuk atau keluar rumah harus turun sendiri buat kunci buka gerbang"ucap aulia.

"Nanti mama bicarain lagi sama papa ya,papa kamu selalu nolak alasannya dia bisa buka sendiri"

"ya tapi kan lama"ucapnya aulia lagi.

   Bu wida membuang nafas kasarnya lalu memberikan seuntai senyuman kepada anak semata wayangnya.

"nah pa,kenapa gak cari satpam aja buat jaga di rumah?"aulia yang tak sabar mendengar jawaban dari papanya saat pak arman baru saja masuk ke dalam mobil itu untuk memarkirkannya di dalam rumah.

  Pak arman terdiam sejenak menyimak pertanyaan anaknya.Mungkin sudah waktunya ia merekrut seorang satpam untuk menjaga rumahnya.

"Nanti papa carikan ya"Aulia dan ibunya saling melempar senyuman.Bujukannya berhasil,ia tak perlu menunggu lama lagi jika ada satpam yang berjaga di rumahnya.

   Mobil berwarna putih itu masuk ke halaman rumah yang sangat luas,bu wida dan aulia turun sambil membawa paperbag yang berisi belanjaannya tadi.sedangkan pak arman akan memasukan mobilnya ke dalam garasi.

Cuaca yang panas membuat mereka haus tak tertolong,aulia pamit untuk masuk ke dalam kamarnya terlebih dulu.Berbeda dengan bu wida yang menaruh paperbag itu di sofa panjang ruang tengah.Ia masuk ke dapur untuk membuatkan minuman segar.

   Sampai setibanya pak arman di sana,ia berinisiatif untuk menyimpan paperbag istrinya ke dalam kamar mereka di lantai dua.

Aulia masih berada di dalam kamarnya,mencoba kembali baju baju di baru saja dibelinya.Sesekali ia bercermin sambil bergaya tengil.Meski hari berliburnya masih 2hari lagi,ia ingin mempersiapkan semuanya lebih dulu agar tak ada yang tertinggal nantinya.

   10 menit sudah ia dikamar,namun tenggorokannya tampak kering.Baju baju yang sudah di masukan ke dalam tas itu ia tinggalkan begitu saja,karena dirinya akan turun ke bawah untuk mengambil minum.

"ini apa ma?"tanyanya saat ia memegang gelas berisi air berwarna merah.

"es semangka"

"wah darimana?"tanyanya yang selalu penasaran dengan hal hal yang belum ia ketahui.

"tadi beli di supermarket,coba deh manis tau.mama aja nyesel kenapa belinya cuma 1pack."ucap bu wida yang tampak sedang duduk disofa dengan tangan yang memegangi remote Tv.

"ya kenapa belinya 1pack?"tanya lagi anak itu.

"daripada gak habis kan,mending di coba dulu."

"manis karena mama yang bikin itu"Tampak suara itu berasal dari pak arman yang sedang berdiri di anak tangga memperhatikan anak dan istrinya sedang recok.

  Membuat anak dan ibu itu menoleh ke arahnya,pak arman menghampiri keduanya yang kini tengah duduk di sofa.

  Ia menyeruput begitu saja gelas yang di genggam oleh aulia.Membuat gadis itu menatapnya dengan tatapan tajam.

"mau nonton apa ma?"tanya pak arman saat melihat bu wida memainkan remote yang di arahkan ke tv besar di ruangan itu.

"horor aja ma"sahut aulia yang mendekati ibunya.

"boleh tu ma,di temenin cemilan lebih enak tuh kayaknya"goda pak arman yang tampak semangat.

"ambil lah di kulkas,cemilan yang tadi mama beli di supermarket"ucap bu wida,pak arman berlari kecil ke arah kulkas itu sambil menunggu film itu mulai.

   Beberapa cemilan dan minuman segar menemani mereka menonton.Dari yang semula duduk sampai mereka merebahkan tubuhnya di lantai yang beralaskan kasur tipis nan lembut.

   Notifikasi masuk yang berbunyi di ponsel aulia,membuat gadis itu membukanya dengan sedikit malas.Ia membulatkan matanya saat mengetahui siapa yang mengiriminya pesan.

[mau di bawain apa nanti malem?]

 Pesan yang ternyata dari dery teman laki lakinya.Perasaannya sedikit senang namun ia kembali memasang wajah dengan memelas,bahkan cintanya harus terhalang oleh sahabatnya.

[gausah,mama gue udah beli cemilan tadi.]ucap aulia yang tampak singkat di pesan itu.

 Tak ada balasan lagi dari dery,ia kembali mematikan ponselnya.Lalu melanjutkan menonton.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!