NovelToon NovelToon
Sistem Menakhlukan Pangeran Kedua Berhati Dingin

Sistem Menakhlukan Pangeran Kedua Berhati Dingin

Status: tamat
Genre:TimeTravel / Transmigrasi ke Dalam Novel / Tamat
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Su Yinyin adalah aktris cantik yang baru mekar. Ia banyak memghabiskan waktu bersama pria tampan dan mempermainkan mereka. Semua mengagumi dan mencintai nya. Namun, bagaimana jika ia harus masuk ke dalam novel berlatar kuno dan menakhlukan hati seorang pangeran kedua yang dingin dengan tingkat cinta minus seratus! Gila itu sih bukan cinta tapi sudah tidak cinta dari awal!
Belum lagi ditambah konflik Dikrit Kaisar yang mengharuskan pangeran kembali menikahi Putri Mahkota dari Utara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 3 : Ketegangan

Mo Jue menatap wanita di dalam dekapannya lekat-lekat. Kilatan bahaya di mata kelam itu perlahan mereda, digantikan oleh keheningan yang justru terasa jauh lebih mengintimidasi.

Wajahnya tetap tanpa ekspresi, namun sorot matanya mampu membuat siapa pun merasa seolah sedang diadili. Jemari yang tadinya mencengkeram rahang Su Yinyin kini tergeser naik, merapikan sehelai rambut basah yang menempel di dahi wanita itu dengan gerakan yang begitu santai, nyaris lembut, namun penuh tekanan psikologis. Sentuhan itu sama sekali tidak mengandung kehangatan. Sebaliknya, justru terasa seperti peringatan diam-diam agar Su Yinyin tidak melupakan posisinya.

"Es batu?" Mo Jue mengulang sebutan itu dengan suara rendah yang berbisik tepat di daun telinga Su Yinyin. Napas hangatnya menyapu kulit wanita itu, membuat bulu kuduknya meremang. "Sepertinya benturan di kepalamu memang membuat nyalimu mendadak berlipat ganda, Su Yinyin."

[Ding!]

[Peringkat Kesukaan Mo Jue naik +2 menjadi -98!]

[Catatan: Target merasa tergelitik sekaligus curiga dengan perubahan sikap Host.]

Su Yinyin menelan ludah dengan susah payah. Ia bisa merasakan degup jantungnya sendiri bertalu-talu bagaikan tabuh perang yang menggema di telinganya.

Uap air hangat di kamar mandi membuat suasana semakin pengap, sementara jarak mereka yang terlalu dekat membuat napasnya terasa sesak. Meskipun skor kesukaannya naik tipis dua angka, ia sama sekali tidak merasa lega. Angka itu masih terlalu jauh dari kata aman. Sebaliknya, kedekatan pria itu membuatnya merasa tengah berdiri di tepi jurang curam yang siap menelannya kapan saja.

"Mana berani aku mencari masalah dengan Suamiku tercinta," balas Su Yinyin cepat, berusaha memaksakan sebuah senyuman manis---yang di matanya sendiri terasa mirip seringai kuda. "Hanya saja kalau boleh jujur, berada terlalu dekat dengan pria setampan Anda membuat detak jantungku tidak karuan. Jadi, bisakah Yang Mulia... sedikit mundur?"

Ucapan itu keluar begitu saja. Bahkan dirinya sendiri tidak yakin apakah rayuan murahan itu akan berhasil atau justru memperparah keadaan. Namun dalam situasi seperti ini, ia hanya bisa mengandalkan insting dan keberuntungan.

Mo Jue menyipitkan mata. Sorot matanya menyelidik setiap perubahan ekspresi di wajah Su Yinyin, seolah ingin memastikan apakah wanita itu sedang berbohong atau benar-benar kehilangan ingatan akibat benturan di kepala. Alih-alih mundur, pria itu justru semakin menepis jarak. Dada bidang yang terekspos tanpa sehelai kain di bagian atas itu semakin meremukkan ruang gerak Su Yinyin hingga punggungnya hampir menempel ke sisi bak mandi.

"Jantungmu berdetak kencang?" Mo Jue tersenyum miring, senyum sinis yang mematikan. Lengkungan tipis di bibirnya sama sekali tidak membuat wajahnya terlihat ramah. "Baguslah. Biar kau ingat bahwa setiap detik hidupmu di kediaman ini berada di bawah kendaliku."

Kalimat itu diucapkan tanpa nada tinggi, tetapi justru karena ketenangan itulah ancamannya terdengar semakin nyata. Tidak ada sedikit pun keraguan dalam suaranya.

Tanpa aba-aba, Mo Jue melepaskan cengkeramannya begitu saja. Su Yinyin yang kehilangan penopang langsung terdorong ke belakang. Tubuhnya oleng, hampir saja terpeleset di lantai kamar mandi yang licin jika tangannya tidak dengan sigap menggapai tepian bak kayu besar. Napasnya tercekat. Sedikit lagi kepalanya pasti akan membentur lantai untuk kedua kalinya hari ini.

"Pakaikan jubahku di luar," titah Mo Jue dingin sambil berbalik memunggungi wanita itu, kembali membasuh tubuhnya dengan cipratan air hangat seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Bahunya yang lebar tampak tenang, sama sekali tidak menunjukkan bahwa beberapa saat lalu ia hampir membuat seseorang celaka. "Jangan membuatku menunggu lebih dari tiga menit, atau aku sendiri yang akan menyeretmu keluar."

Su Yinyin mengusap pergelangan tangannya yang memerah bekas cengkeraman tadi, lalu menatap punggung kokoh pangeran kedua itu dengan tatapan kesal bercampur lega. Setidaknya, untuk sementara ia masih diberi kesempatan bernapas.

Sabar, Yinyin, sabar, batinnya menggerutu sambil buru-buru menyambar jubah sutra hitam bersulam benang perak yang tersampir rapi di dekat pintu. Kain itu terasa halus dan berat di tangannya, menunjukkan kualitas terbaik yang hanya dimiliki keluarga kekaisaran.

Anggap saja ini sedang main game RPG tingkat kesulitan neraka. Bos pertama baru muncul, HP-ku saja belum penuh.

[Ding!]

[Misi Sampingan Terpilih: Mengurus Kebutuhan Pangeran Kedua tanpa Mengundang Kemarahan.]

[Waktu tersisa: 2 menit 50 detik.]

[Hadiah: Poin Keintiman +5, Kunci Kamar Rahasia.]

Melihat timer digital yang melayang di udara berhitung mundur secara kejam, Su Yinyin langsung menarik napas dalam-dalam. Angka-angka merah itu terus berkurang tanpa belas kasihan, membuatnya spontan mempercepat langkah. Ia menggenggam jubah itu lebih erat, lalu melangkah maju dengan tekad yang dipaksakan, bersiap menghadapi babak baru kehidupannya sebagai istri dari pangeran es batu yang mematikan. Entah berapa banyak rintangan yang menantinya setelah ini, tetapi satu hal sudah pasti--ia harus bertahan hidup, apa pun yang terjadi.

***

Mohon dukungan untuk Like, Komen, dan Ikuti Penulis yah, terimakasih ❤️

1
tinie
🤔semakin penasaran
tinie
pertarungan apa eeh🤔🤔🤣
tinie
kebenaran pasti terungkap
permaisuri
jika kau berdamai dgn mu jue pasti hidupmu akan tenang
TPI sayang sekali kau selalu mengusik singa yg sedang tidur
tinie
bikin tegang
tinie
jika jendral moe hanya anak selir
lalu kenapa seorang permaisuri begitu merasa terancam dgn kehadiran dan kesuksesan jendral joe
Vee: sepemikiran,,,,
total 1 replies
tinie
apakah kaisar sendiri tidak memiliki pengawal bayangan
sehingga permaisuri hidup semena mena👊
tinie
berapa banyak pelayan mata mata musuh yg masuk ke paviliun yiyin🤔🤔👊
tinie
kan bener dai adalah sekutu permaisuri
kena kaisar begitu ceroboh
tinie
apakah putri itu akan bergabung dgn
permaisuri👊
wah gawat, dua wanita dlm satu atap
yg terkadang sejalan😭😭

semoga putri mahkota bisa diajak kerja sama
tinie
ya💪💪
pasti bisa meluluhkan pangeran kedua
tinie
maksudnya tuh kamu jangan sampai celaka
su😁😁
tinie
berapa banyak Kasim yg ikut andil dlm permainan permaisuri jahat nii😌😌
tinie
iih cepat kali bab nya😁😁😁
ANWi/Berly Re: hehe🙏❤️
total 1 replies
tinie
sing diamlah
gak tau apa gimana hantun su yinyin😁😁👊
tinie
huhu aku ikut deg degan
tinie
ngeri kali kau joe
sungguh belum tau rasanya jadi buucin yaa🤣
Willy Gu
suka
tinie
ayook su yinyin 💪kamu pasti bisaaa💪💪💪
tinie
kasim gui siap dipenggal kepalanya😁😁
tinie
lalu kenapa su yinyin bisa mati ya
apa dia dicekik atau terpeleset di kamar🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!