NovelToon NovelToon
Pesona Gadis Desa Dan Ceo ARogan

Pesona Gadis Desa Dan Ceo ARogan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Sevda Aryan

Nala putri, seorang gadis yatim piatu yang miskin, nekat merantau ke ibukota berbekal kejujuran dan keberanian yang membaja.
Namun, nasib membawanya masuk ke ruang wawancara PT Dirgantara Megah Utama, tepat di hadapan Adrian Dirgantara _ Sang CEO tampan yang terkenal kejam, arogan, dan sangat membenci wanita akibat penghianatan masa lalu.

Bagi Adrian, semua wanita adalah makhluk bermuka dua yanh menjijikan, Namun, saat ia mencoba menindas Nala, gadis desa itu justru menatap matanya dengan berani dan membalasnya dengan kalimat menohok yang meruntuhkan harga dirinya.

Alih-alih memecatnya, Adrian yang penasaran justru menjebak Nala dengan menjadikanya sekertaris pribadi demi menyiksanya dengan tugas-tugas mustahil. Adrian mengira Nala akan menamgis dan menyerah. ia keliru, Nala tidak sekedar bertahan, gadis itu justru perlahan- lahan meruntuhkan dinding pembatas di hati Adrian dengan ketulusannya dan ketegasannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sevda Aryan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 : Jebakan Malam Hari Dan Perhatian Tersembunyi

Mulai detik ini, seluruh waktumu di kantor ini adalah milikku. Karena kamu tampak memiliki banyak energi untuk bercanda ria di bawah sana, aku menambahkan tugas baru untukmu!.

Adrian mengambil tiga bundel map tebal dari lacinya, lalu melemparkannya ke atas meja hingga menimbulkan suara dentuman yang keras.

"Terjemahkan seluruh dokumen kerja sama proyek infrastruktur ini ke dalam bahasa Jepang secara manual tanpa menggunakan aplikasi penerjemah." Aku ingin dokumen ini sudah ada di mejaku besok pagi jam tujuh tepat. artinya, kamu tidak boleh pulang sebelum tugas ini selesai!.

Perintah Adrian dengan seringai arogan. dia sengaja menindas Nala dengan tugas lembur agar gadis desa itu kelelahan dan tidak memiliki kesempatan lagi untuk bertemu atau memikirkan Kevin nanti malam.

Nala menatap tumpukan map tebal itu dengan helaan nafas berat. tugas ini jelas di luar nalar dan sengaja diberikan untuk menyiksanya.

Namun alih -alih menangis atau memohon seperti yang Ardian harapkan, Nala justru menegakkan bahunya. mata bulatnya menatap langsung ke dalam manik mata Adrian dengan berani dan tegas!.

"Baik, Pak Adrian yang terhormat!.. Saya akan menyelesaikan tugas malam ini juga. Jika tidak ada hal lain lagi, Saya permisi untuk mulai bekerja," jawab Nala dengan nada tenang namun syarat akan ketegasan. dia berbalik dengan Anggun, membawa ketiga map tebal itu menunju kubikel kerjanya.

Adrian terdiam di kursinya menatap punggung Nala yang menjauhi hingga pintu tertutup.

Ada rasa kesal karena rencananya membuat gadis itu menangis kembali gagal, namun di sudut hati yang paling dalam, Adrian tidak bisa menampik kalau dia semakin terpesona dengan ketegaran dan harga diri tinggi yang dimiliki oleh gadis desa tersebut.

Konflik batin itu terus berkecamuk di dalam dadanya menandai awal mula dari badai emosi yang akan segera mengubah hidup mereka berdua.

Malam semakin larut. Jarum jam dinding di lantai teratas gedung PT Dirgantara megah utama sudah menunjukkan pukul 09.00 malam.

Suasana Kantor yang tadinya bising oleh suara ketikan dan obrolan karyawan kini berubah menjadi sepi senyap. sebagian besar lampu ruangan sudah dipadamkan oleh petugas keamanan, menyisakan keremangan yang mencekam, kecuali di satu sudut kubikel sekretaris.

Di sana, Nala masih duduk tegak di depan layar monitor komputer yang menyala terang. Jari-jari lentiknya menari dengan cepat di atas keyboard, menerjemahkan baris demi baris dokumen proyek infrastruktur ke dalam bahasa Jepang.

 'Matanya yang bulat kini tampak sedikit merah karena lelah, namun tidak ada niat sedikitpun dalam dirinya untuk menyerah pada siksaan Adrian'.

"Aku tidak boleh kalah. kalau aku menyerah sekarang! pria arogan itu akan mengira dia bisa menginjak-injak harga diriku sesuka hatinya, " bisik Nala pada dirinya sendiri, menyemangati jiwanya yang mulai letih.

Tanpa Nala sadari, dari balik celah pintu ruangannya yang sedikit terbuka, Adrian sedang berdiri mengawasinya. Sejak dua jam yang lalu.

Adrian sengaja tidak pulang. alibi awalnya adalah menyelesaikan berkas pribadinya, namun bohong Jika dia tidak mengakui bahwa matanya terus-menerus melirik ke arah Nala melalui kaca transparan.

Melihat Nala yang bekerja begitu keras sendirian di tengah malam, ada rasa bersalah yang tiba-tiba menyelinap hati Adrian.

Tugas menerjemahkan Dokumen setebal itu secara manual dalam semalam adalah hal yang mustahil bagi orang biasa. namun gadis desa ini tidak mengeluh sama sekali.

Adrian menghela nafas berat. Sifat keras kepala Nala, entah mengapa justru terlihat sangat seksi di matanya.

Adrian kemudian melangkah ke arah mesin kopi otomatis di sudut ruangannya!

Dia membuat Secangkir Kopi Hitam tanpa gula untuk dirinya sendiri, dan secangkir coklat panas dengan sedikit susu untuk Nala. dengan langkah perlahan agar tidak mengejutkan gadis itu. Adrian berjalan keluar dari ruangannya.

Plak!

Adrian meletakkan cangkir berisi coklat panas itu di samping keyboard Nala dengan kasar, tapi rasa pedulinya dengan wajah Ketus andalannya.

"jangan kegeeran!... Aku belum pulang karena Pekerjaanku belum selesai." ketus, Adrian sambil melipat tangan di dada. matanya melirik ke arah cangkir coklat. " minuman itu".

Aku tidak mau sekretaris pribadiku pingsan di hari pertama kerja karena kurang gizi. itu akan merusak reputasiku sebagai CEO.

Nala' menatap cangkir coklat panas dan mengepul aroma manis menenangkan itu, lalu beralih menatap wajah Adrian yang memalingkan pandangan karena gengsi. untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu, Nala melihat sisi lain dari pria arogan ini.

"Terima kasih banyak.!

Pak Adrian. ucap Nala dengan senyuman tipis yang tulus".

Senyuman tipis itu sukses membuat jantung Adrian berdegup dua kali lebih cepat!.

Pria itu berdehem salah tingkah, lalu berbalik dengan cepat - kembali ke ruangannya sebelum Nala menyadari wajahnya yang memerah.

Namun, ketenangan malam itu tidak berlangsung lama. di lantai bawah gedung kantor, sebuah konspirasi busuk siap bergerak. viona dan Marisa yang sudah menunggu di dalam mobil di area parkir melihat jam tangan mereka.

"ini sudah jam 09.00 malam , Mbak Marisa, petugas keamanan biasanya sedang berpatroli di area luar gedung. Ini waktu yang tepat bagi kita untuk menyelinap masuk ke ruang kerja Nala," bisik viona dengan mata berkilat penuh kelicikan.

Marisa merapikan mantel mahalnya dan tersenyum puas.

Bagus!... pastikan kamu mengambil dokumen kontrak asli investor Jepang itu dari mejanya.

 Besok pagi, saat Adrian mendapat dokumen penting itu hilang dan hancur, gadis desa itu tidak akan punya kesempatan lagi untuk membela diri!

Kedua Wanita berhati iblis itu pun keluar dari mobil, melangkah masuk ke dalam gedung yang sepi, siap menjalankan perangkat untuk menghancurkan hidup Nala keesokan harinya.

Adrian duduk di kursi kerjanya yang Megah- sambil menyesap Kopi hitamnya yang mulai mendingin. namun, pikirannya sama sekali tidak bisa fokus pada berkas-berkas di hadapannya!.

Sepasang matanya terus-menerus melirik ke arah monitor komputer kecil, di sudut mejanya layar khusus yang terhubung langsung dengan sistem CCTV internal seluruh lantai gedung PT Dirgantara megah utama.

Sebagai seorang CEO yang perfeksionis, Adrian memiliki akses penuh terhadap seluruh kamera pengawas. dan malam ini, entah mengapa instingnya mengatakan ada sesuatu yang tidak beres?...

"Pandangan Adrian awalnya hanya terfokus pada kamera yang menyorot kubikel kerja Nala. dia melihat gadis desa itu sempat meminum coklat panas pemberiannya" membuat gurat lelah di wajah cantiknya sedikit memudar, ada rasa hangat yang aneh menjalar di dada Adrian saat melihat Nala kembali mengetik dengan penuh semangat.

Namun, beberapa menit kemudian, fokus Adrian teralih saat melihat layar CCTV area koridor lift dan lobi lantai dasar.

Dua sosok wanita yang sangat ia kenal tampak melangkah masuk dan mengendap-ngendap.

Adrian mengernyitkan alisnya tajam!...

Matanya menyipit, layar monitor dengan seksama. viona Dan...Marisa? Apa yang mereka lakukan di kantor jam segini?...

Gumam Adrian dengan suara baritonya yang mendalam. Kebencian seketika tersirat di wajah tampannya saat melihat wajah Marisa, mantan kekasihnya yang serakah.

Adrian beralih mengganti sudut pandang kamera ke koridor sepi di lantai teratas. dia melihat viona dan Marisa keluar dari lift dengan langkah yang diatur sedemikian rupa agar tidak menimbulkan suara. mereka berdua berhenti di dekat belokan koridor, tidak jauh dari kubikel Nala yang masih menyala terang.

Melalui kamera pengawas beresolusi tinggi itu, Adrian bisa melihat dengan sangat jelas Bagaimana Viona dan Marisa saling berbisik berbisik dengan ekspresi wajah yang penuh kelicikan.

Senyum cerah terukir di bibir merah Marisa, sementara viona tampak memberikan sebuah bungkusan plastik kecil dan menunjuk-nunjuk ke arah meja kerja Nala. gestur tubuh mereka berdua jelas menunjukkan bahwa mereka sedang merencanakan sesuatu yang jahat!.

Rahang Adrian seketika mengeras!..

Amarahnya kembali tersulut. namun, kali ini bukan karena cemburu melainkan karena rasa protektif yang besar terhadap Nala.

Sebagai pria yang cerdas di dunia bisnis, Adrian langsung tahu bahwa aliansi busuk antara mantan kekasihnya yang matre dan sekretaris seniornya yang dengki itu pasti bertujuan untuk menjebak Nala!...

Mereka ingin memanfaatkan kelengahan Nala di malam hari, untuk menghancurkan dokumen kontrak penting investor Jepang yang sedang Nala kerjakan.

"Berani sekali kalian bermain api di kantor milikku!..."

Desis Adrian dengan tatapan mata yang berkilat dingin, dan mengerikan bak seorang predator yang siap menerkam mangsanya.

Tangan Adrian yang kekar mengepal kuat hingga buku_buku jarinya memutih. Sisi arogan dan dominan dalam dirinya berontak keras. dia tidak akan membiarkan siapapun, termasuk Marisa atau Viona, mengusik atau menyakiti barang Satu helai rambut pun dari dari gadis desa yang kini berstatus sebagai sekretaris pribadinya itu.

Bagi Adrian, jika ada orang yang boleh menindas atau menguji Nala, orang itu hanyalah dirinya sendiri, bukan dua wanita bermuka dua tersebut.

Adrian sempat berniat untuk langsung keluar dari ruangannya!

Berjalan ke koridor, dan mengusir viona serta Marisa keluar dari gedung malam itu juga. namun, otak taktis adrian melarangnya. Jika dia menangkap mereka sekarang, mereka pasti akan membuat seribu satu Alasan palsu untuk berkelit.

Adrian menyeringai licik, sebuah senyuman kejam yang biasa ditunjukkan saat akan - menghancurkan pesaing bisnisnya di meja perundingan. kalian ingin bermain jebakan?

Mari kita lihat! siapa yang akan masuk ke dalam lubang itu pada akhirnya?...

Adrian memutuskan untuk membiarkan permainan busuk viona dan Marisa berjalan sedikit lebih jauh.

Dia ingin mengumpulkan bukti rekaman CCTV ini sebagai kartu As yang paling mematikan.

Adrian berencana membiarkan mereka mencuri atau merusak dokumen tersebut malam ini.

Agar besok pagi -di hadapan seluruh dewan direksi dan investor Jepang, dia bisa membongkar kejahatan mereka berdua sekaligus cara memalukan itu. itu akan menjadi akhir dari karir viona dan dari ambisi Marisa untuk kembali mendekatinya.

Dengan cepat, Adrian menekan beberapa tombol di keyboard komputernya, mengunduh salinan rekaman CCTV interaksi mencurigakan viona dan Marisa sejak mereka menginjakkan kaki di lobi- lalu menyimpannya ke dalam flashdisk lepas pribadi yang terenkripsi aman.

Setelah memastikan bukti pertamanya aman, Adrian kembali Menatap layar monitor. Di sana ,dia melihat viona mulai melangkah maju mendekati kubikal Nala dengan senyum palsu yang mulai dipasang, siap memuluskan siasat liciknya! untuk menjebak sang gadis desa yang masih polos tanpa dosa.

Nala mendongak dari layar komputernya ketika menyadari viona yang tiba-tiba berdiri di samping kubikelnya. Wajah sekretaris senior itu tampak dibuat seolah-olah sedang panik dan terburu-buru.

" Nala, untung kamu belum pulang!" seru Viona dengan nada suara yang sedikit bergetar sandiwara. " tolong turun di meja resepsionis lantai dasar sekarang juga!.

Petugas keamanan di bawah bilang ada kurir yang mengantarkan dokumen revisi penting dari investor Jepang.

Aku harus merapikan berkas di ruangan lain, jadi tolong kamu yang ambil ke bawah yah! ..ini darurat.

Nala mengernyitkan dahi, merasa agak aneh karena dokumen penting dikirim lewat kurir selarut ini! ... Namun, karena menyangkut investor Jepang, Nala tidak berani membantah. " baik, kak viona. Saya akan turun sekarang juga," jawab Nala polos.

Dia segera bangkit berdiri tanpa curiga sedikit pun, meninggalkan tumpukan Maaf kontrak asli dan Diska lepas miliknya di atas meja.

Begitu langkah kaki Nala, menghilang di balik pintu lift, viona langsung memberikan kode lambaian tangan ke arah kegelapan koridor. berikutnya, Marisa melangkah keluar dengan Seringai kemenangan yang mengerikan. Dengan cepat dan tanpa membuang waktu, Marisa mendekati meja kerja Nala.

Jemari lentiknya dengan kasar mengacak-acak tumpukan berkas kerjasama yang sudah setengah diterjemahkan oleh Nala, lalu mengambil dokumen kontrak asli bernilai ratusan miliar tersebut dan menyembunyikannya di dalam tas mahalnya.

Selesai. gadis desa bodoh itu akan tamat besok pagi!...

Bisik Marisa dengan tawa kecil yang terdengar culas bersama Viona. sebelum mereka berdua bergegas pergi meninggalkan lantai teratas melalui tangga darurat agar tidak berpapasan dengan Nala.

Sementara itu, di dalam ruang kerjanya!....Adrian menyaksikan seluruh adegan pencurian itu melalui monitor CCTV dengan tatapan mata, yang semakin dingin dan tajam!?...

Detak jantungnya berdegup kencang, menahan amarah yang luar biasa melihat kelicikan mantan kekasihnya. namun, senyum misterius yang penuh kemenangan justru terukir di Bibir tegas Adrian.

"kalian pikir kalian sangat cerdas? " desis Adrian dengan suara Bariton yang berat.

Adrian bangkit dari posisi kursi kebesarannya. dengan langkah kaki yang lebar dan berwibawa, Dia berjalan keluar dari ruangannya tepat saat pintu lift terbuka menampilkan Nala yang kembali dengan wajah bingung karena tidak menemukan kurir apapun di lantai dasar.

Nala kaget saat melihat Adrian, sudah berdiri di depan kubikelnya, terlebih seketika mata bulat, Nala melihat dari bahwa meja kerjanya sudah berantakan - dan dokumen kontrak hasilnya telah raib.

Wajah Nala seketika berubah pucat pasi. "p - pak Adrian...dokumen kontraknya...hilang," ucap Nala dengan suara gemetar dan mata yang mulai berkaca-kaca karena panik?...

Melihat kepanikan Nala, benteng keangkuhan Adrian runtuh seketika!...

Dia melangkah mendekat, lalu dengan gerakan yang sangat lembut namun tegas!

Adrian mencengkram kedua bahu- Nala untuk menenangkannya, sepasang mata elang Adrian menatap langsung ke dalam manik mata Nala yang rapuh.

Tenang, Nala. Jangan takut, Aku tahu siapa yang mengambilnya?

Ucap Adrian dengan nada suara yang terdengar sangat protektif, jauh dari kesan arogan yang biasanya ia tunjukkan. "dokumen kontrak asli yang sebenarnya sudah aman bersamaku."

Nala terbelalak, menatap Adrian dengan rasa tidak percaya sekaligus lega yang luar biasa.

Adrian melepaskan tangannya dari bahu Nala, lalu menyembunyikan senyum tipis yang sarat akan terjadi perlindungan.

Pulanglah sekarang istirahat yang cukup!

Besok pagi, ikut aku ke ruang rapat direksi. aku sendiri yang akan melindungi dan memastikan orang-orang yang mencoba menindas sekretaris pribadiku! akan menerima pembalasan yang sangat kejam.

Malam itu ditutup dengan debaran jantung Nala yang berdegup tidak karuan, bukan lagi karena takut kehilangan pekerjaan, melainkan karena pesona perlindungan tersembunyi dari sang CEO arogan yang perlahan mulai melelehkan hatinya.

1
Endang Manuskowati
lanjut author, bagus
Sevda Aryan: "Halo semuanya, terima kasih atas komentar dan antusiasmenya yang luar biasa! Maaf ya kalau updatenya agak terlambat, karena saya penulis pemula dan sedang merapikan susunan kata serta tanda baca dari bab awal agar lolos komtrak editor. Dukungan kalian membuat saya sangat bersemangat. Tunggu kelamjutan ceritanya ya, jangan lupa novel ini di rak buku kalian 😍
total 1 replies
Ifana
Sisil sama Han udh kek tom & jerry 🤣🤣
Sevda Aryan: iya tiap ketemu berantem terus
total 1 replies
Ifana
ditunggu lanjutannya kk ~
Sevda Aryan: iya kaka, mohon maaf jika telat
total 2 replies
Ifana
wong edan...udh ngrebut perusahaan bpk nya sekarang mau ambil perusahaan anaknya, dasar serakah 😡
Sevda Aryan: Nama nya juga manusia serakah , ka🤣
total 1 replies
Ifana
jgn² Sisil jodoh nya Han 🤣🤣
Ifana: tp cewek mcm Sisil cocok sama cowok model Han yg kaku kek kanebo kering 🤣🤣
total 2 replies
Ifana
semangat up nya kk
Sevda Aryan: iya makasih banyak atas dukungannya
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!