NovelToon NovelToon
Naruto : Sistem Shinobi Tanpa Batas

Naruto : Sistem Shinobi Tanpa Batas

Status: sedang berlangsung
Genre:Naruto / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Barr

Ren, seorang pemuda yang hidupnya hancur di dunia modern, terbangun di dunia yang ia kenal hanya melalui layar kaca—dunia Shinobi yang penuh dengan darah, air mata, dan pengkhianatan.

​Tepat saat ia lahir di tengah kekacauan serangan Kyuubi, Ren menyadari bahwa ia tidak memiliki garis keturunan klan hebat, tidak memiliki chakra yang melimpah, dan hanya dianggap sebagai sampah oleh dunia.

​Namun, tepat saat ia menginjak usia 6 tahun, sebuah layar transparan muncul di depannya: [Selamat datang, Ren. Sistem Evolusi Shinobi telah aktif.]

​Dengan pengetahuan tentang masa depan yang pahit dan sistem yang memungkinkan segalanya, Ren bersumpah untuk mengubah nasib. Dari seorang anak yatim piatu yang diabaikan, ia akan bangkit, melampaui para Hokage, hingga menantang para dewa yang bermain-main dengan takdir dunia ini.

​Bukan sebagai pahlawan, bukan pula sebagai penjahat. Dia adalah Faktor X yang akan mengubah dunia Shinobi selamanya.



Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Barr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lahirnya Sang Anomali

Rasa sakit itu tidak datang secara bertahap, melainkan menghantam kesadaran Ren layaknya sebuah palu godam raksasa yang dijatuhkan dari langit. Tepat setelah kata 'restrukturisasi' berkedip di layar sistem, seluruh pembuluh darah di dalam tubuh mungilnya seolah-olah dialiri oleh cairan besi mendidih. Itu adalah proses pembukaan paksa tiga ratus enam puluh satu titik tenketsu yang selama ini buntu dan mengeras. Rasanya seperti ada ribuan jarum membara yang menusuk, memutar, dan merobek jalur energinya secara bersamaan dari dalam sel-sel tubuhnya.

​Ren langsung menyentak badannya di atas dipan, namun jiwa dewasanya yang sekeras baja segera mengambil kendali penuh atas insting tubuh bayinya. Dia tahu persis di mana dia berada. Ini adalah panti asuhan umum. Jika dia berteriak, dia akan membangunkan puluhan anak lain dan menarik perhatian pengurus panti, atau lebih buruk lagi, memancing kecurigaan ninja sensor Konoha yang berpatroli. Dengan gerakan kilat yang didorong oleh keputusasaan, Ren meraih ujung selimut kain usangnya yang kasar, menjejalkannya ke dalam mulut, dan menggigitnya sekuat tenaga.

​Kedua tangannya mencengkeram sisi dipan kayu begitu erat hingga kuku-kukunya memutih dan mulai mengeluarkan darah. Seluruh tubuhnya yang berusia enam tahun bergetar hebat, berkedut dalam ritme yang mengerikan di bawah kegelapan kamar yang sunyi. Keringat dingin bercampur darah tipis mulai merembes dari pori-pori kulitnya. Rasa sakitnya begitu intens hingga membuat pandangannya memutih beberapa kali, namun Ren menolak untuk pingsan. Matanya tetap terbuka lebar di tengah kegelapan, memancarkan kilatan tekad yang mengerikan. Dia membiarkan rasa sakit itu membakar ingatan masa lalunya yang menyedihkan, mengubah setiap jengkal penderitaan malam ini menjadi fondasi bagi kekuasaannya di masa depan. Jika untuk melampaui batas manusia biasa membutuhkan neraka seperti ini, maka dia akan berjalan melintasi api tanpa berkedip sedikit pun.

​Siksaan batin dan fisik itu berlangsung selama berjam-jam yang terasa seperti keabadian bagi Ren. Menjelang subuh, ketika semburat cahaya biru kelabu mulai mengusir kepekatan malam di luar jendela, rasa terbakar di dalam tubuhnya mendadak mereda secara drastis, digantikan oleh sensasi dingin yang sangat menyegarkan yang mengalir lambat melalui tulang dan dagingnya. Ren melepaskan gigitannya pada selimut yang kini telah basah oleh air liur dan darah, lalu mengembuskan napas panjang yang terasa sangat panas.

​Saat dia mencoba menggerakkan lengannya, Ren menyadari bahwa tubuhnya kini diselimuti oleh lapisan cairan kental berwarna hitam pekat yang mengeluarkan bau busuk seperti bangkai. Itu adalah impasitas—kotoran genetik, racun, dan sisa-sisa penyumbatan dari tubuh sipilnya yang telah dibersihkan secara paksa oleh sistem. Ren tidak peduli dengan bau menyengat tersebut, karena perhatian utamanya langsung tertuju pada sensasi luar biasa yang belum pernah dia rasakan selama lima tahun hidup di dunia ini. Ketika dia memejamkan mata, dia bisa merasakan sebuah aliran energi hangat yang cair, mengalir dengan sangat lancar dan tanpa hambatan di sepanjang jalur saraf di dalam dirinya. Itu adalah chakra. Pipa besi karatan di dalam tubuhnya telah hancur, digantikan oleh jaringan saluran energi yang bersih, lebar, dan siap menampung kekuatan besar.

​Bersamaan dengan kesadarannya yang pulih sepenuhnya, suara mekanis yang dingin kembali berdenting di dalam kepalanya, membawa deretan informasi baru yang melayang di depan matanya.

​[Proses Restrukturisasi Tubuh Selesai.]

​[361 Titik Tenketsu Berhasil Dibuka dan Diperlebar. Aliran Chakra: Terdeteksi.]

​[Selamat! Status Anda Telah Diperbarui. Menampilkan Antarmuka Status:]

​Nama: Ren

Garis Keturunan: Sipil (Tanpa Kekuatan Klan)

Kekuatan Fisik: 3 (Rata-rata anak seusia: 5)

Kecepatan: 4 (Rata-rata anak seusia: 5)

Ketahanan / Stamina: 6 (Efek Trait 'Semangat Bertahan Hidup')

Kapasitas Chakra: 2 (Baru Terbentuk)

​[Poin Evolusi Tersedia: 100]

​Ren menatap angka-angka statistik awalnya dengan analisis yang dingin dan taktis. Sebagai anak yatim piatu dari kalangan rakyat jelata yang kurang gizi, statistik fisiknya jelas berada di bawah rata-rata anak normal Konoha. Namun, keberadaan seratus Poin Evolusi di tangannya adalah sebuah pengubah permainan yang mutlak. Pikirannya langsung berputar cepat, menimbang-nimbang opsi terbaik untuk mengalokasikan poin tersebut. Seseorang yang naif mungkin akan tergoda untuk memasukkan semua poin ke dalam Kapasitas Chakra agar bisa langsung menggunakan ninjutsu tingkat tinggi, atau membaginya secara rata di semua lini. Tapi Ren bukanlah orang bodoh. Dia tahu betul bahwa di usianya yang baru enam tahun dan masih hidup di bawah pengawasan panti asuhan, fondasi fisik adalah segalanya. Tanpa otot, tulang, dan stamina yang kuat, tubuhnya tidak akan mampu menahan beban latihan ekstrem yang dia rencanakan, dan chakra yang terlalu besar justru bisa merusak wadah tubuhnya yang masih kecil. Dia membutuhkan tubuh yang tangguh untuk bertahan hidup terlebih dahulu.

​Tanpa ragu-ragu lagi, Ren mengeksekusi keputusannya melalui perintah batinnya kepada sistem. Alokasikan empat puluh poin ke Kekuatan Fisik, tiga puluh poin ke Kecepatan, dan tiga puluh poin ke Ketahanan.

​[Alokasi Poin Berhasil. Mengintegrasikan Energi Evolusi ke Sel Tubuh...]

​[Status Terbaru: Kekuatan Fisik (43), Kecepatan (34), Ketahanan (36). Fisik Anda kini setara dengan Genin Muda!]

​Ledakan energi baru yang padat langsung menyebar dari sumsum tulangnya ke seluruh jaringan ototnya. Ren bisa merasakan serat-serat ototnya memadat, mengencang, dan strukturnya berubah menjadi jauh lebih efisien tanpa membuat penampilannya mendadak menjadi kekar tidak wajar. Tubuhnya yang kurus kering kini menyembunyikan kekuatan ledak yang setara dengan seorang ninja Genin yang telah berlatih keras selama bertahun-tahun. Perubahan instan ini membuatnya merasa seolah-olah gravitasi bumi yang menekan tubuhnya berkurang setengahnya.

​Namun, sistem beraliran keras ini tidak memberikan waktu bagi Ren untuk menikmati kekuatan barunya secara gratis. Layar status biru tersebut mendadak berkedip merah secara agresif, memunculkan sebuah jendela tugas baru yang memotong pandangannya dengan teks yang tebal dan mengintimidasi.

​[Misi Harian Terbuka: Fondasi Sang Anomali]

​Target: Lakukan 100x Push-up, 100x Sit-up, 100x Squat, dan Berlari 5 KM sebelum matahari terbit sepenuhnya.

Waktu Tersisa: 01 jam, 30 menit.

Imbalan Ganjaran: +1 Poin Atribut Bebas, +10 EXP Sistem.

Sanksi Gagal: Seluruh Atribut Dasar Dikurangi 50% selama 48 jam.

​Ren menatap rincian misi harian ala pelatihan neraka tersebut dengan mata menyipit. Sanksi kegagalannya sangat mematikan—pengurangan atribut hingga setengahnya selama dua hari di dunia yang kejam ini sama saja dengan mengantarkan nyawa ke hadapan maut jika terjadi sesuatu yang tidak terduga. Terlebih lagi, waktu satu setengah jam sebelum matahari terbit adalah batas yang sangat ketat untuk tubuh anak-anak, bahkan dengan statistik Genin sekalipun.

​Alih-alih mengeluh atau mengutuk tingkat kesulitan yang tidak masuk akal tersebut, sebuah seringai lebar yang dingin justru perlahan terukir di wajah Ren yang masih dipenuhi noda hitam segera pergi ke sumur belakang membersihkan kotoran yang ada ditubuhnya karena jika dia keluar dengan tubuh bau bangkai yang menyengat itu bisa memancing ninja yang berpatroli atau anjing ninja yang mempunyai penciuman tajam. setelah membersihkan diri dan berganti pakaian Ren langsung bergerak tanpa suara, menyelinap keluar dari kamar usangnya dengan sangat ringan. Dia membuka jendela kayu kamar panti asuhan dengan perlahan agar tidak menimbulkan derit, lalu melompat turun ke atas tanah berumput di luar tanpa menimbulkan suara sedikit pun.

​Udara subuh Konoha yang membeku dan dipenuhi kabut tebal langsung menerpa wajahnya saat kaki kecilnya menapak di tanah luar.

Dia tidak memilih jalan utama desa yang mungkin diawasi oleh banyak ninja patroli. Tujuannya adalah jalur setapak menuju hutan belakang Konoha-tempat yang sempurna untuk menyembunyikan langkah pertamanya, sang anomali telah terbangun, siap menginjak-injak tatanan dunia ninja dengan kakinya sendiri.

1
Axel
seringkih bubur itu apa thor?
Axel
dan kesaduran itu apa thor?
Klarasya
lanjutt thorr, semangattt 😻
Mitha: oyong juahattt
total 2 replies
Klarasya
semangatt thorr 😻
Mitha: oyong juahat
total 1 replies
Klarasya
lanjuttt thorrr 😻
Klarasya
semangatt thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!