NovelToon NovelToon
Koki Kesayangan Raja Naga

Koki Kesayangan Raja Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:16k
Nilai: 5
Nama Author: Risa Jey

Li Yunru tiba-tiba bertransmigrasi ke zaman kuno setelah memakai cincin naga perak berisi ruang spiritual misterius. Bukan itu saja, dia juga menjadi koki spiritual yang mampu menyembuhkan segala jenis penyakit dan keracunan.

Berkat cincin naga perak juga, Li Yunru ditakdirkan menjadi pasangan sang raja naga putih penguasa wilayah utara—Bai Muzhi. Pria berwajah dingin yang jiwanya terluka akibat pedang antar benua ratusan tahun lalu itu, akhirnya menemukan satu-satunya penyembuh yang mampu mengobatinya. Perlahan, perasaan cinta tanpa sadar tumbuh di antara keduanya.

Rupanya kemunculan Li Yunru bukan hanya mengungkap banyak rahasia masa lalu, tapi juga membuat musuh di kegelapan mulai mengincar kekuatan tersembunyi dalam dirinya. Menghadapi misteri ribuan tahun lalu yang mulai tersingkap, mampukah Li Yunru melewati cobaan tersebut sampai akhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berdebat Dengan Elang Hitam

Ruu bahkan tidak meliriknya. Ia hanya berbaring malas di lengan Bai Muzhi dengan kedua telinga menjuntai ke samping.

"Aku ingin dia menjadi tuanku," keluhnya.

Bai Muzhi terdiam sejenak sebelum menjawab dengan nada tenang. "Jika gadis manusia itu benar-benar memiliki kemampuan penyembuhan, raja ini akan membiarkannya menjadi tuanmu."

Ia memang belum sepenuhnya percaya pada ucapan Ruu. Namun, hilangnya cincin naga dan lenyapnya kelinci roh itu pada hari yang sama masih menjadi teka-teki yang belum terpecahkan.

Awalnya Bai Muzhi mengira Ruu diam-diam membawa kabur cincin naga peraknya. Namun, tak lama setelah kejadian itu, ia menerima sebuah gulungan surat dari seseorang yang tidak dikenal.

Isi suratnya sangat singkat—Kelinci gemuk dan cincin naga perakmu untuk sementara kupinjam.

Pesan itu terdengar aneh sekaligus tidak masuk akal. Sampai sekarang, ia masih tidak mengerti. Untuk apa seseorang meminjam seekor kelinci?

Meski begitu, Bai Muzhi tidak terlalu mengkhawatirkan cincin tersebut. Artefak kuno pemberian seseorang di masa lalu itu tidak mungkin bisa digunakan oleh sembarang orang.

"Kalau begitu, ayo kita jemput dia kembali. Raja ini khawatir Hei Sanfeng yang sombong itu melakukan sesuatu padanya."

Ruu langsung mendengus. Kedua telinganya yang semula terkulai kembali tegak. "Kamu juga naga putih yang sombong!"

"... Raja ini berbeda dengannya," balas Bai Muzhi dingin. Ia sama sekali tidak sudi disamakan dengan elang hitam yang selalu bertingkah menyebalkan itu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Li Yunru sudah tidak tahu lagi berada di mana. Saat elang hitam raksasa itu membawanya terbang menuju sebuah wilayah yang jauh lebih hangat dan indah, ia sempat terpukau oleh pemandangan di bawah sana. Namun rasa kagumnya hanya bertahan sesaat.

Tiba-tiba cengkeraman cakar elang itu mengendur. Tubuh Li Yunru langsung terjun bebas dari langit.

"AHHHH! Dasar burung jelek!!" teriaknya panik.

Sesaat kemudian, elang hitam raksasa itu berubah wujud di udara menjadi seorang pria tampan berambut hitam panjang. Hanfu hitamnya dihiasi sulaman elang yang halus. Mata emasnya menyipit ketika tubuhnya melesat turun, lalu dengan mudah menangkap Li Yunru di udara.

"Heh, gadis manusia. Kamu bilang aku jelek?" tanyanya.

Pria itu tak lain adalah Hei Sanfeng yang dimaksud Bai Muzhi sebelumnya.

Li Yunru sempat ingin memakinya, tetapi kata-katanya tertahan saat melihat wajah Hei Sanfeng dari jarak yang sangat dekat. Garis rahangnya tegas, hidungnya mancung dan mata emasnya berkilau di bawah cahaya matahari.

Namun setelah memperhatikannya beberapa saat, kesan tampan itu perlahan memudar. Yang tersisa justru wajah pria yang terlihat sangat menyebalkan dan sombong.

Menyadari Li Yunru terus menatap wajahnya, Hei Sanfeng malah semakin percaya diri. Baginya, ketampanannya nyaris tak tertandingi di seluruh wilayah selatan.

Sayangnya, hanya Li Yunru dan para dewa yang tahu bahwa ia sama sekali tidak sedang mengagumi Hei Sanfeng. Ia justru sedang mati-matian menahan rasa jijik.

"Setelah pria tak tahu terima kasih itu yang narsis, ternyata kamu tidak kalah narsis," komentarnya datar.

Hei Sanfeng baru saja mendarat di halaman belakang Istana Yayue, pusat kekuasaannya. Namun karena terlalu fokus pada ucapan Li Yunru, ia nyaris tersandung kakinya sendiri saat mendarat. Dengan canggung, ia buru-buru menurunkan gadis itu ke tanah.

"Manusia, kamu membandingkanku dengan naga yang sakit itu?"

"Dari segi mana pun, elang tidak mungkin menang melawan naga."

Li Yunru sendiri masih belum mengerti bagaimana ia bisa berada di tempat aneh seperti ini. Seekor elang raksasa yang dapat berubah menjadi manusia. Seekor kelinci gemuk yang bisa berbicara. Dan seorang pria berambut putih yang ternyata adalah seekor naga.

Semuanya terlalu tidak masuk akal. Yang diinginkannya sekarang hanya satu. Pulang ke apartemennya.

Pria berhanfu hitam itu mendengus pelan sambil melipat kedua tangan di depan dada. "Humph! Aku yakin kamu terpesona olehku, manusia. Kalau bukan karena ada sesuatu yang berbeda di tubuhmu, raja ini tidak akan repot-repot membawamu dengan cakarku. Itu kehormatan besar bagimu," ujarnya sombong.

Sebelum Li Yunru sempat membuka mulut untuk membalas, Hei Sanfeng kembali berkata dengan nada bangga. "Raja ini adalah penguasa wilayah Heishin. Manusia, kamu pasti terpesona, bukan?"

Li Yunru menatapnya dengan aneh. "Kamu? Seorang raja?"

Raja macam apa yang begitu kekanak-kanakan? pikirnya.

"Tentu saja. Mengapa kamu menatapku seperti itu?"

Hei Sanfeng merupakan keturunan campuran. Meski demikian, kekuatannya tidak kalah dari ayahnya, sang raja terdahulu. Bahkan banyak yang mengatakan bahwa bakatnya melampaui generasi sebelumnya.

Membawa Li Yunru dari wilayah utara sebenarnya cukup berisiko. Hei Sanfeng sendiri tidak yakin apakah Bai Muzhi akan mengejarnya atau tidak. Namun, yang pasti, ia harus mengamankan gadis manusia yang berharga ini. Aura spiritual hijau milik Li Yunru bukan sesuatu yang mudah ditemukan. Ia yakin aura itu pasti berhubungan dengan ras peri.

Melihat Hei Sanfeng yang semakin asyik bernarsis, Li Yunru tidak ingin terus mendengarkan kesombongannya.

"Jadi, kamu ini benar-benar jelmaan elang?" tanyanya.

"Benar, manusia. Namaku Hei Sanfeng, elang hitam perkasa, penguasa Istana Yayue di wilayah Heishin yang paling tampan dan bergaya."

Hei Sanfeng kembali berubah menjadi seekor elang hitam sebesar ayam jago. Bulu-bulunya hitam pekat dan mengilap. Kedua sayapnya dibentangkan lebar, seolah sepasang tangan manusia yang sedang memamerkan pesonanya.

Elang hitam itu mengangkat tinggi kepalanya, lalu menoleh ke samping dengan sombong. Paruhnya sedikit terangkat, seakan memperlihatkan sudut terbaik wajahnya. Setelah itu, ia memejamkan mata sambil membusungkan dada berbulu hitamnya.

Barulah Hei Sanfeng mulai berputar sambil memamerkan bulunya. Putaran pertama masih terlihat lumayan. Putaran kedua mulai terasa aneh. Saat memasuki putaran ketiga, aura narsisnya sudah benar-benar memalukan.

Li Yunru memutar bola matanya kesal. Mungkin karena lapar atau masih mual setelah terombang-ambing di udara begitu lama, emosinya akhirnya meledak.

"Elang tetaplah elang! Narsis sekali! Siapa yang terpukau oleh ketampanan burung sehitam pantat wajan?! Kamu dan burung gagak tidak ada bedanya!" teriaknya sambil mencak-mencak.

Hei Sanfeng akhirnya benar-benar terpancing setelah disebut "sehitam pantat wajan". Siapa sangka gadis manusia yang tampak polos itu ternyata jauh lebih galak daripada yang terlihat?

"Manusia, tahu apa kamu? Seandainya kamu bukan wanita, sudah lama kumakan!"

"Kamu pikir aku tidak makan burung?!" Li Yunru memelototinya sambil berkacak pinggang. "Aku bukan sapi yang makan rumput! Dasar elang tak punya otak! Hari ini juga akan kubuat kamu jadi elang botak!"

Sebelum Hei Sanfeng sempat bereaksi, Li Yunru tiba-tiba menerjangnya. Tangannya bergerak cepat, mencengkeram leher elang hitam itu seperti orang yang hendak mengeksekusi seekor ayam.

Hei Sanfeng langsung panik. "Ahh! Tu-tunggu! Manusia—"

Dengan wajah serius, Li Yunru mulai mencabuti bulu di kepala Hei Sanfeng satu per satu. Helai-helai bulu hitam beterbangan di udara sebelum jatuh perlahan ke atas rerumputan.

Hei Sanfeng terdiam sesaat saat melihat bulu-bulunya beterbangan di udara. Detik berikutnya, ia menjerit begitu keras hingga semua burung di dahan sekitar berhamburan.

"AAAHHHHH!! BULUKU—EH! RAMBUTKUUU!!"

Cakar elang jelmaan Hei Sanfeng langsung berusaha melepaskan genggaman Li Yunru. Namun, entah mengapa tubuhnya sama sekali tidak mampu melawan saat gadis itu memegangnya. Seolah ada energi misterius yang menekan seluruh kekuatannya.

Setelah puas mencabuti bulu di kepalanya, Li Yunru justru menangkap kedua kaki elang itu dan mengangkatnya terbalik seperti memegang burung buruan.

Tubuh Hei Sanfeng tergantung di udara. Kedua sayapnya mengepak panik, sementara kepalanya mulai pening. "Manusia! Cepat turunkan aku! Ahhh! Kamu gila!"

Li Yunru menggoyang-goyangkan tubuh elang itu seperti mainan. "Bagaimana rasanya? Menyenangkan, bukan? Bukankah menggantung orang di udara itu sangat menyenangkan?"

"AAAHHH! Dasar wanita gila!" Hei Sanfeng menjerit dengan suara elangnya yang nyaring, antara marah dan panik. "Apa kamu benar-benar manusia atau jelmaan kera?!"

"Botak! Berani-beraninya kamu menyamakanku dengan kera! Apa wajah secantik ini mungkin milik seekor kera?"

Keduanya terus saling memaki tanpa henti. Suara mereka menggema di halaman belakang Istana Yayue yang luas. Tak satu pun menyadari bahwa seseorang baru saja tiba.

Di atas langit halaman Istana Yayue, Bai Muzhi melayang di atas pedangnya. Jubah putihnya berkibar pelan diterpa angin, sementara Ruu yang berbulu putih gemuk berada dalam pelukannya.

Saat mendarat perlahan di halaman, pemandangan pertama yang dilihat Bai Muzhi adalah Li Yunru yang sedang menggantung seekor elang hitam secara terbalik.

Untuk kesekian kalinya, ekspresi Bai Muzhi yang biasanya datar sedikit berubah. Alisnya terangkat tipis. Di pelukannya, Ruu pun membelalakkan kedua mata bulatnya.

"Apakah tuan baruku sekuat itu? Bagaimana mungkin raja elang dibuat tak berdaya oleh seorang manusia?" gumamnya. Kelinci itu merasa ada sesuatu yang janggal.

1
Fatma nurhapsari
👍👍👍
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
sepertinya sulur itu itu baik deh, kira-kira apa ya yang akan dia berikan pada Yunru🤔
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: wahhh, gak sabar menunggu mereka bertemu🙀
total 2 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
aduhh, novel horor🙀, pasti bikin merinding nih kalau novel horor, ahhh aku gak berani baca, takut kebawa mimpi 😭
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: kenapa gak bikin lanjutan cerita anaknya Li Chang Su sama Mu Xianzhai kak?? 🤭
total 2 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
tempramen sekali Xuan Bing, apakah Xuan Bing ini wujudnya seorang kakek-kakek🙀 ahhh kalau begitu aku mau cari yang lain aja, gak mau sama kakek-kakek🤣🤣😭
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: tapi sekarang kan dia udah kakek kakek kak/Scream/, masa aku suka sama kakek kakek 😭😭
total 2 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
pedang itu yaa, ohhh jadi namanya Xuan Bing /Shy/ wujudnya seperti apa tuh? apakah tampan?? /Awkward/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: 🤣🤣kan kalau mau dapatin Bai Muzhi udah gak bisa kak, soalnya dia kan pasangannya Yunru, jadi aku ngincer Xuan Bing aja, siapa tau dia juga tampan, soalnya kan Muzhi juga tampan 🤣😭🤣🤣
total 4 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
kalau gitu, sana tidur sama Bai Muzhi aja 🤣🤣 dia kan pasanganmu🤣🤣
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Yunruuuu/Curse//Curse/ bisa-bisanya kamu memikirkan uang disaat sudah diizinkan untuk menyentuh tubuh naga nya Muzhi/Facepalm//Facepalm/ yaampun, tapi kalau gak gitu, bukan Yunru namanya/Facepalm//Facepalm/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
jadi seperti 🤣, kok aku merasa, bulunya tumbuh dengan lebat 🤣ataukah bulunya berbentuk keriting 🤣😭/Facepalm/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: padahal lucu loh kak kalau nanti bulunya jadi keriting😭🤣🤣
total 2 replies
Erni Sasa
jangan ka biar aku blajar juga resep masakanya kebetulan aku belum pandai masakan china😌
Author Risa Jey: Oke deh, walaupun resepnya gak akan jauh-jauh dari kecap asin sih /Smirk/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
apakah sulur itu baik ataukah jahat?? tapi, semoga aja itu sulur bisa membantu Yunru /Slight/
Author Risa Jey: Baik kok harusnya. Penuh misteri /Casual/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
enggak kak, malah udah pas itu, kita jadi tau resep lain buat masak 🤭
Author Risa Jey: /Ok//Ok//Ok//Ok/
total 1 replies
ER
enggaa masalah thorr
mungkin kita juga bisa mencoba resepnyaa 😂
Author Risa Jey: Coba bikin, takaran kira-kira sendiri ya/Hey//Hey/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
aduhhh, gemes banget sama Muzhi yang tiap hari malu malu kucing sampai telinganya merah 🤣 ayo Yunru, buat Muzhi salah tingkah lagi 🤣🤣kalau bisa, tidak hanya telinganya saja yang merah, tapi juga wajahnya ikut merah 🤣🤣
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: tapi daripada dikasih sama mereka, lebih baik dijadikan kelinci panggang, kan lumayan tuh pasti dagingnya banyak🤣😭
total 9 replies
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣pikiran macam apa itu
Author Risa Jey: /Hammer//Hammer//Hammer//Hammer/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
akhirnya Muzhi jatuh cinta pada Yunru yeayyy, kalau nenek Caolan tau, wahhh, apa yang akan terjadi ya ketika melihat cucu nya ini dengan telinga yang memerah /Chuckle/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: 🤣🤣 boleh tuhhh, aku setuju🤣🤣
total 4 replies
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣🤣ada" saja pilih dua duanya lah kalau bisa
Author Risa Jey: Oh, tidak bisa /Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
ayo usut tuntas Feiyu/Determined//Determined/
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣😭maak aku lagi badmood iih malah di pantatin
Author Risa Jey: /Smirk//Smirk//Smirk//Smirk/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
harusnya kamu tendang saja tuh si Ruu nya Yunru, biar dia naik tangga lagi, biar jadi kurus 🤣
Author Risa Jey: Yang ada mungkin pingsan duluan /Sweat/
total 1 replies
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣heiii baru sadaar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!