Guntur Abimanyu, seorang CEO muda yang hampir berumur 30 tahun dipaksa untuk menikah tapi tidak ingin menikah.
"JIKA AKU MENIKAH HANYA UNTUK MENGHASILKAN ANAK, AKU BISA LAKUKAN SEKALI TEMBAK KEPADA WANITA MANAPUN! JADI TIDAK PERLU MENIKAH" serunya kepada kakek serta ayah ibunya.
Rustam sang kakek yang memegang kendali perusahaan ingin cucu laki laki satu satunya ini segera menikah. Begitupun Randi dan Ela, orang tua Guntur juga ingin segera menikahkan putra sulungnya itu.
"Baiklah kalau begitu, buktikan kemampuan menembak benihmu kepada wanita yang kakek dan orang tuamu pilih" ucap sang kakek.
"OKE SIAPA TAKUT!!" seru Guntur menerima tantangan.
Tapi ternyata takdir berkata lain, setelah kesepakatan ini dibuat, Guntur bertemu dengan wanita yang meninggalkannya dengan cinta terdalam.
Jadi siapa yang menang dalam taruhan keluarga ini? Apakah wanita yang kembali datang atau wanita yang dipilihkan kakek serta orang tuanya, mampu membuat Guntur membuktikan keperkasaannya? Baca novel ini dan dukung terus yaa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SariRani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERAWAN ATAU TIDAK?
Ratih masih berdiri di depan pintu yang sudah tertutup sedangkan Guntur duduk di kursi sofa kamar khusus itu.
"Oh begini wanita seharga 750 juta yang hanya bisa diam saja?" sindir Guntur.
cekiiittt...
Hati Ratih terasa tercubit, tapi ia harus berusaha kuat.
"Apa yang kamu lakukan disini? Kenapa kamu membeliku dengan harga segitu? Ingin menjeratku? Atau kamu ingin balas dendam kepadaku karena udah ninggalin kamu tiga tahun lalu?" balas wanita itu.
Senyum Guntur terbit menyeringai.
"Ternyata aku kurang kerjaan banget sampai mengeluarkan 750 juta hanya untuk membeli seorang wanita janda dan bekas orang" ujar pria itu.
"Ya, memang kamu kurang kerjaan, Mas Guntur. Aku bisa melobby Nyonya untuk mengembalikan uangmu" sahut Ratih.
Guntur terlihat tidak senang dan berdiri dari sofa. Berjalan berlahan menghampiri wanita yang telah ia beli.
"Aku tidak pernah meretur barang yang aku beli sekalipun itu rusak dan tidak terpakai" sarkas Guntur.
Semakin dekat jarak mereka, Ratih memundurkan kakinya hingga punggung menatap pintu.
"Aromamu saja seperti campuran para pria. Sudah berapa kali kamu melayani pria? Bagaimana bisa wanita yang sudah menikah dijual dengan label perawan? Hahahhaa ini penipuan" ejek Guntur sambil mengendus aroma Ratih lalu berjalan menjauhi wanita itu dan kembali ke sofa.
"Aku tidak terburu buru untuk merasakan pelayananmu, Rosetih. Jadi rilexkan dirimu dulu atau kalau kamu mau, sana mandilah baru melayaniku. Aku tidak suka aroma pria lain di tubuh wanitaku" lanjut Guntur.
Ratih masih menatap mantan kekasihnya itu dengan pandangan tajam. Memang dirinya pantas dihina tapi seharusnya Guntur bukan termasuk yang menghinanya.
"Aku pasti bisa menyelesaikan dan benar benar memutus hubungan ku bersama Mas Guntur setelah malam ini" batin Ratih.
"Hei! Jangan diam saja!!! Mulailah bergerak atau melayaniku sesuatu, Ratih!" tegur Guntur.
"Aku akan jadi kupu kupu malam untukmu, Mas" batin wanita itu sebelum bertekad untuk menyerahkan dirinya kepada pria yang telah membeli dengan harga fantastic.
"Baiklah, Tuan Guntur. Malam ini aku jadi milikmu" ucap Ratih sambil mulai menunjukkan senyumnya.
"Gitu dong. Jangan biarkan 750 juta ku sia sia meskipun aku tau jika kamu tidak perawan" ujar Guntur.
"Aku tidak akan melepaskanmu dengan mudah" batin pria itu kemudian.
Nyeees!!
Hati Ratih lagi lagi terasa perih saat mendengar omongan pedas dari Guntur.
"Nyonya dan MC bilang aku masih perawan, kenapa kamu tidak percaya? Mereka menjualku dengan harga tinggi diawal karena aku pertama kali melakukan hal ini" jelas Ratih sambil berjalan pelan menuju sofa.
"Hahahhaa Ratih Ratih...ingat alasanmu berpisah denganku dulu, meninggalkan kan ku? Kamu akan menikah di kampung dan tidak bisa menerima seorang CEO seperti ku" ucap Guntur.
"Ya benar, tapi bukan berarti menikah langsung melepaskan perawanku kan? jika kamu masih meragukan status label wanita malam yang perawan kamu beli ini, buktikan! Jika memang aku masih perawan, aku harap kamu memberiku 250 juta lagi lalu kita tidak usah kembali bertemu" tantang Ratih.
Guntur tercekat. Sangat kaget dengan tantangan dari wanita didepannya ini.
"Huahahaaa kamu sangat berubah. Kamu memang wanita munafik dan murahan! Dulu kamu menolak kekayaanku dan sekarang kamu memorotiku! Astaga Ratih aku tidak menduga malam seperti ini akan terjadi padaku" ucap pria itu.
Ratih yang sudah berdiri tepat dihadaoan Guntur tiba tiba duduk dipangkuan pria itu.
Guntur membeku.
"Ya, aku juga tidak menduganya. Tapi aku benar benar akan melayanimu selama mungkin hingga kamu puas" ucap Ratih menggoda.
Guntur mendorong Ratih dan langsung berdiri. Dirinya kini benar benar bingung harus berbuat apa kepada wanita ini. Melihat Ratih bersikap murahan semakin membuatnya marah.
"Aku bilang, mandilah dulu! Aku gak mau aroma banyak pria ditubuhmu!!" alasan Guntur untuk meredakan kegugupannya sendiri.
Ratih berdiri dan tersenyum.
"Apa mau mandi bareng? Bersihkan tubuhku dan ganti aroma tubuhku dengan milikmu bagaimana? Ayolah, jangan biarkan uangmu cuma cuma untukku" ucap wanita itu sambil mengelus wajah Guntur namun sang pria menghindar.
"Pergilah. Mandilah. Aku tunggu" ujar Guntur lalu duduk di tepi ranjang. Ia menyembunyikan kegugupannya.
Ratih tersenyum smirk.
"Kamu masih sama saja pria yang malu malu didepan wanita, Mas" lirih wanita itu sebelum berjalan ke kamar mandi. Pria itu mendengarnya.
"Malu malu? Apakah memang aku terlihat malu malu didepan wanita? Mungkin didepannya dulu iya tapi sekarang dia bukan Ratih ku yang dulu" batin Guntur sambil mengepalkan tangan.
Ratih sudah masuk kamar mandi, terdengar suara gemericik air. Guntur gunakan waktu menunggu ini untuk menelpon Juno, menanyakan suatu yang privasi.
"Hei bro, gimana gimana, cocok gak si Ratih itu? Masih perawan?" cerocos Juno langsung saat menerima telepon dari sahabatnya itu.
"Hust! Jangan ngomong aneh aneh. Dan jawab saja pertanyaan gw ini" ujar Guntur.
"Hehe, ya ya, mau tanya apa?" tanya Juno.
"Hmm..ciri ciri wanita perawan itu bagaimana secara aslinya? Lu kan dah pernah dapet perawan, jadi kasih tau ciri cirinya" tanya balik Guntur.
"Naluri pria sih kalau itu. Soal darah atau nggaknya sekarang keperawanan wanita itu gak bisa diukur dari selaput darah. Tapi bisa dirasakan prianya" jawab Juno.
"Gimana emang rasanya?" tanya Guntur lirih.
"Astaga Tur! Kamu nih CEO kaya, pinter, dan ganteng, soal beginian masih tanya. Rasain sendiri aja lah, kalau sempit dan susah masuk berarti perawan" jawab Juno.
"Yakan beda bro. Ini kesempatan seumur hidup sekali ya ngelepasin perjaka gw" ujar Guntur.
"Kayak gak pernah lihat film bo-ke-p aja!!" ejek Juno.
Belum juga dibalas oleh Guntur, pintu kamar mandi terbuka dan menampakkan Ratih dengan balutan handuk saja, rambut terurai panjang dan basah.
Guntur langsung panik dan mematikan ponselnya sepihak.
"Ka..kamu udah selesai mandi? Cepet amat!" celetuk pria itu gugup.
"Cuma mandi aja kenapa lama lama" sahut Ratih sambil berjalan mendekat kearah Guntur.
Aroma wangi sabun sudah menyeruak kedalam indra penciuman pria itu.
"Gimana aromaku? Udah bukan aroma para pria pria kan? Udah bisa ngelayani kamu?" tanya Ratih saat sudah berdiri dihadapan Guntur yang duduk di sofa.
"Hmm ya, begini sudah wangi sabun, lebih baik" jawab Guntur sambil memalingkan wajah kesamping untuk mengurangi kegugupannya.
Tiba tiba Ratih duduk kembali dipangkuan Guntur membuat pria itu menatap kaget.
"Ka..mu...kenapa kamu suka duduk dipangkuanku sih?" omel Guntur.
Pria ini semakin kehilangan sikap dengan gerakan spontan Ratih.
"Ya ayo kita mulai. Aku akan melayanimu, Tuan Guntur" ujar wanita seharga 750 juta itu.
"Dulu kau meninggalkan ku, dan pertemuan kita kali ini aku yang gantian akan meninggalkan mu, Ratih" lirih Guntur yang bisa didengar wanita dipangkuannya.
Ratih tersenyum smirk.
"Ya tinggalkan aku setelah malam ini. Aku hanya butuh uangmu bukan yang lainnya" sahut Ratih.
Guntur mengeraskan rahang karena menahan marah.
"Oke, layani aku sampai puas!" suruhnya kemudian.
Guntur sudah pasrah menyerahkan tubuhnya kepada Ratih, si wanita kupu kupu malam yang ia beli dengan harga fantastic.
Ratih tersenyum lalu mendekatkan wajahnya dengan wajah Guntur.
"Ingat taruhan kita tadi, jika aku benar benar masih perawan, tambahkan 250 juta lagi untuk ku" bisiknya membuat Guntur tak ragu lagi menganggap Ratih memang sebagai wanita malam bukan mantan kekasihnya yang ia cintai dulu.
Seketika, rahang Ratih langsung dipegang oleh Guntur dan mereka saling tatap intens.
Beberapa detik kemudian, Guntur menyatukan bibirnya dengan bibir Ratih dengan bringas.
Ratih pun mengalungkan kedua tangannya.
Kebringasan karena emosi diawal lama lama berubah menjadi ciuman lembut dan penuh cinta.
Keduanya bertukas saliva, membelitkan li-dah, dan berciuman layaknya ciuman rindu.
Bagaimana rasanya wanita 750 juta???