Sarti gadis cantik berasal dari Desa Lengi, di saat usia nya yang baru saja lima belas tahun, ia terpaksa merantau ke ibu kota untuk mengadu nasib,
" ibu neng berangkat dulu ya, Ibu sama Bapak jangan khawatir neng pasti baik baik saja." ucap Sarti seraya memeluk wanita paruh baya dan berpakaian lusuh bahkan kain jarik nya pun sudah robek.
" lya neng Hati Hati ya, maaf kan Ibu belum mampu membahagiakan kamu nak."
" tidak apa apa Ibu neng akan kerja ke kota, untuk masa depan kita Ibu." ucap Sarti seraya menyeka bawah mata nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Zea Kuntilanak yang Ngeselin
" Aku tidak mungkin mimpi, tadi kaka mu..! " Doni tidak menerus kan pembicaraan nya, ia kembali ke ruang tamu,.
" Bang abang hanya mimpi." ucap satria.
" Iya aku hanya mimpi, aku mimpi ketemu kaka mu, Sarti sudah melahirkan anak kami perempuan, kata kaka mu dia akan pulang dan membawa putri kami, tapi aku suruh tinggal di saung dekat dari sini." ucap Doni.
Satria hanya mengerutkan dahi nya, Seraya menatap Doni,
" Saung kami tidak jauh dari makam Ibu dan Bapak, dulu saung itu memang tempat favorit kaka, bahkan kakak sering nginap di saung itu, abah lah yang buat saung itu." ucap satria,
Entah kenapa satria yakin jika sang kaka sudah tidak ada di dunia manusia lagi dan yakin mimpi yang baru saja di alami oleh Doni adalah kode dari Sarti.
Sedang kan sukma ia berada di suatu tempat. " Terima kasih Zia sudah mau menemui ku, Aku butuh bantuan mu."
" Kamu butuh bantuan apa sukma,? " Tanya Zia.
" Kaka ku hilang dan dia sedang hamil tua, aku tidak tahu kaka ku ada di mana sama sekali aku tidak menemukan jejak nya."
" Zea apa kamu tahu ?." Tanya Zia.
" Mana gue tahu tiap detik gue kan sama lo." sahut Zea.
" Zea kamu kan kuntilanak kamu bisa kan bicara sama kuntilanak merah penghuni kebun Melati Zea."
" Kuntilanak merah..! ." Ulang Zea
" Iya kuntilanak merah masa kamu tidak tahu sih." ucap sukma,
" Dia bukan kuntilanak merah, hanya saja suka menyerupai kuntilanak merah dia manusia penganut ilmu hitam dan korban pertama nya pria yang masih perjaka, dia itu sudah setengah jin, karena sudah bisa berbuah wujud sesuka dia." ucap Zia.
" Lalu siapa dia sesungguhnya.? " Tanya sukma karena yang dia tahu itu kuntilanak merah,
" Lagi pula kalau kuntilanak ngapain bunuh orang buat di jadi kan tumbal aneh aneh saja." sahut Zea.
" Benar juga apa kata mu." sahut sukma,
" Setahu ku nama nya mariam, dulu di tanah itu sebelum di jadi kan kebun jati ada perDesaan, dan salah satu penduduk nya ya mariam itu, aku sih tidak tahu ceria yang sebenar nya, mungkin nenek ku tahu nanti aku akan tanya kan sama beliau, atau kamu bisa tanya kan sama guru mu sukma." ucap Zia.
" Baik lah Zia aku akan tanya kan sama guru ku, tapi bisa kah kamu menolong ku, kaka ipar ku sangat syok aku kasian dengan nya, dan aku pun sangat khawatir dengan kakak ku."
" Maaf kan aku sukma tapi yang ku lihat kaka mu sudah meninggal,tapi aku tidak tahu jasad nya di mana, apa keluarga mu punya musuh.?"
" Kami tidak punya musuh, tapi kami di musuhi orang, nama nya pak tarjo dia suka dengan kakak ku bahkan ia sempat melamar kaka ku tapi kakak ku memilih menikah dengan bang Doni, dan tinggal di kota, saat orang tua ku sakit abang ku telpon untuk memberi kabar, kaka ku nekat pulang seorang diri karena saat itu abang ipar ku sedang kerja di luar kota, tapi sampai saat ini kaka ku belum juga tiba di rumah, tolong bantu aku Zia aku tidak tahu harus minta tolong dengan siapa lagi."
" Baik lah aku akan bantu mencari kaka mu." ucap Zia Ziaya menyentuh bahu sukma,
" Terima kasih kakak, aku sangat beruntung bisa mengenal mu, kalau boleh tahu kakak tinggal di mana ?." Tanya sukma,
" iiih kepo." sahut Zea.
"Suatu saat kamu akan tahu aku berasal dari mana, untuk saat ini aku belum mau memberi tahu mu, belum saat nya. "
" Baik lah kak terima kasih, kak memang nya Zea itu ngeselin kayak gini ya." ucap sukma,
"Enak saja luh gua mana ngeselin sih." sahut Zea Seraya mengerucut kan bibir hitam nya,
" Kalau tidak ngeselin bukan Zea nama nya, tapi dia baik kok." ucap Zia.
" Tuh dengar gua tuh kuntilanak baik." ucap Zea.
" Iya deh kuntilanak baik." sahut sukma,
" Besok malam aku tunggu kamu di ujung jalan menuju kebun Melati kita telusuri kaka mu dari jalan itu, sekarang pulang lah tidak lama lagi akan pagi."
" Baik kak." sukma pun menuju tempat guru nya,
" Sukma. " panggil surya betapa senang nya surya saat melihat sukma, jujur saja ia sudah bosan diam di tempat itu karena sama sekali tidak ada siapa pun, selain suara yang tidak terlihat wujud nya.
" Sukma kamu sudah boleh membawa teman mu pulang." ucap seorang wanita, Tentu saja sukma tahu itu suara siapа.
" Baik guru terima kasih, maaf guru ada hal yang ingin aku tanya kan."
" Besok saja aku beri tahu kamu, kini bawa lah teman mu itu pulang."
" Baik guru." ucap sukma patuh.
Sedang kan satria terkejut tanpa di sadari ia terlelap, saat bangun dari tidur nya ia terkejut karena tidak melihat Doni, justru yang ada hanya surya yang sedang terlelap.
" Loh bang surya sudah pulang kok cepat pulang nya, jadi sukma tadi malam jemput bang surya, terus bang Doni ke mana." gumam satria Seraya bangkit berdiri dan menuju kamar Doni.
" Abang tidak ada di kamar nya ke mana dia." satria buru buru keluar dari rumah nya, matahari baru saja menunjukan keindahan nya,
" Bang abang." panggil satria Seraya mencari Doni di sekitar rumah nya tapi Doni tidak ada.
" Hmmm Jangan jangan !? " Satria pun buru buru lari menuju saung, Dan benar saja dugaan nya, Doni sedang duduk Seraya merangkul kedua kaki nya, dagu nya ia sangga oleh ke dua dengkul nya,
" Abang ngapain abang di sini ?? ." Tanya satria, Doni hanya diam, bahkan sama sekali tidak mengangkat kepala nya, Satria pun duduk di samping Doni.
" Sebesar itu kah cinta mu kepada kaka ku, ternyata pilihan Bapak memang tidak salah walau pun Bapak baru ketemu sekali dengan mu bang, bagai mana kalau kaka sudah meninggal, ya tuhan aku mohon jangan ambil kakak ku, hanya dia dan Adik ku yang ku punya." batin satria,
Satria pun memilih pulang " abang aku mau buat sarapan dulu ya, abang di sini saja oh iya bang surya Sudah ada di rumah. " ucap satria.
Lagi lagi Doni hanya diam.
" Satria di mana Doni.? Tanya surya,
" Abang sudah bangun, tuh di saung, Bang Doni seperti nya sangat terpukul, bahkan ia sudah tidak mau bicara, aku mau masak dulu abang temani saja bang Doni nanti sarapan nya aku bawa ke saung." ucap satria.
" Oh baik lah aku susul Doni ke sana soal nya aku juga sudah harus kembali ke kota." ucap surya.