Lamaran Raditya di tolak oleh yuni calon ibu mertua nya karena tidak menyanggupi hantaran yang di minta. Yuni bahkan menghina Raditya dan mempengaruhi anak nya agar mencari laki laki yang kaya, karena anak nya Melinda adalah seorang sekretaris di perusahaan ibu nya. terpengaruh oleh ibu nya, Melinda sebagai kekasih Raditya akhir nya ikut merendah kan
karena emosional tiba tiba Raditya melamar seorang gadis yang bernama Dahlia, pembantu di rumah Melinda dengan cincin Berlian.
Namun siapa sangka, Raditya yang di kenal sebagai pegawai admistrasi di tempat Melinda bekerja, sebenar nya adalah anak sulung pewaris perusahaan itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My finger, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 3
Melinda melempar Radit dengan kotak tisu, untung saja kotak tisu itu ringan, terbuat dari sejenis kain flanel. Sungguh Melinda bukan wanita yang beritikad baik.
"Kamu jangan banyak gaya, jangan banyak bicara! kamu bisa aku lapor kan pada atasan karena secara tidak langsung kamu sudah menghina perusahaan".
"Detik di mana aku bicara seperti itu, detik itu juga aku bukan admin lagi ! mulai besok kamu harus meminta tanda tangan ku untuk Segala urusan proyek perusahan.
Bu Yuni menarik tangan Melinda agar duduk kembali ke sofa. Tampak nafas Melinda memburu. Radit tahu kalau Melinda sedang cemburu. Radit semakin suka dengan permainan nya. Awas aja akan ku buat kamu menyesal karena telah memperlakukan ku begitu hina, Mel. batin Radit
"Mama gak bisa bayangin kalau seandai nya kamu benaran menikah dengan dia. baru di tolak sama kamu dia sudah Langsung gila, hahahaha" mulut Bu Yuni begitu lebar saat menertawakan Radit. suami nya juga terlihat menunduk kan wajah, berusaha menyembunyikan tawa nya
"Lihat saja, tawa kalian akan berubah menjadi air mata penyesalan" batin Radit
"Eh Dahlia! Jadi kamu menikah sama dia? Ya udah lanjut aja terus sekalian kamu ikut gila nya" ucap Melinda sombong sambil melihat ke arah Dahlia yang masih berdiri mematung
"Awas aja kalau kamu sampai kemakan rayuan nya. Besok kamu harus tetap kerja. Mau makan apa kamu sama orang tua mu yang miskin kalau gak kerja di saya" kata Yuni
Yuni menatap sinis kearah Dahlia
"Gadis berkulit kusam itu adalah calon istri ku, akan aku sulap dia menjadi lebih cantik dari Melinda" kata Radit dalam hati nya.
Dahlia mencoba membuka mulut, tapi tak ada suara yang terdengar. Radit tahu Dahlia pasti merasa terikat dengan ucapan nya tadi
"Mari tuan muda kita pulang" ucap Parjo
Bu Yuni langsung tersedak, batuk batuk mendengar laki laki yang kulit nya agak hitam
"Mel,! Bahkan orang tua nya ikut gak waras. Tuan muda? Ampun deh" ejek yuni.
"Dia memang tuan muda kami Bu, anak,,,"
Radit mengangkat tangan nya sedikit pada Romlah. Tak perlu mengatakan siapa Radit. Biar mereka melihat siapa itu Radit nanti. dan mudah mudahan saja tak terkena serangan jantung.
Kedua pasangan itu Radit perkenalkan sebagai bapak dan ibu nya. Tidak ada yang tahu termasuk Melinda sendiri. Mereka berdua sebenar nya adalah kepala pelayan di kediaman keluarga besar Hadi Pratama, pengusaha batu bara, pemilik banyak real estate di kota ini, dialah ayah Raditya Pratama.
Terlihat Melinda hanya menggeleng sambil menutup mulut nya menahan tawa.
"Please deh Radit,! kalau kamu mau ngelawak jangan di sini, udah kamu cepet nikah tuh sama Dahlia. Pasti lima puluh juta bisa langsung ok kalau sama dia sih, dia itu cocok sama kamu, sama sama miskin.!"
"Kenapa kamu sejahat ini menghina aku, Mel.? selama enam bulan ini sikap mu tak seperti ini Mel"
"Ya, sejujur nya aku hanya suka wajah tampan mu aja. Tapi semakin kesini, tampan tapi miskin membuat ku sadar kalau selama ini aku hanya buang buang waktu ku saja"
"Masih banyak yang nikah hanya dengan mahar seperangkat alat sholat,Mel. semua uang ini hasil jerih payah ku sendiri" ucap Radit
"Tidak untuk ku Radit, kita beda level, beda kasta, silahkan kamu keluar dari rumah ini.!"
Ucapan Melinda menambah rasa sakit hati Radit. Rupa nya kata kata cinta Melinda pada nya kemarin itu hanya permainan belaka. Baiklah, akan aku tunjukan cara main yang sempurna.
Radit mengambil sebuah kotak dari saku celana nya. Benda itu berlapis kan beludru lembut. Ia hampiri Dahlia yang masih berdiri mematung. Gadis itu mundur saat Radit melihat ke arah nya. Dia semakin mundur tetapi langkah kaki nya terhenti karena terhalang dinding ruang tamu itu.
"Berikan tangan mu!" perintah Radit dingin
Dahlia menggeleng, mata Radit semakin melotot ke arah nya. Setelah mendapat kan tekanan dari Radit, gadis itu akhirnya mengulur kan tangan nya perlahan dan nampak gemetar. Radit menyeringai puas.
Radit membuka kotak kecil di tangan nya itu. Dia pastikan kalau cincin berlian itu adalah permulaan pembalasan atas penghinaan keluarga Melinda pada nya.
Radit langsung melingkar kan cincin berlian itu di jari manis Dahlia. mulut Radit sedikit mengerucut heran, kenapa bisa pas seolah olah cincin itu memang di ciptakan untuk nya?
"Apa perlu kami abadikan tuan?" tanya Parjo
"Boleh" jawab Radit
Parjo mengeluarkan handphone milik nya yang berlogo apel yang di gigit dengan tampilan edisi terbaru. Dua bulan yang lalu handphone itu menjadi hadiah dari ayah Radit untuk Parjo karena pengabdian nya yang setia di keluarga Pratama.
Parjo dan Romlah adalah pelayan kesayangan orang tua Radit. Karena kesibukan orang tua Radit yang selalu melalang buana ke hampir semua negara, membuat Radit menyayangi kedua pasangan suami istri itu seperti orang tua nya sendiri.
Melinda menghampiri Radit dan Dahlia dengan wajah pucat. Mungkin jantung nya sebentar lagi akan jatuh. karena kilau cincin berlian itu, dengan kasar ia meraih tangan Dahlia.
"Ini apa mas?!"
Radit tersenyum kecut "Kenapa sekarang dia memanggil ku mas lagi? Tadi dengan sombong nya dia memanggil nama ku. wanita ini seperti bunglon bisa berubah ubah. Baru melihat yang berkilau langsung mencoba mesra. Aku tak akan luluh lagi, harga diri ku sudah kau injak injak, Mel. jangan harap aku bakal berubah pikiran" batin Radit