NovelToon NovelToon
Replaces Marriage

Replaces Marriage

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Mafia / Tamat
Popularitas:272.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Fera Aisha Syaidina

Risti adalah anak yang dikucilkan di keluarganya, hanya ada ayah dan satu saudara laki-laki yang menganggapnya. Risti adalah anak pertama ibunya yang merupakan istri kedua ayahnya. Sedangkan ibu tiri Risti memiliki 4 orang anak.

Indriana yaitu ibu Risti sudah meninggal saat melahirkan Risti, Risti pun dibesarkan oleh seorang pembantu karena ibu tirinya yang bernama Bu Dewi tidak sudi membesarkan Risti.

***

Suatu hari,

Windi yang merupakan anak sulung Bu Dewi dijodohkan oleh seorang laki-laki yang kabarnya sudah tua, penyakitan dan juga tidak bisa diandalkan. Akhirnya saat hari pernikahan Windi kabur dari rumah, tanpa sepengetahuan Risti tiba-tiba dia yang menggantikan pernikahan kakaknya itu.

Dan ternyata pria yang dinikahkan dengannya adalah seorang mafia

Apakah mereka akan berakhir bahagia?
Simak terus kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fera Aisha Syaidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masker

Malam harinya,

Hujan tiba-tiba turun saat pukul 9 malam, hawa dingin menyerebak ke ruangan bercampur dengan AC. Risti meminta Vino untuk mengecilkan suhu AC. Vino kemudian naik ke ranjang dan duduk di sebelah Risti.

“Ris,”

“Dingin, peluk dong,” rengek Vino seperti anak kecil yang minta dipeluk.

“Yaudah sini,” Risti merentangkan tangannya untuk menyambut pelukan dari Vino, Vino bergelayutan di tubuh Risti.

“Uhh, kamu itu berat tau,” ucap Risti sembari menahan beban berat tubuh Vino.

“Yaudah sini tidur aja, biar leluasa meluk kamunya,” kata Vino, dia mempunyai maksud terselubung.

“Hmm? oke.” Risti mengangkat sebelah alisnya, tanpa curiga langsung berbaring di sebelah Vino yang kini sudah berbaring miring ke arah Risti.

Vino mendekat, menarik tubuh Risti agar menghadap kearahnya semula Risti menengadah dan sekarang miring ke arah Vino, Vino bergeser ke bawah dan menempelkan kepalanya ke dada Risti dan menggesekkan kepalanya.

“Kamu, apaan sih geli tau.” Risti menjambak rambut Vino.

“Aduh, siapa suruh di sini hangat,” jawab Vino, dia masih tidak mau bergeser ke atas dan malah terus menenggelamkan kepalanya ke puncak gunung yang sudah Ia jelajahi semalam.

“Hmmm." Risti berdehem tidak mau protes lagi, takutnya Vino malah melakukan lebih.

Lama-kelamaan Risti dan Vino pun tidur dengan posisi kepala Vino masih di dada Risti dan Risti memeluk kepala Vino sambil mengalungkan kakinya ke tubuh Vino.

***

Keesokan harinya,

Vino bangun, tangannya serasa menyentuh sesuatu yang empuk.

Ini apa? (Batin Vino masih setengah sadar)

Vino meremasnya, dia tidak tau jika itu adalah gunungnya Risti,

“Emmhh.” Risti bergerak-gerak membuat Vino tersadar jika itu adalah milik Risti, dia langsung menarik kembali tangannya dan berniat bangun tapi niat itu terhalang karena kaki Risti yang mengunci tubuh Vino hingga Vino tidak bisa bangun.

“Bangunn sayang, udah pagi.” Vino mencubit pipi Risti.

“Bentar, 5 menit lagi ya kak Rama, Risti masih ngantuk,” kata Risti masih belum bangun dan masih memejamkan mata tanpa melihat siapa yang bangun.

Vino jadi punya akal untuk menjahili Risti, Vino membisikkan sesuatu ke telinga Risti.

“Ris, ada maling, ada maling.” bisik Vino ke telinga Risti.

“Mana-mana, mana malingnya?” tanya Risti, tiba-tiba dia langsung terbangun dan kepala mereka berdua terbentur.

“Aduh, sakit.” Risti memegangi dahinya, untungnya tidak sampai benjol.

Vino juga memegangi dahinya yang kemerahan.

“Ehhh, jadi yang ngebangunin aku tadi itu kamu? bukannya kak Rama ya?” tanya Risti bingung.

“Iya, kan sekarang kamu dirumah suami kamu Ris, masaiya Rama mau nerobos masuk ke kamar pengantin baru?” tanya Vino sembari tersenyum.

“Iya juga ya, selamat pagi Vino.” Risti mengecup dahi Vino yang memerah karena benturan kepalanya. Vino jadi terdiam sebentar dengan pipi yang ikut memerah.

“Selamat pagi juga sayang.” Vino memeluk Risti mencari kehangatan. Risti mendorong tubuh Vino dan secepat kilat menyahut handuk di gantungan dan langsung masuk ke kamar mandi. Ini adalah bentuk antisipasi agar mereka tidak mandi bersama.

Selamat. (Batin Risti mengelus dada)

“Cih, tau aja kalau aku mau mandi bareng.” Vino berdecak kesal, ternyata Risti lebih pintar dari yang Ia kira.

Sebenarnya Vino sudah merencanakan hal ini sejak lama, dia ingin menikahi Risti bukannya Windi, saat itu dia menawarkan bantuan kepada pak Rian saat perusahaan keluarga Hendrawan sudah sangat parah dan terancam bangkrut, dia sempat melihat Risti saat di perusahaan Pak Rian, dia langsung tertarik kepadanya. Saat menawari bantuan dia memberi syarat kalau pak Rian harus menyerahkan salah satu putrinya untuk menikah dengannya.

Vino menyuruh Pak Rian untuk mengatakan bahwa dia adalah pria tua yang penyakitan. Dengan siasat seperti itu maka saudari-saudarinya tidak akan mau menikah dengannya.

Vino juga sudah tau jika selama Rasti di rumah dia selalu diperlakukan seperti pembantu oleh saudara dan juga ibu tirinya, mereka berani berbuat seperti itu karena Pak Rian jarang di rumah dan selalu dinas keluar kota. Tapi Risti selalu diancam agar tidak memberitahukan semuanya pada ayahnya itu karena Risti merupakan satu-satunya anak kesayangan Pak Rian. Semua latar belakang Risti, sifat, hobi, keseharian dan bahkan hari ulang tahun Risti sudah Vino ketahui, dia mengetahuinya hanya dalam satu malam.

Kedepannya kita lihat saja, siapa yang berani menindas istriku dia akan berhadapan denganku tidak peduli laki-laki atau perempuan. (Batin Vino)

15 menit kemudian,

Risti keluar dari kamar mandi, dengan memakai 2 handuk, 1 handuk untuk menutupi tubuh dan satunya lagi dipakai di kepala.

“Segarnya,” gumam Risti.

“Udah? lama banget, kamu tadi nggak pingsan di kamar mandi kan?” tanya Vino.

“Enak saja, sana cepetan giliran kamu yang mandi,” kata Rasti.

Vino masuk ke kamar mandi, Risti duduk di kursi menghadap ke arah kaca besar, Risti membuka-buka laci meja, dia mencari hair dryer tapi tidak kunjung ketemu.

“Vin, punya hair dryer nggak?!” teriak Risti.

“Punya, di dalam almari belum pernah ku pakai, ambil aja!” teriak Vino dari dalam kamar mandi.

Risti membuka almari dan menemukan sebuah kardus hari dryer, ternyata benar memang belum pernah di pakai, kardusnya saja belum pernah di buka, Risti segera menancapkan kabel ke colokan listrik, untungnya masih berfungsi.

***

Mereka sekarang sudah siap untuk pergi belanja ke mall, Vino memakai kaos dan juga celana jeans sedangkan Risti memakai rok plisket berwarna coklat susu dan baju berwarna putih.

“Kamu pakai itu?” tanya Vino.

“Iya, ini salah satu pakaianku yang bagus, lainnya hanya baju sehari-hari,” kata Rasti merenges. Vino membuka lemari pakaian Rasti dan ternyata memang benar, baju Risti hanya sedikit tapi kebanyakan semua baju-baju yang mirip dikenakan oleh pembantu bahkan ada yang sudah tidak layak pakai.

“Memangnya kamu tidak pernah beli baju?” tanya Vino.

“Dulu aku selalu dibelikan oleh ayah, tapi pasti disebut sama Winda dan Jesi saat ayah pergi,” kata Risti tertunduk lesu.

“Hmm, yasudah nanti kita beli baju sekalian, ini juga pakaian dalam kamu cuma 3, bisa bosan aku nanti liatnya warnanya pun monoton gitu,” kata Vino sambil memegangi ****** ***** Risti.

“Jangan dipegang, cepet taruh lagi, ayo kita berangkat sekarang aja.” Risti menyaut pakaian dalamnya dan segera keluar, pipinya merona kemerahan.

Saat di lantai satu,

“Eits, kalau berangkat kamu harus pakai masker,” pinta Risti.

“Kenapa?” tanya Vino bingung.

“Nanti kalau diliat banyak cewek gimana? wajah tampan kamu ini tidak boleh terlihat, apalagi Windi dan Jesi sangat suka pergi ke mall, kalau bertemu mereka bagaimana?” Risti ngotot agar Vino mengenakan masker.

“Iya deh iya,” Vino mengambil masker di dalam almari dan memakainya.

“Sudah, ayo kita berangkat,” kata Vino.

“Oke, sip, kalau gini kan jadi agak tenang.” Risti lega Vino mau menurutinya.

.

.

.

.

.

.

Terima kasih sudah membaca 🌺

Tolong dukungannya untuk karya baru Author ini 😗

Follow IG Author @feraaisha32_

Sampai jumpa di episode berikutnya

Tbc.

1
Sri Wahyuni
mafia ko takut hantu
Sri Wahyuni
mafia ko oon ya hanya curiga y k satu orang az
Sri Wahyuni
itu s risti ga pinya HP ya prsaan minjem trus
Sri Wahyuni
boleh2 az pke visual biar smangat bca apalgi crta y bagus tpi hrus bsa menyesuaikn dngn crta y itu crta d indonesia pmeran y atw crta d negara barat..
Sri Wahyuni
aneh nih crta lg mlm prtm biasa az ms skrng s risti blng pelan2 skit
Sri Wahyuni
klau d mall bsar kan troly bs d bwa k parkiran ga hrus d tenteng blanjaan
Sri Wahyuni
malm prtma y tumben ga ada drama aaah sakiiit krn d perwanin
R Effi Giriwati
kapan di lanjut lagi nii
Vivi Elvira
kok lama up nya thour
Lalapou
lanjut thor
Cut Desy
nekt
Anindya
kasian Alex ya.....
☪wHEniA1102™◼KB☪
semangat kak
༺💥αψᷤαᷧh sᷫɑᷧɪͫԁᷤঔৣ ⃟🌈 ⃟❦
ku like banyak fer
Seseorang: Makasih banyak kang said
total 1 replies
༺💥αψᷤαᷧh sᷫɑᷧɪͫԁᷤঔৣ ⃟🌈 ⃟❦
weeeh. feraaaa
Seseorang: Karena banyak reverensi novel dewasa jadi coba ngikut:D
total 1 replies
Aina Sasa 👑
Vino bisa masakkk
Anindya
Alex ,,lu nyuruh orang yg salah buat dekat dengan Risti ..
fitriaqfi
baru kali ini baca cerita org menikah blum saling kenal tp langsung bs dekat tanpa ada drama"...good👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Seseorang: Nanti kalau bertele-tele saya takut pembaca jadi bosan mba 😔🙏🏻
total 1 replies
Anindya
Alex,, mencintai tidak harus memiliki,,, ikhlaskan lah Risti bahagia bersama vino
S͟p͟a͟S͟i͟
Semangat thor 😀
Seseorang: Pasti
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!