NovelToon NovelToon
Antara Dua Dunia

Antara Dua Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ai_Li

​"Wajahnya identik dengan Ali, pacar LDR-ku yang lembut. Tapi pria di depanku ini adalah Alistair, Pangeran Agung yang siap memenggal kepalaku jika aku berani kabur lagi!"

​Lia terbangun di tubuh Aurellia, istri Pangeran Agung Ivalice yang dikenal kejam dan obsesif. Di novel aslinya, Aurellia tewas mengenaskan setelah mengkhianati Alistair demi Pangeran Yovan yang licik. Demi menghindari maut, Lia harus mengubah alur. Ia pun nekat mendekati Nenek Suri yang disegani dan mendadak jadi istri "penurut" yang membuat Alistair curiga sekaligus salah tingkah. Akankah strategi Lia menjinakkan sang tiran berhasil? Ataukah ia justru terjebak dalam obsesi gelap pria yang wajahnya terus mengingatkannya pada sang kekasih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai_Li, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Percikan Api di Balik Takhta Ivalice

​Matahari mulai condong ke barat, membiaskan warna emas pada pilar-pilar marmer istana Ivalice. Dalam perjalanan kembali dari ruang pengadilan, Alistair menghentikan kursi rodanya di balkon yang menghadap ke lapangan latihan utama.

​Di bawah sana, seorang remaja laki-laki sedang bergerak dengan gesit. Pangeran Rayyan, calon tunggal Putra Mahkota hasil pernikahan Raja Iskan dan Permaisuri Isadora, tengah berlatih tanding. Di usianya yang baru lima belas tahun, pancaran energi yang keluar dari pedangnya terlihat jauh lebih stabil dan tajam dari bulan lalu.

​Alistair memperhatikannya dalam diam. Rayyan memiliki sorot mata yang jujur, sebuah kualitas yang sangat langka di istana ini. Ia adalah masa depan Ivalice yang harus dijaga. Tanpa sepatah kata pun, Alistair memutar kursi rodanya, berniat pergi sebelum kehadirannya disadari.

​Namun, langkahnya terhenti saat sebuah bayangan tinggi menghalangi jalannya.

​"Melihat singa kecil yang mulai tumbuh taringnya, Pangeran Agung?" sebuah suara halus namun sarat akan sarkasme menyapa.

​Alistair tidak perlu mendongak untuk tahu siapa itu. Pangeran Yovan, putra dari Selir Pertama Raja Iskan, berdiri di sana dengan senyum miring yang memuakkan.

Sejak remaja, Yovan selalu menganggap Alistair sebagai penghalang ambisinya, meskipun Alistair sama sekali tidak tertarik pada takhta raja.

​"Kemampuan Rayyan adalah aset kerajaan. Kau seharusnya senang melihat adikmu berkembang, Yovan," jawab Alistair dingin, tanpa menoleh sedikit pun.

​Yovan tertawa kecil, melangkah pelan mengitari kursi roda Alistair.

"Tentu saja. Tapi sayang sekali, bakat sehebat apa pun akan sia-sia jika tidak ada pendamping yang kuat di belakangnya. Seperti dirimu... yang memiliki segalanya, tapi harus tertahan di kursi kayu ini."

​Tatapan Yovan kemudian berubah menjadi licik saat ia merendahkan suaranya.

"Bicara soal pendamping, kudengar Aurellia mencoba kabur lagi? Kasihan sekali. Wanita secantik dan sejelita dia... rasanya kurang pantas jika harus terus terikat dengan sepasang kaki yang tidak berguna, bukan?"

​Deg

​Aura di sekitar Alistair mendadak membeku. Tekanan energi yang keluar dari tubuhnya membuat udara di koridor itu terasa berat dan menyesakkan. Ia mendongak, menatap Yovan dengan mata gioknya yang kini berkilat penuh ancaman pembunuhan.

​"Tutup mulutmu jika kau masih ingin menggunakannya untuk bicara, Yovan," desis Alistair dengan suara rendah yang menggetarkan udara.

"Jangan pernah berani menyebut nama istriku dengan mulut kotormu itu lagi. Atau aku sendiri yang akan memastikan kau tidak akan pernah bisa bicara selamanya."

​Yovan sempat tersentak, langkahnya mundur satu tindak karena tekanan mental yang diberikan Alistair. Ia tidak menyangka Alistair akan bereaksi sekeras itu hanya karena nama Aurellia disebut.

​Tanpa menunggu balasan, Alistair memacu kursi rodanya melewati Yovan, meninggalkan pangeran ambisius itu yang masih terpaku menahan emosi.

​Di ujung koridor menuju kediaman pribadinya, Alistair berpapasan dengan seorang pria lain.

Pangeran Nathan, putra dari Selir Kedua. Berbeda dengan Yovan yang meledak-ledak, Nathan adalah sosok yang tenang dan sulit ditebak. Mereka hanya saling menatap singkat, sebuah kontak mata penuh selidik, sebelum akhirnya berpisah tanpa sepatah kata pun.

​Alistair memacu kursinya lebih cepat. Pikirannya tidak lagi tertuju pada intrik para pangeran atau takhta Ivalice. Hanya satu yang ada di kepalanya sekarang, Wanita yang tadi memeluknya dengan hangat.

​Apakah Aurellia sudah bangun? Dan apakah pelukan tadi hanya sekadar trik baru untuk melumpuhkan waspadanya? Alistair harus memastikannya sendiri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!