NovelToon NovelToon
Demi Sumpah Dan Cinta Matiku

Demi Sumpah Dan Cinta Matiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Mafia / Cintapertama
Popularitas:63
Nilai: 5
Nama Author: Shelly Husein

Laki-laki hanya mencintai satu kali, sisanya hanya menjalani hidup. Ada yang mengatakan seperti itu. Damien tidak tau apakah itu benar, namun perjalanan hidupnya kali ini benar-benar diluar prediksi dan rencana.
Dia kehilangan istri dan keluarga kecilnya juga terancam pecah, namun di saat yang hampir bersamaan, ternyata semua bencana yang dia alami mengantarkan dia bertemu kembali ke sosok wanita yang dulu sangat dia idam-idamkan sepenuh jiwanya untuk menjadi pasangan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shelly Husein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terus mencari.

BAB 4

Aling  masih gelisah, khawatir.

Dia sudah mencoba menghubungi anaknya beberapa kali, karena sejak kemarin anak perempuan nya mengatakan dia akan pulang 1 hari lebih cepat, dikarenakan harus mengejar deadline kerjaan di kantornya, sehingga dia tidak pulang bersama dengan suami dan anak-anak nya. Dan dari terakhir percakapan via WA, anaknya kirim pesan di malam sebelum selasa akan sudah tiba, kalau dia sudah datang dan akan menginap di rumah sang ibu, karena dari rumah ibunya ke kantornya lebih dekat dengan menaiki MRT.

 Namun sampai pagi di hari selasa, ternyata anaknya tidak datang juga. Dan ketika dicoba untuk dihubungi di jam 9 .00 pagi, pesan yg terkirim hanya contreng 1.

sang ibu saat itu belum berpikiran macam-macam. Ia hanya mengira anaknya tidak jadi pulang ke rumahnya, tapi langsung kembali menuju tempat tinggal aslinya sang anak dengan keluarga nya, daerah pondok kopi Jakarta timur.

Hingga di tanggal 3 januari ini, Sang ibu mencoba untuk menelpon sekedar ingin menanyakan bagaimana kabar sang anak perempuan satu-satunya , Bagaimana perjalanan liburan nya bersama keluarga nya, Namun telpon yg dituju hanya memanggil, Dan bahkan setelah agak sore dia mencoba untuk menelepon lagi, dan kali ini bahkan tidak aktif.

A ling agak bingung, sangat jarang hape sang anak bisa tidak aktif di hari-hari kerja ini, dia bukan tipe workaholic, walaupun ia juga tau anaknya lebih memilih mengambil jatah lembur untuk menambah penghasilan keluarga. Tapi hapenya akan selalu on, tidak akan sampai non active.

Akhirnya A ling memutuskan untuk menghubungi kantor tempat Lidya, anak perempuan satu-satunya bekerja.Dia menghubungi di jam 4 sore, dan di terima oleh Ika , front desk perusahaan tempat Lidya bekerja.

“ B & G disini, selamat sore... ada yg bisa dibantu ?” ,

“Halo mbak, selamat sore... saya mo bicara dengan Lidya, anak saya... apakah dia masuk hari ini ?“,

 “Baik bu, sebentar saya sambungkan ke ruangan nya”,

“terima kasih ya mbak..”.

 “baik Bu. Ditunggu”.

 Ika lalu menekan tombol hold pada telpon, lalu menekan tombol kode ruangan. Setelah beberapa saat, terdengar telpon diangkat lalu suara Bondan berbicara, “hallo ?.

“ Pak Bondan, ada telpon  untuk mbak Lidya “.

“Oh, dia tidak masuk hari ini.” Jawab bondan kepada Ika, sang resepsionis.

“ Oh, disini ada Mamanya menelpon pak, menanyakan mbak Lidya”.

“Oh ya..? sebentar,” jawab Bondan. Tombol hold lalu kembali di tekan hingga terdengar alunan jingle lagu perusahaan tempat mereka bekerja di dalam telpon meja yg diangkat Bondan tadi.

Setelah beberapa saat, telpon kembali disambung kan. “Ika, bu Lidya hari ini tidak masuk, infokan saja ke ibunya seperti itu”, “ Oh begitu , baik pak.” Jawab Ika sang front desk cepat.

 Ika lalu menekan tombol pengalih saluran, lalu berbicara di telpon. “ Maaf bu, Ibu Lidya nya tidak masuk hari ini. “

 Sang penelpon di seberang terdiam sejenak. Lalu terdengar bertanya kembali untuk memastikan, “ ini betul, anak saya belum masuk ke kantor  ??” ,

“ iya bu, tadi dari divisi bu Lidya sendiri yg mengkonfirmasi “.

 “loh..berarti anak saya dimana dong ??” .

”wah, kami kurang tau bu..mungkin ibu sudah coba hubungi langsung ke mbak Lidya nya di nomor hapenya?”,

“ sudah... tapi tidak aktif,” terdengar nada suara sang ibu sedikit khawatir sekarang.

 Ika tetap diam, menunggu komentar sang ibu lebih lanjut.

“yasudah, saya coba hubungi kembali anak saya lewat hapenya, terima kasih “,

” baik bu, sama-sama. “ jawab Ika mengakhiri pembicaraan. Lalu menutup telpon kantor.

Ika sempat diam sejenak. Dia mengingat-ingat mbak Lidya melalui pandangan matanya saat itu.

  Mbak Lidya cantik, khas peranakan China Indonesia, dengan postur tubuh yg mungil dan berkulit terang.

 Berbeda dengan suaminya yg terhitung tinggi.

 Ika mengingat kembali rupa suami mbak Lidya, dengan tubuh tinggi , bahkan mbak lidya hanya sebahu dia, berkulit sangat halus seperti bayi, berhidung mancung tinggi dan lurus, dengan alis dan rambut yg hitam .

 Ika menggelengkan kepala, setampan itu suaminya, dia dapat darimana ya ? Pikir Ika sambil senyum sendiri.

 Tapi yg menjadi perhatian adalah tatapn mata suaminya. Sangat tajam dan dingin. Dan sangat jarang tersenyum. Cool banget, Pikir Ika.

Sangat jarang suaminya datang, hanya beberapa kali utk menjemput mbak Lidya, itu pun tidak pernah banyak bicara. Malah terkadang hanya menunggu di dalam mobilnya saat datang menjemput mbak Lidya yg saat itu mulai sakit-sakitan.

Mbak Lidya ada dimana ya ? Batin Ika bertanya, sebelum berbalik kembali ke arah meja di depannya untuk merapihkan lembar kerja di hadapan nya, bersiap-siap hendak pulang karena jam kantor sudah habis.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!