NOVEL PERTAMA, MAAF JIKA BANYAK TYPO.
Autor hanya ingin menulis bercermin dari kehidupan sehari-hari, jauh dari CEO atau lehidupan yang kaya raya. selamat membaca.
Queen! begitulah teman-teman dia sering memanggil, seorang gadis sederhana berusia 18 tahun yang baru lulus SMA. Tidak banyak impian gadis ini, hanya ingin segera mendapatkan pekerjaan, dan membantu ekonomi keluarganya.
queen memiliki kekasih sejak 1 tahun terakhir, tepat nya saat queen duduk di bangku kelas 3 SMA.
Bagaimana perjalanan cinta seorang queen, apakah dia bisa mewujudkan keinginannya membantu ekonomi keluarga??
Selamat membaca, saran dan kritik saya nantikan, jangan menghujad yang bisa meruntuhkan mental autor ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
UJIAN DUNIA KERJA
Terhitung sudah 4 hari queen menikmati status barunya sebagai karyawan toko, langkah pasti tiap pagi selalu menghiasi wajahnya. Hari itu toko sangat ramai, hingga wajah lelah menghiasi para pekerja, jam menunjukkan angka 11.30 saat mba Rani memanggilnya untuk makan siang.
" Maaf mba, tapi ini belum jam 12 " queen berkata pada mba rani
" tidak apa-apa, kamu makan dulu di balik etalase, giliran sama yang lain, jam istirahat hanya di gunakan untuk sholat agar tidak lama-lama" jawab mba rani
Queen menganggukkan kepala, tetapi belum sampai suapan pertama masuk ke mulut, sebuah bentakan mengagetkannya
" HEI KAMU!!! KAMU MASIH BARU TAPI SUDAH BERANI MAKAN SEBELUM JAM ISTIRAHAT DAN DI DALAM TOKO!!!!" suara yang tidak pernah queen dengar sebelumnya.
" maaf, saya..." queen berusaha menjawab, tetapi sudah di potong oleh pemilik suara tadi
" KEMASI BARANG MU, KAMU DI PECAT SEKARANG JUGA, AMBIL GAJI MU DI KASIR!!!! " suara teriakan itu menggema di setiap sudut toko, di saksikan beberapa pengunjung.
Queen meneteskan air mata sambil bertanya dalam hati " dia bukan cik Lili, tapi kenapa bisa memecatku??, salah ku...????"
Belum selesai queen bergumam, sebuah tangan menarik tangannya dan membawanya ke kasir. Sejumlah uang queen terima dari mba rani, dia ingin bertanya dan protes, tetapi mulut nya terkunci oleh tatapan mba rani, lalu dia tersenyum dengan tetap sopan dan berkata
" Terimakasih untuk pengalaman yang saya terima disini, semoga semua karyawan di toko ini selalu sehat " lalu queen keluar toko tanpa menghitung uang yang dia terima.
" Queen, tunggu " seseorang memanggil nya, dan dia menghentikan langkah tanpa menoleh.
" mba, minta maaf ya dek, mba tidak tahu kalau cik yan kesini " kata mba nia
" siapa cik yan mba?" Queen bertanya
" pemilik toko ini, kalau cik Li itu kepala toko, adik nya cik yan " jawab mba nia seolah tau apa yang ada di benak queen saat ini.
" oooh, ya sudah mba saya pulang dulu, semoga mba nia selalu dalam keadaan sehat" queen menjawab.
" saya tidak apa-apa mba, InsyaAllah ada pekerjaan lain nantinya " lanjut queen. Lalu queen melanjutkan perjalanan nya, tetapi sejenak dia berhenti dan menoleh saat mba rani kembali memanggilnya.
" ini buat naik angkot, mba tahu kamu selalu jalan kaki kalau berangkat dan pulang kerja" mba rani mengeluarkan uang dari saku nya.
" tidak usah mbak, terimakasih. saya sangat menghargai ketulusan mba rani, tetapi saya sudah membawa uang" Queen tidak mau di paksa, jadi dia buru-buru pergi dari hadapan mba rani.
Queen berjalan sambil melamun, tanpa terasa air mata nya mengalir. Bingung, kecewa, dan merasa bersalah. " apa yang aku katakan nanti pada ibu??, beliau pasti kecewa" queen bergumam dalam hati.
" Ya Allah... Mudahkan jalanku, berikan pengganti yang lebih baik dan lebih halal. Hamba membutuhkan pekerjaan ini ya Allah.... " queen terus bergumam sambil berjalan menunduk.
Tanpa terasa queen sudah sampai di rumahnya, seperti biasa, sepi... Sebab bapak dan ibu belum pulang kerja. Dia memutuskan untuk sholat dzuhur, dia bersimpuh memohon ampunan, menangis mengadu pada Sang Maha Pencipta,
sampai dia ketiduran di atas sajadah.
Queen terbangun karena perutnya lapar, dia melepas mukena, lalu makan sambil mempersiapkan hatinya untuk menyampaikan kabar mengecewakan tadi siang, tidak tahu bagaimana reaksi kedua orang tuanya nanti.
Seperti biasa, menjelang senja ke dua orang tua queen pulang kerja,
"Asalamualaikum " ibu mengucap salam dan masuk rumah.
"waalaikumsalam bu" jawab queen sambil salim.
Bapak dan ibu bersiap membersihkan badan, queen melanjutkan menyiapkan CV.
" loh nak, kok membuat CV baru??" tanya bapak.
Queen menunduk di hadapan bapak dan ibu nya
" maaf pak, aku sudah tidak bekerja di toko, tadi siang aku berbuat salah dan langsung dapat pemutusan kerja" queen menjawab dengan tetap menunduk.
Bapak tersenyum, tanpa bertanya apa kesalahan putrinya, bapak menepuk bahu putri nya dg sayang dan berkata " ya sudah tidak apa-apa, melamar pekerjaan di tempat lain saja, jangan terlalu di pikirkan, semua sudah ada jalannya"
" sudah-sudah, ibu sudah menggoreng tempe dan sambal terong buat kita makan, besok butuh tenaga mencari kerja di tempat baru".
Queen tidak menyangka tanggapan orang tua nya sesantai itu, sama sekali tidak terlihat kecewa di raut wajah bapak dan ibu nya, betapa dia sangat bersyukur akan hal itu, memiliki orang tua yang tidak pernah menekan anak nya.
malam ini, queen tidur dengan nyenyak, dia berharap bangun pagi dan segera bersiap melamar pekerjaan lagi.