Setelah terlibat menggulingkan kekuatan kaisar Shu , Yan Qin sebagai jenderal harimau kiri mendapatkan penghargaan, berharap penghargaan itu membuat dirinya menjadi seorang panglima perang ibukota yang sudah lama di cita citakannya sejak dahulu, namun saat penganugerahan penghargaan, harapan keinginan itu tidak terkabul ,tatkala kaisar baru memberikan mandat yang sangat menghina dan merendahkan dirinya sebagai seorang jenderal harimau kiri .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erik riswana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 9
Bruak ...
Pria paruh baya gemuk itu seketika limbung di atas tembok kota , kalau saja Penasihat dan prajurit yang menjaga tidak menahannya , di pastikan Luo Bisheng akan mati konyol , jatuh dari atas tembok kota .
" tuan kota hati hati ...!"
Wajahnya yang sudah berusia lima puluh tahun tampak begitu senja , keringat dingin membasahi wajahnya yang tampak sepuluh tahun lebih tua.
" biarkan jenderal Qin dan rombongannya masuk dan tempatkan di lapangan tamu kota ...!" Kata Luo Bisheng lirih .
" siap tuan kota ..!"
Gemuruh ...
Gerbang kota seketika terbuka , memperlihatkan suasana kota yang tidak terlalu ramai , namun keindahan di dalam kota terlihat jelas oleh siapa saja yang datang dari arah selatan.
Seorang prajurit jaga datang dengan tombak di tangan , lalu badannya sedikit membungkuk " jenderal yang terhormat Qin , tuan kota sudah mempersilahkan anda dan rombongan masuk kota " kata prajurit jaga dengan nada hormat.
Yan Qin mengangguk , lalu memerintahkan rombongannya untuk berjalan masuk kota , segera sebanyak dua ribu orang dari berbagai usia mulai memasuki kota Guanxi , prajurit kota mulai berjaga di sekelilingnya, takut bilamana ada hal yang tidak bisa terhindarkan.
Di dalam kota Guanxi , ratusan rumah berkumpul dalam satu lingkaran, sedangkan sisanya adalah rumah rumah prajurit kota yang sengaja tidak di jadikan satu dengan warga kota Guanxi , hal itu di mungkinkan untuk menstabilkan suasana bilamana terjadi perang atau datangnya para perampok.
Yan Qin melihat hanya ada sekitar lima ratus rumah tangga kota Guanxi , masih banyak halaman kosong dan itu banyak di gunakan untuk pertanian para bangsawan dengan sistem zaman kuno .
" tidak ada pertanian kolektif, para bangsawan masih mendominasi lahan pertanian dengan rakyat biasa sebagai pekerja penuh waktu " gumamnya dengan langkah menuju aula kota .
" tuan apa yang anda pikirkan... ?"
Liu Yongning sedikit mendongakan wajahnya yang tertutup oleh cadar putih, menatap pria berwajah sangar di sampingnya.
" tidak apa apa , kalau kamu ingin bertemu dengan Liu Bisheng, ikuti saya , sepertinya orang tua itu masih tertekan dengan berita yang datang tiba tiba " ujar Yan Qin berjalan mendaki tangga aula kota .
" terimakasih tuan , memang ada yang ingin saya sampaikan pada paman Sheng !"
Tidak membutuhkan waktu lama , keduanya tiba di aula kota yang di mana tampak begitu sederhana dengan nuansa putih keseluruhan, tidak ada barang mewah atau jamuan makan mewah , yang ada hanya beberapa hidangan khas rakyat yang biasa tersedia di setiap rumah makan pinggir jalan.
" jenderal Qin , kediaman tuan kota hanya memiliki ini untuk di sajikan " pelayan kota datang dengan badan membungkuk , lalu bergegas pergi ke belakang.
" memang sejak awal sangat pelit !" Pikir Yan Qin sedikit menahan rasa marah .
" uhuk... tuan Qin , selamat datang di kediaman sederhana kota Guanxi !" Suara sedih dengan nada tertekan terdengar begitu menyedihkan.
" ya , apakah benar tuan kota tidak mengetahui tentang berita jatuhnya kaisar Shu?"
" aku tidak tahu sama sekali , jadi sekarang siapa yang mewarisi takhta , apakah putra mahkota Xian atau siapa?"
Liu Yongning yang terdiam, menatap pria paruh baya yang begitu penuh pertanyaan.
" paman , yang menjadi kaisar adalah saudara kedua ayah , Yang Mulia Kaisar Lin !"
" lalu bagaimana dengan para pangeran atau putra mahkota?"
" sama seperti sebelumnya, para saudara telah tiada dan tidak akan kembali, bahkan pangeran adik kesembilan, juga sama , hanya kami para putri yang dibiarkan hidup,namun menjadi alat untuk menukar keuntungan dengan negara lain " jelas Liu Yongning dengan jujur .
Bruakkk
" sialan Liu Xiaolin , ternyata memiliki ambisi singa... kalau saja aku dulu tidak menyelamatkannya dari suku Qiang , dia tidak akan hidup ... " Liu Bisheng tampak begitu marah membara , urat kemarahan terlihat jelas dalam pandangan setiap orang yang melihatnya.
" sudah paman Sheng, ini sudah berlalu , ayah juga sudah mangkat , kami semua juga yang masih hidup merasa semua ini sepadan , karena dulunya ayah ..!"
" ningning jangan katakan itu, ayahmu dahulu bukan merebut kekuasaan, melainkan menang secara adil , tapi si singa Lin itu kurang ajar ...!"
Yan Qin tampak begitu tenang dan dalam hatinya ada rasa simpati dengan kesetiaan dan juga kebersamaan dengan mediang kaisar Shu, ia tahu bahwa darah saudara lebih merah daripada darah anak , hal itu sudah terbukti jelas.
" tapi kenapa Ningning ikut dengan jenderal Qin ini ?"
Liu Yongning tampak ragu , khawatir bilamana menjawab jujur akan menyebabkan masalah bagi Yan Qin .
" katakan saja, lambat laun semuanya akan terlihat jelas !"
Liu Yongning menghela nafas pelan , dengan wajah teguh di balik cadar putihnya , ia mulai bercerita dan mengatakan kebenaran tentang semua yang ingin diketahui oleh pamannya .
" paman , ini keputusan Ninger sendiri, dengan jenderal Qin sebagai pelindung , sisa hidup ini tidak akan sia sia , juga jenderal Qin memiliki banyak bakat dan Ninger merasa aman di dekatnya " kata Liu Yongning dengan wajah sedikit memerah, kepalanya tampak menunduk , tidak berani menatap kedua pria yang ada di dekatnya.
Liu Bisheng terdiam beberapa saat , tangannya merogoh sesuatu dari balik jubah hitamnya , lalu meletakan di atas meja .
Terlihat bahwa itu adalah liontin giok hijau yang memiliki ukiran bunga teratai .
" saat ayah dan pamanmu ini masih muda, kami berdua pergi ke padang rumput di utara , membawa sekitar 150.000 pasukan kavaleri elit kekaisaran Qian, saat itu ayahmu adalah pangeran pertama yang berhak atas takhta naga, kami berdua mengarungi medan perang Xiongnu yang begitu ganas dan berhasil menaklukkan wilayah Yuan utara , saat itu ayahmu bertemu dengan jenderal musuh dari bangsa Xiongnu yang ternyata seorang wanita , dia mengatakan bahwa siapa saja yang berhasil membuka topeng di wajahnya maka akan mendapatkan hati dan tubuh secara langsung, tanpa basa basi ayahmu langsung bergegas dengan semangat luar biasa, aku pada saat itu mengingatkan untuk hati hati , tapi masa muda ayahmu penuh dengan tiga ambisi , takhta harta dan wanita, terlebih lagi wanita asing seorang Jenderal yang tangguh , membuat ayahmu terangsang untuk bersemangat "
Hening.
" ahh paman sudah sedikit lupa siapa nama jenderal wanita yang telah ayahmu taklukan itu , tapi wanita itu memberikan liontin giok yang berwarna hijau dengan pola teratai dan aku yakin bahwa wanita jenderal itu berasal dari suku teratai di danau laut Kaspia !"
Yan Qin berdiri terkejut mendengar tentang nama danau laut Kaspia ,ia tahu bahwa itu ada di wilayah yang menjadi perbatasan antara Asia dan Eropa, di mana wilayah Russia memiliki sebagian hak atas danau laut tersebut.
" apakah jenderal Qin pernah mendengar tentang Danau laut Kaspia ?"
" aku secara samar pernah mendengar, tapi apakah itu ada di barat laut dari wilayah Yuan ?"
" benar ... ternyata ucapan Ningning tidak salah , jenderal memiliki pengetahuan yang cukup luas !"
" ohh ternyata di sana !" Gumamnya dalam hati , matanya seakan memancarkan api perjuangan untuk menaklukkan danau laut kaspia .