Aurielle Veyra (25 tahun), seorang Make Up Artist kelas dunia, dikenal mampu mengubah wajah biasa menjadi sebuah 'Mahakarya'.
Namun setelah tertidur usai bekerja tanpa henti, dia terbangun … bukan di Apartemen mewahnya.
Melainkan di raga seorang gadis yatim piatu miskin di desa terpencil dalam Kekaisaran Shang Agung, yang bernama Lin Yue. Yang meninggal karena menyerah menjalani kehidupan di dunia itu.
Di dunia tanpa kosmetik modern, Aurielle terikat dengan sebuah ruang dimensi misterius berisi resep kecantikan kuno yang telah lama hilang dari sejarah.
Dari bunga liar, mutiara, hingga ramuan rahasia, dia menciptakan kosmetik yang mampu membuat siapa pun terlihat memukau.
Namun, di balik kecantikan yang dia ciptakan …
tersembunyi rahasia racun halus, dan permainan kekuasaan yang mematikan.
Karena di dalam dunia Kekaisaran~
Sebuah wajah yang sempurna bisa menjadi sebuah 'senjata' yang mematikan!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 03: Menuju Sarang 'Sang Naga'!
***
Kereta kuda itu berhenti di depan sebuah penginapan mewah di wilayah itu, dimana mereka akan beristirahat satu malam.
Pintu kayu kereta kuda itu dibuka dengan kasar dari arah luar.
BRAK!
"Turun kalian semua! Kita akan bermalam di sini, dan jangan pernah untuk berpikir macam-macam!" ujar salah satu prajurit dengan nada membentak.
Lin Yue turun lebih dulu dari dalam kereta itu.
Saat kakinya menginjak tanah keras dihalaman penginapan itu, matanya terbeliak lebar ... Ini adalah sebuah bangunan penginapan di zaman kuno yang sangat mewah!
Tidak seperti yang dia lihat dalam film-film kolosal di dalam televisi itu, yang ini sangat nyata mewahnya.
Lampion merah bergantung disepanjang serambi kayunya, dan angin malam membawa aroma sup daging dari arah dapur penginapan itu.
Kruyuuuk ... Kruyuuuk ...
Perut Lin Yue langsung 'bernyanyi' dengan suara lirih.
Saat sedang berkhayal makan enak, tiba-tiba Mei Fang menggenggam tangannya dengan erat, membuat Lin Yue kembali ke dunia nyata.
"Tempat ini terlihat seperti sebuah kota kecil saja, ya Yue'er?" ujar Mei Fang dengan suara lirih.
Lin Yue menganggukkan kepalanya.
"Ya, mungkin saja penginapan ini adalah penginapan milik Pem- eh, maksudku Pejabat daerah sini ..." sahut Lin Yue, yang masih terbawa suasana dunia modern-nya.
Kasim Istana yang tadi menyeleksi mereka pun mendekat, sambil membuka kipas tangannya.
Srak!
"Kalian semua, dengarkan baik-baik!" ujarnya dengan suara tegas.
Keenam gadis itu langsung berbaris dan berdiri dengan tegak.
"Malam ini, kita semua akan beristirahat di sini. Dan keesokan harinya, kita akan melanjutkan perjalanan ke Ibukota Kekaisaran Shang Agung," lanjut Kasim itu dengan wajah serius.
Salah satu gadis itu mengangkat tangannya, dan dia bertanya dengan nada ragu.
"Apakah kita semua akan benar-benar bertemu dengan Yang Mulia Kaisar Agung, Tuan?" tanyanya.
"Jika kalian mempunyai keberuntungan yang besar, maka kemungkinan ... Iya ..." jawab Kasim itu sambil tersenyum tipis.
Lin Yue melihat senyuman Kasim itu, sebuah senyuman yang tidak sepenuhnya tulus.
Kasim itu melanjutkan pengarahannya kepada keenam gadis itu.
"Kalian juga harus tahu, siapa yang akan menjadi 'Tuan' kalian di dalam Hareem nanti ..." ujarnya dengan nada misterius.
Beberapa gadis itu langsung menelan salivanya dengan gugup, saat mendengar kata 'Tuan'.
"Kaisar Agung kita adalah, Yang Mulia Kaisar Shang Longhui!"
Saat nama itu disebutkan oleh si Kasim, beberapa prajurit di sekitar sana langsung menundukkan kepala dengan penuh rasa hormat.
"I-Itu dia ... Kaisar Tiran yang sering dibicarakan oleh banyak orang ..." bisik Mei Fang dengan suara lirih.
Lin Yue tetap mendengarkan dengan wajah tenang, saat Kasim itu terus berbicara.
"Yang Mulia Kaisar menikah dengan seorang wanita yang sekarang menjadi 'Selir Kehormatan' di Istana, saat beliau berusia 17 tahun. Beliau naik takhta saat usia 20 tahun, dan sekarang usianya baru 27 tahun. Beliau mempunyai dua orang Pangeran dari Selir Kehormatan yang berusia 10 dan 8 tahun," ujar Kasim itu menjelaskan.
"Ah! Ternyata Yang Mulia masih sangat muda ..." ujar salah satu gadis itu.
"Ya ... Muda dan sangat berbahaya!" sahut Kasim itu dengan wajah serius.
Wajah beberapa gadis itu langsung pucat-pasi, saat mendengar kata si Kasim sia-lan itu.
Ln Yue hanya menyipitkn matanya, saat melihat Kasim sia-lan itu mempermainkan mental para gadis lainnya.
Sungguh sangat menarik!
Di zaman kuno ini ternyata sudah ada berbagai 'trik' untuk menciutkan mental mereka yang lemah.
Hanya dengan sedikit 'permainan kata', maka mereka yang mengerti akan langsung menciutkan nyali mereka.
Kasim itu menutup kipasnya perlahan, lalu dia berjalan mondar-mandir di depan barisan para gadis itu.
"Di dalam Istana, saat ini ada sekitar tiga puluh orang 'Selir Aktif' dari dua ratus Selir yang ada. Selir aktif adalah para Selir yang selalu dikunjungi oleh Yang Mulia Kaisar," ujar Kasim itu.
Wajah keenam gadis itu langsung terkejut, saat mendengar jumlah Selir yanga ada di Istana.
Apalagi Lin Yue, dia adalah gadis modern yang menentang 'Poligami' di sana, dan sekarang dia mengalaminya sendiri.
"Kaisar an-jing ini harus dikasih pelajaran rupanya! Aku akan buat dia menginginkan aku, tapi tidak bisa mendapatkanku nanti! Badjingan sia-lan!" rutuk Lin Yue dalam hatinya.
"T-tiga puluh ..?!" seru salah satu gadis dengan mata terbeliak lebar.
"Ya," jawab Kasim itu dengan nada datar.
"Namun hanya ada dua Pangeran yang terlahir dari rahim Selir Kehormatan, dibandingkan dari para Selir lainnya ..." ujar Kasim itu.
"Hanya dua?" beo Lin Yue sambil mengangkat alisnya.
"Ya," jawab Kasim itu singkat.
"Bukankah itu terlalu sedikit pewaris untuk Yang Mulia Kaisar?" bisik Mei Fang dengan suara lirih.
Kasim itu melirik ke arah mereka dengan tajam.
"Karena hanya dua anak itu yang 'diizinkan' hidup oleh Yang Mulia ..." sahut Kasim itu.
"Kenapa bisa begitu, Tuan?" tanya Mei Fang.
"Jika ada Selir yang melahirkan anak perempuan, maka bayi itu akan langsung ... dihilangkan nyawanya oleh Kaisar Agung," jawab Kasim itu tanpa emosi.
Keenam gadis itu langsung menutup mulut dengan kedua tangannya, ketika mendengar jawaban Kasim itu.
"I-Itu ... terlalu kejam ..." ujar salah satu gadis itu dengan suara tercekat.
Lin Yue juga terkejut dengan fakta tersebut, namun wajahnya tetap terlihat tenang.
Kasim itu melanjutkan dengan wajah datar.
"Yang Mulia Kaisar hanya menginginkan seorang putra yang kuat, demi meneruskan takhta yang telah perjuangkan dengan da-rah ini ..."
"Lalu, siapakah nama Ibu dari kedua pangeran itu, Tuan?" tanya Lin Yue tiba-tiba.
Semua orang menoleh ke arahnya dengan wajah terkejut, karena dia berani menanyakan hal tersebut dengan lantang.
Kasim Istana itu menatapnya beberapa detik, sebelum dia menjawabnya.
"Dia adalah Selir Kehormatan-Lan Xingsheng, dari Klan besar 'LAN'," jawab Kasim itu.
"Dia pasi sangat berkuasa di dalam Hareem Istana ..." gumam Mei Fang pelan.
Namun Kasim itu masih mendengarnya.
"Ya, itu benar ..." sahut Kasim itu sambil menganggukkan kepalanya.
"Dia bukanlah seorang 'Permaisuri', namun posisinya hampir ...sama," lanjut Kasim itu menjelaskan.
"Kenapa Yang Mulia Kaisar tidak mengangkat dirinya menjadi Permaisuri saja?" tanya salah satu gadis dengan nada heran.
Kasim itu tersenyum tipis, saat mendengar pertanyaan gadis itu.
"Pertanyaan yang sangat menarik, Gadis!" ujar Kasim itu sambil membuka kipasnya kembali.
Srak!
"Yang Mulia Kaisar Longhui belum pernah memilih seorang Permaisuri sejak beliau naik takhta ..." jawab Kasim itu.
"Kenapa bisa begitu, Tuan?" tanya Mei Fang.
"Karena beliau belum menemukan wanita yang layak berdiri di sisinya, jawab Kasim itu, pelan.
Para gadis itu saling menatap, tatapan mata mereka langsung dipenuhi oleh ambisi untuk mencoba menaklukkan Sang Kaisar Tiran itu.
Sementara itu Lin Yue, dia hanya tersenyum tipis saat mendengarnya.
Belum mnemukan wanita yang layak ...
Itu artinya ... Kursi tersebut msih kosong, dan dialah yang akan menempatinya di masa depan!
Menarik sekali!
Prok ... Prok ... Prok ...
Kasim itu menepuk tangannya, membuat Lin Yue kembali ke dunia nyata.
"Baiklah! Sekarang masuk ke dalam kamar kalian masing-masing, karena kalian harus bangun sebelum matahari terbit untuk melanjutkan perjalanan," perintah Kasim itu dengan nada tegas.
Seorang pelayan penginapan itu langsung maju, dan membawa mereka ke dalam sebuah kamar yang berukuran besar.
DI dalamnya tedapat enam buah tempat tidur dari kayu sederhana, yanga akan menjadi tempat istirahat mereka semua.
Mei Fang langsung menjatuhkan dirinya ke atas salah satu tempat tidur itu.
Brugh!
"Haaaah! Aku masih belum mempercayainya, jika kita akan masuk ke dalam Istana esok hari ..." ujar Mei Fang sambil medesah lelah.
"Aku dengar, para selir yang gagal menarik perhatian Kaisar, hidupnya hanya akan seperti bayangan dibelakang Hareem Istana ..." ujar salah satu gadis dengan nada gugup.
"Dan yang lebih buruk lagi ... Beberapa dari mereka akan menghilang tanpa jejak," sahut gadis yang lainnya menambahkan.
Mei Fang langsung memeluk lututnya dengan tubuh gemetar ketakutan.
"Bagaimana jika kita mati di sana, Lin Yue?" tanya Mei Fang dengan suara parau.
Lin Yue yang sedang menatap ke luar jendela menjawabnya dengan nada santai.
"Kalau harus mati, ya mati saja ..." jawab Lin Yue.
Mei Fang langsung terjatuh ke arah depan, saat mendengar jawaban santai Lin Yue.
"Kamu benar-benar tidak punya rasa takut, ya?!" seru Mei Fang kesal.
Lin Yue menoleh sambil menyeringai tipis.
"Aku sudah pernah merasakan mati sekali ..." sahut Lin Yue.
Tatapn para gadis itu terlihat bingung, saat mendengar jawaban Lin Yue.
Lin Yue menggaruk kepalanya dengan canggung.
Maksud aku ... Hidup kelaparan di dalam desa tanpa keluarga itu merupakan sebuah kematian yang menyesakkan untukku ... Hehehehe," ujar Lin Yue menjelaskan sambil cengengesan.
Beberapa dari mereka akhirnya tertawa, membuat suasana tegang menjadi mencair di dalam sana.
Namun, Mei Fang masih terlihat gelisah.
"Jika kita sudah tiba disana, apa rencanamu?" tanya Mei Fang kepada Lin Yue.
Lin Yue mendudukkan dirinya dipinggiran tempat tidur, sambil menatap Mei Fang dengan wajah serius.
"Rencanaku sangat sederhana ..." jawab Lin Yue.
"Se-sederhana apa?" tanya Mei Fang kembali.
"Aku hanya akan memastikan diriku tidak akan menjadi 'Wanita Kaisar' yang terbuang ..." jawab Lin Yue dengan nada santai.
"Apa maksudmu?" tanya salah satu gadis sambil mengerutkan keningnya.
"Di dalam Istana, hanya ada dua jenis wanita yang bertahan ..." jawab Lin Yue dengan nada rendah.
"Yang pertama?" tanya salah satu gadis.
"Wanita yang dimanfaatkan oleh yang berkuasa ..." jawab Lin Yue.
"Dan yang kedua?" tanya Mei Fang.
"Wanita yang dapat mengendalikan dan memanfaatkan orang lain dibawah kakinya ..." jawab Lin Yue sambil tersenyum tipis.
Ruangan itu langsung menjadi sunyi, saat mendengar jawaban Lin Yue.
"Kadang aku merasa, jika kamu adalah reinkarnasi seorang jenius yang menakutkan, Lin Yue ..." gumam Mei Fang.
"Hahahahaha! Mungkin itu memang benar adanya ... Aku adalah reinkarnasi seorang jenius menakutkan dari dunia lain!"
"Hahahahaha ..."
Dan akhirnya, obrolan malam itu pun berakhir dengan tawa mereka semua.
--
Malam pun berlalu dengan cepat, dan keesokan harinya pintu kamar mereka dibuka dengan sangat kencang oleh seorang prajurit Istana.
BRAK!
"Bangun semuanya!" teriak Kasim itu dengan suara tegas.
Beberapa pelayan penginapan masuk sambil membawa beberapa set pakaian baru untuk mereka semua.
"Cepat, ganti pakaian kalian!"
Lin Yue menatap pakaian itu dengan seksama.
Sebuah hanfu sutera sederhana berwarna pucat, yang jauh lebih bagus dari pada kain lusuh yang dia kenakan sekarang.
Mei Fang memegang hanfu itu dengan mata berbinar.
"Ini ... terasa sangat lembut ..." gumamnya pelan.
Lin Yue langsung mengganti pakaiannya dengan cepat, setelah selesai~
Keenam gadis desa itu terlihat sangat berbeda.
Walaupun bukan pakaian mewah, namun kain sutera itu membuat mereka terlihat jauh lebih layak untuk masuk ke dalam Istana.
Kasim Istana itu kembali masuk ke dalam kamar, dan melihat mereka dengan senyuman khas di wajahnya.
"Lumayan ..."
Lalu tatapannya berhenti saat tiba di Lin Yue.
Kecantikan gadis itu semakin terlihat jelas, saat memakai pakaian sehalus itu.
"Jika dipoles dengan benar, maka kecantikannya bisa mengguncang seluruh Dinasti ini ..." gumam Kasim itu pelan.
"Apakah saya terlihat aneh dengan pakaian ini, Tuan?" tanya Lin Yue, saat mata Kasim itu terpaku ke arahnya.
Kasim itu tertawa canggung, saat ditegur begitu saja oleh Lin Yue.
"Hahahaha ... Bukan begitu, Gadis! Kamu terlihat sangat berbeda dari sebelumnya, dan saya yakin ... kamu akan menjadi 'masalah' untuk para wanita di dalam sana."
"Baiklah, naik ke atas kereta sekarang! Kita langsung menuju ke dalam Istana!" perintah Kasim itu kepada seluruh prajurit Istana.
"Baik!"
Tidak lama kemudian, kereta kuda kembali bergerak menuju ke arah Ibukota Kekaisaran, lebih tepatnya ke Istana.
Di dalam kereta kuda itu, otak cantik Lin Yue mulai membentuk sebuah rencana besar~
Istana ...
Kaisar ...
Para Selir ...
Dan Intrik-intrik kejam di dalamnya.
Semua itu hanyalah sebuah 'panggung' baru baginya, dimana dialah pemeran utamanya.
--
Nun jauh di dalam Istana Kekaisaran, lebih tepatnya di dalam sebuah Paviliun Naga Perak yang sangat mewah.
Seorang wanita cantik sedang membaca sebuah gulungan laporan dengan wajah dingin.
"Hmm, Lin Yue ..." gumamnya pelan.
Dia adalah Selir Kehormatan Lan Xingsheng, Ibu dari dua orang Pangeran, dan Penguasa sebenarnya dari seluruh Hareem Istana Kekaisaran Naga Hitam.
"Gadis desa yang berani bertanya kepada seorang Kasim Istana ..." ujarnya sambil tersenyum tipis.
Lalu dia membakar gulungan kertas itu sampai menjadi abu.
"Sungguh menarik!"
Dia langsung memerintahkan pelayan kepercayaannya, agar menjegal gadis yang bernama Lin Yue, supaya tidak dapat bertemu dengan Kaisar Longhui.
"Siapkan seluruh orang-orang kita!"
"Jika gadis yang bernama Lin Yue itu benar-benar secantik apa yang mereka laporkan ..."
"Pastikan dia tidak akan pernah bisa bertemu dengan Yang Mulia Kaisar!"
"Baik, Yang Mulia Selir!"
⚛⚛⚛
jadi semangat dalam menjalani niat yang mulia itu, terutama untuk kucing² manis itu..
pokoknya semangat ya 🥰
ditunggu yaa kelanjutannya author🤭
pokoknya semangat ee author
ditunggu yaa kelanjutannya author🥰