NovelToon NovelToon
Kamu Selingkuh Kunikahi Abang Angkatmu

Kamu Selingkuh Kunikahi Abang Angkatmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Orang Disabilitas
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Mila julia

Di hari pernikahannya, Vaelora Morwene ditinggalkan Elvino Morrix tanpa penjelasan. Hancur, malu, dan dipermalukan, ia membuat keputusan nekat—menikah dengan Devon Ashakar, mantan kekasihnya… yang ternyata adalah abang angkat Elvino.
Namun Devon bukan lagi pria yang dulu. Sebuah kecelakaan membuatnya hidup dalam tubuh pria dewasa dengan jiwa anak kecil. Tanpa Vaelora sadari, pernikahan ini justru menyeretnya ke dalam keluarga penuh rahasia dan perjanjian gelap.
Apakah Vaelora akan menemukan cinta… atau justru neraka?
Bisakah Devon sembuh?
Dan rahasia apa yang sebenarnya disembunyikan keluarga Morrix?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila julia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 .Dua Pernikahan

“Queen… Epon takut. Pak tua itu serem.” bisik Devon pelan, bergelayut manja di lengan Lora. Suaranya lirih, polos, kontras dengan tubuh tinggi dan wajah tampan yang seharusnya memancarkan wibawa.

Lora menoleh, menatap suaminya yang kini berperilaku seperti anak kecil itu. Ada sesak yang tiba-tiba mengendap di dadanya.

“Kamu takut?” tanya Lora lembut.

Devon mengangguk cepat, jari-jarinya mencengkeram kain gaun Lora seolah ia adalah satu-satunya tempat berlindung.

“Cih, ternyata suamimu idiot, Lora?” ucap Maharani, menertawakannya tanpa menutup-nutupi nada hinaan di suaranya.

Suasana mendadak membeku. Beberapa tamu saling pandang, bisik-bisik mulai terdengar.

“Dia tidak idiot. Dia hanya mengalami gangguan ingatan.”

“Sama saja, bukan? Itu berarti otaknya bermasalah, sama dengan orang idiot,” ucap Maharani penuh penekanan, sengaja memperkeras suaranya agar orang-orang di sekitar mereka mendengar.

Rahang Lora mengeras. Amarahnya naik, tetapi sebelum ia sempat membalas—

“Queen…” ucap Devon semakin erat menariknya saat Lora hendak membalas kata-kata ibu tirinya itu.

Suara itu meredam bara di dada Lora. Ia menunduk, memandangi wajah Devon yang tampak benar-benar ketakutan.

“Baiklah, ayo kita pergi dari sini sekarang. Queen akan memberikanmu lolipop besar!” ucap Lora masih memelototi Maharani sebelum akhirnya turun dari atas altar.

“Lolipop hayeee, ayo, Queen!” seru Devon antusias, langsung menarik tangan Lora tanpa peduli tatapan orang-orang.

Lestari dan Daren—kepala pelayan sekaligus pengasuh Devon—segera mengikuti mereka meninggalkan altar yang telah ternodai sandiwara.

Bisik-bisik tamu semakin riuh, membelah udara seperti jarum-jarum tajam.

Sinta dan Donni yang menyaksikan semuanya dari kursi depan tampak murka. Rencana yang disusun rapi demi menaikkan reputasi perusahaan justru berubah menjadi bahan gosip yang akan menghantui nama besar mereka.

“Ini semua karena gadis rendahan itu. Aku harus mengurusnya. Dia tidak bisa pergi seenaknya seperti ini,” ucap Sinta, segera mengikuti Lora dan Devon ke ruang ganti dengan langkah penuh amarah.

Di sisi lain, Vino menoleh ke arah kepergian Lora setelah mengucapkan ikrar. Matanya berkaca-kaca. Ada sesuatu yang runtuh di dalam dirinya saat melihat Lora berjalan menjauh dengan lelaki lain—abang angkatnya sendiri.

Vely yang menyadari perhatian Vino teralihkan segera menggandeng lengannya dengan posesif, kukunya sedikit menekan jas pengantin Vino.

“Sudahlah, tidak perlu dipikirkan. Apa kamu tidak lihat, Sayang? Dia seketika mengganti pengantinnya dengan Abang angkatmu dengan mudah bahkan sebelum dia tau jika kamu akan menikah denganku. Bukankah ideku bagus untuk mengesahkan pernikahan kita di sini, jadi kamu bisa lihat langsung bagaimana sifat asli Lora yang sebenarnya? Dia tidak jauh berbeda dari jalang murahan.” ucap Vely.

Vino hanya menghela napas panjang. Dadanya terasa sesak. Ucapan Vely tak sepenuhnya masuk ke dalam benaknya. Ingatannya justru kembali pada malam yang menghancurkan semua rencananya.

FLASHBACK

Vino baru saja tersadar. Ia membuka matanya perlahan, kepalanya berdenyut hebat seolah dihantam benda keras. Pandangannya masih buram ketika ia mencoba mengingat kejadian semalam.

Yang ia ingat hanya saat mendatangi klub tempat biasa ia menghabiskan waktu bersama Vely. Ya, selama ini ia memang berselingkuh dengan adik tiri Lora. Bagi Vino, Lora hanyalah mesin yang ia manfaatkan untuk melancarkan pekerjaannya—membuat proposal perusahaan yang diberikan Donni. Kepintaran dan kinerja Lora yang bagus membuatnya menjadikan gadis itu pacar.

Namun hubungan itu terasa membosankan. Kesibukan Lora sebagai pegawai bank membuatnya jarang punya waktu. Berbeda dengan Vely yang cantik, genit, dan tahu cara memanjakan. Kampus Vely dan bank tempat Lora bekerja berdekatan, membuat Vino sering bertemu Vely setiap kali menjemput Lora. Dari situlah semuanya bermula.

Malam itu, sebenarnya Vino berniat memutuskan hubungan dengan Vely demi menikahi Lora. Ia sadar Lora jauh lebih menguntungkan untuk masa depannya. Dengan kepintaran Lora, ia bisa memanfaatkan istrinya untuk membantunya memimpin perusahaan. Donni bahkan mendesaknya segera menikahi Lora demi menjadikannya “otak perusahaan”, meski Sinta tidak setuju karena status Lora yang hanya pegawai bank, ditambah lagi ia juga dari keluarga broken home.

Namun sebelum kesadarannya terkumpul sepenuhnya, suara gaduh terdengar dari luar kamar. Tak lama kemudian—

Brak!

Pintu kamar terbuka dengan keras.

Fauzi dan Maharani berdiri di ambang pintu dengan wajah penuh kemarahan. Tatapan mereka langsung tertuju pada Vino yang masih terbaring di atas ranjang, memeluk Vely.

Tanpa peringatan, Fauzi menarik Vino dan melayangkan pukulan.

“Kurang ajar kamu!”

Bugh!

Vino terhempas kembali ke ranjang. Sudut bibirnya berdarah.

Vely yang tersadar segera membalut tubuhnya dengan selimut dan duduk di sudut ranjang sambil menangis. Maharani mendekat dan memeluknya.

“Apa yang sudah kamu perbuat dengan anakku?” ucap Fauzi, kembali menarik tubuh Vino hendak memukulnya lagi.

Namun—

“Uwek… uwek…”

Vely menutup mulutnya. Wajahnya pucat, peluh dingin mengalir di pelipisnya. Ia bangkit tergesa menuju toilet.

“Vely, ada apa denganmu, Sayang?” ucap Fauzi cemas. Maharani segera mengikuti putrinya.

Vely masih muntah beberapa kali. Ketika ia keluar, Maharani menatapnya tajam.

“Vely… apa kamu… hamil?” tanya Maharani.

Kata itu menggantung di udara, menyesakkan.

“Tidak mungkin,” ucap Vino seketika menyela tuduhan itu. “Aku hanya beberapa kali berhubungan dengan Velly dan itu pun menggunakan pengaman. Tidak masuk akal jika Velly hamil,” ucap Vino membantah tuduhan itu.

“Apa? Beberapa kali? Kurang ajar! Jadi kamu menjadikan anakku sebagai pemuas nafsumu selama ini?” ucap Fauzi seketika kembali memukul Vino, namun pukulannya berhasil dihindari. Vino segera lepas dari cengkeraman Fauzi dan turun dari ranjang untuk menjauh.

“Tenang, Om. Aku yakin Velly tidak hamil. Bagaimana jika kita membuktikannya dengan alat tes kehamilan? Jika Velly benar-benar terbukti hamil, aku akan menikahinya,” ucap Vino.

Seulas senyum tipis sempat muncul di wajah Velly, meskipun hanya sepersekian detik. Begitu pula Maharani yang tersenyum miring, mengingat jika semua ini adalah rencananya dan juga anaknya untuk bisa masuk ke dalam keluarga Morrix yang super kaya itu.

Setelah melakukan tes dan terbukti Velly hamil, mau tidak mau Vino terpaksa menepati kata-katanya. Apalagi orang tua Vely juga mengancamnya dan mendesaknya untuk menuruti kemauan Velly menikah di tempat yang sama dengan pernikahan dirinya dan Lora seharusnya hari ini.

“Selamat, sekarang kalian berdua sudah sah menjadi suami istri,” ucap pendeta tersebut, disambut tepuk tangan meriah dari tamu dan suara riuh dari MC.

Vino memaksakan senyumannya, berbeda dengan Velly dan keluarganya yang bersorak bahagia seolah pernikahan itu memanglah milik anak mereka sejak awal.

____

Sinta yang sejak tadi menahan amarah akhirnya kehilangan kendali kala melihat Lora dan Devon tengah bercanda gurau di ruang ganti baju pengantin mereka.

Tanpa salam, tanpa peringatan, Sinta berjalan cepat. Tangannya langsung terangkat tinggi, siap melayangkan tamparan keras ke wajah Lora karena berani bertindak semaunya di pernikahan yang seharusnya berjalan sesuai rencana mereka.

Namun sebelum telapak tangan itu mendarat—

Devon lebih dulu bergerak.

Dengan refleks cepat, ia menahan pergelangan tangan Sinta, lalu mendorongnya tanpa perhitungan. Tubuh wanita itu kehilangan keseimbangan dan terjatuh menghantam lantai.

“Aaaakk!” rintih Sinta, menatap tajam ke arah Devon dengan wajah memerah karena marah dan malu.

Devon segera bersembunyi di belakang Lora, mencengkeram gaun pengantinnya seperti anak kecil yang ketakutan, namun matanya justru menantang—liar, protektif.

“Epon nggak akan biarin Queen Epon disakitin sama nenek lampir!” ucap Devon, menunjuk Sinta dengan tatapan tak kalah tajam .

.

.

.

💐💐💐Bersambung💐💐💐

Hei kak adik Lo noh yang harusnya di tampar duluan 😤😤

Lanjut Next Bab ya guys😊

Lope lope jangan lupa ya❤❤

Terima kasih sudah membaca bab ini hingga akhir semua ya. jangan lupa tinggalkan jejak yaa, like👍🏿 komen😍 and subscribe ❤kalian sangat berarti untukku❤

1
Allea
mo balas dendam tapi kewaspadaan kurang piye toh thor 🤭
Mila Julia: mo bikin kesel duluuu mbak eee
total 2 replies
Allea
👍👍👍👍👍
Allea
heyyyy Epon kamu ga lelah pura2 terus 🤭
Wulan Azka
dealer beras ? baru kali ini dengar istilah dealer beras 🤔..dealer itu cuma buat kendaraan..kalau beras mah distributor
Mila Julia: tapi makasih sarannya KK ntar di oerbaiki🫶🫶😅
total 2 replies
Allea
Devon kamu pura2 kembali ke usia anak2 kan 😁
Mila Julia: aduhhh bener ngk yaaa🤭🤭
total 1 replies
Allea
jgn2 Devon pergi ninggalin Lora krn Devon kecelakaan y
Mila Julia: iyaa ngk yaaa🤭😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!